March 13, 2014

Coretan Untuk Mamak #8

Ma, hari kamis menjelang. Serasa baru kamis kemarin sekarang kamis yang berbeda telah menghampiri dengan cepat. Waktu benar-benar menggelinding seperti bola yang meluncur di lapangan yang basah. Waktu terus berlari meninggalkan kita ma. Aku selalu menyadari itu ma, setidaknya menjadi pengingat bahwa umur semakin menua di saat belum ada hikmah yang disampaikan. Kamis ini kembali hadir dengan pelajaran yang berbeda ma. Pelajaran yang mestinya harus direkam sebanyak-banyaknya supaya kita tidak dimasukkan kedalam murid kehidupan yang lalai.

Ma, tadi pagi saat bangun, aku sama sekali tidak punya hasrat untuk berdiri dan beraktivitas, aku hanya membiarkan diriku terbaring dan dibuai mimpi yang kedua kalinya. Waktu menunjukkan pukul 10:00, aku baru memaksakan diriku ke kamar kecil lalu kemudian mencari sarapan. Saat di warung langgananku, aku hanya memesan energen dan gorengan dua buah, kemudian asyik membaca jawa pos hari ini. Berita pagi ini tidak ada yang menarik perhatianku sehingga kupercepat menyeruput energenku dan bergegas pulang. Awalnya aku berniat ke bilangan Hi-Tech ngecek harga modem GSM namun ditengah jalan aku menimbang-nimbang kalau Cuma ngecek harga, waktuku terbuang habis. sesaat kemudian kuarahkan motorku ke gramedia manyar. Mama pasti tahu apa yang akan kulakukan kalau sudah ke toko buku ma, di sebagian besar suratku untukmu telah kuceritakan apa yang akan kulakukan kalau ke toko buku dan benar sekali ma, aku ke gramedia hanya untuk membaca buku gratis dengan bermodalkan uang 2 ribu untuk membayar parkir.

Tadi itu di gramedia ma, aku hanya membaca satu buku ma, saking bagusnya itu buku menurutku. Aku sekitar dua jam di gramedia hanya menghabiskan membaca buku tersebut. Judulnya “DiarryBerry” yang ditulis oleh Abdul Latief seorang karyawan Astra Motor. Uniknya lagi ma, dia itu menulis lewat blackberry setiap kali dia pulang kerja. Buku itu berupa kumpulan ceritanya sehari-hari yang kemudian dia selipkan hikmah di dalamnya. Banyak sekali hikmah yang bisa dipetik dari bukunya ma. Aku coba untuk menguraikannya satu persatu yang paling kuingat.

di salah satu bagian tulisannya ma, dia menceritakan suatu ketika dia dan isterinya jalan-jalan di mall lalu dia melihat permainan anak-anak, dia berkata kepada isterinya bahwa dia akan membelikan mobil listrik buat anaknya yang bisa dipakai keliling kompeks. Isterinya sama sekali tidak setuju ma, dan ini jawaban isterinya ma, “saat anak kita keliling kompleks dengan naik mobil listrik, dan anak-anak di lingkungan kita yang tidak memilikinya pasti meminta dibelikan oleh orangtuanya, bukankah tidak semua akan dibelikan orang tuanya? Atau anak kita akan membanggakan mainannya, dia akan menjadi anak sombong. Anak kita akan menjadi anak yang tidak peka dan anti sosial”. Itulah jawaban isterinya ma. Aku langsung teringat fadel saat membaca ini ma, fadel yang beberapa hari ini meminta dibelikan tablet. Bukannya aku tidak mau atau tidak mampu namun ada banyak faktor nilai yang kemudian mengurungkan niatku untuk membelikannya dan akibatnya akan sangat besar pada karakternya ma, jadi kumohon biarkan dia dengan keinginannya karena memang anak-anak seperti itu namun kita harus bisa memilah mana yang bisa dipenuhi dan mana yang tidak.

Ada juga hikmah yang sangat bermanfaat tentang pekerjaan yang diuraikan dibukunya ma. Ada tiga hal yang membuat kita harus memilih suatu pekerjaan yang pertama adalah pekerjaan itu bisa menafkahi lahir bhatin secara halal. Yang kedua adalah saat pekerjaan masih memberi kesempatan untuk belajar dan yang ketiga adalah saat pekerjaan masih memberi kesempatan untuk memberikan manfaat bagi bagi banyak orang.

Ada juga yang membuatku semangat membacanya karena dia bercerita tentang pengalamannya suatu waktu ke Toraja. Dia menceritakan sensasinya melewati perjalanan dari Makassar ke Toraja yang berliku-liku dan otomatis dia melewati kampung kita yang tercinta ma, enrekang..hehe. dia katanya mampir di warung depan gunung nona dan melihat-lihat pemandangan di sana ma.

Kisah terakhir yang ingin kuceritakan ma adalah sebuah kisah yang juga dia sadur dari bacaan lain. Inti cerita yang dia ceritakan ulang seperti ini ma. Dua sahabat si madun dan kirun adalah pemburu. Sebelum berburu mereka mencoba pedang mereka sialnya jari madun copot karena sabetan pedang kirun. Tidak ada penyesalan di wajah kirun dan dia hanya mengatakan bahwa ini memang yang terbaik untukmu. Karena kesal, si madun memenjarakan kirun namun lagi-lagi kirun berkata memang ini yang terbaik untukku. Singkat cerita madun berangkat berburu dengan kawan-kawannya yang lain, di tengah hutan mereka ditangkap bangsa kanibal dan akan dijadikan persembahan, sebelum dipersembahkan, mereka diperiksa jasmaninya ternyata madun dilepaskan karena jarinya yang cacat. Dia lalu merasa berutang kepada kirun dan pulang minta maaf kepada kirun karena telah memenjarakannya. Si kirun hanya mengatakan bahwa memang ini terbaik untukku Karena kalau engkau tidak memenjarakanku aku akan ikut berburu dan dipersembahkan oleh bangsa kanibal.  Begitulah ceritanya ma tentang orang yang benar-benar tawakkal karena semua terjadi Karena Allah tinggal bagaimana kita menyikapinya.

Selain masalah buku, ada juga tadi cerita lucu saat aku membaca ma. Awal membaca, seorang perempuan duduk di sampingku sambil membolak-balikkan resep masakan sedangkan aku di sampingnya terbahak-bahak karena memang ada beberapa dari cerita buku tersebut yang lucu, mungkin karena agak terganggu dia beranjak pergi dan tidak lama setelah itu diganti oleh laki-laki yag mungkin seumuran denganku. Dia juga dengan cueknya tertawa karena mungkin saja bacaannya lucu jadilah kami sama-sama tertawa dengan bacaan masing-masing

Hampir jam 1 siang aku pulang ma. Karena belum makan, aku ke bu ning makan lalu kemudian pulang ke kos leyeh-leyeh.

 
BUKU DIARRYBERRY
Tetaplah berbahagia ma, karena hidup hanya sekali dan hidup itu harusnya bahagia.


Kamis siang yang mendung
Jojoran 3/61
13’3’14

No comments: