March 9, 2014

Selamat berbahagia semoga berkah


Hari ini adalah hari bahagiamu. Aku tahu bahwa sudah lama engkau mendambakan momen hari ini dan Allah telah mengabulkan doadoamu. Menjadi pengantin dari seorang perempuan yang engkau tambatkan hatimu kepadanya. Aku hanya berdoa dari jauh demi kebaikanmu dan semoga Allah senantiasa meridhai perjalananmu. 

Terlalu banyak kenangan yang kita lalui bersama. Perbedaan umur kita yang terpaut 2 tahun membuat aku tahu segala perjalananmu dari kecil sampai sekarang dan saat ini seperti sebuah mimpi, engkau akan meniti jalan hidupmu sendiri dengan mempunyai keluarga sendiri. Memoriku melayang jauh ke masa kecil kita dahulu. Begitu banyak kebersamaan yang kita lewati meski tak jarang sebagai bocah kita juga seringkali bertengkar. Satu waktu mungkin saat itu aku baru kelas satu SD sedangkan dirimu dua tingkat di atasku, saat bermain ada salah satu teman yang umurnya terpaut jauh dariku dan juga dirimu menggangu diriku. Engkau dengan beraninya membelaku meski kutahu dia jauh lebih besar darimu dan yang kuingat saat itu adalah kita sama-sama menangis. Hehe. Itulah masa kecil yang semua akan menjadi nostalgia indah. Kebersamaan kita saat beternak kambing, sapi bahkan dulu kita berdua harus mengambil air di sungai sebelum berangkat sekolah. Kebersamaan itupun dibatasi jarak saat dirimu pergi ke kota lain melanjutkan studimu saat masih MTs. Namun tetaplah engkau sebagai saudara maupun kawan terlepas dari kelebihan dan kekuranganmu.

Sekarang waktunya adalah engkau mempersiapkan dirimu menjadi seorang suami yang bisa membimbing isterinya ke jalan yang dridhai Allah. Pernikahan tidak harus diartikan sebagai sesuatu yang sifatnya melampiaskan nafsu namun lebih sakral dari itu, pernikahan adalah jalan untuk lebih banyak beribadah kepada Allah.  Memutuskan untuk menikah berarti berani untuk bertanggung jawab dunia bahkan akhirat apatahlagi engkau sebagai lelaki tentunya bertanggung jawab penuh terhadap isteri dan anak-anakmu kelak dan ingatlah semua hal yang engkau jalani meski itu hal terkecil dalam keluargamu akan engkau pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Aku tidak berusaha untuk mengguruimu atau ingin menasehatimu apatahlagi sok tahu mengenai pernikahan padahal aku sendiri belum berkeluarga namun aku hanya mengeluarkan uneg-unegku tentang pernikahan. Banyak sekali dalam ayat Al-Qur’an tentang ajaran dalam pernikahan. Ini beberapa (Al-Isra 32), Qs. Annur 24 (32), (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49), (Qs. Yaa Siin (36) : 36), (Qs. An Nahl (16) : 72), (Qs. Ar. Ruum (30) : 21), (Qs. An Nisaa (4) : 1), (Qs. An Nuur (24) : 26), (Qs. An Nisaa’ (4) : 3), (An-Nuur:32), (Al-A’raf 189). Dan masih banyak lagi ayat yang memberikan penjelasan tentang aturan hubungan antara laki-laki dan perempuan. Sebenarnya ayat pertama yang aku cantumkan itu benar-benar akulah yang harus mengaplikasikannya karena itu adalah larangan untuk mendekati zina.

Pernikahan memang tidak menyelesaikan masalah namun setidaknya satu masalah selesai setelah menikah. Ingatlah saat engkau nantinya sudah melewati perjalanan pernikahanmu, mungkin saja timbul masalah dalam keluargamu namun yakinkankan dirimu untuk menyelesaikan tidak lebih dari 3 hari. Engkau pun harus ingat bahwa wanita yang InsyaAllah sebentar lagi akan menjadi isterimu adalah pilihanmu sendiri maka aku berharap jangan sekali-kali suatu waktu engkau meninggalkannya ketika ada masalah selama dia masih menurut kepadamu. Jangan sekali-kali engkau menceritakan kekurangan isterimu kepada orang lain siapapun itu karena itu akan sangat melukai perasaan isterimu. Jangan sekali-kali engkau menjadikan isterimu sebagai tulang punggung keluarga karena engkau adalah seorang suami. Jangan pernah sekali-kali berani memukul isterimu saat kalian sedang ada masalah karena itu amatlah tercela. Jagalah isterimu dengan sebaik-baiknya dan sayangilah dia karena pilhanmu sendiri dan juga bahwa engkau bertanggung jawab penuh terhadapnya baik ataupun buruk. 

Yang terakhir adalah ketika suatu saat engkau dikarunia anak, maka kumohon didiklah mereka dengan sebaik-baik pendidikan karena pendidikan paling utama dari seorang anak berasal dari dari keluarganya. Perbanyaklah dirimu untuk belajar mendidik anak-anak meski aku sendiri percaya bahwa inti dari mendidik anak itu adalah dengan hati. Jangan sekali-kali engkau mendidik anakmu menjadi seperti kemauanmu, biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri selama masih dalam koridor agama Islam. Ajarkan mereka kasih sayang dan jangan sekali-kali mengajarkan tentang kebencian. Didik mereka menjadi pemberani dan Jangan menakut-nakuti mereka. Selalu ajarkan mereka tentang kejujuran dan Jangan sekali-kali berbohong kepada anak-anakmu.  Jika engkau ada masalah dengan isterimu, jangan pernah memperlihatkan kepada mereka karena akan mempengaruhi karakternya. Ajarkan mereka tentang kebiasaan berbagi kepada sesama. Masih banyak lagi yang tak tertulis dan aku tetap percaya padamu engkau akan bertanggung jawab atas semua itu.

Ini beberapa ayat dari  Surah Al-Luqman ayat 12-19 yang bisa engkau jadikan referensi

ولقد اٰتينا لقمٰن الحكمة ان اشكر لله و من يّشكر فإنّما يشكر لنفسه و من كفر فإنّ الله غنيّ حميد (١٢)  وإذ قال لقمٰن لابنه و هو يعظه يٰبنيّ لا تشرك بالله إنّ الشّرك لظلم عظيم (١٣)  و وصّين الإنسان بوالديه حملته أمّه وهنا على وهن وّ فصٰله في عامين أن اشكرلي و لوالديك إليّ المصير (١٤)  و إن جاهدٰك على أن تشرك بي ما ليس لك به علم فلا تطعهما و صاحبهما في الدّنيا معروفا وّ اتّبع سبيل من أناب إليّ ثمّ إليّ مرجعكم فأنبّئكم بما كنتم تعملون (١٥) يٰبنيّ  إنّها إنتك مثقال حبّة من خردل فتكن في صخرة أو في السّمٰوٰت أو في الأرض يأت بها الله إنّالله لطيف خبير (١٦)  يٰبنيّ أقم الصّلٰوة و أمر بالمعروف و انه عن المنكر و اصبر على ما أصابك إنّ ذٰلك من عزم الأمور (١٧)  و لا تصعّر خدّك للنّاس و لا تمش في الأرض مرحا إنّ الله لا يحبّ كلّ مختال فخور (١٨) و اقصد بمشيك و اغضض من صوتك إنّ أنكر الأصوات لصوت الحمير (١٩)
12. Dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
16. (Luqman berkata): "Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[1181] lagi Maha mengetahui.
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan[1182] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

[1180] Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.
[1181]Yang dimaksud dengan Allah Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu  bagaimanapun kecilnya.
[1182] Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlalu lambat.
*Ref : http://juonorp.blogspot.com/2013/10/mendidik-anak-menurut-al-quran-surah.html 

Sekali lagi selamat berbahagia, selamat menikmati momen yang engkau nantikan dan tetaplah bahagia bersama isteri dan anak-anakmu kelak.


Minggu pagi yang kering
Di saat bersamaan engkau melangsungkan akad
Jojoran 3/61
9’3’14

No comments: