March 12, 2014

Sajak penjual tempe penyek


Senja menguning di langit kota ini
Hujan baru saja kering di terpa sisa sinar mentari yang malumalu
Engkau mulai menata gerobakmu
Di pinggir jalan itu
Di kalidami yang menyimpan rindu terakhir
Engkau mengais rejeki
Demi biaya sekolah putrimu

Ah, kalian selalu saja dimarginalkan oleh pemerintah
Katanya sekolah gratis tapi tetap saja putrimu disuruh membayar SPP selangit
Katanya rumah sakit gratis
Namun tetap saja engkau menabung buat persalinan isterimu bulan depan

Pemerintah selalu begitu om
Janjinya hanyalah brankas tak ber-uang
Selalu tak ada yang diharapkan dari mereka
Karena kalian
Akan tetap menghuni malam dengan aneka jajanan demi menyambung hidup

Kalidami malam itu
12’3’14

No comments: