Dua hari ini aku sering ke kampus C. hanya sekedar bercengkerama dengan senja
yang telah berlalu sejak lama. Aku memungut semua kenangan yang engkau
tinggalkan dengan jejak kebersamaan kita di sini. Di danau ini, di gazebo dan
di setiap sudut yang menjadi saksi bisu kebersamaan kita. Aku bahkan harus
menutup rapat memoriku untuk tidak merekam setiap jejak langkahmu meski kutahu
itu dusta karena selalu saja kenangan itu menari indah di setiap langkah yang
kujejak senja tadi.
Di kampus
ini. Aku memandang setiap mudamudi memadu rasa. Menghabiskan kebersamaan mereka
tanpa peduli apapun yang di sekitarnya seperti kebersamaan kita dulu. Namun aku
sudah tidak tertarik dengan masa itu. Aku
sudah muak dengan romansa masa muda.
Aku alihkan
pandanganku ke pasangan suami isteri dengan seorang bocah di samping mereka. Sedang
asyik memberi makan ikan sambil menggoyang-goyangkan kaki di tepi kolam. Aku lebih
tertarik membayangkan seperti mereka dik. Membayangkan kebersamaan dengan
seorang bocah karena mereka telah menyatu dalam ikatan suci pernikahan yang
diridhai. Aku ingin kita seperti mereka suatu saat nanti
Dimana dirimu aku tak tahu. Engkau telah digulung oleh gedunggedung raksasa ibu
kota hingga kabarmu pun tak terdengar atau bahkan ketampanan pria ibukota
membuatmu tergoda. Ah sakit mengingat itu semua dik namun satu hal yang
membuatku tenang adalah engkau telah berjanji untuk tidak saling meninggalkan
dan menungguku di sana di belantara kota yang menyeramkan dan menenggelamkan
semua yang tidak sanggup bertahan.
Tetaplah
bahagia di belantara ibu kota dik karena hidup harusnya dilalui dengan kebahagiaan
dan teruslah menebar kebahagiaan kepada sesama.
Membunuh
senja di kampus C
17’3’14

2 comments:
Moga2 sama2 bahagia :)
Aaamiin kak. ini msh proses mengumpulkan uang panai'. hehe
Post a Comment