March 12, 2014

CORETAN UNTUK MAMAK #7


Ma, tadi itu aku ke toga mas lagi ma. Seperti biasa untuk numpang sekedar membaca gratis lumayan membaca buku setiap hari tanpa harus mengeluarkan uang karena biaya hidup di sini lumayan mencekik ma. Tadi itu ma, sepertinya farah yang di depanku tapi aku tidak memperhatikannya dengan jelas hanya sekilas saja. Ma, bagaimana beli buku ma. uangku di dompet Cuma 2 ribu, hanya untuk bayar parkir. Mungkin aku terlihat seperti orang yang cukup namun dompetku mengatakan tidak karena isinya hanya selembar uang 2 ribu. Terkadang aku sedikit malu tetapi seringkali terbahak ketika mengingat itu ma.

Tak apalah ma. Setidaknya tadi itu aku baca dua buku, namun satu buku yang mengulas perjalanan pramudya ananta toer tidak selesai hanya kumpulan puisi wiji tukul yang hampir selesai kubaca. Kedua orang itu ma, dikenal militan pada masanya dan keduanya itu korban kediktatoran rezim orde baru meski zaman mereka berbeda. Kalau om pram masih ikut dalam pergolakan melawan penjajah karena dia lahir di tahun 1925 namun wiji tukul tidak karena baru hadir di dunia pada tahun 1963 meski begitu spirit perjuangan mereka sama yaitu sama-sama melawan penindasan.

BUKU TENTANG OM PRAM

Pramudya itu ma dikenal sebagai sastrawan cerdas di seantero dunia bahkan beberapa kali masuk nominasi sebagai peraih nobel. Dia itu kasihan ma, karena pemerintah saat itu sama sekali tidak menghargai karyanya bahkan beberapa karyanya dimusnahkan oleh pemerintah saat itu karena dianggap subversive. Benar-benar keterlaluan mereka ma, namun pram itu jago ma, sebagian besar karyanya dihasilkan dalam penjara ma. Pramudya memang salah satu tapol yang paling menyedihkan ma, dipenjara tanpa diadili hanya karena dia dianggap pentolan Lekra yang berhaluan komunis. Karyanya itu bahkan dilarang semasa pemerintahan orde baru.

Seperti halnya pramudya, wiji tukul juga sangat militan dalam melawan penindasan ma, kalo wiji tukul itu jagonya menulis puisi ma. Dia itu tidak selesai SMK nya namun tetap cerdas dan berani. Dulu itu dia sering keliling kota mengamen puisi ma. Bahkan beberapa puisinya sangat inspiratif dan ada sampai sekarang sayangnya dia salah satu korban penculikan ma. Sekitar 1996 saat tahun-tahun terakhir rezim orde baru, dia hilang ma, tidak ada yang tahu kemana bahkan sampai sekarang tidak ditemukan.

kumpulan puisi Widji Tukul

Mereka itu orang baik ma. Mereka itu melawan penindasan dan kesewenang-wenangan hanya saja mereka melawan tirani yang kejam sehingga harus meradang nyawa tak berarti. Mereka itu hanya menyuarakan hati nurani tetapi kenapa mereka diberangus ma. Pada saat mereka ada, mama tentunya sudah besar tapi aku tahu mama mungkin tidak mengenal mereka karena ada di pulau ini. Aku juga yakin mama sepakat dengan mereka menyuarakan hati nurani hanya saja jalan yang mama tempuh berbeda. Ada salah satu puisinya wiji tukul tentang ibu. Keren sekali ma. Dia itu bar-benar penyair yang tidak terlalu imajinatif tapi sarat makna karena berdasarkan pengalaman pribadinya. 

pengalaman hidup mereka menempa karakter mereka menjadi orang baik ma. lagian mereka berani sengsara demi membela kebenaran. belum tentu aku bisa seperti mereka ma, meski seandainya aku hidup pada zaman mereka. mereka itu sudah mendekati apa yang disebut altruisme. tidak peduli dirinya yang penting orang lain jadi baik dan senang

Widji Tukul "Sajak Ibu"

Baik pramudya maupun wiji tukul sama-sama orang jawa ma. Aku bisa merasakan sisa-sisa aroma perjuangan mereka ma, karena beberapa daerah di sekitaran tanah jawa timur dan jawa tengah sudah kujelajahi. Memang disini ma, aroma feodalistik sangat kental sekali. Dan itu salah satu budaya yang sangat ditentang habis-habisan oleh pramudya ma. Disini itu budaya feudal masih banyak sisa-sisanya ma. Menunduk kepada atasan namun menanduk bawahan. Tetapi begitulah adanya ma, dimana keadaan itu selalu ada anti tesanya. Disini budaya feudal sangat kental namun disini juga banyak sekali orang-orang yang berpikiran maju ma, dan berani menentang budaya feudal.

kita  harus banyak bersyukur ma. kita harus tetap berbagi kebahagiaan kepada sesama ma. dan untukmu, tetaplah bahagia ma karena hidup memang seharusnya bahagia..

jojoran 3/61
12'3'14

No comments: