May 30, 2019

Teman

Di masjid Al Markaz, sayup-sayup terdengar lantunan jamaah sedang tadarrus sehabis salat asar. saya duduk di emperan masjid lantai bawah menikmati nuansa sore seperti 10 tahun yang lalu. biasanya di kamis sore setelah salat asar, ada diskusi berbahasa inggris namun kamis sore ini, hanya terlihat 2 anggota makes yang sedang asik berdiskusi, saya tidak ikut nimbrung karena tidak mengenal mereka. 

Sengaja saya ke sini hanya sekedar kembali merasakan masa yang pernah kulalui di kota ini dan berharap ada teman lama yang datang namun sampai detik ini, tak satu pun yang nongol bahkan satu diantara mereka kukirimi pesan via wa namun jawabannya sangat formal padahal menurutku saya dan dia cukup akrab. 

Pertemanan, mungkin kata yang klise menggambarkan hubungan antara manusia yang cukup akrab, lebih dari sekedar hanya saling mengenal namun menurutku, relasi pertemanan sedikit terkikis ketika masing-masing sudah memiliki keluarga.  

Ya, setidaknya saya harus mengerti bahwa pada akhirnya semua dari kita akan berubah prioritasnya. waktu tak mempunyai hati untuk membawa kembali ke masa silam yang selalu dikenang dengan cerita indah.

30 5 19

May 5, 2019

Ramadan 1440 H

Waktu bergulir begitu cepat tanpa bisa dihentikan sedikit pun, sebuah keniscayaan. jika kita tidak awas atas setiap detik waktu yang dijalani maka kita akan dihempaskan oleh zaman ke jurang kesia-siaan. harus ada pola terukur untuk mengendalikan waktu yang tak pernah berhenti berputar. 

Waktu jua lah yang kemudian menggiring kembali Ramadan tahun ini menghampiri kita semua. seakan Ramadan tahun kemarin baru usai kemarin namun tak disangka, sudah setahun kita mengitari perjalanan waktu. Ramadan datang tiap tahunnya untuk memberikan kita begitu banyak kesempatan memperbaiki diri termasuk juga merenungi perjalanan hidup yang setiap hari dijalani tanpa ada visi yang jelas tentang apa sebenarnya hakekat hidup yang harus dijalani. 

Ramadan hanya seakan penanda bahwa kita sebagai perantau mengingat bahwa sebentar lagi perayaan mudik akan tiba dan semua perantau pulang kampung dengan segala gaya yang dipertontonkan. 

Ramadan kali ini seharusnya bukan menjadi penanda bahwa sebulan lagi saya akan mudik namun seharusnya momen Ramadan ini momentum untuk mengais kembali ingatanku tentang tujuan hidup yang kurangkai beberapa tahun yang lalu. visi yang mengendap dalam raga karena tertimbun keinginan-keinginan duniawi semu yang tak berbatas. saya harus menemukan kembali visi itu. 

Oh ya, Ramadan kali ini juga sebagai Ramadan perdana kami melewatinya di rumah yang beberapa waktu lalu kami beli. semua bisa membawa berkah meski sebenarnya masih menyisakan banyak utang atas kenekatan membeli rumah kecil di pinggir ibu kota. 

Semoga Ramadan kali ini berkah buat kita semua, sehat wal afiat menjalani ibadah puasa dan amalan sunah lainnya di dalam momen Ramadan.

Marhaban Ya Ramadan
Kebagusan, 1 Ramadan 1440 22.08 wib