August 11, 2021

Dosa tak Terlihat

Seminggu yang lalu, di tengah pandemi yang masih mewabah di kota ini, pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat secara luas untuk menekan angka penyebaran. namun demikian, kantor saya memberlakukan kebijakan masuk kantor secara shift-shiftan. 

Saya mendapat jadwal masuk kantor pada selasa yang lalu dan harus berangkat agak pagi karena di hari yang bersamaan, isteri saya juga masuk kantor. 

Seperti biasa, saya harus mengantar isteri saya ke kantornya yang terletak di bilangan rasuna said, melewati jalan lurus sepanjang mampang yang merupakan jalur jahanam karena kemacetan parah. namun sejak pandemi, jalan protokol ini sedikit lengang meskipun masih ada titik yang lumayan padat. 

Tiba di perempatan lampu merah tendean-mampang, saya melihat salah satu tukang ojek online yang sedang mengantar penumpang namun terlihat motornya mengeluarkan bunyi yang menandakan ada masalah pada motornya. secara spontan, dalam hati saya terbersit kalimat, "kenapa sih tukang ojek itu tidak memperbaiki motornya padahal itu digunakan untuk mencari rezeki, seharusnya dia merawat motornya dengan baik".

Saya kemudian berlalu dan melupakan motor ojek online yang mogok dan terus melaju ke arah kantor isteri. setelah menurunkan isteri tepat di depan gerbang kantornya, saya kemudian balik arah melewati lampu merah tendean karena kantor saya berada di bilang jalan wolter. 

tidak sampai 20 meter setelah belok kiri dari lampu merah tendean ke arah wolter monginsidi, saya merasa motor saya bermasalah pada ban belakang. laju motor saya seperti tersendat dan ban belakang tidak berputar secara normal. 

Saya memberhentikan motor di pinggir jalan kemudian memeriksa ban belakang, tepat dugaan saya, ban belakang bocor dan tidak mungkin dipaksakan untuk melaju sampai kantor yang masih berjarak sekitar 3-4 km. 

Sebenarnya ada tukang tambal ban tidak jauh dari tempat motor saya mogok namun sialnya, tidak ada sepersen pun uang di dompet saya sehingga harus mencari atm sebelum tambal ban, mustahil tukang tambal ban bisa dibayar via atm.

Setelah berjalan lumayan jauh, saya mengira-ngira, apa yang sebelumnya saya lakukan sehingga mendapat musibah seperti ini. tidak lama berpikir, jawabannya adalah saya membatin motor tukang ojek online yang mogok di lampu merah. oh Tuhan, maafkan.

Saya memang sering sekali mendapat pengalaman nyata seperti ini, mungkin tidak terlepas dari doa saya yang selalu kupanjatkan " Ya Tuhan, jika ada khilaf saya baik yang disengaja maupun tidak, balasnya di dunia jangan sampai menumpuk dan baru dibalas di akhirat". 

Mungkin, saya tidak bilang itu pasti, bahwa peristiwa yang sering saya alami ketika berbuat khilaf merupakan manifestasi doa saya. 

Setelah berjalan cukup jauh, saya akhirnya mengambil uang di atm yang terdapat di SPBU kemudian mencari tambal ban yang ada di sekitar pasar santa.

Cukup melelahkan namun intinya saya mendapat teguran bahwa kesalahan bukan hanya yang indrawi namun hati juga sangat sering melakukan khilaf bahkan sekedar hanya membatin orang lain.


Agustus 2021