March 11, 2014

Seperti senjasenja sebelumnya


Senja selalu datang saat siang sebentar lagi tenggelam dalam kegelapan malam. Senjalah yang menjembatani keberadaan siang dan malam sehingga mereka tetap akur menjalankan tanggung jawab masing-masing

Senja selalu menawarkan kehangatan. Senja yang basah ataupun senja yang panas bukanlah masalah bagi penikmat senja karena senja tetaplah senja yang selalu dinanti tanpa ada alasan apapun untuk membencinya

Bahkan sejak bocah pun senja selalu punya arti bagiku. Senja saat bocah berarti selesainya tugasku mengembala sapi. Bahkan senja kala itu berarti kebebasanku bermain bola kaki sepuasnya di lapangan

Senja saat sekolah berarti waktu pulang telah tiba dari rutinitas sekolah yang memuakkan dengan berbagai macam aturannya yang mengekang dan tugas-tugas yang membosankan

Senja saat kuliah adalah waktunya berkumpul dengan kawan-kawanku bercanda, bernyanyi setelah seharian disesaki dengan tugas-tugas kuliah yang tak masuk akal

Senja saat bekerja berarti terlepasnya aku dari aturan kantor yang mengikat sebagai karyawan dan membaringkan badan untuk memberikan hak badan yang penat

Senja saat ini pun tetap menyenangkan bagiku karena aku bisa menikmati kamarku sambil menulis sesuatu dengan segelas kopi dan beberapa aneka jajanan yang kubeli di kalidami

Memang senja selalu saja berbaik hati denganku. Tak pernah sekalipun aku membenci kehadirannya meski dia datang ditemani hujan ataupun mentari yang menyengat. Aku akan tetap merindukan senja. Senja adalah sahabat yang tak perhitungan.

Dikala orang bebas menikmati malam ataupun pagi namun pilihanku jatuh pada senja yang memang sangat unik. Aroma sisa mentari yang terik saat senja sangat terasa dan selalu menghadirkan kenikmatan yang merasuk ke dalam sukma. Aku tidak bisa membayangkan ketika senja sudah meninggalkanku dan tidak pernah lagi mau bersahabat denganku

Senja sudah mengajarkanku begitu banyak hikmah dan nostalgia kehidupan yang tak lekang waktu. Aku sama sekali tidak pernah menyia-nyiakan kehadiran senja hanya untuk tidur.

Senja, tetaplah menjadi senja yang kurindu. Jangan menjadi gelap seperti malam ataupun menjadi terang seperti siang. Tetaplah hangat seperti sekarang dan menyediakan tempat beristirahat bagi setiap orang yang membutuhkanmu karena engkau senja yang baik hati.

merekalah yang menemaniku menikmati senja sambil coratcoret

Membunuh senja yang basah di jojoran 3/61
11’3’14







No comments: