Ma,
tadi itu aku ke toga mas lagi ma. Seperti biasa untuk numpang sekedar membaca
gratis lumayan membaca buku setiap hari tanpa harus mengeluarkan uang karena
biaya hidup di sini lumayan mencekik ma. Tadi itu ma, sepertinya farah yang di
depanku tapi aku tidak memperhatikannya dengan jelas hanya sekilas saja. Ma, bagaimana
beli buku ma. uangku di dompet Cuma 2 ribu, hanya untuk bayar parkir. Mungkin
aku terlihat seperti orang yang cukup namun dompetku mengatakan tidak karena
isinya hanya selembar uang 2 ribu. Terkadang aku sedikit malu tetapi seringkali
terbahak ketika mengingat itu ma.
Tak
apalah ma. Setidaknya tadi itu aku baca dua buku, namun satu buku yang mengulas
perjalanan pramudya ananta toer tidak selesai hanya kumpulan puisi wiji tukul
yang hampir selesai kubaca. Kedua orang itu ma, dikenal militan pada masanya
dan keduanya itu korban kediktatoran rezim orde baru meski zaman mereka berbeda.
Kalau om pram masih ikut dalam pergolakan melawan penjajah karena dia lahir di
tahun 1925 namun wiji tukul tidak karena baru hadir di dunia pada tahun 1963
meski begitu spirit perjuangan mereka sama yaitu sama-sama melawan penindasan.
![]() |
| BUKU TENTANG OM PRAM |
Pramudya
itu ma dikenal sebagai sastrawan cerdas di seantero dunia bahkan beberapa kali
masuk nominasi sebagai peraih nobel. Dia itu kasihan ma, karena pemerintah saat
itu sama sekali tidak menghargai karyanya bahkan beberapa karyanya dimusnahkan
oleh pemerintah saat itu karena dianggap subversive. Benar-benar keterlaluan
mereka ma, namun pram itu jago ma, sebagian besar karyanya dihasilkan dalam
penjara ma. Pramudya memang salah satu tapol yang paling menyedihkan ma,
dipenjara tanpa diadili hanya karena dia dianggap pentolan Lekra yang berhaluan
komunis. Karyanya itu bahkan dilarang semasa pemerintahan orde baru.
Seperti
halnya pramudya, wiji tukul juga sangat militan dalam melawan penindasan ma,
kalo wiji tukul itu jagonya menulis puisi ma. Dia itu tidak selesai SMK nya
namun tetap cerdas dan berani. Dulu itu dia sering keliling kota mengamen puisi
ma. Bahkan beberapa puisinya sangat inspiratif dan ada sampai sekarang
sayangnya dia salah satu korban penculikan ma. Sekitar 1996 saat tahun-tahun
terakhir rezim orde baru, dia hilang ma, tidak ada yang tahu kemana bahkan
sampai sekarang tidak ditemukan.
![]() |
| kumpulan puisi Widji Tukul |
Mereka
itu orang baik ma. Mereka itu melawan penindasan dan kesewenang-wenangan hanya
saja mereka melawan tirani yang kejam sehingga harus meradang nyawa tak
berarti. Mereka itu hanya menyuarakan hati nurani tetapi kenapa mereka
diberangus ma. Pada saat mereka ada, mama tentunya sudah besar tapi aku tahu
mama mungkin tidak mengenal mereka karena ada di pulau ini. Aku juga yakin mama
sepakat dengan mereka menyuarakan hati nurani hanya saja jalan yang mama tempuh
berbeda. Ada salah satu puisinya wiji tukul tentang ibu. Keren sekali ma. Dia itu
bar-benar penyair yang tidak terlalu imajinatif tapi sarat makna karena
berdasarkan pengalaman pribadinya.
pengalaman hidup mereka menempa karakter mereka menjadi orang baik ma. lagian mereka berani sengsara demi membela kebenaran. belum tentu aku bisa seperti mereka ma, meski seandainya aku hidup pada zaman mereka. mereka itu sudah mendekati apa yang disebut altruisme. tidak peduli dirinya yang penting orang lain jadi baik dan senang
![]() |
| Widji Tukul "Sajak Ibu" |
Baik
pramudya maupun wiji tukul sama-sama orang jawa ma. Aku bisa merasakan
sisa-sisa aroma perjuangan mereka ma, karena beberapa daerah di sekitaran tanah
jawa timur dan jawa tengah sudah kujelajahi. Memang disini ma, aroma
feodalistik sangat kental sekali. Dan itu salah satu budaya yang sangat
ditentang habis-habisan oleh pramudya ma. Disini itu budaya feudal masih banyak
sisa-sisanya ma. Menunduk kepada atasan namun menanduk bawahan. Tetapi begitulah
adanya ma, dimana keadaan itu selalu ada anti tesanya. Disini budaya feudal sangat
kental namun disini juga banyak sekali orang-orang yang berpikiran maju ma, dan
berani menentang budaya feudal.
kita harus banyak bersyukur ma. kita harus tetap berbagi kebahagiaan kepada sesama ma. dan untukmu, tetaplah bahagia ma karena hidup memang seharusnya bahagia..
jojoran 3/61
12'3'14



No comments:
Post a Comment