Hari ini adalah hari bahagiamu. Aku tahu bahwa sudah lama engkau
mendambakan momen hari ini dan Allah telah mengabulkan doadoamu. Menjadi pengantin
dari seorang perempuan yang engkau tambatkan hatimu kepadanya. Aku hanya berdoa
dari jauh demi kebaikanmu dan semoga Allah senantiasa meridhai perjalananmu.
Terlalu banyak kenangan yang kita lalui bersama. Perbedaan umur
kita yang terpaut 2 tahun membuat aku tahu segala perjalananmu dari kecil
sampai sekarang dan saat ini seperti sebuah mimpi, engkau akan meniti jalan
hidupmu sendiri dengan mempunyai keluarga sendiri. Memoriku melayang jauh ke
masa kecil kita dahulu. Begitu banyak kebersamaan yang kita lewati meski tak
jarang sebagai bocah kita juga seringkali bertengkar. Satu waktu mungkin saat
itu aku baru kelas satu SD sedangkan dirimu dua tingkat di atasku, saat bermain
ada salah satu teman yang umurnya terpaut jauh dariku dan juga dirimu menggangu
diriku. Engkau dengan beraninya membelaku meski kutahu dia jauh lebih besar darimu
dan yang kuingat saat itu adalah kita sama-sama menangis. Hehe. Itulah masa
kecil yang semua akan menjadi nostalgia indah. Kebersamaan kita saat beternak
kambing, sapi bahkan dulu kita berdua harus mengambil air di sungai sebelum
berangkat sekolah. Kebersamaan itupun dibatasi jarak saat dirimu pergi ke kota
lain melanjutkan studimu saat masih MTs. Namun tetaplah engkau sebagai saudara
maupun kawan terlepas dari kelebihan dan kekuranganmu.
Sekarang waktunya adalah engkau mempersiapkan dirimu menjadi
seorang suami yang bisa membimbing isterinya ke jalan yang dridhai Allah. Pernikahan
tidak harus diartikan sebagai sesuatu yang sifatnya melampiaskan nafsu namun
lebih sakral dari itu, pernikahan adalah jalan untuk lebih banyak beribadah
kepada Allah. Memutuskan untuk menikah
berarti berani untuk bertanggung jawab dunia bahkan akhirat apatahlagi engkau
sebagai lelaki tentunya bertanggung jawab penuh terhadap isteri dan anak-anakmu
kelak dan ingatlah semua hal yang engkau jalani meski itu hal terkecil dalam
keluargamu akan engkau pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Aku tidak berusaha untuk mengguruimu atau ingin menasehatimu apatahlagi
sok tahu mengenai pernikahan padahal aku sendiri belum berkeluarga namun aku
hanya mengeluarkan uneg-unegku tentang pernikahan. Banyak sekali dalam ayat
Al-Qur’an tentang ajaran dalam pernikahan. Ini beberapa (Al-Isra 32), Qs. Annur
24 (32), (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49), (Qs. Yaa Siin (36) : 36), (Qs. An Nahl
(16) : 72), (Qs. Ar. Ruum (30) : 21), (Qs. An Nisaa (4) : 1), (Qs. An Nuur (24)
: 26), (Qs. An Nisaa’ (4) : 3), (An-Nuur:32), (Al-A’raf 189). Dan masih banyak lagi ayat yang memberikan
penjelasan tentang aturan hubungan antara laki-laki dan perempuan. Sebenarnya ayat
pertama yang aku cantumkan itu benar-benar akulah yang harus mengaplikasikannya
karena itu adalah larangan untuk mendekati zina.
Pernikahan memang tidak menyelesaikan masalah namun setidaknya
satu masalah selesai setelah menikah. Ingatlah saat engkau nantinya sudah melewati
perjalanan pernikahanmu, mungkin saja timbul masalah dalam keluargamu namun
yakinkankan dirimu untuk menyelesaikan tidak lebih dari 3 hari. Engkau pun
harus ingat bahwa wanita yang InsyaAllah sebentar lagi akan menjadi isterimu
adalah pilihanmu sendiri maka aku berharap jangan sekali-kali suatu waktu
engkau meninggalkannya ketika ada masalah selama dia masih menurut kepadamu. Jangan
sekali-kali engkau menceritakan kekurangan isterimu kepada orang lain siapapun
itu karena itu akan sangat melukai perasaan isterimu. Jangan sekali-kali engkau
menjadikan isterimu sebagai tulang punggung keluarga karena engkau adalah
seorang suami. Jangan pernah sekali-kali berani memukul isterimu saat kalian
sedang ada masalah karena itu amatlah tercela. Jagalah isterimu dengan
sebaik-baiknya dan sayangilah dia karena pilhanmu sendiri dan juga bahwa engkau
bertanggung jawab penuh terhadapnya baik ataupun buruk.
Yang terakhir adalah ketika suatu saat engkau dikarunia anak, maka
kumohon didiklah mereka dengan sebaik-baik pendidikan karena pendidikan paling
utama dari seorang anak berasal dari dari keluarganya. Perbanyaklah dirimu
untuk belajar mendidik anak-anak meski aku sendiri percaya bahwa inti dari
mendidik anak itu adalah dengan hati. Jangan sekali-kali engkau mendidik anakmu
menjadi seperti kemauanmu, biarkan mereka menjadi diri mereka sendiri selama
masih dalam koridor agama Islam. Ajarkan mereka kasih sayang dan jangan
sekali-kali mengajarkan tentang kebencian. Didik mereka menjadi pemberani dan Jangan
menakut-nakuti mereka. Selalu ajarkan mereka tentang kejujuran dan Jangan sekali-kali
berbohong kepada anak-anakmu. Jika engkau
ada masalah dengan isterimu, jangan pernah memperlihatkan kepada mereka karena
akan mempengaruhi karakternya. Ajarkan mereka tentang kebiasaan berbagi kepada sesama.
Masih banyak lagi yang tak tertulis dan aku tetap percaya padamu engkau akan
bertanggung jawab atas semua itu.
Ini beberapa
ayat dari Surah Al-Luqman ayat 12-19 yang
bisa engkau jadikan referensi
ولقد اٰتينا لقمٰن الحكمة ان اشكر لله و من يّشكر فإنّما يشكر لنفسه و من كفر
فإنّ الله غنيّ حميد (١٢) وإذ قال لقمٰن لابنه و هو يعظه
يٰبنيّ لا تشرك بالله إنّ الشّرك لظلم عظيم (١٣)
و وصّين الإنسان بوالديه حملته أمّه وهنا على وهن وّ فصٰله في عامين أن
اشكرلي و لوالديك إليّ المصير (١٤) و إن جاهدٰك على أن تشرك بي ما ليس
لك به علم فلا تطعهما و صاحبهما في الدّنيا معروفا وّ اتّبع سبيل من أناب إليّ ثمّ
إليّ مرجعكم فأنبّئكم بما كنتم تعملون (١٥) يٰبنيّ إنّها إنتك مثقال حبّة من
خردل فتكن في صخرة أو في السّمٰوٰت أو في الأرض يأت بها الله إنّالله لطيف خبير (١٦)
يٰبنيّ أقم الصّلٰوة و أمر بالمعروف و انه عن المنكر و اصبر على ما أصابك
إنّ ذٰلك من عزم الأمور (١٧) و لا تصعّر خدّك للنّاس و لا تمش في
الأرض مرحا إنّ الله لا يحبّ كلّ مختال فخور (١٨) و اقصد بمشيك و اغضض من صوتك إنّ
أنكر الأصوات لصوت الحمير (١٩)
12. Dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu:
"Bersyukurlah kepada Allah. dan barang siapa yang bersyukur (kepada
Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa
yang tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha
Terpuji".
13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata
kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku,
janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah)
adalah benar-benar kezaliman yang besar".
14. Dan Kami perintahkan kepada manusia
(berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam
Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180].
bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah
kembalimu.
15. Dan
jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada
pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan
pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang
kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan
kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
16. (Luqman berkata): "Hai anakku,
Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam
batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya
(membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus[1181] lagi Maha mengetahui.
17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah
(manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang
mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang
demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari
manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri.
19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan[1182]
dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.
[1180] Maksudnya: Selambat-lambat
waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.
[1181]Yang dimaksud dengan Allah
Maha Halus ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu bagaimanapun kecilnya.
[1182]
Maksudnya: ketika kamu berjalan, janganlah terlampau cepat dan jangan pula
terlalu lambat.
*Ref : http://juonorp.blogspot.com/2013/10/mendidik-anak-menurut-al-quran-surah.html
Sekali lagi selamat berbahagia, selamat menikmati momen yang
engkau nantikan dan tetaplah bahagia bersama isteri dan anak-anakmu kelak.
Minggu pagi yang kering
Di saat bersamaan engkau melangsungkan akad
Jojoran 3/61
9’3’14
No comments:
Post a Comment