February 28, 2023

Akhir Bulan (28)

Besok sudah mulai bulan ketiga tahun ini. Waktu memang tidak memberikan toleransi kepada siapa saja yang tidak melakukan manajemen waktu dengan baik. Jika menakar apa saja yang sudah dikerjakan di dua bulan tahun 2023 yang sudah terlewati, tentunya rutinitas baru sebagai seorang yang berkecimpung di bidang yang baru.

Jika harus menyesali satu hal, tentunya waktu saya yang masih terlalu banyak habis di depan layar hp yang sama sekali tidak membawa manfaat. Entah berapa banyak waktu terbuang hanya karena benda kecil yang tidak bisa lepas dari jari. Alangkah kerdilnya diri ini selalu dikalahkan dengan benda mungil yang melenakan.

Besok tentu saja akan sama dengan hari-hari sebelumnya namun tidak salah jika saya selalu berusaha untuk mengurangi setiap aktivitas yang tidak bermanfaat seperti menghabiskan waktu dengan memegang hp.

Pertarungan melawan diri adalah pertarungan abadi seorang manusia. Tidak ada kemenangan maupun kekalahan yang abadi karena bisa saja hari ini kita mengendalikan diri namun esoknya kebablasan. Kuncinya ada pada sikap konsisten untuk menjalani apa yang ditetapkan.

Saya merasa banyak hal yang harus saya selesaikan dan tidak menunda-nunda sesuatu yang sifatnya mendesak.

#23 2023

February 27, 2023

Mengingat (kembali) Niat Awal (27)

Akhir-akhir ini, saya menjumpai banyak hal yang mungkin tidak sesuai dengan idealitas yang saya bayangkan selama ini. Sebuah kondisi di mana saya harus semaksimal mungkin berdamai dengan diri sendiri.

Saya menyadari bahwa dunia bukan tempat untuk menjumpai semua hal ideal yang dibayangkan karena hakikat dunia adalah perjuangan menghadapi semua persoalan. Salah satu hal yang bisa dilakukan hanya bertahan pada area yang kita anggap memanusiakan diri sendiri tanpa harus terlalu banyak mencampuri urusan orang lain.

Niat awal saya memilih menjadi akademisi seharusnya menjadi kunci utama untuk tidak terpengaruh dengan lingkungan. 

Pengalaman-pengalaman sebelumnya mengajarkan saya untuk lebih bisa menahan diri dari lingkaran yang memberikan dampak negatif. Tidak perlu untuk menyenangkan orang agar diterima di sebuah relasi pertemanan jika harus mengorbankan prinsip yang dianut.

Berjalan di kesunyian sambil merefleksikan setiap langkah yang dilalui adalah hal yang lebih berharga dari sekadar ikut arus di lingkaran yang tidak membuat diri menjadi lebih baik.

#27 2023

February 26, 2023

Ya Allah (26)

Pekan depan merupakan pekan yang lumayan sibuk bahkan selama lima hari penuh, saya akan menjadi berbagai kegiatan yang berbeda sebagaimana sebelumnya. Saya hanya berharap semoga Tuhan menguatkan dan memampukan saya menjalani semua proses dengan baik, benar, dan sukses. Mengandalkan diri merupakan hal yang mustahil karena saya benar-benar memulai pekerjaan yang sebelumnya belum pernah saya kerjakan sehingga tidak ada bayangan sekalipun.

Pun jika saya sudah pernah melakukannya, saya juga tidak akan bisa mengandalkan diri untuk kelancaran pekerjaan karena dalam beberapa pekerjaan sebelumnya yang sudah pernah saya lakukan, saya selalu gagal setiap merasa mengandalkan diri dan memandangkan mudah sebuah pekerjaan.

Ya Allah,

Temani dan mampukan saya menjalani presentasi minggu depan termasuk penelitian dan penyampaian materi.

Lancarkan dan mampukan saya menjalani PMB.

Lancarkanlah lidah saya dan berbagai presentasi yang harus saya lakukan karena selama ini, saya masih merasa lidah terlalu kelu dalam berbagai presentasi, padahal di hari-hari mendatang, saya pasti akan menjalani berbagai proses yang mengharuskan saya presentasi.

Ya Allah,

Berikan kemampuan dan kepantasan untuk kelancaran dalan semua presentasi-presentasi yang akan saya lalui ke depannya.

#26 2023

February 25, 2023

MusyWil (25)

Hari yang melelahkan secara fisik namun tidak untuk psikis. Saya menikmati semua aktivitas saya di tempat baru ini dengan penuh keyakinan bahwa semua ini merupakan jalan terbaik untuk lebih baik lagi dan yang paling utama untuk mencapai tujuan saya yang selama ini saya rapalkan dalam doa-doa saya yaitu berjalan di atas ridhaNya.

Jam empat subuh, saya sudah bangun untuk siap ke kampus 1 sesuai dengan kesepakatan di awal dengan beberapa rekan. Kami akan kumpul paling lambat di kampus 1 pada jam setengah lima, setelah itu salat subuh bersama dan berangkat jam lima ke Cirebon.

Cuaca Bandung yang sedang gerimis membuat tubuh semakin berat untuk berangkat namun komitmen harus tetap dijalani. Saya memutuskan mengendarai motor ke kampus 1 karena kemungkinan di jam seperti itu, akan sangat sulit memesan ojek online. 

Saya berpikir jika seandainya satpam sedang tidur, saya harus lewat mana mengingat kos saya berada di kompleks yang dijaga satpam sedangkan portal ditutup dari jam 12 malam sampai jam 5 pagi.

Sesampai di pos satpam, benar saja portal masih melintang dan saya memutuskan untuk mendatangi pos satpam. Untungnya si satpam tidak tidur dan memberitahu bahwa portal tidak digembok.

Hujan masih terus mengguyur meskipun tidak terlalu deras. Sambil menggigil meskipun sudah mengenakan jaket, saya mengarahkan motor ke kampus 1. Hanya butuh waktu sekitar 20 menit untuk sampai di kampus. Dua rekan sudah menunggu dan sesuai jadwal, kami salat subuh sebelum berangkat dengan mobil kampus.

Perjalanan ke Cirebon lumayan lancar meskipun hujan mengguyur. Hanya ada sedikit kemacetan di tol karena ada tabrakan. Setelah itu semua lancar dan saya terlelap dalam mimpi sehingga tidak menyadari ketika sudah tiba di tujuan.

Venue acara sudah dipadati oleh massa yang datang dari berbagai daerah di Jawa Barat. Kami yang hanya berstatus penggembira harus melewati pintu belakang. Hanya beberapa menit di lapangan, kami menuju UMC untuk registrasi sebagai bukti kedatangan.

Setelah registrasi, hujan turun cukup deras sehingga memaksa kami berteduh di UMC. Menjelang siang, kami kembali ke venue dan sedang berlangsung tausiah yang dibawakan oleh UAH. Kemampuan public speaking beliau memang sudah tidak bisa diragukan. Saya menuju sudut di dekat panggung dan mendengarkan secara saksama artikulasinya yang memang cukup baik. Selain itu, kemampuan hafalannya di atas rata-rata kebanyakan orang. Beliau mampu menghafal silsilah para tokoh Islam sampai beberapa keturunan.

Menjelang dhuhur, kami keluar dari venue dan makan siang di sebuah warung kecil. Saya memesan nasi lengko hanya karena namanya yang asing. Setelah melihat penampakannya, nasi dicampur tauge, timur, sambel kacang dan telur dadar. Saya tidak tahu dari mana istilah nasi lengko.

Kami kemudian memutuskan pulang setelah makan. Perjalanan yang masih panjang dan butuh energi yang lebih. Rute pulang melalui Sumedang, kota yang sebelumnya familiar di telinga saya karena tahu sumedang. Saya cukup menikmati perjalanan lewat kota ini karena setidaknya ada pengalaman bahwa saya sudah pernah menginjakkan kaki di kota ini.


 #25 2023

February 24, 2023

Fokus (24)

Saya cukup sering mendengar keluhan dari rekan kerja di sini, tentang banyak hal. Saya tidak tahu persis bagaimana sebenarnya kondisi kerja di tempat ini karena belum genap dua bulan bergabung. Hanya saja saya ingin benar-benar fokus atas takdir yang sudah membawa saya ke sini atas keinginan dan impian saya sendiri. Saya sudah memikirkan dan mempertimbangkan semua kemungkinan yang terjadi oleh karena itu, tidak semestinya saya ikut mengeluh.

Saya ingin fokus atas keputusan yang saya ambil dan mengerjakan secara maksimal porsi yang sudah diberikan kepada saya. Entah bagaimana sebenarnya kondisi di sini, namun semaksimal mungkin, saya akan meniti jalan saya sendiri tanpa harus menyenangkan semua orang. Jika pada akhirnya dengan kerja yang maksimal dan berakhir tidak sesuai dengan harapan, minimal saya tidak menyesal.

Keluhan adalah sebuah manifestasi atas kekecewaan karena tidak mendapatkan sesuatu yang diinginkan, dalam banyak hal tentunya tidak terbatas pada materi.

Saya berusaha untuk tidak terdistraksi dengan lingkungan yang pada dasarnya tidak memotivasi namun berpengaruh pada motivasi.

Setiap pekerjaan selalu menghadirkan dua sisi yang berbeda baik dari pekerjaan itu sendiri maupun dari rekan kerja. Sepuluh tahun bekerja memberikan saya begitu banyak pengalaman tentang bagaimana bersikap dan tidak perlu untuk terlalu berhasrat disukai orang lain. Semua akan berjalan dengan baik-baik saja selama niat dalam hati tetap terjaga.

#24 2023

February 23, 2023

Distraksi (23)

Saya masih terlalu sering terdistraksi dengan handphone khususnya media sosial sementara saya ditunggu tugas yang menumpuk mulai dari harus mempersiapkan bahan ajar, tugas artikel ilmiah, buku-buku yang menumpuk dan belum dibaca serta tugas mandiri lain di lembaga yang saya jalankan dengan teman-teman.

Habis subuh dan waktu antara maghrib dengan isya menjadi waktu yang paling banyak saya habiskan memegang HP padahal seharusnya di waktu seperti itu, saya bisa lebih produktif untuk mengerjakan berbagai hal seperti menyelesaikan bacaan dan tulisan.

Sekali lagi, saya akan memaksa diri untuk lebih disiplin dan berkomitmen untuk menjadi lebih produktif. Saya harus lebih banyak bersyukur karena bidang pekerjaan saya sekarang menjadi impian saya di beberapa tahun terakhir dan jika saya tidak memanfaatkan waktu dengan baik artinya saya menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan.

Saya sedang membuat timeline karir yang jelas agar bisa mengevaluasi setiap langkah yang saya jalani. Di tahun ini, harus adalah minimal tiga publikasi kemudian harus lebih sering menulis untuk diterbitkan.

Saya kembali mencoba untuk memahami manajemen waktu agar bisa mengejar waktu yang sudah terbuang terlalu banyak selama ini. Saya tidak mampu sedikit lebih keras kepada diri saya.

#23 2023

February 22, 2023

Kuliah Ketiga (22)

Hari ini kuliah pertemuan ketiga. Saya sudah menyiapkan quiz untuk mahasiswa sebagai proses untuk mengukur pemahaman mereka atas setiap bahan ajar yang sudah saya sampaikan. Sejauh mana mereka menerima materi mata kuliah selama dua pertemuan sebelumnya.

Saya masih terus mencari mekanisme terbaik untuk menyampaikan pesan dan materi dengan baik dan menyenangkan

Jika saya renungkan kembali, pada dasarnya quiz itu bukan untuk menguji mereka namun lebih pada proses evaluasi terhadap saya sendiri bahwa apakah dalam menyampaikan materi, saya sudah melakukan yang terbaik sehingga mahasiswa mampu mendapat pesan dari setiap materi yang saya sampaikan.

#22 2023

February 21, 2023

Waktu (21)

Hari ini tidak terlalu banyak hal yang saya kerjakan selain menghabiskan waktu untuk mempersiapkan bahan kuliah dan menulis artikel. Tidak terasa waktu sudah menjelang maghrib dan saya harus balik ke kos. Waktu menjadi hal yang sangat krusial dalam hidup karena jika gagal memanfaatkan waktu maka hidup menjadi tidak berharga.

Saya sering menyadari bahwa terlalu banyak waktu yang saya habiskan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat padahal seharus saya bisa mempergunakan waktu untuk lebih produktif, apalagi kalau bukan media sosial sebagai distraksi terbesar.

Mungkin adagium tentang "musuh terbesar adalah diri sendiri," menemukan momentumnya pada diri saya. Bagaimana tidak, tekad untuk memanfaatkan waktu lebih efektif selalu gagal oleh godaan handphone yang tak terkendali.

Seringkali niat hanya beberapa menit namun berakhir dalam waktu yang lama. Saya terus mencari strategi untuk menghilangkan kencanduan memegang gadget yang sama sekali minim manfaat.

#23 2023

February 20, 2023

Pajak (20)

Biasanya di minggu malam, saya sudah balik ke Bandung dengan travel langganan namun senin ini, saya memutuskan untuk masih tetap di Jakarta karena harus mengurus pajak yang belum saya laporkan. Sejak resign dari perusahaan sebelumnya, saya harus mengurus mandiri laporan pajak. 

Sehabis mengantar istri saya ke kantornya, saya langsung ke kantor KPP Pratama yang terletak tidak jauh dari kantor istri. Tiba di sana, sudah ada satu orang yang juga sedang mengurus efin. Administrasinya tidak terlalu sulit, meskipun diwajibkan melampirkan foto copy KTP dan NPWP namun kantor KPP Pratama menyiapkan 3 mesin fotocopy sehingga kita tidak harus keluar kantor mencari tukang foto copy.

Kantor ini menjadi salah satu kantor favorit bagi para fresh graduate. Gaji yang besar tentunya menjadi motivasi tersebut bagi para pencari kerja untuk bisa lulus di kantor perpajakan. 

 #20 2023

February 19, 2023

Hari Minggu (19)

Hari minggu yang biasanya kami habiskan di luar rumah namun minggu kali ini, kami hanya keluar sebentar membeli buku dan beberapa kebutuhan harian. Anak saya sedang demam sehingga tidak tega meninggalkannya di rumah. Minggu ini tidak seperti minggu-minggu sebelumnya. 

Untungnya dia sudah lumayan tahan jika demam karena dulu saat masih umur 2-3 tahun, kami harus ekstra waspada ketika dia sakit demam. Seringkali harus dirawat di rumah sakit untuk menurunkan demamnya bahkan sekali waktu, dia step di rumah sakit. Seingat saya, pada waktu kejadian tersebut, saya sedang berada di Pontianak untuk urusan dinas kantor.

Sejak pindah ke rumah sekarang dan dia juga sudah bertumbuh, tubuhnya sudah sedikit bisa berdamai dengan demam.

 #19 2023

February 18, 2023

Lamaran (18)

Tiga minggu yang lalu, kami sudah merencanakan untuk menghadiri lamaran salah seorang sepupu istri saya.

Sehari sebelumnya, saya sudah mempersiapkan semua untuk digunakan ke acara lamaran termasuk pakaian warna cream yang disepakati supaya membedakan dengan keluarga calon pengantin pria yang menggunakan seragam biru.

Malam hari sebelumnya, anak saya tiba-tiba demam dan kemungkinan tidak memungkinkan ikut jika demamnya tidak turun karena khawatirnya semakin parah apalagi di acara yang ramai.

sabtu pagi di hari H, demam anaknya saya benar-benar tidak normal dan saya memutuskan untuk tidak ikut acara lamaran. Saya harus di rumah menjaga anak saya yang demam, alhasil hanya istri dan mertua yang berangkat.

Keluarga yang lain menanyakan kenapa saya tidak ikut.

Begitulah hidup, kita hanya bisa merencanakan semuanya dengan matang namun pada akhirnya, ada hal yang di luar kuasa kita mempengaruhi kelancaran rencana yang sudah dicanangkan.

 #18 2023

February 17, 2023

Adab (17)

Di siang hari ketika saya dan beberapa teman sedang santai di ruangan, salah seorang teman dosen tiba-tiba gusar saat mendapat pesan wa dari salah seorang mahasiswanya di kampus lain. rekan saya itu memang seorang dosen yang sudah sejak 2004 mengajar di berbagai kampus dan sudah kenyang menikmati pengalaman beriteraksi dengan para mahasiswa.

Namun siang itu menjadi salah satu siang terberatnya sebagai seorang dosen. Bagaimana tidak, pesan wa yang diterimanya dari salah seorang mahasiswanya menunjukkan bahwa memang adab lebih penting dari ilmu.

Isi chatnya kurang lebih seperti ini "maaf, mau nanya, apakah anda dosen mata kuliah dengan kode hkw? 

Iya saya, memangnya kenapa, hehe? rekan dosen tadi membalas dengan sedikit bergurau untuk mengetahui respon di mahasiswa.

"Oh iya mau memastikan saja karena mau buat grup kelas" jawab si mahasiswa secara singkat.

Saat rekan dosen menunjukkan isi chat di mahasiswa, ada berbagai perasaan yang berkecamuk di kepala saya. Ada rasa marah, kesal bahkan sampai pada perasaan kasihan mengetahui adab generasi sekarang yang tidak mampu membedakan bagaimana bertutur secara baik dengan orang lain apalagi dengan seorang dosen.

Pada akhirnya, rekan dosen tadi mengirimi wa ke kaprodi dengan pilihan, si mahasiswa itu yang tidak ikut kelasnya atau dia yang tidak akan mengajar di kelas itu.

Sekian menit kemudian, saat sudah mulai menguasai diri karena terbawa emosi atas chat wa yang diterima oleh rekan dosen tadi, saya mengingat salah satu wawancara pak Fahrudin Faiz, salah seorang dosen filsafat di UIN Yogyakarta. Beliau menceritakan bahwa pernah mendapat pesan yang hampir sama dengan pesan wa yang diterima oleh rekan dosen saya. Pak Faiz tidak lantas emosi namun beliau merefleksikan kondisi generasi sekarang yang memang pada dasarnya sudah jauh dari interaksi fisik sehingga pola komunikasi yang digunakan dengan mengambil contoh di media sosial termasuk di game.

Saya kembali sadar bahwa saya bukan pak Faiz yang memiliki sikap sabar yang mumpuni untuk menghadapi fenomena seperti mahasiswa yang sudah tidak memperhatikan adab dalam berkomunikasi dengan dosennya.

Mungkin ketika mendapat pesan yang senada dengan rekan dosen saya, pilihan yang sama akan saya tempuh sebagaimana dengan yang diputuskan oleh rekan dosen saya di atas.

"Mahasiswa itu yang tidak boleh ikut kelas saya atau saya yang tidak akan mengajar di kelasnya."

#17 2023

February 16, 2023

Menakar Diri (16)

Akhir-akhir ini, saya mencoba menakar fisik saya karena saya terlalu sering memaksa diri untuk mengerjakan tugas sampai lupa waktu.

Salah satu penanda paling sering saya rasakan ketika mata saya sudah sangat pegal dan kepala mendengung maka artinya, fisik saya harus diistirahatkan beberapa saat untuk melanjutkan tugas.

Rasanya tidak adil untuk memaksa fisik melakukan sesuatu yang diluar batasnya.

#16 2023

February 15, 2023

Pertemuan II (15)

Salah satu kuliah di jumat sore sengaja saya pindahkan di hari ini mengingat jumat terlalu padat dan saya rasa tidak bisa maksimal jika harus mempersiapkan bahan untuk empat pelajaran. Mata kuliah yang sebenarnya sama sekali tidak berhubungan dengan pendidikan saya hanya saja waktu masih bekerja di sebuah perusahaan, saya pernah mengambil sertifikasi atas mata kuliah ini.

Namun demikian, bukan berarti saya menguasai bidang ini karena pada saat pengambilan sertifikasi, dilakukan training dua minggu kemudian menjalani tes dan dinyatakan lulus. Artinya bahwa fokus saya tidak pada bidang ini dan belum bisa dikatakan mempunyai kompetensi untuk memegang mata kuliah ini.

Pada akhirnya, saya berani mengambil sebagai sebuah proses pembelajaran apatahlagi menurut analisa saya terhadap saya sendiri, masih terkendala dalam proses penyampaian yang sistematis sehingga tidak bisa fokus atas apa yang ingin disampaikan.

Pada akhirnya, untuk dua kali pertemuan, prosesnya tidak berjalan begitu baik dan terlalu banyak kebingungan yang saya alami apalagi ketika sudah kehabisan bahan.

Begitulah adanya saya yang baru merangkak dari bawah.

 #15 2023

February 14, 2023

Fraud (14)

Saat duduk santai di ruangan sambil merapikan semua buku sebelum pulang, tiba-tiba salah seorang mantan rekan kantor di perusahaan sebelumnya, menelepon saya dan menceritakan kejadian yang sedang terjadi di perusahaan. 

Dia bercerita bahwa terjadi lagi tindakan fraud yang dilakukan oleh salah satu pegawai koperasi dengan nilai kerugian yang cukup fantastis mencapai ratusan juta. Tentu saja saya kaget karena saya tahu bahwa aset koperasi tidak terlalu besar dan nilai sebanyak itu akan mempengaruhi simpanan para anggota yang dipotong dari gaji karyawan.

Nilai fraud memang masih jauh di bawah salah satu tindakan fraud yang pernah saya tangani di perusahaan dua tahun lalu, namun tetap saja bahwa ratusan juta bukan jumlah yang kecil bagi karyawan perusahaan apalagi dengan posisi sebagai staf.

Tindakan fraud memang menjadi momok bagi sebuah perusahaan apalagi dilakukan oleh karyawan sendiri karena mereka mengetahui proses bisnis yang berjalan dan setiap hari akan belajar celah apa yang bisa digunakan untuk melakukan tindakan fraud. Itulah kenapa sebuah tata kelola perusahaan dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan termasuk mengurangi tindakan fraud.

Namun saya tidak ingin berbicara mengenai proses tata kelola perusahaan. Saya tertarik untuk menulis tentang pelaku fraud yang tentunya merugikan banyak orang. Setiap kali terjadi tindakan fraud, pihak yang paling menderita adalah keluarga pelaku khususnya orang tua.

Beberapa orang tua harus rela menjual rumahnya demi menutupi kerugian yang dilakukan oleh anaknya termasuk salah satu fraud yang masih berjalan ketika saya resign dari perusahaan ini. Ibunya merelakan rumahnya untuk menutupi semua kerugian perusahaan mencapai ratusan juta.

Di sebuah kasus fraud yang pernah saya tangani di daerah Sumatera, seorang mertua rela menghabiskan waktu dan tenaganya untuk mendampingi menantunya yang melakukan penggelapan uang perusahaan. Saya kagum dengan sikap seorang mertua perempuan yang begitu tegarnya mencoba untuk membantu menantunya dengan segala cara.

Demikianlah tindakan fraud yang terjadi. Seringkali yang paling tersiksa adalah keluarga sedangkan pelaku sama sekali tidak merasa bersalah.

#14 2023

February 13, 2023

Kampus (13)

Sepanjang hari senin, saya menghabiskan waktu di ruangan karena tidak ada aktivitas yang harus saya kerjakan selain untuk menyelesaikan tugas yang masih terbengkalai. Tugas yang selalu ingin saya selesaikan di awal namun entah kenapa, saya seringkali tergantung ide yang muncul sedangkan ide hadir di detik-detik akhir.

Untuk memanfaatkan waktu, saya menghabiskan waktu untuk menulis draft video youtube. Sebuah draft yang tidak terlalu panjang namun butuh energi dan pikiran karena harus riset tentang konsep yang digunakan sebagai bahan analisa.

Tulisan tersebut tidak selesai dan akhirnya saya harus lanjutkan di kos. Setelah draft selesai, waktunya untuk merekam suara untuk kepentingan konten youtube. Ini sebenarnya merupakan kegiatan yang menyenangkan dan menjadi impian saya sejak dulu bahwa saya ingin di dunia tulis menulis dan dunia riset yang memaksa saya untuk terus mengupdate pengetahuan. 

Meski terkadang lelah namun tidak menjadi soal karena ada kenikmatan tersendiri menjalani apa yang disukai sehingga tidak terlalu berat. 

Saya belum menemukan pola yang pas untuk meningkatkan kompetensi diri meskipun sudah sebulan di tempat ini. Saya masih disibukkan untuk beradaptasi dengan berbagai hal teknis yang mendukung pekerjaan saya. Meskipun demikian, saya memaklumi bahwa memulai sesuatu yang baru memang membutuhkan waktu untuk belajar banyak hal.

#13 2023

February 12, 2023

Baraya (12)

Di jumat malam dan minggu malam, tulisan saya tentunya akan selalu berjudul Baraya karena di momen tersebut, saya menghabiskan pergantian hari di mobil travel langganan saya.

Momen kali ini, tidak ada yang spesial untuk di tulis. Di sepanjang hari minggu pun, saya hanya menghabiskan waktu di rumah karena Jakarta sedang musim hujan dan tidak memungkinkan untuk plesiran ke mall.

Sore hari, saya dan anak ke bumi perkemahan  untuk bermain bola. Dia sedang menggandrungi permainan sepak bola bahkan nama-nama pemain sepak bola sebagian besar dihapal. Seperti anak pada umumnya, dia mengidolai Messi. Tentunya saya rasa karena pemberitaan Messi yang masif sehingga dia juga terpengaruh meskipun saya yakin bahwa dia belum benar-benar mengetahui maka pemain sepak bola yang tergolong jago.

Hanya sekitar 20 menit kami bermain di lapangan karena hujan mulai turun. Lapangan juga becek sehingga tidak memungkinkan untuk bergerak leluasa. Setidaknya sedikit mengurangi keinginannya untuk main bola di lapangan.

Saya selalu berharap dia menekuni apa saja yang dia suka selama bukan kejahatan. Namun terkadang saya juga kasihan melihatnya tidak terlalu banyak teman karena di lingkungan kami tidak memungkinkan dia bergaul lebih luas.

Malam hari, waktunya saya harus siap-siap untuk kembali ke kos di kota seberang. 

#12 2023

February 11, 2023

Lomba Nulis (11)

Pagi hari sebagaimana kebiasaan saya pada umumnya, saya mengecek notifikasi di hp. Sejurus kemudian saya melihat bahwa ada email yang masuk. Saya berpikir bahwa email itu dari pihak ojek online karena semalam saya belum mengecek email setelah diantar oleh salah satu driver ojek online.

Setelah membaca email, saya baru menyadari bahwa email itu berasal dari tim media yang di akhir bulan lalu mengadakan lomba menulis. Saya tidak berekspektasi terlalu tinggi karena toh tulisan yang saya kirim tidak terlalu bagus, apalagi saya menulis hanya dua hari sebelum disubmit.

Saya kemudian membuka link dan memastikan bahwa siapa pemenangnya. Ternyata nama saya ada di urutan kedua.

Sebuah pencapaian yang tentunya menurut saya lumayan karena dari postingan instragram panitia, saya melihat bahwa lebih dari 1.000 pengirim email yang mengikuti lomba menulis tersebut, artinya bahwa begitu banyak tulisan lain yang tersisih oleh tulisan saya yang hanya ditulis dalam semalam.

Biasanya kalau menang lomba menulis, gairah saya untuk menulis lebih giat semakin besar.

#11 2023

February 10, 2023

Baraya (10)

Setelah sehari penuh disibukkan dengan aktivitas kampus yang menguras fisik dan psikis, akhirnya weekend tiba yang berarti bahwa waktunya mudik ke rumah. Sebuah momen yang selalu saya tunggu setelah bekerja lima hari.

Pada dasarnya, saya masih mencari pola atas aktivitas baru yang sedang saya tekuni. Bayangkan, saya harus menyiapkan bahan dari jam sepuluh malam sampai jam dua pagi. Kemudian istirahat dan bangun lagi jam lima pagi. Saya kemudian bergegas menyiapkan segalanya untuk berangkat ke kampus.

Sejak jam delapan pagi, saya sudah harus duduk di depan kelas kemudian menyampaikan materi yang sudah saya siapkan. Ada tiga subjek yang harus saya ajarkan dari jam delapan pagi sampai jam setengah empat sore. Benar-benar membuat fisik dan psikis harus beradaptasi.

Untungnya saya merasa bahwa hari ini berjalan lebih baik dari yang kemarin. Mungkin karena saya sudah mempelajari apa saja yang harus saya perbaiki untuk tidak terlalu canggung di depan dalam menyampaikan materi. Sebenarnya bukan persoalan canggung namun lebih pada saya belum mengetahui metode yang baik untuk menyampaikan materi.

Setelah jam pelajaran selesai, saya kembali ke kos untuk beristirahat sebelum berangkat ke travel Baraya. Biasanya saya berangkat setengah enam agar tidak terlalu lama menunggu di kantor Baraya karena jadwal keberangkatan setengah tujuh sedangkan durasi waktu perjalanan dari kos saya ke kantor baraya hanya sekitar lima belas menit.

Menjelang setengah enam, ternyata hujan mengguyur yang membuat saya harus memikirkan alternatif lain untuk berangkat ke travel misalnya naik mobil online. Ternyata hujan reda sebelum setengah enam sehingga saya segera bergegas untuk memesan ojek online.

Dugaan saya benar bahwa saya tidak di kantor Baraya tepat jam enam sehingga saya masih harus menunggu setengah jam lagi. Seperti biasa, saya menyempatkan diri untuk salat maghrib sebelum berangkat karena jadwal keberangkatan 10 menit setelah maghrib.

Biasanya saya memesan kursi di pinggir namun karena saya terlalu mepet memesan sehingga semua kursi full, akhirnya saya memesan tempat duduk di tengah.

Di atas travel, saya langsung memaksakan mata untuk terpejam karena sudah letih dari malam sebelumnya sampai tadi sore. Benar saja, saya tertidur pulas sampai menjelang tempat saya turun. Saya hanya beberapa kali terbangun di perjalanan kemudian tertidur kembali.

Saya sangat bersyukur untuk hari ini atas semua kelancaran urusan yang melelahkan.

#10 2023

February 9, 2023

Kuliah Perdana (9)

Hari ini adalah kuliah perdana yang harus saya jalani. Layaknya sesuatu yang baru dijalani dan pertama kali, maka saya seringkali mempersiapkan semuanya dengan baik. Saya memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dan kurang dari apa yang harus saya sampaikan. Kuncinya adalah selalu mengulang apa yang akan disampaikan.

Tidak berjalan lancar rupanya namun begitulah sesuatu yang baru dimulai. Sebagaimana layaknya percobaan yang tidak mulus, saya merasa berkecil hati dan pesimis namun kemudian saya menata pikiran. Saya meyakinkan diri bahwa permulaan memang terkadang tidak mulus namun bukan berarti menjadi sebuah kegagalan. Belajar dari kegagalan lebih baik daripada terlena dengan keberhasilan.

#9 2023

February 8, 2023

Klinik Proposal (8)

Hari yang cukup melelahkan karena seharian harus mengikuti pelatihan klinik jurnal, meskipun secara fisik lelah namun saya menikmatinya. Saya begitu antusias untuk menjalani setiap proses di awal karir yang sedang saya bangun. Satu hal yang harus saya jaga adalah semangat untuk tetap belajar dan berusaha untuk mengurangi interaksi dengan aura negatif dari internal dan eksternal.

Narasumbernya berasal dari pulau yang sama dengan saya. Ada hal yang selalu membuat saya ciut ketika mengetahui bahwa narasumbernya seumuran dengan saya dan dia sudah jauh terbang sedangkan saya baru mempersiapkan diri untuk berjalan. Perasaan seperti itu seringkali menghantui saya di beberapa tahun terakhir ketika menyadari bahwa langkah saya tidak lebih jauh dari waktu yang sudah saya habiskan.

Saya sedang menata hati untuk tetap tegar dan memulai hal-hal baik yang mungkin orang seusia saya sudah jauh berada di tempat yang tinggi.

Kemarin saya bahkan tidak punya ide dan argumen untuk dikemukakan karena selain bingung, masih ada perasaan ragu yang menghantui. Meskipun demikian, saya mendapat doorprize sebagai peserta paling pertama datang.

Momen tersebut membuat saya berpikir bahwa ketika kita memiliki kekurangan, maka gali sesuatu yang membuat kita masih bisa terlihat dan menunjukkan eksistensi kita. Bukan untuk diapresiasi namun lebih pada usaha untuk memacu diri menjadi lebih baik.

#8 2023

February 7, 2023

Dukungan Orang Tua (7)

Sebelum memutuskan untuk pindah kerja dengan berbagai konsekuensinya, saya sudah menyampaikan niat saya kepada orang tua untuk meminta persetujuan sekaligus juga untuk mengetahui reaksinya mereka. Bahkan dalam proses tes pun, saya sudah menyampaikan apa yang akan saya jalani setelah ini dan gambaran kondisi saya di perantauan.

Beruntungnya bahwa orang tua saya khususnya ibu merestui keputusan hidup yang saya ambil dengan berani pindah pekerjaan dengan pendapatan yang jauh berkurang. Restu tersebut yang menguatkan saya bahwa apa yang akan saya jalani ke depan akan baik-baik saja meskipun dengan berbagai dinamika yang harus saya jalani.

Setelah hampir sebulan menjadi proses ini, ternyata memang berbagai tantangan dan kondisi yang mengharuskan saya untuk belajar beradaptasi dalam banyak hal. Salah satunya bagaimana beradaptasi dengan rekan kerja yang baru dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Selain itu, adaptasi yang lain mengenai pekerjaan yang jauh sangat berbeda dengan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya yang pernah saya jalani.

Adaptasi paling urgen tentu bagaimana saya harus menata kalimat lisan dan meningkatkan kemampuan public speaking karena salah satu tupoksi saya yang baru adalah mengajar. Saya percaya bahwa audiens akan mendengarkan narasumber ketika mereka mampu dengan jelas menerima pesan yang disampaikan oleh narasumber, namun jika tidak tersampaikan dengan baik maka hanya akan dianggap angin lalu.

Kemampuan public speaking ini yang menjadi masalah bagi saya karena meskipun sudah sebelas tahun di tanah Jawa, dialek daerah saya nampaknya sangat sulit untuk disamarkan dan seringkali membuat saya merasa inferior dan tidak percaya diri. Saya seringkali berusaha untuk belajar menyamarkan dialek hanya agar tidak terkesan berbeda tetapi selalu gagal dan hanya berakhir pada sebuah keanehan.

Setelah ini, saya mungkin hanya perlu belajar untuk memperjelas artikulasi saya tanpa harus berusaha menghilangkan dialek karena intinya bahwa saya menguasai materi yang akan saya ajarkan dan saya bisa menyampaikan dengan jelas sehingga mahasiswa bisa memahami apa yang saya sampaikan.

#7 2023

February 6, 2023

Emotional Question (6)

Beberapa waktu lalu, saya mendengar diskusi yang dibawakan oleh salah satu dosen filsafat termasyur di Jogjakarta. Beliau menceritakan tentang sebuah kisah seorang anak yang sangat pintar di barat, bahkan nilai tidak pernah di bawah A. Sebuah prestasi yang tentu saja jarang dimiliki orang lain dan biasanya anak itu akan dianggap memiliki masa depan yang cerah.

Suatu waktu, anak itu mendapat nilai A- dari dosennya. Nilai yang untuk sebagian orang sudah tinggi namun anak itu merasa bahwa dia tidak pantas mendapatkan nilai A- karena kemampuannya hanya boleh dinilai A. Nilai tersebut menjadi semacam aib baginya.

Alhasil karena tidak mampu membendung rasa kecewanya, anak itu kembali ke rumahnya dan mengambil senjata lalu kembali ke kampusnya dan tanpa pikir panjang menembak dosennya. Ironis melihat kematian seorang pengajar yang tewas oleh anak muridnya hanya karena nilai yang sebenarnya juga tidak rendah.

Hal serupa pernah terjadi di Medan tepatnya di Universitas Muhammadiyah Medan Utara. Seorang mahasiswa tega menikam dosennya di kamar mandi karena dikasih nilai jelek. Dosen yang hendak mengambil air wudhu untuk salat asar, meregang nyawa ketika dalam perjalanan ke rumah sakit.

Ada sesuatu yang lebih luhur dari sebuah kecerdasan intelektual yaitu kecerdasan emosi. Saya pribadi mengamati setiap pribadi yang saya jumpai di setiap pengalaman hidupku dan saya mengambil kesimpulan bahwa faktor utama keberhasilan seseorang adalah seberapa mampu dia menahan diri dan menata diri. Kecerdasan intelektual penting namun ketika tidak dibarengi dengan kemampuan untuk mengelolah diri maka cerdas secara intelektual hanya menjadi parasit dalam diri seseorang.

Tidak hanya berlaku untuk mahasiswa namun tentunya juga untuk para dosen. Setiap orang harus mampu meredam emosinya karena seringkali emosi yang meledak-ledak hanya akan menjadi bumerang bagi setiap orang. Saya pun beberapa kali pernah meluapkan emosi tanpa dikontrol dan hasilnya berdampak buruk bagi diri sendiri.

#6 2023

February 5, 2023

Baraya (5)

#5 2023

Saya tidak punya agenda hari minggu. Seperti biasa hanya keluar membeli beberapa kebutuhan kemudian kembali ke rumah. Menghabiskan waktu di rumah sebelum kembali ke kota tempat bekerja. Rutinitas yang sudah mulai normal meskipun tetap saja ada rasa berat ketika mengingat bahwa sudah minggu sore dan waktunya harus kembali lagi.

Seperti biasa saya memesan tiket travel dengan jam keberangkatan setengah 9 malam. Saya rasa itu merupakan jam keberangkatan ideal karena sehabis isya dan tidak terlalu terburu-buru. Apalagi jarak rumah ke tempat keberangkatan cukup ditempuh 5 menit.

Travel kali ini hanya membawa dua penumpang, seorang ibu dan saya sendiri. Saya selalu berpikir travel ini mendapat untung dari mana jika penumpangnya hanya dua? selain karena harus membayar tol juga harus mengisi bensin sedangkan sewa travel hanya 100 ribuan. Entahlah mungkin kalau dalam bisnis dikenal dengan jumlah bilangan besar.

Sama seperti minggu lalu, karena tidak ada orang di samping saya maka saya bisa tidur terlentang. Saya hanya was-was agar tidak jatuh ke bawah ketika mobil mengerem tiba-tiba, sehingga saya tidak terlalu nyenyak tidur.

Saya kaget saya keluar tol, saya melihat jam tangan yang menunjukkan pukul 11 kurang, artinya bahwa durasi waktu dari jam berangkat sampai tiba di tujuan tidak sampai tiga jam, durasi waktu normal yang biasanya ditempuh baik mobil maupun kereta.

Saya tiba di kos setengah 12 malam. Jauh lebih cepat dari biasanya.

February 4, 2023

Sabar (4)

Hari ini benar-benar menjadi hari yang penuh ujian kesabaran saya. Sejak pagi sampai saat menjelang malam, beberapa momen mengharuskan saya bertemu dengan orang lain yang sialnya mereka menunjukkan sikap yang membuat kesabaran saya berada pada titik nadir.

Pagi hari, kami memutuskan untuk membeli sarapan di penjual nasi pecel. Sesampai di sana, tidak terlalu ramai namun ada dua pembeli yang sedang antri. Akhirnya kami menjadi antrian ketiga. Sesaat ketika giliran kami dilayani, seorang bapak tiba-tiba dari belakang minta untuk dilayani. Kami masih sabar karena dia hanya membeli lima ribu dan hanya dilayani tidak lebih dari dua menit. Namun yang menjadi kekesalan ketika bapak itu pergi, ada lagi anak muda yang tiba-tiba dilayani oleh penjual. Dia membeli tiga puluh ribu yang memakan waktu beberapa menit. Pada dasarnya bukan persoalan lama tidaknya namun karena budaya antri benar-benar tidak dihormati di masyarakat kita. Saya agak kesal kemudian protes ke bapak penjual dan dia hanya berucap, sabar.

Hei sabar, dari tadi kami antri dan menunggu dilayani.

Momen kedua ketika akan menambal gigi di klinik. Salah satu klinik kami datangi dan ternyata harus membuat janji sebelumnya. Pada dasarnya tidak ada yang salah namun saya benar-benar dibuat tidak sabar oleh perawat yang jaga dan melayani kami. Mukanya murung dengan nada yang ketus. Saya membayangkan bahwa jika semua pekerja publik seperti dia, maka pelayanan tidak akan maksimal. Akhirnya saya tidak jadi tambal gigi di klinik tersebut.

Momen selanjutnya adalah tambal gigi di rumah sakit. Saya sudah daftar online sebelumnya. Tiba di rumah sakit, saya langsung menuju petugas yang jaga dan lagi-lagi saya menemui pelayanan yang membuat saya ingin teriak bahwa kenapa kalian sebegitu tidak ramahnya menjadi petugas publik. 

Tidak sampai di situ, ketika sudah masuk ruangan dokter, lagi dan lagi saya menjumpai dokter yang persis sama sikapnya. Entah karena memang sikapnya seperti itu atau mungkin jika karena melihat tampilan saya yang biasa-biasa saja, dia begitu ketus menjawab pertanyaan saya. Awalnya saya mengeluh gigi saya yang ngilu kemudian dia ingin memastikan gigi bagian mana yang ngilu. Saya menunjuk antara dua gigi atas sebelah kanan. Dia sepertinya tidak puas karena saya tidak memastikan yang mana namun saya juga tidak bisa mengetahui pastinya karena posisi ngilunya di bagian yang saya tunjuk.

Singkat cerita, dia begitu tidak sabar melayani saya padahal saya bayar pribadi dan tidak menggunakan BPJS. Saya berandai-andai, jika semua dokter seperti itu maka saya pribadi bakal jarang menemui dokter.



#4 2023

February 3, 2023

Saham (3)

Hari ini ada hajatan di kampus yang dilaksanakan oleh prodi kami. Hajatan peresmian galeri yang sebenarnya tidak asing bagi saya namun bidang yang dari dulu tidak pernah sedikit pun menarik perhatianku. Galeri tersebut merupakan kerja sama prodi dengan perusahaan sekuritas.

Galeri yang saya maksud adalah galeri investasi yang tentunya seputar pengetahuan saham. Saya menyadari bahwa beberapa tahun terakhir, saya sangat akrab dengan saham, entah itu teman-temnan kantor sebelumnya yang main saham maupun sekarang dengan adanya galeri investasi, meskipun tentunya saya tidak akan terlalu banyak terlibat dalam galeri ini.

Satu hal yang menarik ketika tiga pemateri dari perusahaan sekuritas dan regulator sedang memberikan materi pada acara pembukaan kerja sama. Pada sesi pertanyaan, salah seorang teman bertanya kepada ketiga pemateri, mereka main saham yang mana?

Saya agak kaget ketika mereka menjawab bahwa mereka tidak main saham. Meskipun alasan mereka karena perusahaan tempat mereka bekerja tidak mengizinkan, tetap saja ada yang mengganjal di pikiran saya bahwa bagaimana mereka menjual mimpi kepada publik untuk terjun dalam dunia saham sedangkan mereka sendiri bukan pemain.

Saya juga menyadari selama berinteraksi dengan teman-teman kantor sebelumnya yang main saham. Saya mendapati tidak satu pun dari mereka yang kaya karena saham bahkan mereka masih tetap mengandalkan gaji bulanan sebagai pendapatan utama. Ironisnya, beberapa dari teman saya harus menanggung utang karena saham anjlok.

Dari situ saya menyadari bahwa saham adalah bisnis yang tentunya tidak terlalu cocok untuk saya jalani, selain karena saya tidak yakin dengan keuntungannya, namun yang paling pokok karena ada prinsip yang saya anut untuk tidak terlibat di dalamnya.

#3 2023

February 2, 2023

Konsistensi (2)

Sampai saat ini, saya berusaha mengevaluasi apa saja yang sudah saya jalani di dalam hidup dan apa sebenarnya yang menjadi kekurangan saya dalam banyak hal. Sejauh ini yang saya temukan adalah persoalan konsistensi. Saya mengalami masalah dalam konsisten melakukan sesuatu secara terus-menerus untuk mencapai titik klimaks.

Baik itu dalam beribadah, belajar bahkan melakukan hobi pun seringkali saya tidak konsisten sehingga tidak heran jika beberapa pencapaian saya juga tidak maksimal dan terkesan nanggung. Terlalu banyak distraksi dan kekhawatiran yang membuat saya tidak mampu menaklukkan diri dalam menjalani tirakat hidup yang semestinya.

Setelah 11 tahun lamanya berkutat di dunia korporasi, saat ini saya mulai dari nol meniti karir di dunia akademisi. Bidang yang sedari dulu menarik minat saya karena berbagai faktor terutama karena lingkaran pertemanan saya yang memang mayoritas terjun di dunia akademisi.

Kesempatan ini tentu harus saya pergunakan sebaik mungkin karena merupakan pilihan sadar saya meskipun saya sadari bahwa memang saya terlambat start sekitar 5 tahun dari usia yang ideal untuk memulai karir di tempat yang baru, tetapi saya rasa tidak ada yang terlambat. Masing-masing orang memiliki standar waktu tersendiri dalam menjalani sesuatu di dalam hidupnya.

Apa yang kemudian harus saya mulai dari sekarang?

Membaca adalah hal yang wajib sebagai tupoksi saya di tempat yang sedang saya jalani. Setelah membaca tentu harus lebih produktif lagi dalam menulis serta mengembangkan kemampuan untuk menyampaikan pengetahuan ke orang lain.

Soft skill lain yang akan saya kuasai adalah kemampuan public speaking sebagai penunjang untuk mengajar di kelas. Menurut saya bahwa indikator public speaking yang baik tidak terstandarisasi bagi semua orang karena semua orang punya kekhasan masing-masing. Minimal yang dimiliki adalah intonasi dan kemampuan menguasai forum.

#2 2023

February 1, 2023

Menulis (1)

Seingat saya, motivasi awal ketika saya mulai belajar menulis adalah menuangkan semua keresahan dalam tulisan. Saya tidak pernah berpikiran untuk menjadikan tulisan sebagai sesuatu yang harus ideal karena sejatinya ketika saya menulis maka semua keresehan diri seakan terlepaskan.

Itulah kenapa di beberapa tulisan saya yang lama, banyak sekali yang terkesan konyol.

#1 2023