February 28, 2014

Hikmah Jum'at Ini

Aku benar-benar harus mengamini beberapa potongan ceramah jumat di mesjid syuhada kota Madiun yang baru saja kuikuti. Bagaimana tidak, entah kebetulan atau memang telah digariskan untuk kuambil hikmahnya namun ceramah tadi seakan khusus ditujukan buat diriku pribadi.

Pertama, sang uztadz mengatakan bahwa begitu banyak orang yang kelihatan sangat alim dari luar namun akhlak dari dalam hatinya sangat bobrok, harus kuakui bahwa akhir-akhir ini, aku begitu banyak melakukan hal yang sudah melampaui batas dan selalu saja aku terus begitu meski seringkali aku berusaha untuk melawan dan seringkali pula aku khilaf dan untuk kesekian kalinya aku harus memperbaiki diriku untuk lebih baik tanpa menengok kiri kanan

Potongan ceramah  yang kedua adalah tentang pemimpin. Kita kerap kali menyalahkan sistem dan terus menerus membully pemimpin saat terjadi sesuatu di luar apa yang diinginkan. Seringkali berteriak tentang pemimpin yang dzalim dan di lain sisi, ternyata pribadi kita masih terus saja dzalim. 

Kita adalah pemimpin untuk diri sendiri dan jangan pernah sok mengkritik ketika kita masih sering dzalim terhadap diri sendiri. Orang yang paling lantang berteriak tentang korupsi dan menentang mati-matian korupsi adalah orang yang ketika mendapat kesempatan melakukannya akan melakukannya juga.

Di bagian kedua tulisanku ini, aku harus menjelaskan secara terperinci supaya tidak terdistorsi dengan hal-hal yang sering kita saksikan. Pertama yang aku maksudkan menyalahkan sistem adalah kita teriak sana sini tentang sistem dalam di dalam hati kita melakukannya karena belum mendapat kesempatan tergabung di dalamnya jadi untuk dilirik dan bergabung di dalamnya, kita ambil jalan kontradiktif dengan menentang padahal menginginkan akan hal tersebut. 

Kedua bahwa aku tidak pernah menyalahkan orang yang aksi dimana-mana tentang pemberantasan korupsi atau pun setiap hari menulis tentang bahaya laten korupsi namun aku hanya berharap seiring dengan itu mereka juga menyiapkan mental untuk tidak benar-benar melakukan korupsi ketika mendapat kesempatan karena akupun saat masih kuliah begitu menggebu-gebu aksi seperti itu dan beberapa teman yang kulihat dan pada akhirnya sebagian dari mereka ikut dalam sistem yang mereka tentang.

Terakhir kesimpulanku adalah hiduplah dengan hati, ketika mengkritik jangan sampai emosi, saat kepala sedang panas dan hati ikut mendidih. hiduplah dengan hati yang tenang dan berdamai dengan apa saja. Bukan maksudku berdamai dengan perilaku akhlak buruk seperti korupsi namun dengan cara yang elegan tanpa menghancurkan nilai kemanusiaan. 

Percayalah bahwa ketika kita hidup dengan hati yang damai maka pada saat itu kita sedang berada di perjalanan hidup yang benar


madiun
mesjid At Taqwa
12.30
28.2.14

February 26, 2014

istanaku dan kecoak

kecoak
selalu muncul tibatiba di istanaku
sesekali kuinjak, seringkali kutindis
hingga mungkin beribu meradang nyawa di tanganku

ah, kecoak
masih menampakkan tubuhnya yang mungil
hingga di titik klimaks
aku menjadikannya sahabat
memberi makan
lalu menyapa ketika aku tiba
hitunghitung punya keluarga di istanaku yang hening
toh engkau juga utusan Tuhanku
hadirmu melengkapi semesta ini

hanya satu
semoga engkau tidak menjadi sumber keburukan buatku
namun berkah untuk membunuh sepiku

negeri antah berantah

menanti apa yang tak mungkin datang
mencari apa yang tak pernah hilang
berjalan tanpa arah mengikuti lorong waktu
itulah perjalanan hidup


bising dalam keheningan
sunyi dalam keriuhan
terkapar lalu bangkit lagi
dan hampa selalu membayangi

makassar
juli 2012
tulisan yang tertinggal
dibuku yang hampir saja hilang

hujanmu tlah reda


Dan akhirnya
Hujan yang sedari kemarin menetes tanpa henti
Perlahan reda dengan mentari yang menampakkan sinarnya
Ah, memang harus seperti itu
Ketika mentari terus ada
maka tetap saja mendamba hujan
Bahkan ketika basah setiap kali hadir
Mentari bak dewa yang diimpikan
Dan biarkan hidup seperti itu
Biarkan dia berputar sesuai dengan sunnatullah
Tangismu
Yang sedari kemarin menetes tanpa henti
Adalah bukti bahwa mentari butuh instirahat
Dan biarkan sekarang engkau menggenggam rembulan
Sebelum langkahmu kau pacu ke ibukota
Karena disana
Hujan seringkali dibenci
Mentari dicaci
Bahkan rembulan yang cantik pun tak diharapkan
Berjuanglah di sana gadisku
WPS.

menonton PSM latihan


Ah, ini tentang cerita yang mungkin tidak terlalu menarik untuk kutulis namun karena perjuanganku untuk ini maka aku butuh untuk menuliskannya. Ini tentang aku yang sangat ingin menonton PSM Makassar latihan di Surabaya.
Sudah dua sore berturut-turut aku menjambangi stadion brawijaya kodam yang sering dipakai oleh PSM Makassar latihan selama berkandang di Surabaya namun dua kali sore tersebut penantianku selalu siasia karena aku tidak mendapati mereka latihan di sana.
Sore kemarin aku menanyakan ke petugas stadion kapan latihan PSM Makassar akan digelar lagi. Lantas dia memberi tahuku bahwa PSM latihan di stadion ini setiap pagi bukan sore. Ah, ternyata selama ini aku salah informasi. Sore kemarin aku sudah berniat untuk menonton besok pagi
Dan tadi pagi, semua hasratku terpenuhi. Tepat jam 6 pagi aku meluncur ke stadion brawija dan butuh 30 menit untuk sampai di sana. Kulihat amat sepi dan kukira mereka tidak latihan namun ternyata mereka sedang latihan.
Hampir satu jam lamanya aku menonton latihan mereka. Costas yang sedang cedera ringan hanya di pinggir lapangan meregangkan ototnya sedangkan pemain yang lain melahap porsi latihan pagi itu.
Setelah latihan kudekati tempat istirahat mereka dan pada akhirnya ketika ponaryo astaman keluar dari stadion menuju bis, aku meminta foto bareng dari salah satu pemain yang aku tidak kenal namanya. Hehe, kasihan pemain itu jadi tukang foto..

ini foto-foto tadi pagi

lagi pengarahan

lagi latihan sundul

setelah latihan

berdoa setelah latihan

keputusan ibuku terbaik


Pengalaman tadi sore mungkin adalah salah satu pengalaman unik, lucu, menggelikan bahkan memicu emosiku. Bercampur aduk rasanya mengingat pengalaman tadi meski saat sekarang ini. hanya kelucuan tertinggal mengingat peristiwa tadi dan sesekali aku senyum tipis saat membayangkannya. 


Bermula saat aku berangkat ke kampus B UA mengambil kartu pendaftaran tes toefl. Saat di ruang tunggu kulihat begitu banyak peserta yang antri. Kutekan tombol di samping pintu masuk untuk nomor antrian, kulirik kemudian dan ternyata aku harus menunggu 20 orang. ah, benarbenar agak lama menurutku namun karena aku juga tidak ada urusan yang mendesak sehingga tetap kutunggu giliranku. Aku duduk di pojok ruang tunggu sambil mengamati mahasiswa-mahasiswi yang asyik bercengkerama dengan teman-temannya sambil menunggu giliran, ada juga yang sendirian kemudian asyik mempermainkan HPnya. Aku yang sedari tadi bingung terpaksa hanya duduk diam dan sesekali mengecek HPku. Tepat saat urutan 150, tersisa 4 orang lagi karena urutanku 154 tiba-tiba saja HPku berdering. aku melihat sms yang masuk ternyata panggilan dari PT Freeport untuk mengikuti tes. betapa senang hatiku saat itu meski sedikit agak bingung karena tesnya di Jakarta. Aku galau memutuskan apakah tetap mengambil kartu tes toefl atau tidak karena konsekuensinya ketika tes diadakan bersamaan maka salah satunya akan kukorbankan. Mulailah berkomat-kamit mulutku untuk berdoa semoga diberi ketetapan hati hingga pada akhirnya aku keputusanku tetap mengambil kartu tes dan jika memang tesnya bersamaan maka hitung-hitung pembayaran tes toefl yang hangus sembagai sumbangan.


Setelah mendapat kartu tes, aku bergegas menuju kediamanku di jojoran 3, segera kubuka emailku dan kudapati memang benar ada surat panggilan tes yang tersusun rapi dengan TORnya. Aku meminta pertimbangan dari beberapa orang terdekatku mulai dari windi dan ibunya. Kalau windi agak sedikit ragu karena penempatan di PAPUA sedangkan ibunya sedikit setuju untuk dijadikan pengalaman. Lama berpikir keras, aku telepon ibuku karena bagaimanapun ketika keputusanku mentok pada kebingungan yang super duper bingung maka ibukulah pengambil keputusan yang paling bijak. 


Saat kutelepon ibuku, mula-mula menanyakan kabar kemudian kuutarakan ada panggilan tes namun penempatan di PAPUA, sejurus kemudian dengan amat sangat yakin, ibuku tidak mengijinkan kemudian mengatakan bahwa cari dimanapun namun yang penting di tempat aman titik. Keputusan itu tidak bisa lagi diganggu gugat dan itu pula yang menjadi keputusanku, sesaat kemudian ketelpon balik windi dan ketika aku menelpon ibuku ternyata windi googling tentang pemanggilan tes tersebut dan ternyata adalah sebuah penipuan.


Ah, benarbenar ibuku yang tahu mana yang terbaik. Aku sadar bahwa meski ibuku tidak tahu itu penipuan namun  perasaan sebagai ibu yang sangat kuat membuatnya tahu mana yang terbaik untukku.


Setelah itu, aku menghubungi terus-menerus kontak person sang penipu dan kesal karena aku Tanya macam-macam dan mungkin juga dia sudah sadar bahwa aku sudah tahu kalau itu penipuan dan akhirnya dia berbicara dalam bahasa bugis dan sialnya lagi bagi dia karena aku paham bahasa bugis dan aku ancam akan menelusurinya dan mencari identitasnya sampai akhirnya dia tidak mau sama sekali mengangkat teleponnya.

Ah, benar-benar hari yang amat melelahkan…!!!

February 25, 2014

2 kamar berbeda

11,12,12
dan kamar ini
tempatku mematung
berdiam diri dalam kesunyian
menunggu hari esok
kembali larut dalam kebisingan

25,2,14
dan kamar ini
tempatku mengukir senja
mengeja waktu tak terkejar
melukis kenangan dalam cerita
dan juga
kamar ini
tempatku merangkai asa esok hari
semoga cerah adanya

mimpi yang terwujud

aku bermimpi
dunia menjadi sangat indah dengan taman bungabunga
sesaat kuterbangun
dan mendapati ironi
ah, kulanjutkan saja tidurku pagi ini
bermimpi lagi
semoga saat bangun siang nanti
duniaku telah benarbenar menjadi taman firdaus

Nb. ini adalah mimpiku  yang sebentar lagi terwujud

gubeng
2.12.12

aku dan kehidupan samping rel

simpang rel
gubeng lama
19'12'12

#1
ibu renta samping rel
masih memintal asa dalam gelap
demi takdir yang harus dijalani
walau sering cibiran menghampiri


di rel gubeng
23'1'2013
#2
bocah kumal itu
seperti yang kulihat senja kemarin
mengais harapan yang tak pasti
menunggu makhluk dermawan
dengan kaleng susu dipinggang
dan seringkali hujatan menyapa


simpang rel
ngagel jaya
18'8'13
 bapak itu
topi yang nampaknya tak asing
masih setia mengayuh becaknya
menunggu  rejeki dari penumpang kereta
untuk diantar sampai ke tujuan

dia tetap disana
tetap setia dengan sisa air di botol bekas
untuk penghilang dahaga
kadang kulihat makan siang saat dhuhur
tepat saat rejeki cepat menghampiri
namun seringkali kudapati dirinya
menyantap makan siap di senja hari
saat tak ada yang bermurah menumpang becaknya
ah, bapak itu
benarbenar menikmati hidupnya


Simpang rel
wonokromo
20'2'14
#3
wanita itu
nampaknya paruh baya
dengan pakaian yang serba irit
dada yang menonjol
dan bokong yang sengaja digoyangkan
mata yang awas menunggu lelaki haus
remang malam tak menghalangi
bahkan bising kereta yang lewat pun tak masalah

ah, wanita itu
dengan hanya beratap tenda terpal
beralaskan dipan
memuaskan setiap lelaki pencari kenikmatan

kutanya ia malam itu
sudah 5 lelaki yang menikmati tubuh sintalnya
dan saat sepi pelanggan
ia menyusu bayi yang disampingnya 



#1
kejadian itu selalu kudapati saat masih bekerja di LSM surabaya. beberapa ibuibu yang mungkin saja seumuran dengan ibuku kudapati di perlintasan rel di samping gubeng baru. jalanan itu kerap kali kulewati saat hendak berangkat maupun pulang bekerja. jalanan tersebut adalah jalanan pintas dari kediamananku di gubeng kerjataya ke arah kawasan jl pemuda. saat itu jalur angkot masih membingunganku dan juga untuk mengirit ongkos maka kuputuskan untuk memanfaatkan kakiku menuju tempat kerja di bilangan basuki rakhmat. sebenarnya alasan utama jalan kaki adalah mengirit ongkos, hehe.. dan saat seperti itulah, aku selalu mendapati mereka di perlintasan rel yang kulewati entah pagi siang atau malam. pekerjaanku yang menggunakan sistem shift mengharuskanku kadang pulang malam dan tetap saja pemandangan itu akan kudapati.





#2

sama seperti halnya diatas. seringkali pula bocahbocah usia sekolah yang seharusnya menghabiskan masa kanakkanak mereka di sekolah namun terpaksa mangkan di samping rel, entah mereka mengemis, mengamen sambel mengemis atau bahkan copet. bedanya bahwa mereka lebih gesit dari orang tua tersebut untuk menghampiri orangorang yang lalu lalang. 


#3
nah yang ini aku jumpai di sekitar jalan ngagel menuju gubeng. deretan tukang becak yang sudah renta menunggu rejeki tanpa kenal waktu. terkadang mereka membunuh waktu menunggu dengan tidur, sekedar ngobrol dengan sesama teman atau bahkan mandi di kali dekat jalan tersebut. seringkali saat kulewati jalan tersebut pukul 23.00, mereka tetap saja disitu, sekali dua kali melihat mereka di sana sampai larut malam membuatku menerka-nerka bahwa mereka memang masih menunggu rejeki tengah malam namun setelah seringkali melewati jalan tersebut dan seringkali pula kudapati mereka sudah lelap diatas becak dengan berselimut sarung kumal dan becak yang diikat di batang pohon membuatku yakin bahwa mereka memang benar-benar tinggal disana. entahlah apakah mereka tidak mempunyai rumah namun hidup dan lahan mereka adalah becak itu. aku berpikir kenapa saat malam becak mereka diikat di batang pohon dan ternyata mereka khawatir sewaktu-waktu angin menggoyang-goyangkan becak mereka karena kota itu sering kali dihampiri angin kencang saat tengah malam atau saat hujan akan turun


#4
nah, pemandangan yang terakhir ini kudapati saat aku sudah bekerja di salah satu kota di perbatasan kedua provinsi ini. setiap bulan kami terkadang harus ke kantor cabang di ibu kota provinsi. pernah beberapa kali aku bersama rekan kerjaku ke kota ini untuk mengantar barang perusahaan. dia memang sudah hapal dengan seluk beluk kehidupan kota ini karena kuliah disini meskipun dia berasal dari provinsi jawa tengah sedangkan aku bahkan belum tahu karena baru menginjakkan kaki di kota ini 1 tahun lalu. setelah menyelesaikan urusan kantor dan harus lembur sampai malam larut, dia iseng mengajakku ke pinggir rel di barat stasiun kereta. aku menjumpai begitu banyak pengunjung di sana bahkan serasa baru jam 8 malam sedangkan saat kutengok jam tanganku sudah bergerak ke jam 2 subuh. kami mengitari kumpulan orang di sana. ada judi yang ramai sekali, entahlah bagaimana sistem perjudiannya namu aku lihat jelas setiap orang menyetor uang ke bandar dengan nominal yang bervariasi kemudian bandarnya mulai memainkan dadu dan tak lama kemudian ada raut yang sumringah dan raut yang kecewa. aku menebak raut yang sumringah adalah pemenangnya dan raut yang kecewa tidak beruntung. aku sama sekali tidak paham caranya namun durasi waktunya hanya sekitar 10-20 menit. menyetor uang kebandar, kemudian bandar mengocok dadu dan keluar pemenang. begitu seterusnya.

setelah puas menyaksikan perjudian yang merangkat, kami mengitari tendatenda yang berjejeran di pinggir rel itu. sesekali ketengok kedalam tenda untuk memastikan penghuninya siapa ternyata mereka setia menunggu di luar tenda. saat melewati tenda, sapaan halus dari para wanita terus kami dengan. ada yang paruh baya namun ada pula yang masih sangat muda. semua berpakaian yang menonjolkan lekuk tubuh. dengan suara yang dilembutkan terus menyapa kami. meski dalam bahasa jawa namun aku yakin mereka meminta untuk membeli tubuh mereka. terkadang saat melewati tenda yang kelihatan sepi, maka penunggunya sedang melayani pelangganan di dalam tenda dan terkadang terlihat tenda yang begoyang atapun erangan kesakitan dari wanitawanita tersebut.

February 24, 2014

Surat Untuk Gadis Bernama W

Surat ini kubuat untukmu di tengah malam yang pekat saat malam sebentar lagi menjatuhkan dirinya dalam subuh. Disaat aku berpikir tentang semua apa yang aku lakukan kepadamu sehingga setiap hal yang terjadi di dirimu, orangorang akan menunjuk hidungku sebagai penyebabnya. ah penat juga aku dengan keadaan seperti ini. Aku memang berjanji untuk tidak meninggalkanmu namun sampai kapan aku harus dianggap sebagai semua penyebab kesedihanmu. Aku terima itu namun senja dan malam yang menjadi temanku tidak akan pernah menerima itu semua. Aku harus selalu menjadi kambing hitam atas semua laramu meski aku sendiri tak tahu itu. 

Aku tak tahu lagi harus bilang apa ke kamu. Begitu banyak katakata mutiara bahkan puisi yang aku sendiri tak kumengerti kutulis untukmu untuk menyenangkan hatimu namun apa,? Aku tahu engkau membalas dengan sangat tulus cinta yang kuulurkan kepadamu namun benarbenar aku tak mengerti ketika engkau setiap kali harus menangis dan setiap kali itu pula aku yang harus disalahkan. Di suratku yang lain atau mungkin puisiku memintamu untuk menangis jika memang ingin menangis namun tidak seperti menangis yang sering engkau pertontonkan. Bukan menangis histeris seperti yang sering engkau lakukan dan tidak juga harus setiap saat harus mengucurkan air mata. Aku memang suka dengan mata yang selalu basah namun bukan basah karena amarah tetapi mata yang basah karena muhasabah.

Ah, entahlah ini sampai kapan?

Mungkin dan mungkin saja memang kadang aku kelewat mencandaimu ataupun purapura membuatmu sedih namun kukira engkau sudah amat paham akan watakku yang sering usil disetiap hal dan kenapa engkau harus balas dengan tangismu yang sering mengganggu orang di sekitarmu hingga akhirnya aku lagi yang menjadi hal semua kesedihanmu.

Akupun tak bisa merubah setiap tingkahku karena itulah aku apa adanya. jika engkau memintaku untuk menjadi seperti yang engkau inginkan. Bukankah itu bukan lagi diriku dan aku menjadi orang lain. Seperti gambaran orang yang ada di kepalamu lalu kemudian ketika seperti itu, bukankah ternyata engkau tidak menerimaku apa adanya? lalu buat apa aku disini? Untuk menjadi boneka mainanmu. 

Ah, aku tidak tidak sedang menulis pledoi untuk membela diriku, benarbenar tidak sama sekali. Aku juga amat sangat menyadari bahwa sudah begitu banyak kesalahan yang kubuat kepadamu dan membuatmu sedih, aku akui itu namun untuk kali ini. Aku hanya akan diam, diam dalam beribu bahasa sehingga engkau tidak lagi tersinggung dan tidak lagi bersedih. Aku akan menjadi orang lain seperti yang engkau angankan. Tidak ada lagi canda dan usilku kepadamu. Aku akan mengikuti maumu jika seperti itu yang selama ini engkau inginkan.

Engkau memintaku untuk tidak meninggalkanmu, yah, aku penuhi itu tidak akan meninggalkanmu dan selalu ada untukmu namun satu hal yang engkau harus tahu, aku akan menjadi pribadi yang lain di depanmu, bukan lagi seperti aku yang engkau kenal dulu saat aku masih di kota seblah kotamu. Aku akan menjadi pribadi yang diam dan tidak akan usil lagi hingga engkau tidak merasa terganggu lagi.

Malam, cepatlah bawa ragaku kedalam mimpimimpi malam ini. Sudah penuh sesak kepalaku dengan pikiranpikiran yang seakan meremukkan rongga otakku. Aku harus istirahat malam ini menjemput mimpi yang mungkin saja lebih indah dari realitas yang sedang aku jalani. Gadis yang katanya begitu tulus mencintaiku selalu mencampakkanku dalam perasaan bersalah. Ah, tidak seharusnya aku ngomong seperti itu karena aku mencintainya tanpa satu alasan pun meski dia melakukan berbagai hal yang menyiksa sukmaku. Bukankah mencinta itu harus juga siap menderita dan inilah aku. Tetap akan mencinta meski siap dengan sesak yang tertahan di dada.


Malam tlah larut
Semoga surat ini sampai kepadamu
Esok pagi atau tahun depan

mencumbu malam

gubeng
9'12'12

#1
menjamahmu tak hasratku
karena kupaksa memitingmu
hingga eranganmu menggema
memuncak lalu diam, lemas dan tidur

tumbuhlah ia
benih cinta terlarang
tentang aku dan engkau


kertajaya
18'12'12

#3
nikmatilah tubuh wanita itu
sepuasmu
sampai hasratmu mendaki ke puncak birahi
larutlah engkau dalam senggama sesat
dengan beribu gaya
yang engkau tiru dari filmfilm
namun itu akan membunuhmu

  
19'12'12
gubeng

#4
kulihat dirimu telanjang tanpa BH favoritmu
ingin kujamah lalu mencumbui
namun tidak
kubiarkan engkau tetap telanjang
mematung dan akhirnya onani


19'12'12
Gubeng

#5
kau menghampiriku malam itu
di kamar depan tv tanpa dipan
tak sehelai benang di tubuhmu
hingga setiap sisi tubuhmu terlihat olehku
aku dan kaupun berhasrat

dan setelah itu
semuanya hening
dan akhirnya penat menghampiri


20'12'12
kertajaya

#6
malam itu
telah mengutuk laku kita
lendir yang kutabur tepat di ujung rahimmu
benarbenar menjadi petaka

akan tumbuhlah ia
menjadi saksi hidup
atas khilaf kita diujung malam itu
karena nafsu menggelora
engkau dan aku gelap


rindu #2

gubeng
1'12'12


aku mengukir rindu itu
merangkai dalam sebuah kamar kebisuan
namun semua
berlalu tak berbekas
tanpa meninggalkan pesan


rindu itu tertinggal jauh
menguap kemudian disapu senja
dan tersisa setitik untukmu


kedungdoro
11'1'13

secarik rindu ini
kusimpan rapi di sudut hatiku
kan kubingkai dengan warnamu
warna pink dalam kasihku
kepadamu

kukirim untukmu lewat doadoaku
dan jika masanya tiba
aku kan kembali
menjemputmu dengan tabungan rinduku

AKU

aku seonggok tanah berlumpur
mengitari bumi ini dalam ketidakpastian
jemu, tawa, sedih menjadi bagianku
tak tahu titik tempat tujuan

aku segumpal mani tak terpakai
numpang lahir tumbuh dalam rahim sang pertiwi
lupa akan asal datangnya
menjadi pongah dalam setiap tingkah

aku adalah mayat terbungkus kafan
bersiap diri menuju keabadian
diarak dalam keranda 
teriring doadoa
menuju rumah dalam liang

masa itu benar datang
penyesalan menjadi debu tak berarti
menunggu pengadilan yang sesungguhnya



kertajaya 
20'12'12


gadis dan airmata


Katamu,
engkau selalu menangis ketika ada masalah
Katamu lagi,
Menangis dapat melegakan bebanmu
Ah, engkau benar gadisku

Menangislah sebisamu karena airmata yang sering menangis akan bersinar tapi satu hal yang engkau ingat, menangis jangan histeris karena dilarang. Seperti kata dewa 19, menangislah bila memang harus menangis karena kita semua  manusia

Aku terkadang menjumpaimu menangis di beberapa episode kebersamaan kita dan setiap engkau menangis selalu saja akan membiarkanmu hingga reda tangismu karena engkau tampak manis ketika menangis

Di warung itu,
engkau menangis saat perpisahan menjemput
Di terminal itu
Engkau menangis sejadinya
Saat bis akan mengantarku
Di samping masjid dekat kosku
Engkau menangis tersedusedu
Saat kubiarkan dirimu sendiri

Dan entah dimana lagi
Engkau selalu mengucurkan air mata
Ketika waktu perpisahan kita tlah tiba

Ah, terkadang kutak tega, terkadang kuikut sesak
Namun bukanlah kita telah menancapkan ikrar di samping tugu itu
Kita akan berjumpa lagi
Mengukir setiap kebersamaan kita
Dan engkau berjanji
Saat bersama nantinya
Tangismu tak akan lagi terlihat

Engkau masih ingat kan janjimu itu, gadisku…??