July 30, 2010

Transformasi Peran Negara Dalam Arus Globalisasi

-->
Diskursus tentang globalisasi mungkin menjadi wacana yang paling sering didengar, mulai dari tingkatan orang awam sampai pada tingkatan generasi yang dianggap sebagai kaum intelektual. era 60-an menjadi awal dikenalnya konsep globalisasi. Sama halnya dengan diskursus pada umumnya yang sering menimbulkan Ambivalensi, Perdebatan tentang globalisasi pun menjadi sangat rumit karena memunculkan dua kubu yang pro dan kontra terhadap globalisasi, kita kenal orang-orang di pihak yang pro terhadap globalisasi seperti Martin wolf, Francis Fukuyama dan dedengkot seperti David Ricardo dan Adam Smith. Globalisasi dalam pikiran mereka adalah jalan menuju kesejahteraan ( seperti buku yang ditulis oleh Martin Wolf, Globalisasi, Jalan Menuju Kesejahteraan ). Pihak-pihak yang getol menentang globalisasi seperti Vandava Shiva, Naomi Klein.

Ketika berbicara tentang konsep globalisasi, maka tidak akan mungkin terlepas dari wacana tentang Negara. Globalisasi akan senantiasa membawa Negara sebagai entitas yang tidak terlepas didalamnya karena globalisasi berbicara tentang dunia global. Disnilah ruang yang menjadi perdebatan sangat alot, dimana globalisasi dianggap sangat bermanfaat untuk negara oleh pendukungnya karena menganggap bahwa dengan globalisasi dalam hal ini pengintegrasian ekonomi maka setiap Negara mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Martin wolf mengklaim bahwa konsep globalisasi lah yang mampu mengangkat India dari keterpurukan pada tahun 1991.revolusi di bidang pertanian menjadi alasan mereka sebagai program yang menyelamatkan Negara.

Martin wolf membantah para kelompok penentang globalisasi dengan mengatakan bahwa Proses ekonomi tidak akan menamatkan riwayat Negara. Pernyataan seorang Wolf disini memang tidak ada salahnya, namun sangat picik juga berpikiran seperti itu dengan kredibilitas yang dimiliki oleh seorang Wolf, karena siapun yang mengkaji Globalisasi pasti bersepakat bahwa globalisasi atau proses ekonomi ataupun apapun istilahnya tidak akan menghilangkan riwayat Negara secara fisik, namun yang ada bahwa identitas Negara dikaburkan, peran Negara ditransformasikan dari yang semula berorientasi kepada rakyat ( sesuai dengan yang tercantum dalam konstitusi ) menjadi berorientasi terhadap korporasi-korporasi.

Peran Negara akan senantiasa menjadi alat control korporasi, maka deregulasi tidak akan tertahankan, UUD akan selalu dikompromikan dengan cara diamandemen setiap tahunnya, dengan tujuan bagaimana mencari celah untuk masuknya korporasi, revolusi di bidang pertanian hanya menguntungkan perusahaan dimana di Negeri Papua dulunya mereka Cuma butuh makan sagu dan keladi tapi dipaksa menanam padi, di sulawesi barat, mereka Cuma butuh makan pisang namun dipaksa menanam padi begitupun di Palopo, mereka Cuma makan sagu(kapurung) sebagai makanan pokok namun dipaksa menanam padi, jelas-jelas sangat menzdalimi masyarakat local. Yang notabene bahwa padi hasil keringat mereka akan di ekspor untuk memenuhi kebutuhan pasar dunia. Alasan yang lain bahwa Indonesia harus punya produk unggulan dalam hal ini padi untuk bisa masuk dalam pasar bebas sesuai dengan konsep david Ricardo yaitu keunggulan komparatif. Hal yang lain bahwa proteksi menjadi sesuatu yang haram sehingga arus barang berbagai jenis akan mengalir lancar yang berbuntut akan menghancurkan perekonomian rakyat.

Konsep globalisasi yang digadang-gadang akan meningkatkan kesejahteraan rakyat ternyata hanya akan mensejahterakan kehidupan para bandit ekonomi. Globalisasi kan memuluskan perselingkuhan antara pemerintah yang mengatasnamakan kepentingan Negara dengan pihak korporasi. Tidak salah jika dikatakan bahwa 80% kekayaan didunia dimiliki oleh 20% orang kaya di dunia

July 25, 2010

Konflik Dan Kemiskinan di Sejumlah Negara Afrika

Benua afrika yang sering dianggap sebagai benua dengan sumber daya alam yang melimpah membuat banyak negara yang melirik benua tersebut,terutama dari negara-negara Eropa yang menginginkan kekayaan alam di Afrika.maknya pada periode pasca perang dunia kedua,Afrika menjadi Benua yang akrab dengan konflik,modusnya beraneka ragam,mulai dari masaalah Agama,Politik,Kebudayaan,dan segala aspek kehidupan tidak terlepas dari alasan terjadinya peperangan.sehingga konflik semacam hal yang lumrah di Benua Afrika.

Namun ternyata bahwa konflik di Afrika bukanlah hal yang terjadi murni karena perbedaan diantara Rakyat Afrika,konflik yang terjadi di Afrika Ternyata sesuatu hal yang struktural dimana ada oknum yang melatarbelakanginya,contohnya konflik di Sierre leone yang terjadi antara Pemberontak RUF dengan Pihak Pemerintah yang terjadi karena masaalah siamond atau berlian.latar belakang terjadinya peperangan tersebut adalah pihak Amerika Serikat yang melakukan banyak konspirasi didalamnya,hal terbesar yang mereka lakukan adalah Amerika Serikat adalah pemasok utama senjata terhadap Pemberontak RUF,Amerika Serikat memprovokasi RUF untuk melakukan pemberontakan sehingga senjata Mereka laku terjual di Cape town.

Hal kedua yang terjadi di Sierre Leone adalah ketika para Pengungsi orban peperangan di sana diungsikan di daerah pengungsian,maka dengan gagahnya Amerika Serikat datang membawa banyak bantuan makanan untuk Para pengungsi,dengan adanya bantuan tersebut,Masyarakat Sierre Leone terkecoh bahwa Amerika Serikat telah memberikan banyak bantuan terhadap mereka namun,ternyata anggapan mereka salah karena bantuan yang Amerika Serikat bukanlah bantuan yang murni namun ternyata itu adalah sebuah utang negara yang harus dibayar di kemudian hari.

Hal yang ketiga dari konflik tersebut adalah berlian yang didapat didaerah pertambangan dengan mempekerjakan Rakyat secara semena – mena diekspor ke Ameri Serikat dengan harga miring sehingga Amerika Serikatlah yang mendapatkan semua keuntungan dari konflik yang terjadi di Sierre Leone yang telah memakan banyak sekali korban.

Contoh konflik yang terjadi di berbagai Negara di Afrika adalah pada tahun 1964-1979 terjadi perang rhodesian Bush War dimana daerah konfliknya adalah sekitar wilayah Rhodesia,Afrika Selatan,Zania Zipra,Bostwana,Tanzaniadan Zambia,isu konfik disana adalah pemberontakan yang dilakukan untuk mendapatkan kebebasan di wilayahnya dan kebanyakan usaha ini dilakukan oleh kelompok lokal.

Pada oktober 1963 juga terjadi perang yang disebut perang sand war yang terjadi di Maroko dan Algeria dimana isu yang merebak disana adalah bahwa Maroko mengklaim wilayah di tindouf sehingga disepakati agar wilayah di perbatasan Maroko dan Algeri ditutup.

Masaalah kedua yang menarik di Benua Afrika adalah masaalah kemiskinan dimana bukan rahasia lagi kalau Banua Afrika adalah Benua yang sangat kaya akan sumber daya alam dengan berbagai jenis namun ternyata di Benua Afrika tersebut,kemiskinan adalah hal yang biasa terjadi di sana.pada dekade 1980-an,salah satu negara Afrika yaitu Etiopia mengalami kelaparan yang sangat parah,masyarakat disana banyak yang meninggal dunia karena kelaparan.

Akibat kemiskinan denagn persentasi yang cukup tinggi di Afrika maka beberapa Negara di sana terjangkiti beraneka ragam penyakit, seperti yang kita ketahui bahwa pada sekitar dekade 70-an wabah ebola menyerang Afrika bagian Tengah dan mengakibatkan banyak korban jiwa, juga penyakit mematikan lainnya yaitu HIV/AIDS yang pertama kali muncul pada 1981.

Falsafah Hidup

-->
Tidaklah akan dijumpai dua manusia yang sama jalan kehidupannya dan tidak pula sama kekuatan badan dan akalnya. Tiap manusia mempunyai kekuatan sendiri, berlainan kekuatan akalnya sebagaimana berlainan bentuk badannya, begitu juga otak manusia. Didalam otak itu terdapat tidak kurang 180 milyar sel halus yang tidak dapat dilihat dengan mata. Otak inilah yang menjadi sumber dari akal.

Akal inilah yang membedakan manusia dengan hewan. Dengan akal, manusia dapat memikirkan besarnya nikmat yang diterimanya dari Allah, yaitu nikmat kemuliaan dan ketinggian yang tiada ternilai sehingga kita terlepas dari kehinaan ( hewan).

Tidak ada yang ingin rusak dan binasa, semua ingin selamat, ingin sehat. Agar keinginan itu tercapai, dan tujuan perjalanan lurus, tidak terkencong, diadakanlah aturan yang mesti diingat dan diperhatikan oleh kita semua. Tempat kembali apabila terjadi adalah Syariat yang diturunkan Allah kepada manusia dengan perantaraan Nabi-Nabi Nya. Karena manusia ini terdiri dari jasmani dan rochani, maka manusia perlu syariat, karena syariat berguna untuk kesehatan jiwa yang berarti kesehatan hidup. 

Apabila orang tidak makan dan minum terhentilah dia bernafas dan lemahlah tubuhnya. Tetapi apabila orang tidak memegang syariat rusaklah akal budinya dan binasalah hidup yang sejati yang menjadi tujuan dari hidup itu sendiri. Banyak manusia yang bernafas, tetapi tidak terhitung hidup, dan banyak orang yang telah wafat, tetapi dia masih laksana hidup.

Syariat diturunkan kepada Rasul dan Nabi bertujuan untuk memperteguh hubungan antara makhluk dengan Khaliknya. Karena Allah kita semua ada, dengan izinnya kita hidup, dan kepadanya jua kita akan kembali.
Oleh sebab itu mari kita tunduk kepada syariat dan teguh setia mengerjakan ibadat.
(Rukun Islam)

Prinsip-Prinsip Perdamaian Dunia

PRINSIP – PRINSIP PERDAMAIAN DUNIA

A. Saling menghormati hak – hak teritorial

Penjelasan; Prinsip yang menyatakan bahwa untuk menciptakan perdamaian internasional maka, seharusnya semua Negara menghormati hak – hak teritorial yang dimiliki oleh setiap Negara. Mengingat bahwa hak teritorial bagi suatu Negara adalah sebuah hak yang mesti dijaga dan hak itu pula merupakan sebuah wilayah kedaulatan yang seharusnya dipertahankan baik gangguan dari dalam maupun gangguan dari luar oleh setiap Negara.

Beberapa kasus yang sesuai dengan pernyataan diatas dimana dua atau lebih Negara yang bertetangga kemungkinan besar mampu menjaga keharmonisan hubungan mereka ketika terjadi saling hormat-menghormati hak territorial diantara mereka. Contoh kasus bagaimana Negara Brunai Darussalam dan Indonesia di perbatasan Pulau Kalimantan bisa menjaga perdamaian karena kedua Negara tersebut mampu menghormati hak – hak territorial kedua Negara sehingga tidak terjadi konflik antara kedua Negara.

Dengan berlandaskan pada kasus tersebut maka, secara teoritis dan aplikatif bahwa argumen yang menyatakan untuk menciptakan sebuah perdamaian maka setiap Negara harus menghormati hak territorial Negara lain adalah benar. Tanpa adanya saling menghormati hak territorial Negara lain, maka kemungkinan terjadinya konflik sangatlah besar.

B. Tidak melakukan agresi terhadap satu sama lain

Berbicara mengenai Agresi maka berbicara mengenai sebuah penyerangan terhadap Negara lain secara militer. Bahwa dalam menciptakan sebuah perdamaian maka seharusnya suatu Negara yang bertetangga harusnya tidak melakukan agresi terhadap Negara lain dalam menciptakan sebuah perdamaian.

Contoh kasus ; Pada bagian ini, kasus yang paling popular sampai saat ini adalah kasus Kashmir menjadi sebuah masalah besar antara Pakistan dengan India, dimana kedua Negara tersebut sama-sama mengklaim bahwa wilayah Kashmir adalah wilayah kedaulatan Mereka. Hal tersebut yang sering memicu terjadinya konflik. Saling klaim antara Pakistan dan India yang berujung pada agresi terhadap wilayah Kashmir menjadi pemicu terjadinya pertumpahan darah di wilayah tersebut.

Kasus diatas menggambarkan bagaimana sebuah agresi yang dilakukan oleh setiap Negara tidak akan pernah menjadi solusi yang baik untuk menciptakan perdamaian dunia.

C. Tidak mencampuri masalah - masalah dalam negeri masing – masing Negara

Sebuah Negara yang berdaulat pasti merasa mampu untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan Negaranya, sehingga Sebuah Negara sewajarnya tidak mencampuri masalah dalam Negeri sebuah Negara baik di bidang Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya dan semua aspek kehidupan.

Dalam kasus ini yang dimaksud dengan tidak mencampuri urusan dalam negeri suatu negara bahwa tidak adanya tekanan dari Negara lain ketika Negara yang mengambil sebuah kebijakan untuk kepentingan Nasionalnya. Dan ketika adanya campur tangan dari Negara lain maka sering kali hal itu mengganggu perdamaian diantara Negara tersebut.

Contoh kasus Bagaimana Israel yang sering kali mencampuri hubungan dalam Negeri Palestina. Hal ini sudah berlangsung sangat lama. Sampai sekarang, masalah yang terjadi diantara kedua Negara tersebut belum bisa dipecahkan. Masalah Palestina menjadi sebuah masalah yang sangat besar dalam menciptakan perdamaian di kawasan timur tengah. Hal ini diperparah dengan tindakan arogan Israel yang sering kali mencampuri masalah – masalah dalam Negeri Palestina.

D. Membangun hubungan yang setara dan timbal balik

Dalam hal ini bahwa setiap Negara wajib membangun sebuah hubungan yang sehat dalam artian bahwa mereka mampu bekerja sama dalam semua bidang dalam rangka sebuah hubungan yang harmonis misalnya, dalam bidang ekspor impor. Negara A mengekspor produknya ke Negara B yang dibutuhkan oleh Negara B dan begitupun sebaliknya.

Contoh kasus bagaimana Brasil mengekpsor Kopi ke Venezuela. Kita ketahui bahwa Kopi merupakan sumber daya alam yang utama yang dimiliki Brasil, begitupun sebaliknya Venezuela mengekspor Minyak bumi ke Brasil dimana Brasil sangat membutuhkannya dalam memenuhi kebutuhan dalam Negerinya. Kerjasama yang terjalin diantara keduanya membuat hubungan mereka menjadi harmonis karena adanya hubungan yang timbal balik.

E. Membangun politik bertetangga yang baik

Dalam hal ini bahwa, setiap Negara yang bertetangga, baik dua Negara maupun beberapa Negara yang tergabung dalam sebuah kawasan mestinya menjalin sebuah hubungan yang baik khususnya dalam bidang politik. Bidang Politik merupakan bidang paling vital dalam kehidupan sebuah Negara. hal - hal yang menjadi masalah dalam sebuah hubungan Negara adalah masalah politik dimana sebuah Negara mencampuri masalah politik Negara lain sehingga memicu timbulnya konflik antara Negara.

Bidang Politik menjadi sebuah wacana yang sangat popular untuk tetap ditingkatkan diantara Negara yang bertetangga, karena salah satu syarat terciptanya sebuah perdamaian adalah terjalinnya sebuah Hubungan di bidang politik yang harmonis.

Contoh kasus : bagaimana Venezuela yang dipimpin oleh seorang Hugo Chaves mampu membangun sebuah hubungan yang harmonis di bidang politik dengan Bolivia yang dipimpin oleh Evo Morales. Kita ketahui bahwa Venezuela dan Bolivia sama-sama menganut paham sosialis dan seringkali kedua Negara tersebut bersebrabgan dengan USA.

Salah satu syarat terciptanya sebuah hubungan harmonis adalah Sebuah Negara mampu menjalin hubungan yang harmonis di bidang , hal ini dibuktikan oleh Venezuela dan Bolivia yang mampu menjaga hubngan yang harmonis diantara keduanya.