July 31, 2013

Aku Ingat

Aku ingat status facebook seorang temanku yang mengatakan bahwa ketika kamu keluar dari sebuah pekerjaan karena memegang kebenaran yang engkau yakini maka janganlah tertunduk namun engkau harus tegak bahwa inilah aku terlepas dari pengaruh duniawi bahwa aku telah memenangkan kebenaran yang kuyakini.

Tentu bukan juga merupakan pembenaran atas setiap keputusan yang diambil saat keluar dari pekerjaan. jangan sampai kita tidak mampu menghadapi tantangan pekerjaan lalu memilih resign dengan alasan prinsip. Bukan memegang prinsip namun tindakan yang picik dari seorang yang tidak mampu menghadapi kenyataan.

Alasan-alasan tersebut hanya dapat dirasakan oleh masing-masing karyawan. Semua orang mempunyai standar nilai tersendiri yang dijadikan pegangan dalam hidup, termasuk dalam memilih pekerjaan yang akan ditekuni selama hidupnya.

Begitulah, bekerja itu berat namun bukan berarti ketika menemukan kesulitan, pikiran langsung ingin meninggalkan semua.

Hidupku

this is me
I couldn't being someone else
you can't force me guys,
I live my life flows like what I belief
I don't care whatever you think about me
you quite annoying me

Akhir Bulan Ini

akhir bulan lagi
tak terasa
bulan lalu adalah akhir bulan
sekarang akkhir bulan juga
tak ada yang beda
hanya saja
bulan ini bulan juli
akhir bulannya tanggal 31
dan bulan lalu adalah bulan juni
akhir bulannya adalah tanggal 30
itu saja
tidak ada yang lain
tiitik

Kepala VS Perut

Pelajaran selalu datang di setiap episode kehidupan. Itulah yang aku maknai tentang kehidupanku selama ini. Pelajaran-pelajaran hidup selalu mengikuti jejak langkahku, jika dulu saat menjumpai sebuah masalah maka aku sering mengatakan bahwa kenapa masalahku begitu besar dan seterusnya,  saat aku menghadapi masalah lain.

Sekarang aku yakin bahwa dengan bertambahnya usiaku maka tingkatan masalah pun akan menjadi lebih rumit dalam artian bahwa tingkatan masalah berbanding lurus dengan kematangan seseorang dan hanya satu yang perlu kita lakukan adalah menghadapi masalah tersebut sampai tuntas entah bagaimana hasil akhirnya namun pada intinya bahwa jangan sekali-kali mencoba lari dari sebuah masalah.

Sekarangpun aku menjumpai masalah dalam hidupku, setelah memikirkan semua masalah yang pernah kulalui maka mungkin ini adalah salah satu masalah yang lumayan rumit yang pernah kujumpai karena berhubungan dengan persoalan isi kepala dan perut. Di satu sisi aku punya prinsip yang tidak bisa kuganggu gugat namun di sisi lain aku pun butuh sedikit penghasilan untuk bertahan agar tetap bernafas di perantauan. 

Namun alasan yang sangat klise jika aku mendahulukan alasan perut karena sering kali aku berteriak bahwa masalah perut adalah urusan Allah sepanjang kita selalu mencari. Maka dari itu aku mencari waktu yang pas untuk memenangkan kepalaku daripada perutku. Aku adalah determinan dari pertarungan kepalaku dan perutku dan harus kuingat adalah perut hanyalah persoalan duniawi sedangkan kepala mempertaruhkan esensi hidupku.

Aku tahu itu dan aku sadar itu bahwa aku harus memenangkan kepentingan kepalaku namun aku juga tidak akan pergi begitu saja meninggalkan komitmen yang telah aku ambil di tempat yang saat ini mengkondisikan aku harus menguras begitu banyak tenaga bahkan pikiran hingga kadangkala aku harus melakukan hal yang tidak kusepakati entah itu dengan cara yang sangat jijik. aku benar-benar sadar bahwa hal tersebut keliru dan akan aku tinggalkan ketika beberapa tugasku telah rampung disini.

July 28, 2013

Tak Lagi

tak lagi punya katakata untuk
tak lagi menulis puisi romantis untuk
semua sirna
mengepul menggulung pasir di pantai
kemudian diterbangkan angin dan lenyap dalam balutan awan hitam

itu engkau
yang setia menghitung butiran tetes hujan
menadahkan tanganmu
lalu kau aliri sungaimu

tak sampai di situ
engkau berada diujung malam yang mulai dimakan fajar
dengan setiamu
tetap mematung
tanpa peduli setiap celaan malam yang mengganggumu

kemudian lagi
engkau tibatiba saja di senja yang basah
entah apa yang ada dipikiranmu
namun senja lebih berarti segalanya darimu
tak ayal, senja itu kemudian membunuhmu

saat semua berlalu
gunung menjadi peraduanmu
menggapai setiap keindahan alam yang menyatu
sampai akhirnya
semua menyuruhmu pergi malam ini
pergi dan tidur dalam dekapan sang perindu malam