January 30, 2018

OTS #10

Perjalanan kali ini terasa spesial. pertama  kalinya menjejak langkah di tanah paling timur negeri ini. Tanah bagi mereka yang sering "dianggap" primitif oleh mereka yang sok modern, pun sering mengalami diskriminasi dari banyak faktor.

Perjalanan yang cukup melelahkan dari Cengkareng ke Sentani. Enam jam lamanya berkutat dengan rapalan doa di atas Pesawat yang menantang cuaca ekstrim. Tak henti-hentinya mulut melafalkan doa untuk keselamatan.

Jam 11.55 tengah malam, Pesawat Batik mulai menerbangkan kami ke udara menuju pulau paling Timur. Angin malam seakan menusuk sekujur tubuh menambah kebekuan malam.

Sejam, dua jam perjalanan masih mulus dilalui. Pesawat seakan tidak mengalami hambatan berarti. Namun menjelang daerah tujuan, beberapa kali pemberitahuan dari pihak Pesawat untuk mengencangkan safety belt. Pesawat bergoyang layaknya mobil yang sedang berjalan di atas jalanan berlubang. Cuaca di luar berkabut. Saya mencoba untuk memejamkan mata dan meyakinkan diri bahwa semesta menjaga Pesawat yang sedang melaju.

Akhirnya saat pagi sudah mulai menua, tanah pulau itu sudah nampak. Cuaca juga sepertinya bersahabat. Saat pesawat akan mendarat, hamparan bukit, hutan dan danau menyambut. Lumayan mengobati perjalanan yang melelahkan. Pesawat mendarat dengan mulus.

Jarak bandara menuju pusat ibukota provinsi masih ditempuh sejam lamanya. Jalanan berkelok mengikuti lereng gunung di samping kiri dan danau di samping kanan.

Menjelang siang, akhirnya tiba di pusat kota. Ada yang aneh karena saya jarang menjumpai suku asli di pulau ini. Bahkan saya seperti pulang kampung karena pusat kota dipenuhi perantau dari daerah asalku.

Seminggu di kota ini. Saya tidak banyak menjelajah ke beberapa spot yang indah. Meski begitu lumayan mengikis inginku untuk melihat luasnya negeri ini.

Oh iya, di kota ini, sangat umum menjumpai pedagang pinang dan di sepanjang tempat, kita seringkali melihat bekas pinang yang tersebar di mana-mana.

Semoga ada kesempatan di lain waktu untuk kembali menuntaskan keinginan menapaki banyak tempat yang belum disinggahi.

30 1 18