Saya masih bingung mau memberimu kado apa hari ini karena kau telah resmi menjadi siswa SD. kelihatannya tidak ada yang istimewa karena semua berjalan naluriah. Kau sudah selesai TK dan sekarang melanjutkan pendidikan di SD, kemudian kenapa saya harus memikirkan kado untukmu..?? Tidak nak, selalu ada istimewa bagi saya ketika momen pertama kali dalam setiap lembaran hidup, apapun itu.
Hari pertama masuk sekolah pun adalah momen yang seharusnya bisa diabadikan. tahukah engkau nak bahwa sudah begitu banyak orang yang menentang institusi pendidikan formal seperti yang engkau akan masuki. Banyak perdebatan di dalamnya karena institusi pendidikan di Negeri kita sudah sangat jauh melenceng dari hakekat pendidikan itu sendiri. baiklah, kado tulisan ini akan kuhadiahkan kepadamu dalam bentuk surat nak, bukan artikel ilmiah karena saya bukan pakar dalam menyusun kata-kata formal.
Saya ingin mengutip pendapat Ki Hajar Dewantara bahwa "
Pendidikan dalam arti sesungguhnya ada proses memanusiakan manusia (Humanisasi),
pengangkatan manusia ke taraf insani. banyak lagi paparan yang lebih detail dari hasil oleh pikir Beliau tentang pendidikan yang saya ambil di
sini
Nak, di titik ini memang sudah njlimet untuk dipahami namun yakinlah bahwa suatu waktu ketika kau sudah banyak membaca, engkau akan paham dengan sendirinya apa yang dimaksud kalimat diatas. bahkan saya sendiri pun masih berusaha untuk memahaminya dari sesedikit tafsiran-tafsiran yang saya pahami karena sejatinya, pendapat seseorang akan berbeda ketika sudah ditafsirkan.
Mungkin ada baiknya saya menuliskan surat ini kepadamu tentang apa yang kurasakan selama menjadi siswa sekolah formal. saya amat sangat yakin bahwa mayoritas siswa merasakan hal yang sama seperti yang pernah kualami. kita pasti akan melalui titik jenuh dimana setiap pagi harus berangkat ke sekolah kemudian pulang pada saat menjelang asar. Menjenuhkan memang nak namun begitulah pendidikan di negeri kita apatahlagi ketika guru yang mengajar adalah guru yang kaku dan tidak fleksibel dalam segala hal ditambah lagi dengan guru yang killer.
Kau harus mempersiapkan dirimu untuk menghadapi model guru seperti itu. bukan mendoakanmu supaya kau bertemu dengan guru killer namun setidaknya engkau punya mental kuat ketika benar-benar guru seperti itu kelak mengajar di kelasmu. namun percayalah nak bahwa dibalik semua itu, engkau akan belajar banyak hal meski disisi lain, ada hal yang hilang dari dirimu. kita memang sudah di design oleh generasi tua bahwa anak yang baik adalah anak yang rajin sekolah dan peringkat di sekolahnya masuk 10 besar.
Itu amat sangat membebani nak dan saya percaya bahwa stereotype seperti itu pula yang mematikan kreativitas dan menjatuhkan mental kita. saya sudah rasakan itu nak. hal yang perlu kau persiapkan adalah mental sekuat baja untuk menghalau semua anggapan dari orang di sekitarmu karena terkadang orang di sekitar kita yang mempunyai andil paling besar membuat mental kita terpuruk.
Ada banyak hal yang sudah tidak saya sepakati tentang sekolah formal nak. saya sama sekali tidak ingin melihatnya terkurung dalam situasi dimana kau dituntut untuk menjadi terbaik dan menguasai semua mata pelajaran. itu hal yang mustahil nak namun orang tua kita tidak pernah belajar dari pengalaman mereka. saya amat sangat yakin bahwa dulu mereka merasakan hal yang sama namun kenapa saat mempunyai anak kemudian menyekolahkan anak-anak, mereka menuntut hal yang mustahil seperti memahami semua pelajaran sekolah yang mereka sendiri tidak bisa melakukannya pada saat mereka sekolah dulu.
nak Fadel, camkan ini baik-baik
aya tidak akan pernah memintamu untuk harus memburu ranking ataupun jago dalam setiap mata pelajaran. saya bahkan ingin melihatmu menemukan passionmu dalam hidup yang dari awal saya menduga engkau amat sangat suka menggambar sehingga saya selalu antusias membelikanmu peralatan apa saja mengenai aktivitas menggambar. saya tidak ingin melihatmu ambisius dalam prestasi sekolah, biarkan semua berjalan seperti apa adanya. semoga saja kau tidak selalu mengkorelasikan sekolah dan pekerjaan karena engkau tidak akan menemukan inti pendidikan jika itu ada di dalam pikiranmu.
Nak, itu taraf Sekolah Dasar, kau hanya perlu belajar membaca, menulis dan berhitung. itu modal yang cukup untukmu nak selebihnya engkau bersekolah untuk memperbanyak teman dan bersenang-senang kemudian menemukan passionmu dalam hidup.
Nantinya di sekolah, ada masa dimana gairah anak mudamu keluar dan ingin mencoba hal baru bahkan yang sering dianggap "nakal" namun saya hanya pesan ketika masa "kenakalanmu" tiba, jangan sekali-kali menyakiti orang lain karena melukai orang perasaan orang lain tidak akan pernah ada obatnya. jangan pula menyentuh minuman keras meskipun setetes karena hal itu akan membuatmu tidak akan lepas darinya. jika waktu "nakalmu" tiba, cukuplah nakal dalam batasan yang wajar-wajar saja. belajar merokok, ataupun sesekali membolos dari sekolah masih bisa saya maklumi.
 |
| Sedang memperbaiki celana baru |
Nak, pada saatnya kau sekolah, jangan pernah ragu ataupun menjadi penakut apalagi pecundang. beranilah untuk mengatakan apa yang menurutmu benar karena hal itu akan membentuk pribadimu berkarakter yang kuat. selebihnya jangan terlalu banyak bicara hal yang sama sekali tidak engkau pahami dan mengerti karena sebodoh-bodohnya orang adalah orang yang sok tahu dan merasa paling pintar padahal isi kepalanya kosong.
Perkuat dirimu untuk banyak membaca apa saja dan belajar dari kehidupan. hal pertama yang akan membuka wawasanmu adalah banyak membaca terserah apa saja yang bisa kau baca. Sesekali jangan sombong jika engkau menjumpai keberhasilan dan juga jangan menjadi rendah diri ketika kegagalan menghampirimu karena terkadang kedua hal tersebut berkebalikan, maksud saya bahwa terkadang kegagalan adalah hal yang baik untuk diri kita dan keberhasilan adalah yang sebaliknya. jadi bijaklah dalam menyikapi apa saja yang akan engkau temui dalam hidup karena sejatinya semua berjalan bukan semata kehendak kita.
Di Sekolah nantinya, akan banyak pertentang yang kau temui nak. sekolah formal memang sudah dianggap merampas kebebasan kita sebagai manusia karena harus ditentukan waktu maupun seragamnya. saya ingin ceritakan seorang anak yang dengan pribadinya yang keras keluar dari sekolah formal dan ingin menjadi penulis meski harus berkonflik dengan orang tuanya karena kehendaknya tersebut. nama anak itu Muh. Izza ahsin Sidqi. Dia adalah salah satu siswa di Salatiga, Jawa Tengah. aku lebih tua 4 tahun dari anak itu namun keteguhannya keluar dari sekolah Formal saat usianya baru menginjak 15 tahun dan duduk di bangku SMP kemudian memutuskan keluar karena menganggap sekolah penghalang baginya untuk menulis buku. nak, saya punya buku anak itu yang judulnya "Dunia Tanpa Sekolah."
Nanti kalau kau sudah bisa membaca, kau bisa pinjam dan baca bukunya meski memang keputusannya anomali menurut masyarakat umum. saya tidak menyarankan kau mengikuti jejak seperti itu karena masih banyak hal yang kau temui jika terus sekolah. hidup bukan hanya tentang cita-cita dek tetapi juga bergaul dan bermanfaat pada sesama bahkan terkadang kita banyak belajar dari pengalaman yang tidak kita inginkan.
Intinya bersekolah itu adalah bersenang-senang bersama kawan-kawan sambil tetap belajar, banyak membaca dan diskusi. tidak perlu mengejar ranking dan tidak perlu juga berkompetisi. tidak perlu takut dianggap bodoh karena sejatinya kita belajar karena ingin tahu.
Masih banyak lagi teori tentang pendidikan nak. ada lagi seorang Bapak dari Brasil dikenal sebagai tokoh dan teoritikus pendidikan yang berpengaruh di seluruh dunia, namanya paulo Freire. saya mungkin tidak mau terlalu membahas karyanya nak karena saya sendiri betul khatam semua karyanya, hanya saja saya baca sempalan pemikirannya dari sumber internet yang ditulis serampangan. ada banyak karyanya dalam bentuk buku nak yang kesemuanya
Nak, surat ini mungkin belum kau baca hari ini ataupun mungkin jika engkau melihatnya, engkau masih terbata-bata membacanya dan tidak mengerti apa yang kutulis namun percayalah, ada suatu waktu ketika engkau paham apa yang akan kuceritakan kepadamu.
Rawamangun, Jakarta Timur
230715 14:54
kutulis saat menerima fotomu di WA