September 21, 2018

OTS #12

Tidak terlalu berkesan perjalanan kali ini karena tepat dua tahun yang lalu, saya sudah pernah menjajaki kota ini dengan tujuan yang sama. tidak terlalu banyak perubahan di kota ini selama dua tahun terakhir. mungkin hanya perbaikan jalan di beberapa titik yang membuat kota ini sedikit macet. bangunan masih sama dan cuaca seperti layaknya kota kecil di pulau Jawa, menyenangkan dan membuat rindu. saya yang pernah tinggal di Ngawi serasa kembali mengenang masa lalu.

Enam hari ini kota ini berjalan begitu cepat, hanya saja sudut kota yang kali ini kukunjungi hampir sama di dua tahun sebelumnya.

Wisata kuliner yang pernah kurasakan seperti warung makan di sebuah tempat menuju Baturaden. sedikit berbeda tentang menu masakan dan tata ruang warungnya yang lebih rapi.

hal lain yang berbeda adalah merasakan menginap di hotel baru dekat kantor. selebihnya suasananya masih sama. riuh kehidupan serasa berhenti pada sekitar jam 8 atau jam 9 malam. orang banyak yang berdiam di rumah sehingga kota lebih lengang. berbeda berkali lipat dengan kehidupan ibukota yang serasa tidak pernah berhenti berdetak.

menurut saya, kota ini memang salah satu pilihan terbaik bagi sebagian orang yang suka dengan ketenangan dan ingin menikmati hidup yang tenang. kota ini menawarkan banyak sisi yang bisa dihirup sebagai energi kehidupan. dekat dengan alam dan terhindar dari kegaduhan hidup.

September 2018
#Purwokerto

September 7, 2018

Semakin Menua

Tepat hari ini, berkali lipat tahun yang lalu, saya dihadirkan ke dunia ini tanpa kesadaranku secara kalkulasi manusia. Tuhan memilihku menjadi salah satu penghuni bumi sampai pada detik ini. 

Di saat manusia lain sudah menemukan misinya dihadirkan sebagai manusia, saya masih bingung sampai sekarang, apa sebenarnya tujuan Tuhan mengirimku ke dunia ini dalam wujud manusia. jika banyak orang dengan klise mengatakan bahwa jadilah manusia dan berbuat baiklah namun menurutku tidak berhenti sampai di situ. ada hal lain kenapa setiap orang dihadirkan. saya yakin semua punya misi khusus dan itu yang sampai sekarnag belum kutemukan.

"وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan, AKu tidak menciptakan manusia dan jin melainkan untuk menyembah-Ku.” [Adz-Dzariat/51 : 56]"
Ayat di atas menurutku misi umum bagi semua manusia, namun pribadi masing-masing punya kekhasan dan itu yang harus digali, sialnya saya yang sudah hidup hampir dua kali lipat usia Nabi Muhammad Saw belum menemukan apa sebenarnya keunikan atau potensi yang diselipkan Tuhan dalam diriku yang bermanfaat bagi orang lain. 

Umur yang semakin menua, saya masih berada pada pergulatan pekerjaan yang tidak sesuai dengan prinsip namun tetap bertahan karena kebutuhan. oh mengerikan memang namun pada puncak kegelisahan pun belum ada jalan keluar sampai pada detik ini. perasaan paling bersalah apalagi yang melebih rasa bersalah terhadap penghianatan kata hati. kita bergulat dengan rasa bersalah setiap saat namun tidak kuasa mengikuti kata hati, hanya mengeluh tanpa berada bertindak.

Saya kembali berikrar kepada nuraniku bahwa tahun ini terakhir berada di pekerjaan yang tidak sejalan dengan prinsipku, kekuatan hati dan doa-doa yang mengalir deras dari lisanku senantiasa membangkitkan harapanku bahwa Tuhan sang Pemilik semesta akan berkenan mengamini doaku karena sekeras apapun usaha dan tekad jika Sang Maha belum berkenan maka tidak ada yang bisa mengubah apapun. saya sudah mengalami banyak hal yang menurutku memang tidak bisa diganggu gugat terkait kejadian-kejadian yang tidak disangka.

paling tidak kita hanya bisa berdoa yang terbaik dengan meenyerahkan keputusan yang terbaik menurut-Nya. "jika memang impian ini terbaik untuk diri dan keluarga, dunia dan akhirat maka ridhailah karena yang tahu segalanya adalah Engkau Ya Tuhanku." mungkin seperti itu redaksi yang lebih baik dibandingkan dengan redaksi meminta untuk diluluskan dengan nada yang menggebu.

Tahun ini, saya punya impian keluar dari pekerjaan ini dan mencari pekerjaan yang sesuai dengan hati. saya berencana dan berusaha mendaftar di instansi yang menurutku lebih aman. ironinya lagi bahwa ini yang kesekian kalinya saya mencoba. saya tidak tahu di tempat mana saya terdampar namun saya akan berusaha dan berdoa kemudian menyerahkan segala keputusan kepada Tuhanku dengan mengandalkan intervensi doa. saya yakin Tuhanku akan selalu mengiringi jalanku dan menunaikan impianku. 

Ibuku, ibu dari anakku dan Ibu dari ibu anakku akan bahagia ketika impian ini terwujud. mereka adalah kebahagianku.

sampai jumpa di akhir tahun ini. semoga Tuhanku menunjukkan kuasanya kepadaku dan mengamini doa-doaku untuk impianku dengan keridhaanNya.

7 9 18