March 14, 2014

The Power of Smile

Ini pengalaman kedua hari ini setelah pengalaman tadi pagi di stasiun gubeng. Sepulang dari stasiun gubeng menuju bilangan kertajaya, aku bergegas ke daerah jojoran karena hari ini aku sudah berniat ke samsat untuk membayar pajak motor. Sejak dari kemarin, aku sudah meminta tolong ke bapak kos untuk diantar ke samsat.

Sekitar jam 8, aku tiba di kos kemudian mandi dan bersiap karena bapak kos sedari tadi telah menungguku. aKu sedikit agak tidak enak sama dia karena seharusnya aku yang menunggu karena aku yang akan diantar malah sebaliknya dia yang menungguku. Sesaat kemudian, aku dan bapak kos menuju samsat. Sesampai di luar tempat pembayaran online, aku menyerahkan Stnk dan KTP. karena system online sedang mengalami trouble, kami diminta langsung masuk ke dalam kantor. 

Sesampai di dalam kami bertanya ke customer service. Jawaban yang kami dapat membuatku jengkel, perempuan yang bertugas sebagai customer service sangat cuek menjawab pertanyaan kami dan menunjukkan ke loket 16. Aku dan bapak ke kos loket 16 dan perlakuan yang sama pun kami terima. seorang bapak paruh baya dengan entengnya mengatakan bahwa kalau di luar error, di dalam juga pasti error dengan muka masam. 

Tetapi setelah dicoba ternyata bisa koneksi. Setelah online kami kemudian ke loket 11 membayar  pajak dan lagi-lagi tidak ada senyuman yang didapat. Kami dilayani dengan muka masam. Aku tidak tahu apakah memang semua pegawai di samsat manyar di training untuk melayani dengan muka masam ataukah seperti apa. Hari ini benar-benar kami tidak mendapat senyuman yang seharusnya kami dilayani dengan senyuman yang ramah.

Baru kemarin aku membaca artikel tentang pentingnya senyuman sekarang aku malah mendapatkan fenomena terbalik dan aku harus mengakui bahwa senyuman itu menenangkan hati dan setiap orang sebaiknya murah senyum apalagi para pelayan masyarakat.


Asal jangan senyum tanpa sebab, saraf itu namanya..hehe

Manyar, 13’3’14
09:00

No comments: