February 28, 2013

Ngawi Akhir Februari


surat tilang di perbatasan jogorogo-ngrambe
tentang kehidupan
dalam damai
menyatu pau dengan asap kehidupan
berjalan sampai pada titik rahasia
dengan penuh pengharapan
menjejak kaki di setiap sudut bumi ini
meninggalkan langkah penuh hikmah
tanpa harus cemas akan langkah berikutnya
karena misteri




February 20, 2013

SU and SP

hmm, tentang SU dan SP. dua kata yang selalu menghisasi pikiranku selama bekerja di GP dan Erlangga. SU identik dengan GP sedangkan SP identik dengan Erlangga

SU adalah singkatan dari Sign UP. setiap DDC harus mendapatka target SU 10 dalam sebulan. SU itu sendiri adalah istilah bagi objek kampanye angggota DDC GP yang berhasil menjadi Supporter. supporter itu adalah orang yang dengan sukarela mendonorkan dananya untuk kegiatan-kegiatan GP yang nominalnya minimal 100.000/Bulan. sistem di GP itu sendiri tidak menerima uang cash, sistemnya adalah melalui kartu kredit, so siapapun yang mempunyai kartu kredit dan bersedia menjadi donor untuk GP maka dia memenuhi syarat untuk menjadi Supporter GP. namun jika tidak mepunyai kartu kredit maka seseorang bisa saja menjadi supporter dengan menggunakan buku tabungan namun hanya beberapa buku tabungan bank yang bisa diterima oleh GP yaiut Mandiri, BCA, Danamon, Bank Mega. orang yang ingin menjadi supporter GP melalui buku tabungan dibatasi hanya orang yang sudah berumur minimal 30 tahun. alasannya bahwa bebrapa terjadi kasus orang yang ingin menjadi supporter GP melalui uku Tabungan dan ketika akan dilakukan auto debet, seringkalisald mereka tidak mencukupi. itulah pengalamanku bekerja di GP tentang SU yang selalu membayangi pikiranku bagaimana caranya mendapatkan SU setiap harinya.

sekarang aku bekerja di Erlangga, lagi-lagi hampir sama dengan SU namun istilah lain yang sekarang membayangi pikiranku adalah SP. aku harus bekerja keras mendapatkan SP. SP itu sendiri adalah surat pemesanan. SP ini menjadi indikator berhasil tiaknya kita bekerja di Erlangga. dalam pertahunnya, aku harus bisa mendapatkan SP sebesar 1M, sebuah dinilai yang sangat fantastis menurutku karena boro-boro memegang uang sebesar itu, melihat saja aku belum pernah.

SU dan SP menjadi kata yang kan selalu menghiasi pikiranku untuk saat ini.



20.2.2013

Lestari

cukup hari ini saja, Lestari
engkau terlalu penat dengan ini,,
senja hari pun sudah mulai menguning

pulanglah ke istanamu
dengan sejuta romansa kita hari ini,,

RABU
20.02.13
00.22

February 17, 2013

Tentang Tulisan Pagi Ini

Pagi ini, sebenarnya aku ingin belajar berpuisi ria yang kutahu endingnya pasti tidak jelas maknanya seperti puisi-puisi yang sebelumnya kutulis. sambil mencari referensi puisi di beberapa blog yang aku ikuti, aku menelusuri setiap genre puisi namun tidak ada satupun jenis puisi yang berhasil membangkitkan gairahku untuk menulis puisi hanya keinginan dari hati saja menurutku. benar-benar pujangga amatiran.hehe.

Selang beberapa saat, aku membuka blog salah seorang perempuan yang sudah kukenal karena dia juga berasal dari kampus yang sama denganku. perempuan itu adalah pacarnya salah seorang kakak angkatanku di UNHAS. entah bagaimana awalnya, saya merasa tertarik saja dengan tulisan-tulisan hariannya yang dikemas dengan sangat sederhana, namun penuh makna, berbobot dan penyampaiannya yang amat sangat jujur nan menyentuh hati.

Awalnya kukenal dia saat masih kuliah dan sering ikut aksi jalanan. dia tergabung di salah satu organ kampus yang dikenal cukup militan apatahlagi seniorku yang nota bene adalah pacarnya merupakan ketua dari organisasi tersebut. alhasil kami sering bertemu di jalanan saat aksi namun kuyakin dengan sangat bahwa dia tidak mengenal aku bahkan aku pun mengenalnya karena dia pacaran sama seniorku tersebut.

Blognya amat sangat sederhana dan tidak menampilkan kesan rebel nan menakutkan alias mengerikan seperti beberapa blog konco-konconya yang sama-sama tergabung di organisasi tersebut. tak ada kesan sok rebel di beberapa tulisannya. saat ini aku percaya bahwa segala bentuk perlawanan terhadap setiap hal meski itu sistem harus dimulai dari hati tanpa harus lebay mengkalim diri kita rebel atau radikal atau subversif atau apapun istilahnya dan nampaknya seperti itulah dia. 

Bertemulah dia dengan seniorku yang memang sangat baik. kuyakin mereka serasi. tentang seniorku tersebut, kuyakin bahwa setiap orang pernah dekat dengan seniorku tersebut pasti dibuat terkagum-kagum. Bagaimana tidak, disamping tingkat kecerdasannya yang diatas rata-rata  bahkan semua hal kayaknya ditahu namun yang lebih bahwa dia pribadi yang sangat baik hati. semua orang yang pernah dekat dengannya tahu akan hal itu. dia memegang prinsip diyakininya.. keren memang ini orang.

Dulu saat masih aktif kuliah, aku sebenarnya tergerak ikut di organisasi yang mereka geluti namun ada sebuah hal yang akhirnya mengurungkan niatku untuk bergabung. organisasi tersebut sangat kritis dan sarat akan berbagai ilmu di dalamnya tapi satu hal yang membuatku ragu adalah labelitas kadernya yang seakan terlalu menggandrungi pemikiran-pemikiran impor yang menurutku sudah tidak terfilter lagi sampai harus melupakan semua kearifan yang telah dibekali oleh orang tuaku semasa kecil. 

Itu anggapanku saat dulu meski kutahu bahwa banyak dari produk organisasi tersebut yang kemudian menjadi sangat baik. aku bahkan sangat suka dengan kegiatan mereka, dengan setiap aktivitas yang dilakukan oleh organisasi tersebut namun saat menyentuh ranah dengan Tuhan, mereka kelihatan sangat skeptis bahkan menyepelekan hal tersebut dan terkadang mengumpat. tidak mengherankan karena mereka dijejali dengan bacaan-bacaan materialisme, walau begitu tidak semua dari mereka seperti itu.
kuingat pula saat dulu, seniorku yang mantan ketua organisasi tersebut berujar kepadaku bahwa tidak semua orang yag tergabung di sana berwatak baik.

Kembali ke perempuan tadi yang merupakan pacar dari seniorku. saat membaca tulisan-tulisan hariannya yang sederhana, aku menyadari bahwa ternyata dia sangat sederhana dan memandang hal dengan sangat bijak bahkan meleset dari pikiranku tentang dugaan-dugaanku. bagaimana dia menjalani hidupnya. Aku bahkan harus terharu saat membaca tulisannya tentang mama toyo. 

Bukan karena dia bercerita tentang perjalanannya ke enrekang dan tentang keindahan alam enrekang yang notabene adalah kampung, sama sekali bukan. tapi memang enrekang keren loh apalagi orang-orangnya.hihihi. aku tertarik akan tulisannya tersebut saat memaparkan semua hal tentang mama toyo, tentang bagaimana menjalani hidup dan yang aku paling senangi adalah bagaimana dia menentang jargon feminisme.

Inilah kutipan tulisannya yang aku sepakati, "kenapa saya tidak pernah tertarik dengan orang-orang feminis karena sebagian besar dari mereka beranggapan bahwa ketika wanita berbicara tentang politik, sosial, ekonomi, dia tidak mau tahu lagi soal dapur, seakan lupa kalau dia juga butuh makan. Mereka masih selalu mempermasalahkan tentang gender, gender, gender, makan tuh gender. Anti penindasan toh masih saja menindas teman sendiri, masih saja menindas orang tua sendiri. Mama Toyo harusnya merepresentasikan wanita zaman sekarang, wanita yang selalu jadi penerang dimana pun dia berada. Ah mama Toyo, saya jadi malu dengan diri saya sendiri. Mama Toyo adalah guru kehidupan."

Aku langsung tertawa lebar saat membaca bagian tersebut. tertawaku adalah bentuk kesepekatanku dengan pikirannya dan juga kuingat dengan jelas perdebatanku dengan seorang dosen sosiologi UH pada malam pergantian tahun baru 2009 di kediamanku jalan Pengayoman, Makassar. saat itu, aku mati-matian menentang feminisme dengan segala keterbatasan referensi yang aku miliki namun sang dosen tersebut yang alumni ADS pun dengan berbagai argumennya yang ilmiah melumat setiap penyangkalanku.aku kalah debat malam itu namun tidak dengan keyakinanku tentang penolakan feminisme yang vulgar. Bagaimana tidak aku kalah argumen, dia lulusan ADS yang memang mengambil tentang gender, sedangkan aku, walah boro-boro belajar gender di luar negeri, aku hanya membaca refernsi sekenaku.

Sekali lagi kembali ke topik tentang tulisan dari perempuan tersebut. aku terperangah membaca tulisan tentang mama Toyo karena ternyata dia sepakat dengan kesederhanaan yang termanifestasikan dalam bentuk nyata tanpa harus berdiskusi panjang lebar luas menjejali pikiran dengan berbagai rumus-rumus, teori-teori yang hanya memberatkan kepala. Kupikir mereka yang tergabung dalam organisasi tersebut sangat gandrung akan diskusi-diskusi yang memabukkan..

beberapa tulisannya juga tentang bagaimana mereka menjalani hubungan dengan seniorku. nampaknya mereka adalah pasangan serasi,, semoga saja mereka langgeng..

minggu pagi disaat menyendiri 
di rumah kontrakan
17.02.13
08.00

Serius, Berbagilah Dengan Semesta

Tulisan ini adalah hasil rancangan Sang Maha Pemberi Hikmah untukku dua hari ini. aku sangat yakin bahwa apa yang aku alami adalah sebuah hikmah yang jika aku tidak memungutnya niscaya aku menyia-nyiakan rakhmat yang telah dihidangkan di depanku. benar-benar sebuah hal yang tidak ingin kusia-siakan untuk menjadi referensiku ke depannya meski kutahu saat kemarin hari aku gagal dalam menjalankan misiku sebagai manusia yang ikhlas

Ceritanya bermula tadi malam, seorang kawan datang berkunjung di kediaman kami, akupun baru mengenalnya sejak dia tiba di sini jum'at siang. sebenarnya tidak ada yang menjadi permasalahan atas kedatangannya di tempat tinggal kami-aku menyebutnya tempat tinggal kami karena kami bertiga menempati mes ini. Aku mengira bahwa dia hanya bertandang untuk beberapa jam saja namun ternyata dia sampai maghrib. 

Sehari sebelumnya, kami mendapat kado dari ulang tahun atasan berupa pernak-pernik dan salah satunya gelas yang berlogo ulang tahun perusahaan, aku sudah menyimpan gelas tersebut di bawah meja kerjaku dan berpikir akan menyimpan itu sebagai kenang-kenangan namun itulah yang menjadi awal hikmah ini. si teman tadi duduk di mejaku dan secara tidak sengaja melihat gelas yang berlogo tersebut, dia tertarik secara karena dia juga eks karyawan di sini. saat itu aku sedang asyik bermain FB di depan komputer, dengan nada basi-basi yang tidak terdengar jelas olehku, ternyata dia meminta gelas tersebut karena aku juga tidak mendengar jelas apa yang dikatakannya maka aku hanya menyahut sekenaku.

Maghrib menjelang, dia pamit pulang diantar oleh Misbah, saat Misbah balik dari terminal mengantar teman tersebut, aku mendapati kado gelasku sudah raib, kutanyakan kepada si Misbah, dia mengatakan bahwa gelas tersebut di bawah oleh teman yang tadi, aku langsung bertanya kenapa dia bawa tanpa permisi, si Misbah mengatakan bahwa dia sudah permisi tadi dan aku mengiyakan ternyata saat aku menjawab sekenaku. 

Ada perasaan tidak ikhlas dalam hatiku terus berkecamuk yang selalu kulawan bahwa itu hanyalah benda yang akan musnah pada akhirnya namun ternyata sulit untuk mengikhlaskannya. Semua kekuatan pikiran positifku telah kucurahkan untuk memaksa hatiku ikhlas namun pikiranku selalu memikirkn hal-hal yang tidak-tidak, mulai dari dia yang lancang padahal baru kenal saat itu. namun tetap saja hatiku tidak ikhlas,,

Akhirnya Sang Maha Pemberi rasa keikhlasan mengirimkanku sebuah peristiwa yang menjawab tentang kejadian itu. besok malamnya (malam ini 16.02.13,red), aku berkunjung ke salah satu klien kami, guru SMPN 2 Ngawi, pak sidik. Niat awalku adalah silaturahim berhubung karena aku sendirian di mes. masron dan Misbah pulang kampung. Dengan setelan sweater hitam dan celana puntung hitam, aku beranjak ke rumah pak sidik. 

Sesampai di sana, dia menyambut dengan ramah sambil menyuruhku menunggunya sesaat karena dia baru mau mandi. sehabis mandi, dia mengajakku ngopi di ujung alun-alun kota Ngawi, akupun mengiyakan karena daripada pulang ke mes bengong sendiri. kami meluncur dengan sepeda motor melewati alun-alun yang dipenuhi oleh berpasang-pasang muda mudi yang sedang menikmati sendunya malam minggu yang baru saja diguyur hujan, laju kendaraan kami sangat pelan sehingga bisa menikmati setiap detail dari pusat keramaian kota ini saat malam minggu.

Sekitar 10 menit perjalanan dari kediaman pak sidik, kami tiba di warung kopi, aku memesan kopi ABC sedangkan pak sidik memesan kopi top. asyik menikmati suguhan kopi dengan dinginnya malam minggu, pak sidik kemudian bercerita panjang lebar dan sesekali kutimpali. dia bercerita tentang seorang pemuda yang sedang tinggal bersamanya. ternyata pemuda itu dikenalnya di bis saat pak sidik ke Bandung. 

Pemuda itu lalu berniat main ke rumah pak sidik, 1,5 bulan yang lalu, pemuda tersebut benar-benar datang ke rumah pak sidik, namun anehnya, setelah sebulan lebih tinggal di rumah pas sidik pemuda itu tak kunjung pulang dan pak sidik juga tetap dengan ikhlas menerimanya tanpa sesekali menanyakan sesuatu yang bisa menyinggung perasaan pemuda itu.

Saat bercerita tentang pemuda itu. aku terhanyut mendengar penuturan pas sidik yang sangat amat ikhlas dengan tamunya itu sedangkan aku dengan sangat piciknya amat sangat susah mengikhlaskan kadoku yang di bawa oleh seorang teman. Bahkan akupun terkadang merasa tidak nyaman ketika ada orang yang terlalu lama menumpang di rumahku. 

Ini adalah pengakuan dosaku yang amat sangat memilukan bahkan orang yang kukenal sekalipun sedangkan pak sidik tidak, bahkan orang yang tidak dikenal sekalipun, dia dengan ikhlas memberikan tumpangan di rumahnya dalam jangka waktu yang lama. aku terkadang memikirkan untung rugi saat akan berbagi dengan orang lain, kutahu aku sangat picik karena setiap hal harus kuukur dengan keuntunganku dan waktu yang bersamaan, aku selalu merasa rugi atas dasar materi yang kasat masa. Benar-benar sebuah sikap yang masih dipengaruhi oleh keingin jasad yang hanya kan menghasilkan bongkahan-bongkahan sampah pada akhirnya tanpa memandang esensi dibalik semua hal yang indrawi.

Jawaban yang lain kutemukan bahwa ternyata pak sidik mempunyai keluarga yang sukses. isterinya sekarang menempuh pendidikan S3 di Inggris. pak sidik mempunyai anak 4, yang pertama sebentar lagi lanjut S2 di jepang, yang kedua kuliah di UI jurusan bahasa belanda dan sudah dari Belanda, yang ketiga sedang menempuh pendidikan di solo dan yang bungsu sementara nyantri. 

Pak sidik menambahkan bahwa semua anaknya tidak neko-neko. Di saat anak muda sekarang ingin tampil gaya-gayaan, anak pak sidik lain lagi, pak sidik membelikannya sebuah motor vixion namun anehnya anaknya tidak menerima dan memilih untuk tidak punya motor, hp yang dipakai pun HP usang disaat semua anak muda sekarang menggunakan hp BB.

Sementara pak sidik asyik bercerita, aku merenungi semua hal tersbut, aku kemudian berkesimpulan bahwa berkah yang didapat dari keluarga pak sidik karena kebaikan pak sidik yang dengan sangat ikhlas berbagi kepada setiap orang  meski orang tersebut baru dikenalnya. Sangat berbeda 180' dari diriku yang amat sangat picik akan berbagi dengan seseorang, penuh perkalian, penuh perhitungan dan penuh tendensi. sebenarnya ketika kita berbagi kepada semua orang maka semua itu akan kembali ke diri kita dalam berbagai bentuk,,

dan berbagi bukan hanya karena ingin di tambahkan rejeki oleh Allah namun lebih dari itu, berbagi adalah sebuah perintah Iahi dan kebutuhan kita sebagai manusia.

aku kutip sebuah paragrap dari tulisannya Miftahul Huda "pengembaraku selalu berusaha dan berusaha melakukan apa saja yang orang lain tak mampu lakukan, membuktikan apa saja melalui sebuah karya dan bukan sekedar kata-kata. menerapkan ilmu demi amal kepada sesama manusia, tak ada terdepan diantara orang-orang, baginya memberi adalah tugas, sedangkan menerima hak adalah beban. tak mengherankan jika suatu ketika dia mendapatkan apa saja yg tidak pernah diterima atau didapatkan oleh kebanyakan orang yang mnyenangi kebiasaan"

untuk diriku malam ini,, seiruska, berbagilah
untuk semua orang,,,
untuk semesta
karena itu engkau berbagi dengan dirimu sendiri,,,,
ditemani bau bangkai tikus yg sudah
3 hari membusuk di dalam mes namun 
tak kunjung kutemui jejaknya
hanya baunya yang menggangu
konstalasi pergerakanku di mes ini
17.02.13
01.21

February 16, 2013

Dan Peringatan Itu

Ini tentang sebuah peringatan, tentang teori yang sering kudengungkan di bibirku dan bahkan sering untuk orang lain namun ternyata aku tidak melaksanakannya tadi sore alhasil akupun harus menanggung sebuah peringatan sederhana dari Sang Maha Pencipta.

Tadi sore, sekitar pukul 14.00, Misbah, teman kosku baru tiba di rumah selepas dari acara pertemuan kepala sekolah di Geneng. Aku masih menikmati tidur siang saat itu sambil menonton film india. Selang beberapa saat kemudian, Misbah memintaku untuk mengantarnya ke terminal karena rencananya dia ingin pulang kampung hari ini. 

Memang hari ini adalah hari sabtu dan besoknya libur, kampungnya (Misbah red) dekat dari Ngawi yaitu di Grobokan, jawa tengah. Hanya sekitar dua jam perjalanan dari kota ini. Aku masih asyik dengan film india saat munir sudah berganti pakaian, aku beranjak dari pembaringan dengan bermalas-malasan dan tergesa-gesa mengantar munir ke terminal. Saat sampai di terminal, aku langsung pamit dan balik ke rumah kos.

Saat tiba di pagar kos itulah peringatan ditujukan kepadaku. ceritanya begini, saat di depan pagar, terlihat pagar tersebut agak tertutup rapat, karena motor yg aku kendarai pake kopling, maka aku dengan tergesa-gesa membuka pintu dengan kaki namun pintunya agak keras sehingga aku dengan hati dongkol turun dari motor dan membuka pagar dengan kesal, sesaat setelah itu, aku mulai memasukkan motor ke dalam area parkir rumah kos, sialnya karena jalanannya agak licin, ban depan motor tergelincir dan aku tidak punya keseimbangan menahan motor tersebut sehingga betisku mengenai knalpot motor hingga melepuh.

Itulah pelajaran Semesta hari ini untukku. saat seringkali aku mengamini dalam hatiku bahwa hidup ini harus dijalani dengan tenang hati dan tidak boleh tergesa-gesa namun sering kali pula aku lupa akan hal itu dan peringatan tersebut baru menyadarkanku bahwa setiap hal yang diamini dalam hati akan terwujud di kehidupan nyata hingga akhirnya menguji kita untuk menjalani apakah sesuai dengan hati atau bahkan dengan nafsu. bekas knalpot di betisku ini akan menjadi kenangan betapa au telah ingkar terhadap ikrar diriku sendiri.

February 14, 2013

Belajarlah Menghargai Orang Lain, Pak.

Setelah bekerja dua minggu di kota ini, interaksi dengan para guru adalah keharusan buatku untuk melakoni kerja ini. sebenarnya tidak ada yang menjadi masalah bahkan sebaliknya sangat menikmati pekerjaanku yang selalu mengitari setiap sekolah di kota ini. bercerita panjang lebar dengan setiap orang yang baru kukenal, sesekali curhat tentang nasibku sebagai perantau, namun terlepas dari semua itu, sensasi menjalani pekerjaan ini membuat adrenalinku semakin terpacu. Semua hal yang menjadi batu sandungan kuanggap sebagai lelucon belaka tanpa harus mundur selangkah pun dari apa yang teah menjadi komitmenku sekali pertama aku menjejakkan kakiku di tanah ini.

Bercerita tentang setiap hal bukanlah sesuatu yang amat sangat sulit kulakukan, aku tipe orang yang suka bercerita tentang apa saja, tentang setiap hal yang sifatnya pribadi dan terhadap orang baru kukenal.  namun tadi menjadi kejadian yang hampir saja membuatku mengumpat sepanjang hari, bagaimana tidak, sejak tadi malam, aku sudah menyusun setiap detail rencanaku untuk mengunjungi setiap sekolah yang ada di disini dengan harapan bahwa pihak sekolah kan menyambutku dengan senyum penuh persahabatan, bahkan beberapa sekolah yang akan kukunjungi adalah sekolah berbasis Agama.

Pagi buta, aku dan keempat temanku sudah siap menyambut hari ini dengan melakoni rutinitas kami menyambangi setiap sekolah, aku bertugas mengunjungi semua sekolah SMP sederajatnya. Kumulai kunjunganku di MTSN ngawi, setelah berada di depan sekolah, aku menuju ke ruang kantor, sejenak kuamati setiap guru di dalam ruangan mereka yang hanya sekitar 4 orang, kutanya  tentang keberadaan kepala sekolah kepada seorang guru yang sedang asyik bercengkerama dengan komputernya,  kuperkenalkan diriku dari salah satu penerbit, saaat itulah raut mukanya langsung berubah menjadi masam dan dengan sinisnya mengatakan bahwa kepala sekolah sedang tidak ada di ruangannya kemudian melanjutkan aktivitasnya dnegan layar komputer. 

Aku kemudian menuju ke meja salah seorang ibu guru, tanggapan yang dingin pun dari ibu guru itu, dalam hatiku mulai mengumpat tentang mereka yang begitu sangat tidak menghargai keberadaanku. aku kemudian pamit dengan muka masam. hatiku muali tidak mood saat pagi-pagi langsung mendapat sambutan yang sangat tidak bersahabat dengan guru di MTSN ngawi. aku kemudian menata hatiku dan mulai menganggapnya sebagai angin lalu.

Aku kemudian mengarahkan motorku ke SMPN 4 ngawi, di sekolah ini, aku kembali mendapat respon yang sama, saat berada di ruangan guru, para pengajar tersebut sedang menikmati adonan kue karena berhubung ada acara sekolah, lagi-lagi aku dikacangi, hanya ada salah satu gur yang menegurku dan menyuruhku untuk menunggu guru penanggung jawab buku yang ingin kutemui, setelah mempersilahkanku menunggu, dia kembali asyik dengan rekannya menikmati makanan yang ada di ruangan tersebut, alih-alih mengajakku mencicipi, diajak bicara pun tidak. Sesaat kemudian, pak priono datang dan menyambutku dengan senyuman, mulai hatiku sedikit terobati dengan sambutan dari pak priono.

Aku keluar dari sekolah tersebut kemudian meluncur ke arah kecamatan paron untuk melanjutkan perjalanan ke SMPN 1 Paron. Sesampai di sana, ternyata bapak kepala sekolah juga tidak ada, namun bukan itu yang menjadi masalah, aku mendapati seorang guru yang amat sangat tidak bersahabat menurutku. Setelah menginfokan bahwa bapak kepsek tidak ada, dia kemudian bercerita panjang lebar yang seakan tidak menginginkan kehadiranku. Sesekali kutanggapi namun dia menanggapi balik dengan nada yang sinis, mulai naik tensi egoku dan sedikit berdebat dengannya namun sesaat kemudian, kusadari bahwa tidak ada artinya menanggapi semua penjelasannya yang sinis terhadapku. 

Kucoba untuk mengatakan kepadanya bahwa besok aku akan datang lagi jika kepala sekolah sudah masuk namun kemudian ditanggapi bahwa tidak ada gunanya karena setiap sekolah sudah tidak menjual buku. Kukatakan kepadanya bahwa aku datang ke sini tujuannya untuk silaturrahim namun dia menimpali dengan amat sangat menyinggung bahwa silaturrahim hanyalah kedok namun intinya pasti akan menawarkan penawaran buku. Aku sadari itu tapi tidak seperti itu menyambut tamu, pak.

bapak, ibu guru yang tadi siang sinis terhadapku
belajarlah menghargai,,
kalian adalah pendidik,,
bahkan panutan bagi setiap anak murid,,
14.02.13


February 13, 2013

Sebuah Senyuman Untuk Kampungku

Cerita tentang kota ini di perbatasan jawah timur dan jawa tengah. aku sudah berada di kota ini selama sepuluh hari. banyak hal yang ingin kuabadikan tentang kota ini melalui tulisan namun yang paling ingin kutulis adalah tentang salah satu kota ini yang hapir menyerupai kampungku. pekerjaanku di kota ini mengharuskanku untuk mengitari setiap sekolah yang ada di kabupaten ini, alhasil setiap sudut kota ioni harus kutempuh. mulai dari kecamatan bringin, kecamatan karangjati arah ke caruban, kecamatan pangkur dekat madiun, samapi pada kecamatan ngrambe yang berbatasan dengan srangen jawa tengah.

Salah satu sisi kota ini yang sangat kunikmati setiap kali harus mengitarinya adalah sepanjang jalan menuju kecamatan ngrambe. jalanan menuju kearah kecamatan tersebut adalah jalan lintas provinsi ke jawa tengah namun bukan itu alasannya kenapa aku sangat menikmati sepanjang jalan tersebut, aku menikmatinya karena sepanjang jalan tersebut, terhampar luas sawah yang sudah menguning bahkan ada yang sudah di panen, setiap kali melewati jalanan tersebut, serpihan kenangan tentang kampung halamanku di buntu lamba perlahan-lahan merasuk memenuhi sukmaku, bau semerbak padi yang baru dipanen semakin menambah aroma suasana kampungku. 

Tekadang terbersit rasa rindu yang membuncah terhadap kampung halamanku saat merasakan suasana tersbut. lalu lalang para masyarakat yang memikul padi semakin menegaskan persamaan dengan pengalaman masa laluku semasa masih di kampung. saat panen tiba, saat memikul hasil panen ke rumah dan saat-saat ibuku menyuguhkan nasi bakul dan sayur asam sesaat setelah capek bekerja di sawah.

Kenangan itu selalu saja muncul setiap harinya karena mau tidak mau aku harus melewati jalanan tersebut, namun meskipun begitu, walaupun suasananya menyamai kampung halamanku namun sama sekali tidak bisa menggantikan posisi kampung halamanku di jiwaku. dia akan tetap bersemanyam jauh di dalam sana. kenangan masa lalu penuh cerita tak kan begitu saja terhapuskan, jejak kakiku di kampung halaman tak jua terhapus oleh apapun. suasana sisi kampung di kota ngawi ini hanyalah kan menjadi serpihan pengingat tentang kampung buntu lamba yang sama sekali tak kan mampu mengerusnya dari sukmaku.

Entah kapan namun aku tetap berharap bahwa aku kan kembali ke kampungku membaw sejuta senyuman indah buat setiap orang yang mengharapkan kebahagiaan untukku. senyuman buat kampung halamanku yang beitu asri. aku berada di sisi hanya demi sebuah misi hidup bukan untuk berusaha menukar kenangan rindu tentang kampungku..

burontong, malam ini, aku ingat semua tentang cerita masa bocahku di dalam pelukanmu,,,,!

Raga Yang Menyerah

engkau persinggahan jiwaku
saat lelah menghampiriku
melawan dunia yang semakin tak bersahabat

masih ingatkah engkau kemarin malam
saat kukirimkan surat tentang cita kita
ikrar kan menaklukkan dunia

tapi kenapa hari ini kau seakan lupa
menanyakan pertanyaan yang sama

sudahlah merengek tentang asa

yah,,yah

memungut tetes hujan berserakan
mencerca cahaya yang memercik wajah
menggores sukma penuh dendam

hujan diujung malam yang menua
ingin kukejar hangatnya
sekan berlomba dengan nafasku

February 12, 2013

Tentang Rindu Ini

kuingat tentang malam yang menawarkan dinginnya
kuingat tentang pagi dengan sejuknya

cerita di kota tua
selalu dan selalu deru kereta memekakkan telinga

tentang rindu
tentang hangatnya kota ini
namun tak jua mampu mengalahkan pesona negeriku

diujung sana
diujung pulau yang menawarkan rindu

tentang semua kenangan
tentang hidup yang terjalani masa itu,,

airnya telah menyatu dalam darahku
bau tanahnya tak musnah dariku
hangatnya mendesir di rongga otakku

memercikkan rindu yang amat sangat
tentang cerita esok hari

February 11, 2013

silaturrahim

ini tentang manusia
tentang hasrat mereka
saat perut menjadi kuasa
senyum karena sesuatu
tak lagi tulus
tidak lagi murni
membosankan

February 10, 2013

Lagu Malaysia Malam Ini

Malam ini, benar-benar tidak ada kegiatan. setelah makan malam bersama munir di depan lorong, nasi pecel yang cuma 4 ribu, kami berdua kembali ke rumah, sebenarnya kami berniat ke padepokannya kang Huda tapi ternyata hujan malam ini memaksa kami membatalkan rencana kami. kami berdua harus beradu lari dengan hujan sebelum mencapai pintu rumah. hujan semakin deras menyapa kota ini, munir duduk di ruang depan sambil membaca koran hari ini, sedangkan aku langsung ke depan komputer larut di dunia maya. beberapa menit kemudian, aku jenuh dengan dunia maya, tidak ada yang menarik bahkan sekedar untuk membunuh kejenuhanku malam ini.

aku kemudian memutar lagu malaysia, lagu-lagu yang semasa SD sangat akrab di telingaku. setiap judul lagu malaysia yang kuingat, kunikmati lewat you tube. sesaat kemudian, kuingat saat masih di kampung, saat masih SD, lagu-lagu tersebut sangat digandrungi dulu. akupun tak ketinggalan menikmatnya, hingga saat ini, lirik lagu tersebut masih kuingat dengan jelas.

lagu-lagu india pun sangat akrab di telingaku dulu. masih segar dalam ingatanku bagaimana kami harus membolos untuk menonton film india bahkan dengan jarak yang sangat jauh, maklum di desa kami dulu, hanya ada beberapa orang yang sudah mempunyai pesawat tv.

hehe. lagu malaysia untuk malam ini
21.47
10.02.13

Tentang Selera

Ini cerita tentang selera, tentang bagaimana kita menyikapi setiap selera individu yang ada. sering kali ketika kita berbeda selera dengan seseorang maka dengan angkuhnya kita selalu mencari kekurangan tentang seseorang tersebut. selera menurutku adalah hal yang terbentuk pada diri setiap individu karena beberapa alasan termasuk salah satunya adalah pengalaman masa lalu. tentang bagaimana dicekoki sesuatu pada masa kecilnya maka hal tersebut akan terukir dalam dirinya dan menjadikan sesuatu tersebut sebagai hal disukai atau dibenci.

Kumulai pertama dengan selera musik. dengan jujur kukatakan bahwa aku suka dengan beberapa genre musik termasuk musik yang dianggap sebagai musik orang kampung. aku suka sekali musik malaysia dan dangdut. itu pengakuan jujurku. bukan tanpa alasan kenapa aku tiba-tiba suka musik tersebut, kuingat dengan sangat jelas bahwa pada masa-masa SD, orang-orang di kampungku doyan akan musik tersebut, setiap rumah sering memutarnya pada pagi dan sore hari. 

Kumpulan pemuda yang nongkrong di malam hari sering kali bernyanyi bersama menyanyikan genre musik tersebut. lama kelamaan aku pun suka akan kedua musik tersebut terutama musik malaysia bahkan sampai sekarang. Ada beberapa lirik lagu yang masih segar dalam ingatanku. lalu kemudian saat kuliah dan bertemu dengan beberapa orang dari belahan daerah lain, ternyata selera musik kami berbeda, kebanyakan dari mereka suka lagu impor nan cadas, reggae, hardcore, atau apapun itu. saat berbicara tentang musik, aku harus siap-siap dicemooh habis-habisan karena selera musikku yang dianggap kampungan. 

Awalnya, aku bahkan berpura-pura untuk menyenangi setiap lagu yang diputar, aku harus googling mencari informasi tentang band luar yang menjadi mainstream meskipun kutahu, sama sekali aku tidak menikmatinya, bahkan lebih lucunya, saat menginap di kampus, aku memutar lagu yang kusukai sejak kecil saat sudah sepi. 

Lama kelamaan, aku kemudian berfikir apa salahnya berbeda selera dengan mereka, toh meskipun begitu, aku tidak merugikan mereka.musik adalah untuk dinikmati. terkadang juga, mereka suka musik yang resist sehingga musik pinggiran dianggap kolot. aku kemudian berpikir bahwa meskipun suka dengan musik perlawanan namun tidak serta merta mereka menjadi bagian dari itu karena perlawanan terhadap segala bentuk penindasan bukan labelitas, dia teridentifikasi dari gerak nyata tanpa melihat sesuatu yang sifatnya normatif.

Tentang selera yang kedua adalah klub sepakbola atau bahkan pemain kesukaan, terkadang waktu habis hanya untuk memperdebatkan klub mana yang paling unggul, pemain mana yang paling jago bahkan harus saling menjegal. terus terang aku bosan dengan semua perdebatan tentang selera yang sifatnya subjektif, tentang mana yang lebih keren.

banyak lagi selera yang kemudian terkonstruksi di dalam setiap pikiran individu yang berbeda-beda tanpa harus mendiskreditkan selera orang lain.
10-2-13

Kembali Ingkar Pada Diriku

10.02.13
08.00

pagi ini, aku kembali ingkar pada diriku. sudah seminggu disini, aku belum pernah memanjakan diriku dengan keluar menghirup udara pagi, padahal sebelum menginjakkan kakiku di kota ini, aku sudah bertekad kuat untuk bangun pagi-pagi dan keluar berjalan mengitari kota ini sambil merasakan udara pagi yang sudah begitu lama tidak kulakukan. hari ini, persisnya hari minggu menjadi hari yang sangat pas untuk mewujudkan janjiku kepada diriku. aku sudah bangun pagi-pagi buta dan beranjak menunaikan kewajiban subuhku.

aku sudah memakai celana pendek merah dan baju kaos dengan niat yang bulat untuk menghangatkan tubuhku dengan pagi ini. namun semuanya harus buyar, saat menuju lantai 1 dan melewati komputer yang masih menyala, aku iseng untuk ngechek email dan akun facebook, entah mengapa, di akun FBku ada tautan dari blog temanku karena penasaran tentang tulisannya, mulai kuklik dan membaca tulisannya. bukan hanya sampai disitu, akukemudian larut dalam bacaan blog pagi ini, memaca beberapa tulisan dari teman-teman lama di makassar, sering dari tulisan mereka menghadirkan kembali suasana makassar yang begitu mempesona

aku tak menyadari atau mungkin terlalu menikmati setiap tulisan di blog teman-temanku di makassar, alhasil tidak terasa, pagi sudah beranjak namun aku masih duduk rapi di depan komputer bergumul dengan blog ini sambil sesekali tersenyum ketika membaca pengalaman masa lalu di makassar. terkadang saat merindukan kota makassar, sering kubuka blog ataupun kubaca status teman-temanku yang ada di makassar sekedar untuk mengobati kerinduan terhadap kota itu. meskipun terkadang juga aku malas dengan perasaan yang seperti itu, yang sangat sentimental.

entahlah, sekarang sudah pukul 08.00, namun janji pada diriku untuk berjalan kaki menikmati pagi ini belum juga kutunaikan, kau malah menulis pengingkaranku di blogku yang acak kadul. mungkin juga ini sekedar sebuah kado permintaan maaf dengan pengingkaran tersebut, aku merasa tidak terlalu bersalah kaena tulisan ini, namun apapun itu, salah atas pengingkaran tetaplah salah.

kuakhiri tulisan karena aku ingin menggugurkan janjiku pagi ini. segera kumatikan komputer dan beranjak keluar memanjakan tubuhku dengan udara pagi meskipun agak terlambat. maaf yah.
08.34
kulanjutkan lagi tulisanku ini, sesaat setelah pulang memenuhi janjiku kepada diriku. lucunya, tadi saat baru keluar dari pintu rumah, udara pagi begitu sangat menyengat, bahkan hampir saja menghalangiku untuk keluar. harapan untuk mendapatkan sinar matahari yang sejuk ternyata tidak terpenuhi. inijuga salahku karena baru keluar dari rumah saat matahari sudah terik. 

tetap kulangkahkan kakiku menuju jalan besar, alhasil yang kutemi adalah jalanan yang lengangpadahal seharusnya jalanan ini ramai oleh orang-orang yang jogging atau sekedar jalan-jalan saat hari minggu, segera kutersadar bahwa akulah yang terlambat. sesampai di dekat sebuah pasar, terlihat aktivitas masyarakat yang sudah larut dalam aktivitas mereka, salng tawar menawar. tak ada lagi gairah untuk melanjutkan acara jalan-jalanku, kuputuskan saja untuk mencari angkringan di dekat pasar, namun setelah berputar-putar menyusuri sudut jalan, tak kutemui satupun angkringan, ternyata angkringan di kota ini pun libur saat hari minggu. ah, ini akibat terlambat, semua aktivitas tidak berjalan semestinya. memang seharusnya setiap aktivitas dilakukan pagi-pagi. 
 
akhirnya aku pulang dengan rasa tak puas pagi ini,namun saat akan memasuki lorong menuju tempat tinggalku, ada salah satu kedai kopi yang buka, aku kemudian singgah dan memesan secangkir teh panas, serta menikmati 2 potong kue pia. hanya ada seorang laki-laki paruh baya yang jugas sedang menikmati kopi hitam disampingku sambil bercengkerama dengan ibu pemilik kedai.
 
ini tentang teh panas, aku selalu keliru dengan hal tersebut, semenjak berada di kota ini beberapa bulan yang lalu, aku sering memesan teh panas saat di warung, namun anehnya saat sudah disuguhkan, ternyata tehnya tidak sepanas yang aku kira, aku memang doyan menikmati teh panas yang asapnya masih mengepul namun di kota ini ternyata teh panas itu cuma hangat, alhasil aku tidak terlalu menikmatinya karena sensasi asapnya sudah tidak ada.
 

kembali lagi ke masalah pagi. kuingat saat masih kecil dulu, orang tuaku selalu gusar tatkala aku terlambat bangun, berbagai pameo dikeluarkan untuk memotivasiku bangun pagi, "rezeki itu dibagi saat pagi hari, jadi kalau kau terlambat bangun, tidak dapat bagian". kata-kata itu terngiang di kepalaku, entah maknanya seperti yang diungkapkan oleh orang tuaku atau bahkan ada makna tersirat namun yang pasti bahwa pagi hari adalah waktu yang sangat tepat untuk memulai setiap aktivitas

selamat pagi semesta,,,,,,,,,


February 9, 2013

Kada Penawa

09.02.13
23.13
ngawi
ala ganna'mi setengah tahun mabela jio mai kampong, tiro katuoan, tapi biasa takkajanna'na kua apa tonganra kutiro tee. yanna kumesa-mesa omo cimadokko, ta'pa mangngingaran omo kua mabela tonganmo pale'na tee na susi bang unari kurasa kaleko.malaja'na ke yato kutiro te'da na bisa bawana sitammu Puangku.tongan iya kua aja paralluna doi, te'da kubisa borroi kaleku tapi aja nippik ra silenanna jio niatku na kedoku. yanna kedo ci'di penawanku pasti kedo todami to apa lakukabua, na simula beccu'na diajai kua PuangAllah Taala mangpepenawa, yanna tassala to penawanna sala todami to dituju.

ya bangmora jio kupeta'da doangan danggi' lalo dikka'na na takkedo penawanko. kurasakan tonganmi tee katuonku kua ya to ladi pangkitai sitonganna penawanta', yanna ya bangra ia to lino di tiro, kanriri na bumbun dau, ambai na kan te'da lalo kameloanna lako kale ta'.

umuru'ku lewa'mi seperempa abad. te'da lalo kurasakanni na susimo pale'na tee. susi bang unari kua pea unapa, male mang rewa saping, mangpakande beke. mareso gaja unapa cakkedo penawanku, iyarika ku madoang disanga, iyarika kuputus asa, iyarika ku makuttu, iyarika kumasekke, iyarika ku iri. tapi mangusaha tarruna na danggi lalo dikka'na kubawaimate tuu lako sifa ganjang. aja susa tongan ta'pa dita'dean tapi ambai yanna si ci'di-ci'di bisa unara pran-piran mapaccing.

te'da lalo iya salana male tiro doi moi angge imbo tapi yara na sala ke ya jo doi na pasala lalan mik, biasa bangmiki borro, biasa bangmiki takkalupa, sanggenna doi manda tongan mora disanga raja, 

ya tee allo sanga disanga omo todana mangjama, kuhindari lalo tomadoang bangra disanga, kuhindari lalo to malaja lko ponggawa na pakala'bi PongAllah Taala. ambai biasa bngmi ke rapatki na wattumi to massumbajang tapi cia'ki todana disanga na disalai bangmo to sumbajang sanga madoangki di sanga marajin pole jio mai ponggawa, ya ngasan mo jio to ala kupemabelai jio mai batang kaleko, ya'ke bangmo na cacca ngasanna tau tapi nakabudaina PongAllah Taala daripada naka budaiki to tau tapi na caccaki Pong Allah Taala.

ya te'da allo, yamora kua matumbai di patannangngi to penawa, danggi lalo marussak bangra apalgi ke gara-gara duniara. yanna den masalahmu, anggi'mo mngcurit gaja lako tau tapi meta'da doang bangmora. te'da laloki ia bedana to mayat lumingka ke te'dai prinsip di toe. yanna mareso gaja unapiki na pengarui tau berarti malamma unapi to penawanta.

yatarru kurangan tonna 2 taun lalu, yatonna kumasaki ambai ala patang bulanna jio bangra bola. ambai nasangai to tau joi wattu kua malaga bangna tapi sitonganna takkukullemi, biasa to'mikukua jio wattu kua ambai susi bangmora iya tee, te'da lalo pangkulleanku, moi ke mamma'na matumbade' too kusa'ding. pempiranmo disolan lako ruma saki' na kua bangra to dottoro' kua te'da kuciapa. ya jio wattu, pole lan mai penawanku kua PongAllah Taala tonganmora tee, ambai yamo jio wattu punca'na pasraku. na pakitan tonganna kakuasanna PongAllah Taala tonna kususi jio sanga te'damo ku male mang pejampi na kumalaga kusa'ding. sampai too, ya tarru jio ku ngaran ke kedo omi penawanku.

te'damo kumengerti kua apamora tee to disanga katuo-tuoan, ambai te'da na susi ngasan to tau tapi budami iya to tau semata-mata mangpugauk sanga den apa nacinna, te'damo na macanning penawa. dikita bangmi ke ala pemilihnni, yato ponggawa mangpabengan sanag madoangngi di pille, susi toda una to tau pira, yapi na madoang mapille ke denni doi'na. yake susii pale jio, imbomira nanai to penawa. dangngi'mo mabela gaja kitai ke pemilihan, yamo to silaturrahim jio masyaraka', budami to tau kandoppi to ponggawa tapi yanna yato tau te'da apanna, na pelle-pellei.

danggi lalo dikka'na ku termasuk tau tak sukkuru'. 

pekassingngii to penawa
malampu
sabbara'
sukkuru'
mangngingaran PongAllah Taala
maballo lako tau



Kasihmu

depok
16.09.12
Tuhan
Engkau ciptakan aku,
buat apa,
untuk apa,
ceritakan padaku Tuhan

Tuhan,
ketika Engkau tak ajarkan,
aku tak mengerti,
ketika Engkau tak ijinkan,
aku tak kuasa

Tuhan,
terkadang kusadar,
seringkalikulupa
kusadar kan RakhmatMU,
kulupa karena dzalimku atas diriku

Tuhan,
kurindu pertemuan denganMU,
tuntunlah aku 
meretas jalan kepadaMU,
karena kuyakin,
itulah hakekat Engkau adakan aku

Tuhan,
terlalu lama
diri ini tak terarah
tanpa tujuan esensi,
namun kuyakin,
Engkau tujuan perjalananku

Berjalan

ini bukan akhir,
aku harus menghalau setiap kemalasan
karena pesan dari seorang Guru
perluas zona nyamanmu

ini bukan titik
masih ada ruang yang menunggu
jangan berhenti mematung

ini sekedar jalan yang sedang lurus
tetaplah berjalan
di depan masih jauh

sambil sesekali berhenti
melepas dahaga di kedai kopi
yang sering disinggahi

sang musafir
nalar tak terpakai
bagai rongsokan puing sampah
karena dia bukan dia
hingga berjalan bukan kehendaknya
hanya mengikuti skenario Langit
sampai akhirnya

tak berbekas
hilang
musnah
dan akhirnya
Fana


manusia manusia disekitarku

sering kutulis setiap orang yang hadir di ruang hidupku, masa kemarin, saat aktif d GP,
aku menulis setiap sisi temanku, tentang mereka, tentang canda dan tentang sisi yang terlihat oleh mataku
saat takdir menggiringku ke ruang masa berikutnya, terdamparlah aku di sini, bekerja di sebuahpenerbit dan ditempatkan di sebuah kabupaten Jawa timur yang berbatasan dengan jawa tengah,
kali ini, kutulis lagi tentang mereka yang kan mengisi hari-hariku disini sebagai rekanat kerja,
memang, sangat berbeda dengan kondisi ruang kemarin yang lebih longgar, fleksibel bahkan benar-benar sangat santai,
kali ini, kujumpai sebuah ruang yang mengharuskan aku kembali untukdisiplin,
dalam waktu,
tentang pekerjaan,
tentang posisi dan pertemanan,
tentang semuanya.
aku harus memulai setiap hari-hariku di pagi hari, mempersiapkan semua kebutuhan tentang pekerjaanku dan tak ada toleransi untuk terlambat.
sementara ini aku menumpang di kantor, ada satu teman yang juga tinggal di sini, kami berdua menjadi penghuni kantor karena 2 karyawan lainnya sudah berkeluarga
inilah gambaran awalku tentang manusia yang sekarang sering kujumpai dalam hariku
si Mr, dia juga adalah karyawan baru sehingga bernasib sama dengan aku masih dalam tahap proses beradaptasi, dia berasal dari grobokan, purwodadi jateng, kami sering jalan bersama, ngopi saat malam.
selanjutnya Pak ok, aku tidak tahu pasti umurnya namun dari wajahnya, kemungkinan besar dia sudah berumur 40 thn lebih, dia sudah 10 thn bekerja sebagai karyawan disini. menurut beberapa info dari karyawaan lama bahwa Pk ok ini sudah tidak punya lagi passion dalam bekerja. datang ke kantor hanya untuk menggugurkan kewajiban dan menunggu gajian (bukan bermaksud menggibah namun ini informasi dari Asmen dan GL), memang kalau di lihat dari raut wajahnya, tidak nampak lagi semangat yang memancar.
kemudian si Ro, dia adalah GL disini, dari wajahnya kelihatan masih sangat mudah namun dia sudah berumur sekitar 30 thn, dia sudah punya isteri dan tinggal d magetan. aku belum tahu pasti karakternya karena baru sehari bekerja sama dengannya kemudian dia sakit dan harus ijin 3 hari.
selanjutnya si Ar. dia adalah Asmen di daerah ini. kelihatannya dia orangnya cepat panik.
yang terakhir adalah pk Kr, dia adalah manager, sangat tenang, hanya sesekali berbicara, kemarin pun waktu survey berdua denganku, kami hanya diam di atas mobilnya saat perjalanan, hanya sesekali aku menanyakan hal di daerah ini kemudian dijawab singkat. benar-benar sangat tenang dan tidak sekalipun menampakkan rasa gelisahnya..
itu sekelumit orang yang kedepannya akan sering kujumpai dalam hari-hariku

Pagi Pagi

pagi menyapa, bumi merekah, aroma tetesan embun masih tersisa
sesaat aku telah beranjak dari peraduanku
mendekap dinginnya kota ini
tapi tak kuhiraukan
aku terus melangkah
membahana
dalam asa
hidup hari ini

09-02-13

Untuk Malam Ini

09.02.13
24.22
pikiran masih berkutat dalam ide
namun kedua indera penglihat tak berkompromi
atau aku yang mendzalimi
sebab harusnya 
keduanya punya porsi istirahat
kalau demikian, kusudahi saja semua ini sejenak
malam ini
kuberlari ke tempat persemayaman, memeluk guling yang setia menampung  tetesan liur yang 
tumpah saat mimpi
tak pernah kudengar sekalipun mengeluh
ini ucapan selamat malam
semoga saja 
semangat akn membakar tubuhku malam ini
hingga esok tak ada keraguan dalam berjalan.

February 8, 2013

Coretan Tak Usai

malam ini,
keren.
serius.
kembali kugapai malamku, kunikmati remang remang yang sudah lama kulupakan
duduk bersila diatas susunan batako pinggir jalan itu,
jalan akhmad yani, Ngawi
secangkir kopi
dan beberapa potong gorengan
kunikmati senandung alam yang tak pernah usai,mencumbu dan merayu agar tetap kan abadi,
dan titik titik cahaya lampu yang mulai memudar
kuingat,
terakhir romansa ku dengan malam saat kuliah dulu,
bahkan malam selalu menjadi teman setia saat senja menua
itu dulu
saat masih di kotaku,
oh malam,
sengaja kumendua saja denganmu
agar lebih dekat dengan hatimu, kalau saja kudekap dirimu,adakah bayang bayang gelap kan mencemburui kita,
akankah itu.
peluh dalam dingin tak terkira..
malam itu di sudut kota ini.
Ngawi,
08.02.13
20.02

apa sebenarnya yang sedang kucari? pertanyaan sadar ini selalu muncul dikala kesendirianku, dikala kujauh dari hiruk pikuk manusia. terkadang kumalu dengan ini. jika yang kucari adalah hal fana, bukankah pencarianku sia-sia belaka. sampai sejauh ini langkah kakiku menjejak di bumi, semesta turut menyaksikan, namun sampai saat aku duduk di sini, aku belum begitu mengerti, aku belum begitu tangguh memetakan absurditas dengan esensi, ataukah aku paham akan hal itu,
atau bahkan puara pura tidak mengerti karena sejatinya sanubariku telah ditaklukkan oleh perutku,,,
mudah-mudahan saja tidak begitu adanya, semoga saja semesta kan menjagaku setiap detik dari semua itu.
kalau begini, untuk apa aku disini? untuk apa menjejakkan kaki begitu jauh.
semoga saja bukan, semoga saja niat hati tidak absurd, semoga saja bukan untuk yang fana,
selalu berharap bahwa setiap jejak kaki atau bahkan helaan nafasmu di sini adalah tasbih kepada Sang Pencipta, karena tak terukur.
kalau Nabi Sang Teladan hijrah, maka akupun punya alasan,, setiap kaki rapuh yang mengukir langkah di sisi bumi ini kan menjadi berarti.. karena hikmah tergeletak dimana mana,,bercampur dengan lumpur, menyatu dengan tinja, bahkan sering tak dikenali, hanya manusia manusia tekun yang kan mampumengenali setiap hikmah, meski hanya setitik di tengah lautan samudera,,

tak pernah kuberusaha mengingkari perutku, tak ingin jua kudzalimi dia dengan mengabaikan inginnya, karena itu sama saja dengan ego kepalaku, yang ingin kulakukan
meyelaraskan apa yang ia butuhkan bukan pada keinginan,,
aku tahu itu sekarang, namun masihkah menyisakan setitik dalam rupaku besok pagi?
saat kuterbangun dalam buaian mimpi,, kemudian mendapati dunia yang penuh tawaran kesenangan, seringkali saat kujemu, kuberfikir untuk bermimpi saja tanpa harus terbangun, namun tidak, itu sama saja kekalahan telak dari diriku.
seorang kawanku teman diskusiku, sedang jauh di negeri seberang. kami sering bertukar pikiran dan satu kesimpulan yang membuat kami seiya tentang kalimat yang coba kusederhanakan " Tuhan kan membukakan jalan kepada kita tentang apa yang kita citakan, meski seringkali jalan Tuhan tak terterka, namun cita kita kan terwujud, dengan satu kata kunci, kita selalu dekat denganNYA. bukan persoalan waktu, karena terkadang bias menceritakan tujuan dengan landasan waktu, otoritas penuh ada di genggaman Tuhan. semua kan datang tepat waktu hanya seringkali manusia tergesa-gesa."
Hikmah, itulah mutiara hidup yang selalu kan kupungut dimanapun tergeletak, karena dia lebih mulia dari emas.
cinta,
itulah hal yang menggerakkan makhluk,
mencinta tidak membutuhkan apa apa, hanya kejernihan hati untuk berbagi dengan sesama, dengan semesta. dengan kata itu, semua kan memudar dan menyatu dalam kebahagiaan.
bahagia dalam hati, bukan pada persepsi manusia tentang diri kita.
tentang watak, tentang bagaimana manusia harus kembali ke fitrahnya, namun kilauan dunia bahkan mengubur cita itu, semua harus terukur dengan materi. bahkan sekrang, perut telah mengalahkan hati. apapun yang diinginkan oleh perut maka akan terpenuhi meski itu hanya sesaat dan kembali menjdi musnah.
cinta kabur karena keserakahan, kesombongan dan hasrat menjegal. kata-kata hanya menjadi ide usang yang memuakkan, keluar dari mulut lalu menguap begitu saja mengikuti hembusan angin tanpa berusaha merealisasikan dengan gerak nyata.
sejatinya bahwa manusia satu dengan yang lainnya tidak terpisah bahkan dengan seluruh semesta, hingga bahagia untuk yang satu adalah bahagia untuk yag lainnya namun sekarang itu hanya ilusi. manusia menjegal manusia untuk dirinya. mereka tidak sedang paham bahwa dengan tingkah pongahnya , mereka sebenranya telah melakuka nnya kepada diri mereka sendiri. ketika berbuat baik kepada sesama, sejatinya kita telah berbuat baik kepada diri kita sendiri begitupun adanya ketika kita berbuat curang kepada orang lain maka saat itu kita sedang curang terhadap diri sendiri, sering diistilahkan dengan hukum karma, namun apapaun itu,manusia sedang dalam dehumanisasi.
dalam hati yang sedang berkarat, oleh duniawi yang menipu. menjemukkan dalam hidup yang penuh absurditas, bahkan terkadang mencari pembenaran untuk ikut serta dalam pusaran ilusi seakan tak tahu bahwa hati nurani kan abai, padahal tidak, selalu saja dia mengajak ke arah yang benar, meski dengan kasat mata itu pahit dan itulah manusia, terlalu memanjakan setiap apa yang akhirnya kan menjadi kotoran, perut dijadikan tumpukan sampah, bahkan harus menjegal sesamanya untuk memenuhi perut dengan berbagai macam sampah dan bangkai-bangkai. hasrat mereka tak ada untuk mengungkap tirai yang menghalangi mereka dengan Sang Maha Segala. hasrat itu tegadai oleh ego, angkuh, kesombongan yang akhirnya kan menggiring ke jurang kemusnahan.
begitulah hidup. mesti diukir setiap langkah yagn menanti, entah berapa lama lagi sebeblum fana, namun itu bukan hakekat, berbuatlah tentang jejak yang baik tanpa harus memperhitungkan jejak selanjutnya. hanya diri yang tau arti, hanya diri yang menentukan arah. semesta hanyalah suplemen untuk semua. diri yang menjadi sahabat sekaligus menjadi musuh utama. dia bersemanyam dalam dada tanpa sekalipun memunculkan dirinya secara indrawi namun dia muncul dalam sebuah bentuk yang lebih kejam, yaitu tingkah laku. itulah musuhmu, diri sekaligus rival. berjuanglah menaklukannya karena hanya dengan itu, engkau kan mengerti siapa sesungguhnya dirimu yang sedang mengukir langkah di bumi ini.

Biarkan Gambar Bercerita

saat tiba di TP jam 10.00 alhasil belum buka terpaks menunggu di pintu gerbang




                                        
                               
parade bendera di depan TP. sesak

                       
                      
sama

                                 

sesaat setelah pintu TP dibuka pagi itu
                                  


sepanjang jalan gubernur suryo









sepanjang JLN gubernur suryo
                            

   perlintasan kereta dekat stasiun gubeng yang sering kulewati saat pulang kerja

                               

pemandangan yang biasa di surabaya pada malam hari                                       tukang becak tidur pulas di becaknya yang terparkir di setiap sudut jalan
                                        

ini dia kamarku
                                   


melewati gang di gubeng saat manusia merayakan maulid Nabi
                                   



hampir di setiap lorong kecil di surabaya dipasang peringatan  mudhuno rek,, cuepeek rek..wkwk

          





kamarku di kertajaya 7C/2
                                      



sedikit dari bukuku pelepas penat
                                          



kerasnya perjuangan seorang tukang parkir
                                   


hujan deras mengguyur darmawangsa
                                     





kawan linda
                                    

sisa makanannya linda
                                     
                                

                                 




kamar kosku, 200,000/bulan di bilangan kompleks kedungdoro






sabda semesta jum'at ini

siang tadi, kususuri setiap sisi kota ini, dalam terik mentari yang menyapa, namun bukan alasan buatku ciut
aku terus berjalan.
menapaki bebatuan yang sesekali menghadang
aku terus menjejakkan kakiku
mengalahkan kepulan debu yang membumbung tinggi
hingga tak terasa
tiba aku di perbatasan provinsi ini
duduk di sudut warung siang itu

Kang M.H.M

ketika bergumul denganmu siang itu, sering kudiam, namun bukan berarti ku terpaku dalam bisu,
lebih karena ingin menggali hikmah darimu, sesekali berfikir keras. ketika tak kumengerti hatimu.
meski saat itu, awal takdir menemukan kita.
kurus, sederhana, dan ramut yang menjuntai tak tersisir.
itulah sosokmu, penuh dengan kesederhanaan,
tapi kutahu
tidak sesederhana kepalamu
yang telah lepas dari belenggu belenggu palsu, engkau menancapkan dirimu dalam dunia
dengan hati yang bebas
tanpa seorangpun yang menggangumu
citamu adalah kerjamu yang bukan hanya di mulutmu
tapi gerakmu menjawab impianmu, sampai semuanya manggut manggut
setelah kemarin sore mencemohmu
tapi mereka dengan begitu cepat menyanjungmu, saat ini
06.02.13

Suatu Siang di Sawah, Desa Ini

kau mendekapku,
membawaku melayang ke negeriku masa itu,
saat kududuk di tepimu
yang hampir menyerupai wajah pertiwiku
yang selalu kukenaNg di memoriku
mungkin saja dia sudah berubah, namun kau membawa wajah baru di depanku
kalian seakan kembar tak terbedakan

Tentang BocahBocah Itu

tentang bocah yang kulihat,
tentang memoriku yang melayang jauh ke masa lalu,
kuberandai untuk kembali ke masa itu,
menikmati hidup tanpa beban
namun kutahu itu picik
karena hidupku adalah sekarang
brjalan menuju kefanaan
karena hari
bahagiaku
dalam setiap kisah hidup ini
walau terkadang bias

setelah 2 hari berkeliling ke SD di ngawi
melihat setiap bocah betingkah lucu
tanpa beban
tanpa cemas
penuh kebahagiaan
dengan begitu polosnya
sesaat tertawa, sesaaat menangis
tapi tak ada dendam yg membekas
08.02.13
24.29

February 7, 2013

kondisi itu

harusnya tulisan ini ku upload saat masih di madiun, saat jemu menyapaku, saat terkurung dalam kamar tak bertuan,
masa saat itu,
masa yang paling tidak mengenakkan
terkondisikan dalam ketidakpastian,
namun selalu kuyakin
kan berlalu, berganti dngn masa yang lain
entah dengan kondisi yang sama
karena hidup
adalah rotasi antar potongan takdir
dan selalu tak tertebak, kemana
lagi takdir selanjutnya kan menggiring, entah ke cerita yang membahagiakan atau bahkan ke sudut kematian
karena itu niscaya
tak tertolak oleh apapun jua

coratcoret

menerkamu dalam diamku
mengguyur sanubariku yang lama tek bersua, dalam semua sepi yang menepi di malam itu
saat kan meramu menjadi satu, saat senja mulai menua, saat
malam menghembuskan helaan nafasnya
kuterlarut dalam tasbih hari ini, menjelma menjadi seorang pangeran, hingga
semua seakan menjadi milikku, tak tersisa
sedikut pun untuk yang lain.
akan tetapi ilusi karena diri
ini hanyalah bayang bayang hitam yang mulai meredup
atau entah sebentar lagi kan memudar
beralih menjadi tanah lumpur, menjadi humus bagi tanaman, hingga
saat cacingcacing menggeroti pun tak ada
daya untuk menghalau
itukah angkuh, itukah ego, itukah, itukah dan itukah
kemana semua itu
kucaci diri, kucari alasan untuk itu, namun hampa, semua bahkan tak ada, hanya diri yang mematung melempar setiap angan.

February 6, 2013

Ngawi, I'm Coming

                                             

setelah berada di madiun selama 4 hari, kemarin sore, tepat pukul 16.00, aku
diantar oleh pak kris ke ngawi,
malamnya, sesampai di kantor ngawi, kami makan malam di sebuah warung kecil di dekat alun-alaun kota ngawi.
hari ini, aku resmi melakukan rutinitasku di kantor, meski dengan sangat susah beradaptasi
karena semua orang disini menggunakan bahasa lokal.
namun tetap kulewati dengan penuh optimis, bahkan tempatku
berkegiatan sekarang bukanlah hal yang kan membuatku settle karena ada rencana berikutnya yang
harus kukejar tahun ini, setidaknya
pekerjaan yang sekarang menjadi sebuah pengalaman berharga
dalam meniti kehidupan ini dan lebih
menghargai setiap bentuk pekerjaan.
namun ada hal yang sedikit membuatku khawatir disini karena ijazahku
menjadi jaminan bahkan dari seniorku disini bahwa
ketika akan resign, maka
akan sangat ribet mengurus ijazah tersebut bahkan berbulan-bulan baru
bisa dikembalikan, namun kembali
lagi kepada keyakinanku yang kuat bahwa setiap hal terkecil pun di dunia ini ada
yang mengatur dan
ALLAH SWT
tahu apa yang mejadi terbaik buatku dan
ketika DIA mengijinkan maka setiap langkah menuju cita-cita kita akan menemui jalannya sendiri entah
itu jalannya berbelok ataupun lurus.
satu kunci terpentingnya adalah
SABAR
kuingat ketika aku harus menunggu di mes madiun
selama 4 hari,
rasa jemu menghampiriku setiap saat bahakn
ketika perasaan itu mencapai klimaksnya
terkadang aku berfikir untuk
balik saja ke surabaya namun kukuatkan hatiku bahwa
ini semua akan berakhir dan berganti dengan fase berikutnya
salah satu kata yang sering kuingat adalah
what doesn't kill you , will makes you stronger
ku khawatir bahwa ketika aku pulang itu artinya
aku telah terbunuh dan ketika
aku tetap bertahan artiny bahwa kondisi
itu tidak akan sampai membunuhku
bahkan malah akan membuatku menjadi lebih kuat meski
kuathu permasalahan yang lain tetap kan muncul.
hari ini,
kuputuskan untuk menjalani apa adanya,
dengan
sabar dan syukur
tanpa keluhan
dan sebuah kan menuju ke arah yang lebih baik pada masanya.
impianku bahwa
someday I works at BUMN or one of  State department
Aamiin.
namun aku tetap memupuk keyakinanku kepada ALLAH untuk memudahkan setiap jalanku.

kantor ngawi,
06-02-13

February 3, 2013

Aku Merasakan Hidupku

benar benar serasa hidup dan mungkin
saja inilah hidupku dimana semua terasa
ikhlas kujalani,
ridha akan setiap apa yang kan terjadi karena aku tak berharap lagi kepada
makhluk saat dikondisikan seperti ini.
aku benar benar merasakan hidup

di sebuah kota kecil tanpa siapapun yang kukenal bahkan
mungkin, untuk membaringkan tubuhku pada malam hari pun
masih kabur.
inilah yang dinamakan hidup karena tak ada
lagi tempatku bersandar
selain kepadaNYA. setiap helaan nafasku meminta
pertolongan kepadaNYA
dan akupun selalu percaya kepada Allah bahwa segalanya kan berjalan dengan
baik baik saja. nampaknya hal
tersebut kurasakan hingga kini. aku masih
bisa bernafas dan juga tak kelaparan.
hidupku adalah milikNYA

hari kedua di Madiun, berkeliling ke jl panglima sudirman
kemudian memutar di jl manstrip tepat di stadion
mencari hikmah di kerumunan kota ini, semoga saja
ada sepenggal hikmah yang nantinya
kan kubawa pergi, saat semua
kan terlewati maka
yang tersisa hanyalah pelajaran yang digenggam seiring
waktu yang membawa pergi masa ini

hari kedua di Madiun, sendiri memutar kota ini dalam
lengang karena hari libur. menghiurup hembusan
angin di kota ini, merasakan setiap denyut
yang terasa di sini,
menjadikan semuanya begitu indah karena
hidupku adalah kebahagiaanku dan dimanapun
aku menjejakkan kakiku di bumi ini maka tempat itu
adalah rumahku karena aku adalah
bagian dari semesta yang bertasbih
dalam setiap helaan nafas
lirikan mata
ayunan tangan
langkah kaki,
mengalun indah menyatu dengan
semesta.

3-2-2013,
madiun
saat ke kantor namun  satpam
lagi keluar dan pagar
terkunci hingga 
kuputuskan untuk ngenet saja