Ini
tentang cerita tablet dan fadel tadi malam. Bukan tablet obat namun tentang
laptop mini seukuran papan. Dia amat sangat ingin memilikinya dan begini ceritanya.
Semalam
aku menelepon ibuku. Seperti kebiasaanku menyicil rindu terhadapnya melalui telepon
di malam hari. Beberapa saat setelah menelepon, giliran fadel yang bicara
karena dia sedang nginap di rumah neneknya. Awalnya biasa-biasa saja dan
seperti sebelum-sebelumnya dia sedikit enggan bercerita dan bahkan akan sangat
malu ketika dia menginginkan sesuatu dan tadi malam gelagatnya seperti itu
sehingga kecurigaanku semakin menjadi-jadi bahwa dia sedang menginginkan sesuatu.
Setelah beberapa saat dia tak jua menyampaikan keinginannya maka tiba-tiba saja
tantenya yang ngomong bahwa dia ingin dibelikan Ipad (maksudnya disini tablet
karena dia menyebut merek china padahal kan Ipad itu tablet produksi apple).
Aku sontak terperanjat dan langsung bertanya kok sampai Ipad (baca tablet).
Seumur-umurku akau tidak pernah berniat membeli tablet atau bahkan
menginginkannya setelah aku pikir-pikir bahwa tidak terlalu bermanfaat lalu
kenapa fadel yang umurnya baru menginjakkan 4 tahun menginginkan barang yang
menurutku tidak terlalu penting.
Aku
kemudian bertanya lebih lanjut apa alasannya dia ingin dibelikan barang
tersebut. Tantenya bercerita panjang lebar bahwa hampir semua anak seusianya di
kampung mempunyai tablet (meski merek china sih). Teman sebayanya hampir setiap
saat sibuk bermain tablet dengan berbagai games yang sudah di install. Kemudian
fadel hanya melongo dan memperhatikan teman-temannya asyik menggeser barang
yang menurutku sudah menjadi penyakit. Sesaat setelah itu, Aku terpaku begitu lama bahwa sebegitu
mengerikannya sebuah produk teknologi yang hampir-hampir menggerus nilai yang
kupertahankan. tablet yang sejatinya barang yang harusnya dipakai oleh
orang-orang bisnis yang butuh efisiensi kerja ternyata sudah dikomodifikasi
dengan berbagai tawaran games di dalamnya untuk mempertahankan keuntungan mereka
sehingga orang tua merasa sangat membutuhkan untuk membelikan anak-anaknya
sebagai hiburan meski secara tidak langsung sadar ataupun tidak sadar mereka
telah menyesatkan para anak-anak mereka dengan barang tersebut dan berbagai
tawaran permainannya. Aku bahkan harus kembali mengutuk kapitalisme yang
benar-benar sudah memasuki hal yang dulunya aku khawatirkan. Produk
barang-barang mewah yang dikomodifikasi sistem tersebut dalam berbagai tawaran
yang akhirnya menjerat semua kalangan bahkan sampai ke bocah-bocah.
Sedih
juga rasanya mendengar cerita fadel yang dengan amat sangat mengharap meminjam tablet
temannya meski terkadang temannya tidak meminjamkan namun aku bahkan lebih
sedih lagi jika harus membelikannya karena jelas bahwa itu akan merusak
karakternya di masa mendatang. Tidak semua harus dipenuhi nak dan talet itu
harusnya dibeli bukan untuk dijadikan permainan, terlalu gila rasanya melakukan
hal seperti itu. Biarkan barang itu hanya mengawang-awang di kepalaku sampai
engkau mengerti dan aku yakin bahwa tiba waktu engkau mengerti dan tidak akan
membelinya meski engkau berlimpah uang. Aku telah melalui masa sepertimu nak
saat kakek nenekmu tak mampu membelikanku permainan-permainan seperti yang
dimiliki oleh teman sebayaku bahkan jika engkau mau tahu, TV pun tidak ada di
rumah sehingga ketika harus menonton TV, aku harus menutup muka tanda rasa malu
karena terus menerus menumpang menonton di rumah tetangga. Namun apakah aku
sedih akan hal tersebut? tidak sama sekali nak. Hal tersebut yang nantinya akan
menguatkan kita dan menjadikan kita lebih peka akan sesuatu dan kuharap engkau
pun begitu adanya. Tetaplah mengharap untuk dibelikan tablet dan tetaplah
melihat teman-temanmu yang asyik mempermainkan tablet dengan perasaan iba namun
tegarlah akan hal itu nak. Biarkan saja waktu yang memutar dan akan membuatmu
berpikir kelak bahwa pilihan bapak ibumu tidak membelikanmu barang seperti itu
adalah benar. Karaktermu akan menjadi
kuat dan menjadi tahu apa itu kebutuhan dan apa itu keinginan.
Nak,
tetaplah dengan masa kecilmu. Jangan mencampakkan kebahagiaan masa kecilmu
dalam kotak yang bernama ipad Karena kelak engkau akan sangat menyesal. Salah
satu penyesalan orang dewasa kalau engkau mau tahu adalah tidak menikmati
kebahagiaan masa kecil karena aku baru sadar sekarang, masa yang paling bahagia
dan menyenangkan ada masa-masa sepertimu sekarang.
engkau nampaknya sudah amat bahagia dengan sepedamu itu. berbahagialah tentang apa yang engkau miliki. biarkan tablet itu hanya di impianmu
Selamat
menikmati masa bahagiamu…!!!
Jojoran 3/61
kamis pagi
6'3'14
Jojoran 3/61
kamis pagi
6'3'14
No comments:
Post a Comment