March 23, 2014

Coretan Untuk Mamak #12

Apa kabarmu hari ini ma?

Lama tak mengirimu surat-suratku. Aku bahkan hampir kehilangan hasrat menulis karena terlalu lama vakum menuliskanmu sesuatu. Aku bukan tidak punya waktu luang namun lebih karena kejenuhanku membuka laptop dan mengetik surat-suratku kepadamu. Banyak momen yang menguap karena tidak segera kuceritakan kepadamu ma. Aku bahkan melupakan beberapa momen-momen yang kulalui dan parahnya lagi ma, aku sudah lupa surat ke berapa yang sekarang sedang kutulis untukmu

Dua hari kemarin aku ke Ngawi ma. Tempatku bekerja dulu. Ada beberapa urusan yang harus kuselesaikan disana. Namun selama tiga hari disana, urusanku belum selesai ma. Malam pertama aku nginap di rumahnya riko di magetan. Malam kedua dan ketiga aku menginap di rumahnya mama E. Dia itu sudah seperti orangtua keduaku di sini ma. Dia baik sekali sama aku. Jumat pagi aku kembali ke kota ini bareng mama eni. Cucunya lagi sakit ma, dan harus di opname. Kasihan dia ma, harus berjuang keras karena sendiri di rumahnya

Kemarin aku ada kegiatan di sekitar manyar ma. Lumayan capek juga soalnya terlalu lama berhadapan dengan computer dan soal-soal yang membingungkan ma. Aku bahkan sampai pening saat pulang ke kos. Setelah itu ada temanku yang datang dari Makassar ma. Dia sedang survey di kota ini dan minta untuk diantar ke terminal.

Tadi pagi aku mengantar mama eni ke bungurasih ma, dia mau pulang ke kotanya. Saat aku di lampu merah, aku mau belok ke kanan namun ternyata ada car free day. Aku lurus dan dari arah berlawanan, ada seorang bapak yang hampir bersenggolan dengan motorku. Dia dengan kesalnya langsung berteriak ke aku ma, “Jancuuuk”. Hahaha. Aku hanya senyum kemudian tetap melaju. Meskipun aku tahu bahwa kata-kata itu adalah kata umpatan di pulau ini namun aku sama sekali tidak merasa tersinggung karena kan kata itu tidak ada artinya kalau di Makassar ma. Orang disana beda kata-kata umpatannya. Hehe.

Memang itulah bahasa ma. Di suatu tempat kadang sangat tidak sopan namun di tempat lain bahkan tidak ada artinya sama sekali. Ah, ma. Benar-benar hidup yang sangat berwarna ma, kalau kita keluar merantau dan melihat orang-orang yang sebelumnya tidak pernah dijumpai. Mempelajari karakter mereka dan berinteraksi dengan mereka. Namun ada satu hal yang tidak berbeda dari yang namanya manusia ma. Bahwa kebaikan itu bersifat universal ma, dimanapun kita berada kalau kita menghargai orang maka kita akan dihargai pula. Budaya, bahasa, agama dan pembeda lainnya tidak akan pernah mereduksi nilai seseorang sepanjang dia berbuat baik ma.

Sudah dulu ya ma. Tetaplah berbahagia ma dan tebarkanlah kebahagiaan kepada sesama ma karena semua orang berhak bahagia dalam kehidupannya



Jojoran 3/61
23314

No comments: