Ini pengalaman kedua hari ini
setelah pengalaman tadi pagi di stasiun gubeng. Sepulang dari stasiun gubeng
menuju bilangan kertajaya, aku bergegas ke daerah jojoran karena hari ini aku
sudah berniat ke samsat untuk membayar pajak motor. Sejak dari kemarin, aku
sudah meminta tolong ke bapak kos untuk diantar ke samsat.
Sekitar jam 8, aku tiba di kos
kemudian mandi dan bersiap karena bapak kos sedari tadi telah menungguku. aKu sedikit
agak tidak enak sama dia karena seharusnya aku yang menunggu karena aku yang
akan diantar malah sebaliknya dia yang menungguku. Sesaat kemudian, aku dan
bapak kos menuju samsat. Sesampai di luar tempat pembayaran online, aku
menyerahkan Stnk dan KTP. karena system online sedang mengalami trouble, kami
diminta langsung masuk ke dalam kantor.
Sesampai di dalam kami bertanya ke customer
service. Jawaban yang kami dapat membuatku jengkel, perempuan yang bertugas
sebagai customer service sangat cuek menjawab pertanyaan kami dan menunjukkan
ke loket 16. Aku dan bapak ke kos loket 16 dan perlakuan yang sama pun kami
terima. seorang bapak paruh baya dengan entengnya mengatakan bahwa kalau di
luar error, di dalam juga pasti error dengan muka masam.
Tetapi setelah dicoba
ternyata bisa koneksi. Setelah online kami kemudian ke loket 11 membayar pajak dan lagi-lagi tidak ada senyuman yang
didapat. Kami dilayani dengan muka masam. Aku tidak tahu apakah memang semua
pegawai di samsat manyar di training untuk melayani dengan muka masam ataukah
seperti apa. Hari ini benar-benar kami tidak mendapat senyuman yang seharusnya
kami dilayani dengan senyuman yang ramah.
Baru kemarin aku membaca
artikel tentang pentingnya senyuman sekarang aku malah mendapatkan fenomena
terbalik dan aku harus mengakui bahwa senyuman itu menenangkan hati dan setiap
orang sebaiknya murah senyum apalagi para pelayan masyarakat.
Asal jangan senyum tanpa sebab,
saraf itu namanya..hehe
Manyar,
13’3’14
09:00

No comments:
Post a Comment