March 17, 2014

RINDU #17


Dua hari ini aku sering ke kampus C. hanya sekedar bercengkerama dengan senja yang telah berlalu sejak lama. Aku memungut semua kenangan yang engkau tinggalkan dengan jejak kebersamaan kita di sini. Di danau ini, di gazebo dan di setiap sudut yang menjadi saksi bisu kebersamaan kita. Aku bahkan harus menutup rapat memoriku untuk tidak merekam setiap jejak langkahmu meski kutahu itu dusta karena selalu saja kenangan itu menari indah di setiap langkah yang kujejak senja tadi.

Di kampus ini. Aku memandang setiap mudamudi memadu rasa. Menghabiskan kebersamaan mereka tanpa peduli apapun yang di sekitarnya seperti kebersamaan kita dulu. Namun aku sudah tidak tertarik dengan masa itu.  Aku sudah muak dengan romansa masa muda.

Aku alihkan pandanganku ke pasangan suami isteri dengan seorang bocah di samping mereka. Sedang asyik memberi makan ikan sambil menggoyang-goyangkan kaki di tepi kolam. Aku lebih tertarik membayangkan seperti mereka dik. Membayangkan kebersamaan dengan seorang bocah karena mereka telah menyatu dalam ikatan suci pernikahan yang diridhai. Aku ingin kita seperti mereka suatu saat nanti

Dimana dirimu aku tak tahu. Engkau telah digulung oleh gedunggedung raksasa ibu kota hingga kabarmu pun tak terdengar atau bahkan ketampanan pria ibukota membuatmu tergoda. Ah sakit mengingat itu semua dik namun satu hal yang membuatku tenang adalah engkau telah berjanji untuk tidak saling meninggalkan dan menungguku di sana di belantara kota yang menyeramkan dan menenggelamkan semua yang tidak sanggup bertahan.

 Tetaplah bahagia di belantara ibu kota dik karena hidup harusnya dilalui dengan kebahagiaan dan teruslah menebar kebahagiaan kepada sesama.

Membunuh senja di kampus C
17’3’14

2 comments:

Mugniar said...

Moga2 sama2 bahagia :)

SERENITY said...

Aaamiin kak. ini msh proses mengumpulkan uang panai'. hehe