June 26, 2020

Neighborhoods

One of the most important thing in deciding where we live is neigborhoods and perhaps it's a main considering in it. iniatially, we forget it as a main thing despite it determines our daily life ahead. Neigbor is someting like coin that has two sides, we need them despite we don't. when we are having some trouble with them, they always bring it up when we aren't. ocasionally, the problem bring on by misunderstanding. 

when I wanted to buy my house, I almost call off by considering the surrounding.  I'm the kind a person who getting difficult to going easy with the new one so my wife does. at that time, we still rent a small house at Cilandak by 20 million and then I and my wife came up with the idea to bought a house despite rent a house with the same cost.

Finally we bought this house. saya sama sekali tidak menyesali keputusan yang sudah saya ambil meskipun dengan beberapa event yang sedikit membuat saya menganulir beberapa pertimbangan sebelumnya. kendala yang paling berarti adalah surrounding. kami sangat sulit for getting respect karena beberapa hal, bahkan akhirnya my wife believe the mitos bahwa her tribes has a big different with them sehingga hal tersebut yang sedikit menghambat closing with them.

Mungkin begitulah dinamikanya dengan perasaan yang masih aneh dan tetap berharap bahwa ada chance untuk mencari lingkungan baru dengan kenyamanan yang mendukung. hidup memang tidak menawarkan kemudahan-kemudahan yang jatuh tiba-tiba dari langit namun semua yang ada di tangan didapatkan melalui effort yang tidak mudah. 

Jangan pernah membenci dan jangan pernah menyesali takdir. ikuti iramanya dan enjoy it.

26 6 20

June 24, 2020

Kebiasaan Buruk

Kebiasaan kecil apa dalam hidupmu sehari-hari yang kau sadari bahwa hal tersebut tidak baik bagi kesehatanmu namun kau tidak pernah berhasil untuk menghindarinya?
kalau saya yang ditanya demikian, tidak terlalu lama berpikir untuk menjawab,

"mengorek kuping"

Ya, mengorek-ngorek kuping menjadi kebiasaan sampingan yang disenangi oleh semua umat manusia tanpa mengenal perbedaan Suku, Ras, Agama dan perbedaan apapun yang merupakan konstruksi manusia. 

Saya tidak paham kenapa mengorek kuping menjadi begitu menyenangkan. ketika Kuping sudah mulai gatal dan tidak terpuaskan jika hanya mengoreknya dengan jari kelingking atau jari telunjuk, maka kita akan mulai mencari media apa saja yang bisa digunakan untuk menusuk kuping dan memutar-mutar media tersebut seperti mengaduk kopi, entah searah jarum jam maupun berlawanan dengan jarum jam kemudian untuk menimbulkan sensasi yang luar biasa menyenangkan. saya hakkul yakin bahwa tidak cukup untuk memenuhi nafsu mengorek kuping hanya dengan 1 kali korekan. saya yang notabene adalah penganut mazhab mengorek kuping dengan gulungan kertas bahkan bisa menghabiskan 4-5 gulungan kertas sebelum sensasinya terpuaskan. seseorang yang sudah dalam tahap kecanduan tidak akan pernah puas mengorek kuping sebelum ada rasa nyeri di dalam gendang telinga dan mulai menyadari bahwa baru saja melakukan tindakan yang bisa merusak kesehatan kuping.

 Mengorek kuping merupakan kebiasaan yang sampai sekarang tidak mampu saya hentikan yang anehnya bahwa setiap kali saya mengorek kuping saya dengan gulungan kertas - bahkan bukan dengan cotton buds - saya selalu menyadari bahwa saya sedang menzalimi diri saya sendiri dan selalu berjanji bahwa tidak akan mengulanginya, namun ternyata, menghentikan kebiasaan mengorek kuping itu lebih sulit dari pada menahan boker ketika sedang mengendarai motor. entah kenapa, saya malah tidak suka mengorek kuping dengan cotton buds, mungkin karena trauma di awal-awal kebiasaan mengorek kuping ketika beberapa kali kapas di ujung cotton buds tertinggal di dalam kupingku.

Saya selalu gagal menghentikan kebiasaan buruk tersebut karena sensasi geli-geli enak ketika gulungan kertas mengenai gendang telinga yang hampir menyamai sensasi orgasme, apatahlagi ketika cairan bening yang kemudian menempel di gulungan kertas yang baunya membuat candu - entah kenapa orang menyenangi bau mereka (cairan telinga, bau cantengan) namun tidak pernah suka mencium bau dari orang lain.

Tak terhitung sudah berapa kali Kuping saya bengkak dan sakitnya naujubillah ketika keseringan dikorek-korek dan setiap kali hal tersebut terjadi, tidur pun sangat tidak menyenangkan karena bagian kuping yang sakit tidak bisa ditindih dan setiap saat kuping berdenging dan menimbulkan rasa sakit di sekujur kepala. ketika kuping saya bengkak, butuh 4-5 hari untuk sembuh. anehnya setelah sembuh, ada begitu banyak cairan yang menggumpal yang mungkin sisa dari bengkak dan saya kembali menyenangi sensasi baunya. bau ini seperti mantan yang wujudnya sudah terlupakan namun rasanya tetap terbayang di kepala. 

Saya selalu bersumpah untuk meninggalkan kebiasaan jahannam tersebut namun selalu gagal, bahkan mungkin di setiap resolusi awal tahun, menghentikan kebiasaan mengorek Kuping selalu saya tempatkan di urutan paling atas. Jika dalam agama tobat yang tidak diterima adalah tobat sambal maka mungkin pertobatan saya dalam dunia perkorekan Kuping tidak akan pernah diterima karena saya layaknya seperti orang yang tobat sambal. Ketika sedang mengkonsumsi sambal yang pedasnya level 21, maka dalam hatinya selalu berniat untuk menghentikan makan sambal namun setiap kali jam makan tiba, nasi dengan lauk ayam goreng atau pecel lele tidak akan dimakan jika tidak ditemani 3 sendok sambal yang warnanya menyala.

Saya tidak mengetahui secara persis kapan kebiasaan Jahannam ini membuatku terpenjara dan saya juga tidak bisa menjamin sampai kapan kebiasaan ini saya hentikan karena kebiasaan mengorek Kuping adalah teman sejati bagi kesendirian. Coba kawan-kawan ingat-ingat lagi, mengorek Kuping akan kita lakukan sepuasnya ketika sedang sendiri namun jika dalam keramaian orang, ada rasa gengsi untuk memutar-mutar gulungan kertas dalam Kuping.

Dari analisa di atas, maka kawan-kawan yang ingin menghentikan kebiasaan mengorek Kuping seperti saya, maka hindari menyendiri, jika masih jomlo maka segera cari pasangan sehingga kebiasaan menusuk Kuping bisa dikonversi dengan kebiasaan menusuk lubang yang lain dengan media yang berbeda yang tentunya lebih bermanfaat, lebih menyenangkan, bisa menambah populasi manusia dan yang terpenting mendatangkan pahala.

Juni 16

June 21, 2020

Ruang Hampa

over the day, I read some article about the life. I dont know why but my heart was so empty at all. for some event what I'v done, for every single things that make me feel uncomfort. I feels like living in another side. untuk beberapa hal mungkin saya tidak ada yang harus dikhawatirkan bahkan apa sih sebenarnya yang harus dtakutkan, iya itu teorinya namun semenjak beberapa tahun belakang, arah saya semakin berbelok, sometime turn the right, most in time turn over the left. saya membayangkan bahwa banyak hal yang kusesali dalam arti sebenarnya namun penyelesan terbesarku adalah ketidakonsistenanku dalam banyak hal yang kulakukan, despite of I was spending my time for doing something unuseful khususnya 15 tahun terakhir.

You know, I taking my post graduate in 32 years old, it's to late. kadang saya berpikir kenapa baru sekarang dan di lain waktu saya berpikir untuk apa sebenarnya saya melanjutkan ini semua. saya khawatr in the name of pride of something like a bad intention. kemudian saya berpikir ketika pikiranku sedang positif bahwa education never be a useless. I'm enjoying it despite sometime a bad things come up in my mind seperti merasa bahwa saya sudah terlalu tua dan ketinggalan banyak hal when I realize that mostly of my friends is more younger than me. itu salah satunya namun ada hal yang membuatku semakin menyalahkan diriku when I knew that one of my lecturer is 3 years younger than me. bayangkan betapa inferiornya saya di dalam kelas.

ketika saya menyadari itu semua, apakah lantas saya menyerah. I dont think so. everything going to be ok. I really believe that when I'm stopping now, I regret manymore for this day. saya percaya bahwa hal-hal baik akan selalu menyertai dimanapun berada. meski dengan tetap akrab dengan banyak sekali perasaan inferior dan pikiran-pikiran negatif yang sebenarnya sangat tidak perlu. saya masih yakin bahwa one day, I'm gonna immerse myself in academics sphere. satu hal yang harus saya taklukkan sekarang adalah kemauan dan membentuk sikap konsisten, mengurangi kebiasaan menunda dan terlalu banyak memegang hp than reading a book.

Untuk ruang-ruang yang hampa. banyak hal yang menyebabkan lebih buruk.my relationship with my in laws sangat dingin despite of we're stay together namun sedari awal, tidak pernah sehangat my mother. saya juga tidak pernah terlalu mencoba untuk putting more effort to get it but I also keep it in the rule. saya selalu menjaga perasaannya meskipun memang terkadang sangat aneh karena setiap hari bertemu. namun tak apalah, I'm not a good gay in some situation. it almos same my relation with my father. it because a past experience. 

tahun ini umur saya semakin menua dalam hal sebenarnya. angkanya sudah melewati angka 3 dengan beberapa langkah. saya merasa bahwa ini merupakan detik-detik untuk menemukan sesuatu yang seharusnya membuatku hidup, salah satu upaya saya adalah melanjutkan pendidikan. saya rasa selama bekerja di tiga Perusahaan yang berbeda, saya belum menemukan diriku selain karena kebutuhan akan rupiah, even for this current job. saya masih terombang ambing harus kemana untuk berpegangan. jika di sini terus, rasanya I putting my self in the dark prison. bukan karena tidak bersyukur namun ada space which makes me feel empty all along. saya tidak mau gagal dalam hidup, dalam artian fail to try, untuk hasil ukurannya sangat relatif.

okelah, starting to read more and more
rethinking about my choice.
whispering onto myself and say, you can what you want with the hand of God
kembali studying about islam more serious than before.
God, take my hand and bring me to Your path. the true path.

21 6 20