Ma,
kayaknya belum ada yang menarik yang ingin kuceritakan kepadamu. Masih seperti
yang hari-hari kemarin. Rutinitas yang belum berubah karena memang belum ada
perkembangan apa-apa yang kuraih di kota ini ma. Aku juga belum tahu rencana
matang atau strategi seperti apa yang harus kujalankan supaya merubah
keadaanku. Namun aku tetap percaya bahwa Tuhan selalu bersamaku ma dan bersama
kita karena Dia sama sekali tidak pernah meninggalkan makhlukNya sendirian
berjalan di bumi yang belantara ini hanya saja pencapaian yang berbeda pada
setiap makhluk terletak pada usaha yang mereka lakukan dan mungkin saja usahaku
belum maksimal ma.
Ma,
tidak terasa sore menjelang. Aku seakan menjalani waktuku di sini dengan hanya
makan dan tidur. Aku berputar pada kondisi yang belum beranjak dari keadaan
sebulan yang lalu saat meinggalkan kota ngawi namun tak apalah ma aku akan
tetap sabar karena kata orang pintar sabar itu harusnya tidak ada batas waktu
dan jika seseorang mengatakan bahwa sabar itu ada batasnya berarti dia sedang
tidak bersabar namun sejatinya dia sedang menahan emosi yang menunggu untuk
diledakkan, dia sedang mengikuti nafsunya saat seperti itu ma.
Ma,
tadi siang aku ke ibu ning makan. Dia itu baik sama aku ma. Aku kenal dia
karena dulu windi nge kos di sana ma jadi aku sering sekali ke sana makan
bahkan sekarang saat windi sudah di Jakarta, aku masih ke sana makan siang ma.
Luamayan terjangkau harga makanannya ma. Lagian aku juga sudah akrab sama dia
jadi sekalian silaturrahim menambah teman.
Setelah
makan siang di ibu ning, aku ke toga mas baca buku ma. Kemarin-kemarin memang
aku di gramedia manyar ma, tetapi sedikit sekali referensi bukunya yang sesuai
minatku ma, terpaksa aku pindah tempat ke toga mas pucang. Di sana itu ma,
lumayan enak karena banyak kursinya untuk membaca. Mungkin kalau aku punya
waktu luang akan lebih sering ke sana ma. Referensi buku-bukunya juga banyak ma
dan yang paling penting, sudah banyak buku yang terbuka plastiknya jadi bebas
untuk kubaca, hehe. Emang kan niatku ke toko buku Cuma buat baca gratis ma.
Tadi
di toko buku aku baca beberapa buku ma. Tetapi Cuma buku yang judulnya Quraish
Shihab menjawab yang selesai kubaca selebihnya hanya baca scanning ma. Di
bukunya Quraish shihab itu ma, dia menjawab seputar pertanyaan dari masyarakat
jadi buku itu disusun seperti Tanya jawab ma, namun lumayan enak dibaca karena
agak ringan dan pertanyaannya sangat umum di masyarakat. Ada seputar wanita,
seputar pernikahan, ada juga seputar shalat namun yang paling banyak diulas
tentang masalah pernikahan dan masalah hubungan laki-laki dan perempuan. Ada satu
pertanyaan yang menurutku konyol ma, seorang bertanya bahwa dia sudah lama
menikah namun tidak bisa melupakan mantannya, kemudian dia bertanya apakah itu
petunjuk Tuhan bahwa sebenarnya mantannya lah jodohnya bukan suaminya yang
sekarang? Inti jawaban dari Quraish Shihab ma, bahwa itu murni bisikan setan
karena tidak mungkin sesuatu yang dari Tuhan itu buruk.
Aku
juga tadi membaca buku seputar sunni dan syiah tetapi tidak terlalu tertarik ma
soalnya pasti mereka akan selalu bertentangan karena perbedaan kepentingan dan
hal yang paling aku tidak sukai karena mereka selalu serang antar sesama bahkan
merasa Islam mereka yang paling benar. Memang dulu saat masih awal-awal kuliah
ma, aku sangat senang membaca artikel tentang mereka tetapi sekarang aku sudah
sedikit penat tentang perdebatan kusir antar mereka. Semua dalil dikeluarkan
hanya untuk menyalahkan yang lain dan parahnya lagi mereka adalah Islam. Memang
aku harus akui banyak ketidak sepakatanku terhadap paham syiah namun bukan
berarti harus mendebat mereka habis-habisan karena kepercayaan itu tidak akan
pernah berubah hanya dengan berdebat. Biarkan berjalan di koridornya
masing-masing dengan saling menjaga dan menghormati.
Kemudian
aku membaca buku berjudul “ Syekh Siti
Jenar, waliyyul rakyat”. Buku ini dikarang oleh Riyanto T.W. Siti Jenar itu
terkenal dengan keyakinannya “Manunggaling
Kawula Gusti”, aku sama sekali tidak berani menjelaskan apapun tentang itu
ma, karena sangat rumit dan itu ilmu kebathinan yang sebenarnya tidak selesai
ketika di ceritakan. Keyakinan tentang itu dialami antar individu dengan Tuhan
dan lagian tergantung pada level orang yang mengalaminya. Ma, aku sama sekali
belum tahu tentang kebenaran sejarah Siti Jenar ma. Terlalu banyak misteri yang
menyelimuti sejarah yang dihadirkan sekarang ma. Sejarah mainstream tentang Beliau
mengatakan bahwa dia adalah Wali murtad yang sesat dan menyebarkan kesesatannya
di tengah-tengah masyarakat akhirnya dia dihukum mati oleh para wali. Sejarah
yang lain mengatakan bahwa bahwa para wali sebenarnya tidak menyalahkan apa
yang dijalani oleh Siti Jenar Cuma karena wali yang lain khawatir akan
kepercayaan itu disalahtafsirkan oleh masyarakat maka dia dihukum mati demi
kebaikan masyarakat secara umum dalam artian bahwa kekeliruan siti Jenar karena
menyebarkan paham itu di semua level masyarakat padahal tidak semua orang sudah
bisa menyerap paham tersebut. Sebenarnya sejarah itu tergantung pada siapa yang
menyajiknanya, jika pengagum Siti Jenar maka dia akan membenarkan dan begitu juga
sebaliknya. Ada yang lucu dulu tentang siti jenar ma, saat belum tahu apa-apa
dan baru dengar namanya, aku kira dia seorang perempuan. Hehe. Di buku yang
kubaca tadi ma dia lebih cenderung membela Siti Jenar tetapi terlepas dari itu
semua, aku tadi agak tertarik karena ada Gunung lawu yang disebut dan juga
sarangan. Tempat yang sangat tidak asing bagiku ketika masih di ngawi ma.hehe
Buku
yang terakhir kubaca adalah butir-butir kearifan Gusdur ma. Aku selalu saja
suka dengan hikmah yang ditebar oleh gusdur ma. Sangat sesuai dengan apa yang
kupahami meski memang harus tetap ada beberapa yang kukritisi. Ada cerita unik
tentang Gusdur dulu ma. Ketika belum memahami Gusdur, aku tidak suka dulu waktu
Beliau jadi presiden ma karena menurutku kan dia tunanetra, bagaimana memimpin
negara. Namun setelah kuliah dan pemahamanku berubah, aku kemudian menikmati
pelajaran-pelajaran yang ditabur oleh Beliau. Banyak kearifan-kearifannya yang
kubaca tadi ma, aku coba me list yang masih kuingat ma. Ini beberapa
diantaranya
1. Yang
paling ditakuti adalah ketakutan itu sendiri
2. Kebanyakan
orang yang sok membela Tuhan sesungguhnya mereka ingin membela
kepentingannya untuk dapat surga
3. Islam
itu enggak perlu dibela wong udah bener
4. Wong
agama itu nggak bisa dilihat mata, kok ya dibuat berantem. Agama itu kan urusan
pribadi dengan Tuhan
5. Siapapun
yang telah menjinakkan hawa nafsunya dia akan tenang dan mampu menggunakan
nafsunya untuk melakukan aktivitas mencapai tujuan-tujuan lahir sebaliknya
ketika tidak bisa mengendalikan nafsu akan membahayakan diri dan orang lain
6. Asal
kita percaya bahwa kita menjalankan sesuatu yang berguna itu sudah cukup.
Penilaian orang berbeda-beda, yang saya takuti adalah penilaian Tuhan.
7. Kesabaran
pada seorang muslim, ternyata ada pada kerendahatian untuk tidak brehasrat “
Membela Islam”. Karena kebesaran Tuhan telah ada (Qadim) jauh sebelum dan tanpa
ada usaha ( yang ternyata terselipi nafsu) manusia untuk menjadi “ Tentara
Allah” yang mengharamkan tata dunia bentukan kesepakatan hidup. Ternyata,
dibutuhkan kesabaran untuk menjadi hamba Tuhan, tanpa klaim sebagai hamba yang
paling bertuhan
8. Kuburkan
dirimu dalam bumi kekosongan. Melakukan sesuatu tanpa pamrih tanpa mengharap
apapun, terserah Tuhan saja.
9. Bila
kita perhatikan, ditelapak tangan kiri kita ada guratan garis tangan membentuk
angka arab λI (18) sementara di telapak
tangan kanan ada guratan garis yang membentuk angka arab Iλ
(18). Apa artinya
ini? Jka dijumlahkan akan mendapatkan angka 99. Bukan kebetulan. 99 adalah
angka asmaul husna. Seorang yang membasuh tangan dalam wudhu seharusnya bisa
berlaku adil, kreatif, toleran, selalu menjaga kebersamaan dan sifat-sifat baik
lainnya. Semua itu merupakan dorongan fitrah dan kesadaran yang bersumber dari
Allah SWT. “dengan nama yang mana saja
kamu seru, Dialah pemilik nama-nama yang mulia ((Q.S. 17:110)”
Setelah selesai
membaca buku itu, aku berniat pulang ma, tapi pas di parkiran, hujan deras
sekali jadi aku putuskan untuk shalat di mushalah toga mas. Selesai shalat, hujan
masih deras ma jadi aku nongkrong di sebuah kafe samping toga mas sambil
memesan segelas kopi. Mama tahu berapa harga segelas kopi itu ma..? pasti mama tidak percaya. Harganya Rp.
10.000. aku juga heran ma tapi biarlah setidaknya bisa online juga ma. Namun
sialnya baterei hpku tinggal sedikit. Hanya sekitar 5 menit online, aku nekat
pulang untungnya ada jas hujan di sadel motor. Hehe. Ini hidupku hari ini ma.
Tetaplah bahagia ma
karena hidup memang harus bahagia
Jojoran
dalam ceria
20;12
11’3’14

No comments:
Post a Comment