April 30, 2023

Bersama Dua Orang Teman (30)

Setelah lulus SMA, saya tidak pernah ikut acara reuni yang kerap kali diadakan setiap tahun pasca lebaran. Momen mudik lebaran menjadi waktu paling tepat untuk mengadakan reuni karena mayoritas perantau mudik ke kampung. Saya pernah mendengar celoteh dari salah seorang teman bahwa reuni sekolah hanya ditujukan untuk mereka yang sukses dalam ukuran pekerjaan dan pendapatan.

Dalam beberapa kali tulisan, saya mengkritisi ajang reuni yang sejatinya bertujuan untuk menyambung silaturahim namun acapkali berakhir dengan ajang pamer. Kesuksesan, barang mewah, mobil terbaru, istri cantik, anak lucu, dan sederet pencapaian yang laya untuk dibanggakan. 

Saya tidak sedang menaruh rasa iri terhadap teman-teman yang ikut reuni karena saya pekerjaan yang saya jalani juga bisa dibanggakan, namun saya tentu melihat fenomena bahwa memang ada beberapa teman yang ingin menunjukkan siapa mereka sekarang. Di awal-awal lulus kuliah dan sebagian sudah bekerja, pernah suatu waktu ada teman saya yang dalam beberapa hari, dia tidak pernah melepaskan baju yang tertulis perusahaan tempatnya bekerja.

Mungkin saja itu tidak dimaksudkan sebagai bentuk ingin menunjukkan diri namun saya pribadi sangat anti untuk menggunakan atribut tempat saya bekerja. Bukan karena malu namun hanya sekadar ingin menjaga perasaan teman-teman yang masih berjuang mencari pekerjaan. 

Saat mudik, saya lebih suka menyambangi beberapa teman yang memang sefrekuensi dengan saya tanpa harus saling menunjukkan apa yang sudah dicapai. Kami hanya ingin menghabiskan cerita-cerita kekonyolan masa lalu dan cerita tentang bagaimana kita bertahan dengan segala keterbatasan yang ada tanpa harus saling menonjolkan diri.

Di suatu malam, saya mengunjungi salah seorang teman kuliah yang tinggal tidak jauh dari rumah saya di kampung. Dia tidak pernah merantau karena harus menemani ibunya. Keputusannya sangat mulia karena tidak egois meninggalkan ibunya yang semakin menua, sementara saya dengan entengnya melanglang buana ke pulau Jawa. Nilai-nilai seperti itu yang harus dipahami bahwa seseorang tidak bisa diukur dari apa yang terlihat saja.

Ketika mayoritas temannya sudah menikah, dia masih belum menemukan jodohnya namun beruntung, dia akhirnya menemukan pasangan hidupnya tahun lalu dan istrinya sedang hamil. Dia nampak bahagia ketika saya kunjungi dan seperti kebiasaan kami, selalu menunjukkan kehangatan di awal pertemuan.

Kami bercerita panjang lebar sambil mengingat kembali kenangan saat kuliah. Saat asik ngobrol, salah seorang teman yang lain datang. Teman ini dianggap lebih sukses di kampung karena menjabat sebagai sebagai pimpinan di salah satu instansi pemerintahan. Saya turut berbangga atas pencapaiannya karena saya tahu begitu kerasnya dia mendapatkan apa yang sekarang dijalaninya.

Percakapan kemudian menjadi membosankan karena teman yang baru datang tadi terus menanyakan aktivitas saya di perantauan. Saya sudah memberikan beberapa kode bahwa saya tidak terlalu nyaman ditanyai mengenai aktivitas saya di tanah rantau dan hanya ingin bercengkerama tanpa obrolan pekerjaan.

Selain itu, saya ingin menghormati teman saya yang lain karena dia tidak terlalu nyaman jika kami mengobrol masalah pekerjaan. Tujuan kami hanya ingin melepas penat dan mengingat kembali masa lalu yang pernah dijalani bersama-sama.

Dia sama sekali tidak peka sehingga akhirnya teman yang saya datangi hanya diam mendengarkan kami berdua berbincang.

#30 2023

April 29, 2023

Lanjut Studi (29)

Menjadi seorang akademisi tentu harus lebih memaksa diri untuk belajar terus menerus termasuk melanjutkan studi. Selain ketentuan dari kampus, saya pribadi tertarik untuk melanjutkan studi saya ke jenjang yang lebih tinggi untuk mengukur batas kemampuan saya karena kita tidak pernah tahu sejauh mana batas kemampuan kita jika tidak menargetkan sesuatu yang lebih tinggi. 

Studi lanjut butuh dana yang lumayan besar sehingga saya harus menyiapkan segalanya untuk mendaftar beasiswa karena mungkin agak lebih sulit ketika saya lanjut dengan biaya mandiri.

#29 2023

April 28, 2023

Kecemasan dan Kekhawatiran (28)

"Do not dwell in the past, do not dream in the future, concentrate the mind on the present moment"

 _Buddha_

Saya semakin menyadari bahwa pada dasarnya, musuh terbesar manusia adalah dirinya sendiri. Peperangan terjadi terus menerus setiap waktu dengan diri dengan berbagai bentuk dan dimensi peperangan yang harus dimenangkan. Semua manusia punya porsi tersendiri dalam melawan dirinya namun sesungguhnya bahwa bukan hal mudah untuk menaklukkan berbagai hasrat dari dalam diri.

Semenjak berkeluarga, saya semakin keras melawan diri yang terus dihantui masa lalu dan dicemaskan masa depan. Dua kondisi yang terus menggelayut di kepala tanpa mau sedikit pun menyingkir. Penyesalan masa lalu karena saya merasa terlalu banyak waktu yang terbuang untuk hal yang sia-sia sementara saya mencemaskan masa depan karena kekhawatiran yang belum tentu adanya.

Meskipun mudah untuk mengatakan bahwa manusia harus hidup pada masa kini namun bukan perkara seperti membalik telapak tangan. Perkara hidup di masa kini adalah perkara memaksa diri untuk menekuni apa-apa yang sedang dijalani saat ini dengan komitmen dan konsentrasi yang penuh dan menyerahkan segalanya kepada Sang Maha atas apa yang akan terjadi esok hari.

Namun sekali lagi itu hanya teori yang dapat diucapkan oleh siapa saja namun hanya sedikit sekali manusia yang mampu menjalaninya dengan baik dan konsisten. Menjalani hari-hari saat ini tanpa merasa khawatir esok hari merupakan kemewahan bagi sedikit manusia yang mampu mengalahkan dirinya sendiri.

#28 2023

April 27, 2023

Toleransi (27)

Saya bersama rombongan keluarga ke Palopo untuk menghadiri hajatan pernikahan salah satu saudara sepupu yang selama ini tinggal di Sorong namun menemukan jodohnya di Palopo. Perjalanan dari kampung saya ke Palopo membutuhkan energi yang besar karena perjalanan yang cukup melelahkan dengan kondisi jalan berbelok. Untungnya aspal jalan mulus sehingga tidak terlalu menyiksa perjalanan panjang.

Sebelum memasuki Palopo, mobil melewati sepanjang jalan protokol di Toraja. Daerah yang terkenal karena wisatanya sehingga seringkali dikunjungi wisatawan baik lokal maupun asing. Selain pemandangan alamnya, budayanya juga yang menjadi daya tarik para wisatawan.

Setelah melewati Toraja maka perjalanan sesungguhnya dimulai saat berada di puncak turun ke kota Palopo. Mobil harus melewati lereng bukit yang cukup curam dan beberapa titik yang rawan longsor. Saat belok kiri, badan belum lurus namun harus belok kanan lagi. Kondisi demikian yang membuat sebagian orang tidak kuat menahan mabok perjalanan.

Namun yang ingin saya ceritakan di sini bukan tentang perjalanan tadi namun tentang daerah Toraja unik. Penduduk Toraja dikenal mayoritas menganut agama Kristiani sementara wilayah di sekitarnya seperti Palopo dan Enrekang, mayoritas penduduknya menganut agama Islam. Hal itu yang menjadi salah satu tanda tanya besar bagaimana sejarah panjang ajaran Kristiani tersebar di Toraja yang diapit oleh daerah dengan penduduk yang menganut Islam.

Konon kabarnya bahwa persinggungannya dengan suku Batak sangat kuat. Entah mungkin ada misionaris dari Batak yang kemudian bermukim di Toraja atau seperti apa namun kisah ini belum tervalidasi. Ciri-ciri fisik orang Toraja tidak jauh berbeda dengan penduduk asli Palopo dan Enrekang.

Keunikan lainnya bahwa meskipun diapit oleh wilayah dengan penganut Islam mayoritas, sejak saya lahir sampai sekarang, saya tidak pernah mendengar ada konflik agama antara wilayah tetangga dengan Toraja. Toleransi yang dianut sangat tinggi sehingga penghargaan terhadap pemeluk agama berbeda sangat dihargai.

Warga Toraja sangat menghargai penganut agama Islam. Mereka menyiapkan alat makan khusus untuk tamu Muslim demi menjaga agar makanan yang diharamkan oleh Islam tidak tercampur dengan makanan mereka seperti Babi. Penghargaan seperti itu mungkin yang kemudian membuat mereka rukun dengan wilayah lain.

Orang Toraja juga dikenal sangat baik terhadap sesama mereka bahkan terhadap kami orang Enrekang. Saya salah satu saksi hidup bagaimana baiknya teman-teman saya yang berasal dari Toraja. Bahkan saat pertama kali merantau ke Jakarta, saya menginap di kos teman saya yang dari Toraja. Saya beberapa minggu di sana dan sikap tidak pernah berubah bahkan dia menyiapkan makanan untuk saya. Sampai saat ini pun, hubungan pertemanan kami masih tetap baik.

Orang Toraja dikenal sangat mendukung kesuksesan sesama mereka. Di beberapa instansi maupun Perusahaan, selalu ditemukan beberapa orang Toraja yang sudah sukses. Prinsip mereka, jika ada yang sukses maka dia harus menjadi jembatan bagi yang lainnya untuk meniti kesuksesan.

Begitulah bagaimana mereka memberikan saya hikmah tentang kebaikan kepada sesama.

#27 2023

April 26, 2023

Sampah (26)

Salah satu kecemasan saya melihat kondisi kampung saat ini tentang pengelolaan sampah yang benar-benar menyedihkan. Sungai menjadi tempat paling menyedihkan dipenuhi dengan tumpukan sampah dengan berbagai jenis sampah termasuk plastik dan bekas pempers. Saya tidak melihat ada solusi dari pemerintah setempat untuk mengelola sampah yang menurut saya sangat krusial untuk segera diselesaikan.

Saya membayangkan jika kondisi ini terus menerus terjadi dan pemerintah setempat tutup mata maka sampah akan menjadi masalah terbesar di samping gunung-gunung yang digunduli untuk lahan pertanian bawang yang semakin masif kerusakannya.

Saya mengingat tulisan Jared Diamond di bukunya Collapse bahwa salah satu penyebab runtuhnya peradaban manusia zaman dulu karena masifnya ecoside. Kerusakan lingkungan atau dalam istilah Jared Diamond disebut ecoside menjadi masalah besar bagi manusia karena bumi adalah inti kehidupan dan jika terjadi kerusakan yang parah maka secanggih apa pun peradaban manusia maka tidak ada artinya jika inti kehidupan sudah rusak.

#26 2023

April 25, 2023

Kebun (25)

Saya menyempatkan untuk mengunjungi kebun. Tempat yang sangat akrab dengan saya saat masih sekolah dulu. Saya menyukai kebun sebagai salah satu spot paling ampuh untuk menenangkan diri saya ketika berada di kampung.

Perbedaan paling mencolok adalah akses jalan menuju kebun yang sudah bisa dilalui kendaraan motor. masyarakat tidak perlu jalan kaki puluhan kilometer untuk sampai di kebun sehingga di satu sisi, membuat mobilisasi lebih mudah  namun di satu sisi, ada sisi lain yang hilang. 

Jalan kaki tidak lagi menjadi kebiasaan sehingga berpengaruh pada kebugaran fisik. Orang tua dulu memiliki fisik yang kuat karena mereka gemar jalan kaki sehingga tidak mudah terserang penyakit. Namun saat ini, kendaraan sudah menjamur sehingga jalan kaki menjadi sesuatu yang langka termasuk juga di kampung.

Saya melihat kebun ditumbuhi ilalang yang menjulang. hanya sedikit penanda pohon yang dulu masih sempat saya saksikan termasuk satu pohon cengkeh yang masih berdiri kokoh di pinggir kebun. Selebihnya tidak ada lagi sisa-sisa penanda pohon saat saya masih sekolah.

Kebun tetangga juga sudah berubah dengan berbagai tanaman yang sudah tumbuh. Kebun sebelah yang sedikit berbukit sudah dipenuhi dengan pohon cengkeh yang mana kebun itu dulu hanya berupa kebun yang ditumbuhi rumput liar.

Kebun adalah salah satu kenangan di kampung.


#25 2023

April 24, 2023

Bumi yang Panas (24)

Sudah beberapa hari terakhir, matahari begitu terik dengan panasnya yang menghujam ulu hati. Tidak hanya di daerah Jawa namun sesaat setelah memasuki perbatasan kampung halaman, matahari yang sama teriknya menyambut kami di gerbang kabupaten. Rasanya seperti dipanggang jika terkena matahari di siang bolong.

Setelah mencari informasi tentang bumi yang sedang panas-panasnya, ternyata memang Asia sedang dilanda gelombong panas bahkan diberitakan oleh salah satu media online bahwa akibat gelombang panas tersebut, puluhan orang meninggal di India. 

Manusia tidak pernah mau belajar dari apa yang dihadirkan oleh bumi dan segala fenomena yang langkah. Kita selalu menganggap bahwa semua peristiwa tersebut adalah siklus alamiah yang pasti akan terjadi tanpa berusaha untuk mengurai bahwa ada campur tangan manusia kenapa bumi semakin panas atau terjadi fenomena lain yang membuat manusia sering mengeluh.

Kampung halaman saya tidak jauh beda dengan tempat yang lain. Gunung-gunung yang dulunya merupakan hutan rindang ditumbuhi pepohonan yang membuat udara sejuk, kini menjadi tanah kosong yang siap ditanami bawang. Tidak ada pertimbangan keselamatan lingkungan yang perhatikan oleh para petani dalam menyulap gunung menjadi hamparan kebun bawang.

Alhasil, beberapa kali kampung yang terkenal berada di lereng gunung namun sering didatangani banjir bandang. Tentu karena tidak ada lagi pepohonan yang menahan air hujan sering longsong, banjir dan bencana alam lain yang dulu hampir pasti tidak terjadi, namun sekarang menjadi hal yang biasa.

#24 2023

April 23, 2023

Hari Pertama di Kampung (23)

Saya tiba di kampung tepat ketika matahari sedang berada di atas ubun-ubun. Benar-benar membakar kulit, tetapi tiba di kampung juga serasa membakar rindu yang memuncak selama setahun tidak pernah menengok masa lalu. Rutinitas tahunan yang selalu saya usahakan untuk mudik karena serupa oase di tengah kekeringan jiwa bermukim di ibu kota.

Ada rasa yang masih sama ketika memasuki gerbang kabupaten bertuliskan selamat datang. Tulisan itu serasa mengabarkan bahwa saya pulang dengan selamat selama bertahun-tahun berjuang hidup di negeri seberang. Sebuah pencapaian yang tentu bisa jadi kebanggaan karena bisa melewati hari demi hari yang berat.

Kampung memang tidak hanya sekadar tempat lahir namun dia selayaknya jiwa yang menyatu dalam diri sehingga sampai kapanpun tidak bisa tereduksi dari relung hati yang dalam. Kampung akan selalu tinggal jauh di dalam diri sejauh mana pun langkah kaki digerakkan. Setiap momen lebaran akan menjadi kerinduan tersendiri untuk mudik mengunjungi rindu yang tertinggal.

Saya tidak pernah bisa merasionalkan manusia yang mencampakkan masa lalunya dan berlari menjauh darinya. Saya menduga bahwa mereka sedang berusaha mengubah diri yang pada dasarnya tiba bisa diubah dengan apapun.

Kampung menjadi tameng paling ampuh untuk melindungi diri dari langkah yang keluar dari jalur, langkah yang kebablasan di setapak yang berdebu. Jika ada jalan hitam maka kampung akan menghantui sehingga diri tidak berani untuk berubah wujud menjadi manusia kota pada umumnya yang kehilangan diri mereka.

#23 2023

April 22, 2023

Mudik (22)

Cukup lama untuk kembali duduk ruang tunggu bandara menikmati suasana hiruk  pikuk penumpang yang datang dan pergi. Seingat saya, terakhir kali berada di bandara bulan oktober saat berangkat ke Yogyakarta.

Semenjak memutuskan resign dari perusahaan sebelumnya sebagai seorang auditor, membuat kesempatan saya bepergian mulai terbatas. Saya selalu menyenangi momen menunggu pesawat sambil memperhatikan semua yang ada di di bandara.

Masih dua jam lagi sebelum pesawat yang akan membawa saya ke Makassar. Suasana bandara sangat lengang karena sudah H+1 lebaran. Tentu peak day sudah lewat, biasanya seminggu sampai H-1 lebaran.

Mudik kali ini hanya membawa diri. Istri dan anak tinggal di Jakarta. Beginilah dinamika perantau yang berjodoh dengan pasangan beda pulau, harus bisa membagi waktu dengan baik. Selain itu, harus menata diri untuk lebih menikmati setiap momen yang dijalani.

Saya sudah terlalu sering menulis tentang mudik namun tetap saja bahwa setiap kali momen tersebut datang, selalu ada rasa yang tidak berubah, bagaimana merasakan momen pulang kampung yang mendatangkan kedamaian untuk menyegarkan raga yang dihantam kerasnya ombak perantauan.

#22 2023

April 21, 2023

Akhir Ramadan (21)

Lebaran kali ini berbeda antara Muhammadiyah dengan NU. Sebagai seorang yang tumbuh di kultur Muhammadiyah dan sekarang mengais rezeki di salah satu lembaga Muhammadiyah, maka saya Seharusnya untuk ikut keputusan Muhammadiyah yang melaksanakan lebaran idul fitri lebih cepat sehari dari keputusan pemerintah, namun berbagai pertimbangan yang kemudian mengharuskan saya untuk ikut keputusan pemerintah. Salah satunya karena di daerah tempat tinggal saya, tidak ada masjid yang melaksanakan salat ied hari Jum'at.

Sebenarnya, perbedaan ini tidak terlalu terasa jika saya lebaran di kampung namun lebaran di Jakarta yang mayoritas ikut keputusan pemerintah tentu menjadi tantangan tersendiri karena harus mencari masjid Muhammadiyah yang melaksanakan salat idul fitri.

Perbedaan ada untuk disikapi dengan bijak dan tidak harus merasa lebih baik dari kelompok yang berbeda. 

Meskipun demikian, tetap ada keinginan dalam hati agar hari besar semacam idul fitri bisa dilaksanakan serentak oleh umat Muslim karena suasana lebih semarak dan tidak ada kebimbangan bagi umat tentang mana yang benar dan salah.

#21 2023

April 20, 2023

Ramadan (29)

Di bulan ramadan kali ini, saya banyak menghabiskan waktu untuk menonton tayangan acara login di akun youtube Dedy Corbuzier. Habib Ja'far dan Onad menjadi pembawa acara dengan menghadirkan bintang tamu yang berbeda dari tokoh agama.

Meskipun ada beberapa kalangan yang tidak terlalu suka terhadap Habib Ja'far karena dianggap merupakan bagian dari kelompok Syiah namun saya sendiri sepakat dengan usahanya untuk menebarkan kebaikan dengan penganut agama lain.

Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, membutuhkan sosok kelompok muslim yang merepresentasikan Islam sebagai agama yang toleran dalam batas tertentu. Potensi benturan seringkali timbul dari perbedaan yang ada jika tidak dikelola dengan baik.


#20 2023

April 19, 2023

Ramadan (28)

Sebentar lagi bulan ini akan berlalu. Saya mencoba untuk merefleksikan apa saja yang sudah saya lewati selama sebulan ini. Tentu saja mengenai target yang saya susun di bulan ini dengan hasil yang nihil. Saya benar-benar tidak bisa fokus dalam banyak hal.


#19 2023

April 18, 2023

Ramadan (27)

Hidup semakin dipenuhi dengan tantangan demi tantangan seiring dengan bertambahnya usia. Menjadi dewasa bukan berarti tantangan menjadi sedikit namun sebaliknya, tantangan hidup semakin variatif dan membutuhkan usaha dan komitmen yang kuat untuk menyikapi dan menghadapi masalah yang ada.

Sebagai seorang yang beragama, tentu pedoman hidup untuk menghadapi tantangan sesuai dengan ajaran agama yang diyakini. Dengan demikian, hasilnya tidak akan membuat kita kecewa karena perkara hasil akhir murni prerogatif Sang Maha.

Buya Hamka memberikan pesan tentang hidup: "Tugas kita bukanlah untuk berhasil, tugas kita adalah untuk mencoba karena di dalam mencoba, di situlah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. Bukan dilarang membuat cita-cita yang baru, tetapi berpikirlah dengan wajar, yang akan datang itu disyukuri tetapi yang ada itu lebih disyukuri lagi. Jangan tangisi yang telah hilang tetapi syukuri yang sudah ada."

Hidup ini perkara kemampuan kita untuk menyikapi setiap fase yang dilalui. Sebagai manusia, pasti akan ada fase yang menjadi titik terendah karena khilaf yang diperbuat namun yakinkanlah diri bahwa semua itu merupakan perjalanan panjang untuk menemukan diri sejati. Tidak ada manusia yang tiba-tiba menjadi manusia seutuhnya namun mereka menjalani proses panjang untuk memahami diri masing-masing.

#18 2023

April 17, 2023

Ramadan (26)

Hari ini, matahari di langit Jakarta sangat terik dan cuaca begitu panas. Selain itu, jalanan Jakarta seperti dikepung kemacetan yang tidak memberikan sedikit ruang untuk bergerak. Sekitar jam tujuh, saya mengantar istri dan melihat betapa padatnya kota ini.

Cuaca yang panas di bulan ramadan menjadi salah satu tantangan dalam melaksanakan puasa. Negeri ini memang menjadi negeri dengan populasi umat Islam terbesar di dunia namun tantangannya tentu juga tidak mudah. 

Kata Buya Hamka: "Jika ingin melihat orang Islam, maka lihatlah ketika hari raya idul fitri, tetapi jika mau melihat orang beriman, maka datanglah ke masjid ketika salat subuh."

Miris memang melihat kondisi sebagian orang Islam yang tidak mencerminkan prinsip hidup yang diajarkan oleh agama Islam. Seringkali terlalu fokus pada hal yang sifatnya indrawi sementara hati tidak pernah ditata untuk kemudian menjadi tenang dalam samudera hidup yang penuh fatamorgana.

#17 2023

April 16, 2023

Ramadan (25)

Sebentar lagi ramadan berlalu tanpa meninggalkan kesan yang berkualitas. Saya dikalahkan diri sendiri dengan berbagai hal yang sia-sia. Sesaat sebelum memasuki ramadan, saya punya beberapa target untuk diselesaikan termasuk membaca dan menulis tetapi hasilnya nihil. Saya benar-benar tidak mampu memaksa diri untuk sedikit lebih keras melakukan hal-hal bermanfaat.

Saya menonton salah satu tayangan youtube Martin S tentang bagaimana dia mengakali distraksi pada saat mengerjakan disertasi. Dia menghabiskan banyak waktu main game sampai pada titik klimaks sehingga muncul rasa bersalah dan akhirnya kemudian menyelesaikan tugasnya.

Rasa bersalah seringkali menghinggapi setiap kali saya menghabiskan waktu secara sia-sia namun setelah itu, saya tidak mampu memulai sesuatu yang lebih bermanfaat karena selalu berulang.

#16 2023

April 15, 2023

Ramadan (24)

Tadi pagi saat sedang santai di kamar sambil membuka media online, saya agak kaget membaca berita tentang tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK terhadap walikota Bandung. Memang tidak ada hubungannya langsung dengan saya namun karena tiga bulan ini saya berdomisili di Bandung, maka berita tersebut menarik perhatian saya.

Sepersekian menit kemudian, saya buka sosial media yang bersangkutan. Ada postingan kemarin tentang antusiasmenya menyambut pertandingan Persib yang akan diadakan hari ini. Dia bahkan memberikan tiket gratis kepada tiga orang dengan komentar paling menarik. 

Korupsi di negeri ini memang tidak pernah benar-benar bisa diberantas. Korupsi dalam berbagai varian yang selalu tidak diprediksi bentuknya.

#15 2023

April 14, 2023

Ramadan (23)

Libur akhirnya tiba. Saya benar-benar menghabiskan begitu banyak energi untuk beradaptasi di lingkungan yang baru. Tentu belum berjalan dengan baik dan saya merasa bahwa sejauh ini, begitu banyak kekurangan yang harus saya benahi.

Proses adaptasi sudah berlangsung selama tiga bulan. Saya masih merasa menghabiskan waktu dengan sia-sia karena terlalu banyak waktu yang saya gunakan memegang hp daripada membaca buku untuk bahan adaptasi. Jika ini berlangsung dan saya tidak bisa mengalahkan diri sendiri maka tentu saya akan hidup dalam kegagalan.

Doa-doa selalu saya rapalkan untuk bisa mengalahkan diri sendiri yang terlalu sering kalah dalam memerangi nafsu melihat hp.

#14 2023

April 13, 2023

Ramadan (22)

Sebulan terakhir, saya memikirkan tentang diri yang selalu bergulat dengan apa yang dinamakan pencarian diri sejati. Sebelum saya tiba pada titik ini, saya sangat menginginkan untuk berada di posisi ini dengan status yang sedang saya jalani sekarang, namun selang beberapa bulan berjalan, mulai timbul setitik rasa ragu, apakah saya benar-benar ini yang menjadi panggilan hidup yang harus saya jalani?

Tentu ini sangat mengganggu karena saya menyadari bahwa tahun lalu, hasrat yang menggebu-gebu untuk bisa menggapai apa yang saya jalani sekarang. Saya benar-benar sedang bergelut dengan diri sendiri untuk bisa menjalani hidup dengan lapang dada.

Saya sadar bahwa syukur merupakan salah satu sikap untuk menjalani hidup dengan bahagia. Apapun yang sedang dikejar dan apapun yang sudah digenggam, namun selama tidak ada rasa syukur yang hadir di dalam jiwa, maka semua kebahagiaan akan sirna.

#13 2023

April 12, 2023

Ramadan (21)

Memilih sebuah profesi berarti sudah siap dengan segala konsekuensinya. Menyerah di tengah perjalanan atas pilihan sadar merupakan bentuk penghianatan terhadap komitmen diri dan tentu bisa dianggap sebagai sebuah kegagalan yang memalukan.

Saya sedang menjalani proses awal di bidang yang sudah saya putuskan sendiri. Proses yang saya jalani menemui berbagai kesulitan yang terkadang membuat saya untuk menanggalkan keputusan ini namun saya selalu menguatkan niat bahwa tidak ada yang mudah di awal. Semua akan menemui tantangannya masing-masing.

Satu hal yang perlu saya lakukan adalah belajar dan memperbaiki setiap kekurangan untuk mencapai titik ternyaman di zona ini.

#12 2023

April 11, 2023

Ramadan (20)

Saya sering menyatakan bahwa manusia menjalani kesunyiannya masing-masing dan tidak bisa dibandingkan dengan apa yang dijalani oleh orang lain. Semua dari kita memiliki alasan untuk memilih apa yang akan kita jalani dan alasan tersebut tidak semata dalam bentuk finansial. 

Saya berkali-kali ditanya alasan sebenarnya pindah dari perusahaan sebelumnya dan memilih bidang lain dengan gaji yang lebih rendah dan jauh dari keluarga. Tentu saya memaklumi jika orang lain bertanya tentang itu karena melihat dari apa yang nampak.

Jawaban saya selalu berbeda-beda kepada siapa yang bertanya. Jawaban itu harus kontekstual bagi penanya karena saya bisa merasakan apa motif dari pertanyaannya.

Ada nilai dalam hidup yang tidak bisa dikuantifikasi karena sifatnya dirasakan oleh setiap orang. Apa yang tampak secara kasat mata seringkali mengelabui hakikat dari hal tersebut. Ada orang yang ceria namun di dalam dirinya bersemayam kesepian yang tak terhingga, sementara ada orang yang terlihat diam namun sesungguhnya dia menikmati hidupnya.

#11 2023

April 10, 2023

Ramadan (19)

Saya sudah sangat sering mendengar nasihat tentang rezeki bahwa tidak wafat seseorang sebelum dicukupkan rezekinya. Selain itu, rezeki bagi kita adalah yang kita makan sedangkan yang masih di tabungan belum tentu merupakan rezeki kita.

Beberapa kali ketika pulang ke Bandung, saya selalu membawa beberapa potong roti sebagai bekal di kos karena khawatir tidak ada makanan. Anehnya, seringkali roti tersebut tidak saya makan dalam seminggu sampai akhirnya kembali ke Jakarta. Alhasil, roti yang sebelumnya saya kira menjadi bekal saya karena kekhawatiran kekurangan makanan, akhirnya saya bawa kembali ke Jakarta.

Tidak hanya roti, namun saya juga membawa berbagai makanan yang pada akhirnya hanya menumpuk di lemari kos yang tidak habis saya makan. Tentu ini membuat saya malu betapa saya sangat picik terhadap hidup ini dalam selalu menganggap bahwa Allah itu tidak akan mencukupkan rezeki saya.

Ini yang kemudian menjadi hikmah yang begitu besar kepada saya tidak tidak khawatir kepada rezeki Allah yang maha luas apalagi selalu menggunakan kalkulasi kuantitatif dalam menghitung rezeki yang Allah siapkan.

Kerapkali ketika berusaha untuk menghemat sekuat mungkin apalagi menjurus ke arah kikir, pengeluaran saya bahkan lebih banyak dibandingkan ketika saya berusaha untuk lebih banyak bersedekah tanpa memikirkan dan menghawatirkan akan kekurangan yang belum tentu terjadi.

Rezeki memang sesuatu yang tidak bisa ditakar dengan nalar manusia yang hanya bisa menghitung yang indrawi sementara Allah SWT memberikan rezekinya dalam bentuk dan waktu yang tidak disangka-sangka oleh hambaNya.


# 10 2023

April 9, 2023

Ramadan (18)

Menata hati bukan sesuatu yang mudah. Butuh energi yang melimpah untuk tetap membuat hati berada pada kesadaran yang tinggi apalagi ketika kondisi sedang berada di bawah. Kekhawatiran dan kecemasan selalu menghantui tentang apa yang akan terjadi esok hari. Tentu karena kegagalan untuk memupuk rasa syukur dalam diri.

Saya rapuh dalam hal ini sementara saya percaya teorinya bahwa kondisi seperti ini seharusnya mampu menghidupkan hati akan keyakinan kepada Pencipta. Dia tidak akan meninggalkan makhluknya dalam kesengsaraan selama manusia terus bergerak mencari apa yang menjadi haknya.

Sejak meninggalkan pekerjaan sebelumnya yang menurut saya tidak mungkin saya jalani untuk jangka waktu ke depan, beberapa tantangan mulai menghinggapi. Saya harus istiqomah.

#9 2023

April 8, 2023

Ramadan (17)

Aku berhasrat untuk menenggelamkan diriku dalam lautan pengetahuan. Aku akan menghilangkan semua distraksi yang membuat waktuku terbuang sia-sia seperti tidur terlalu lama, bermain hp terlalu sering, bercanda terlalu kelewat batas dan hal lain yang pada akhirnya hanya membuat waktuku berlalu tanpa menghasilkan apa-apa. 

Menenggelamkan diri dalam samudera ilmu pengetahuan dalam banyak hal termasuk menambah kualitas dan kuantitas membaca serta menulis, sering merefleksikan hidup dan apa saja yang sudah dilewati, belajar atas setiap pengalaman yang sudah dijalani, berinteraksi dengan manusia dengan baik dan mengambil pelajaran dari mereka, dan semua hal yang pada akhirnya menambah kualitas diri.

Aku ingin dikenal sebagai orang yang haus ilmu, kemudian mengabdikan hidup dalam ilmu pengetahuan serta memanfaatkan ilmu kepada semua makhluk. Sejatinya bahwa ilmu itu diukur dari seberapa manfaat kepada diri sendiri dan kepada makhluk.

Rasa-rasanya, dengan umur yang sudah segini tuanya, bukan halangan untuk kembali memulai semua dari awal tanpa harus inferior melihat orang yang lebih muda sudah mendapat pencapaian yang lebih tinggi. Hidup bukan tentang kompetisi, juga bukan perbandingan dengan orang lain karena masing-masing orang punya kesunyiannya sendiri dalam menjalani hidup.

Aku juga akan menutup pintu untuk omongan orang lain yang menjatuhkan. Kita bisa merasakan mana omongan orang lain yang memberikan semangat dan mana yang sekadar ingin melihat kita jatuh karena pada dasarnya, tidak semua lingkaran dalam hidup kita memberikan dukungan terhadap perjalanan hidup. Ada di antara mereka yang berusaha memblok langkah kita untuk mencapai titik tertentu.

#8 2023

April 7, 2023

Ramadan (16)

Sejak berkeluarga dan memiliki seorang putra, saya menakar kembali setiap relasi yang selama ini saya bangun dengan sesama teman. Saya meyakini satu hal bahwa dalam membangun sebuah relasi pertemanan, ada semacam kecocokan yang tidak bisa kalkulasi atau bahasa populernya sefrekuensi. Tidak harus selalu sependapat namun meskipun berbeda argumen, kita tidak menjadikannya sebagai sumber konflik.

Sementara ada teman yang meskipun kita sudah berusaha untuk membangun kedekatan tetapi nampaknya tidak ditakdirkan untuk menjadi teman dekat. Pola tersebut saya pelajari sejak kuliah sampai saat ini dan saya percaya bahwa memang ada orang yang ditakdirkan dekat dengan kita namun ada juga yang hanya sekadar kenalan.

Awalnya saya selalu merasa ingin dekat dengan semua orang yang saya kenal dengan berbagai cara. Berusaha menyenangkan mereka dan mencoba membantu sebisa yang saya dapat lakukan, namun dari berbagai pengamatan panjang, saya mulai menyadari bahwa relasi manusia tidak harus dekat dengan semuanya. 

Berangkat dari pengamatan tersebut, saya kemudian tidak selalu berusaha dekat dengan semua orang yang saya kenali. Porsi saya hanya mencoba berbuat baik tanpa ingin menjadi teman dekat. Jika mereka tidak suka maka saya tidak akan mencoba menyenangkan mereka.

Prinsip saya bahwa selama bukan keluarga, maka saya tidak terlalu peduli dengan setiap omongan yang keluar dari siapapun yang saya temui entah di lingkungan kantor.

#7 2023

April 6, 2023

Ramadan (15)

Menyadari bahwa waktu terus berlalu sementara kualitas diri tidak jua meningkat merupakan sebuah kesengsaraan. Pilu dalam diam yang tak terlukis dengan semua apa yang telah terjadi. Ada rasa penyesalan yang menggumpal namun tak jua menemukan penawarnya.

Sedih namun tak tahu bagaimana menawarnya. Sepi namun tak jua menemukan kedamaian. Ada riuh yang terus saya menggelayut tanpa tahu sebab musababnya. Bisa jadi karena ambisi yang tak sejalan dengan ikhtiar.

Oh sang waktu yang fana, menggerogoti setiap langkah yang tak bernilai. Diri ini serasa berjalan di belantara kota namun sepi dalam jiwa.

Saya suka tausiah dari Buya Hamka yang menggugah dan membangunkan jiwa saya untuk tidak terus-menerus berada di dalam keadaan seperti ini.

"Salah satu pengerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas. Mendahulukan istirahat sebelum lelah. Hal yang melemahkan semangat ada dua yaitu prasangka dan hati yang busuk.

Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal karena orang tidak pernah gagal adalah orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah karena dengan kesalahan yang pertama, kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua." Buya Hamka.

Masih banyak kutipan hikmah dari Buya Hamka yang relevan dengan kehidupan sekarang. Mungkin akan saya tulis potongan-potongan hikmahnya di postingan berikutnya.

#6 2023

April 5, 2023

Ramadan (14)

Mungkin ini perdebatan usang tentang apakah benar adanya persahabatan antara seorang pria dan wanita tanpa melibatkan perasaan asmara?

Salah seorang rekan saya sama sekali tidak mempercayai konsep persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Menurutnya, tidak ada yang namanya persahabatan berbeda lawan jenis karena pada titik tertentu, akan timbul rasa mengagumi yang pada akhirnya melahirkan bibit cinta.

Apakah itu benar? tentu sangat subjektif tergantung masing-masing pribadi melihat relasinya dengan lawan jenisnya. Namun memang agama memberikan batasan yang jelas antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.

Jelas bahwa mereka yang bukan muhrim tidak ada celah untuk menjadi sahabat karena kedekatan yang terlalu akrab akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

#5 2023

April 4, 2023

Ramadan (13)

Konsisten atau dalam bahasa agamanya istiqomah, bukan sesuatu yang mudah. Butuh energi yang besar untuk tetap berada di jalan yang diyakini dalam menelusuri setiap lorong gelap tanpa lari dari jalan yang sudah dijejak demi tujuan yang ditetapkan.

Distraksi paling besar biasanya handphone. Semua kalangan pasti punya persoalan yang sama bahwa terkadang handphone dengan segala fitur yang disediakan sering membuat kita lalui. Media sosial, game dan aplikasi lain yang tidak mampu dihindarkan.

Konsisten membutuhkan strategi yang matang sehingga kita tidak terlempar lagi ke dalam jurang kekalahan diri. Konsisten memang tidak menyenangkan namun akan menghasilkan kebahagiaan ketika sudah tiba pada sebuah tujuan, sementara game, nonton film, media sosial dan hal-hal menyenangkan lainnya hanya memanipulasi diri untuk tetap terjebak ke dalamnya lalu kemudia kita tidak menyadari bahwa waktu sudah berjalan begitu jauh.

Saya sedang berusaha untuk konsisten dalam menulis meskipun seringkali ide tidak muncul namun setidaknya saya tetap menulis minimal satu paragrap. Satu hal yang perlu diingat tentang konsisten bahwa ketika sudah keluar jalur maka paksakan diri untuk kembali ke jalur yang benar. Jangan terlalu sering membuat permakluman seperti "ini hanya sebentar" nonton youtube sebagai self reward" dan justifikasi lain untuk tetap bermalas-malasan.

#4 2023

April 3, 2023

Ramadan (12)

Hari yang pada di awal pekan dan menguji kesabaran di bulan ramadan. Sejak pagi, saya sudah siap untuk mengantar istri dan rencana langsung ke kantor samsat untuk gesek kendaraan karena seharusnya, motor saya sudah harus ganti plat dua bulan lalu.

Setelah mengantar istri ke kantornya, saya menuju kantor samsat di Jakarta Selatan. Jalan Gatot Subroto seperti biasanya, padat merayap bahkan motor tidak punya celah untuk melaju. Saya butuh sekitar setengah jam untuk sampai di kantor samsat yang jaraknya hanya beberapa km dari kantor istri.

Di depan samsat, saya melihat kendaraan di parkir di sepanjang trotoar dan parkiran samsat kosong. Saya baru menyadari bahwa ada acara penyambutan sehingga motor dilarang masuk. Saya harus memarkir kendaraan di belakang kemudian berjalan kaki sekitar 1 km, cukup melelahkan apalagi matahari sedang terik dan di bulan ramadan.

Setiba di loket samsat, saya menjumpai ruangan yang masih kosong karena belum jam kantor. Salah seorang petugas menyarankan untuk mencari kantor samsat terdekat karena sedang ada acara dan tentu pelayanan akan terhambat.

Saya menyetujui sarannya dan segera melaju ke samsat Jakarta Timur. Sebenarnya ada alternatif di samsat Jakarta Barat namun saya tidak tahu persis lokasinya sedangkan samsat Jakarta Timur sudah familiar bagi saya ketika dulu masih bekerja di Rawamangun.

Tidak butuh waktu lama untuk tiba di samsat Jakarta Timur namun sialnya, saat akan menyerahkan dokumen untuk dilegalisir, harus dilampirkan KTP atas nama kendaraan yang kebetulan atas nama istri saya. Meskipun saya sudah memegang surat gesek kendaraan namun belum dilegalisir.

Saya pulang ke rumah mengambil foto copy KTP istri. Jarak yang cukup jauh dari rumah ke samsat membuat badan cukup pegal, namun saya merasa nanggung kalau tidak selesai karena saya sudah harus masuk kantor esok hari.

Saya kembali ke kantor samsat dan untungnya bisa diselesaikan. Butuh waktu sekitar satu jam antri untuk kemudian selesai dilegalisir.

Semoga bisa diganti plat karena pajak sudah off tiga tahun dan ganti plat sudah lewat dua bulan.

#3 2023

April 2, 2023

Ramadan (11)

Minggu yang cerah namun berbagai deadline menghantui termasuk bahan ajar kuliah yang harus segera dibuat agar tidak gelagapan saat mengajar di kelas. Tantangan saya yang paling berat tentu adalah bagaimana memaksa diri untuk lebih giat lagi untuk meriset bahan yang harus saya sampaikan.

Selain itu, masih banyak deadline yang sudah menghantui termasuk target pribadi seperti menulis draft buku yang sudah saya rencanakan.

Tidak ada yang benar-benar selesai karena saya gagal dalam merencanakan dengan baik apa yang menjadi prioritas. Impian terlalu banyak dan mimpi terlalu tinggi sementara hal-hal receh di depan tidak mampu dikonstruksi dengan baik.

Tidak ada sesuatu yang besar tanpa menuntaskan hal-hal kecil. Mimpi yang besar seringkali terwujud dari rangkaian realisasi mimpi-mimpi kecil.

#2 2023

April 1, 2023

Ramadan (10)

Tadi siang saat pulang dari mall Penvil mengantar istri belanja, saya menemui peristiwa yang memang umum terjadi di kota ini. Kejadian yang mungkin setiap orang punya potensi untuk melakukan hal yang saya tergantung bagaimana pengendalian diri seseorang. Saya sendiri tentu punya potensi untuk melakukan hal yang sama dan seringkali meledak.

Jadi ketika tiba di lampu merah kementerian pertanian, kendaraan cukup padat seperti biasanya. Ada empat jalur yang harus antri di lampu merah. Ketika lampu lalu lintas masih merah dari arah Ragunan menuju Mampang menandakan bahwa kendaraan harus berhenti, namun ada kendaraan roda dua yang dikendarai oleh seorang bapak paruh baya tanpa menggunakan helm membonceng seorang perempuan yang mungkin seusianya. 

Dia hampir menabrak motor dari arah berlawanan yang dikendarai oleh seorang gadis. Mungkin merasa terhalangi atau merasa benar, si bapak berteriak lantang sambil memaki ke arah pengendara gadis. Dia melontarkan berbagai umpatan yang mengundang perhatian pengendara lain.

Si ibu yang dibonceng memberikan kode untuk tidak mengumpat dan melanjutkan perjalanan namun tidak digubris sama sekali oleh bapak yang sudah tentu salah karena tidak menggunakan helm. Teriakannya seperti orang yang sedang meluapkan masalah yang sudah menumpuk di kepala.

Sesungguhnya peristiwa semacam itu seringkali saya temui di jalanan ibu kota. Orang-orang tidak memberikan ampun kepada orang lain dan selalu merasa benar sehingga mereka merasa sudah seharusnya diberikan jalan. Saya tentu kadang-kadang merasa emosi di jalan namun berusaha sekuat mungkin untuk tidak meluapkan amarah.

Saya pernah mendengar cerita tentang seorang bapak yang menetapkan kriteria seorang menantu bahwa jika ingin mencari menantu, uji kesabarannya dengan berkendara di jalanan ibu kota yang padat. Jika tidak emosi maka salah satu tanda dia mampu mengendalikan diri.

Hidup tentang bagaimana setiap hari memperbaiki diri.

Begitulah...

# 1 2023