March 11, 2014

coretan untuk mamak #5


Ma, kayaknya belum ada yang menarik yang ingin kuceritakan kepadamu. Masih seperti yang hari-hari kemarin. Rutinitas yang belum berubah karena memang belum ada perkembangan apa-apa yang kuraih di kota ini ma. Aku juga belum tahu rencana matang atau strategi seperti apa yang harus kujalankan supaya merubah keadaanku. Namun aku tetap percaya bahwa Tuhan selalu bersamaku ma dan bersama kita karena Dia sama sekali tidak pernah meninggalkan makhlukNya sendirian berjalan di bumi yang belantara ini hanya saja pencapaian yang berbeda pada setiap makhluk terletak pada usaha yang mereka lakukan dan mungkin saja usahaku belum maksimal ma.
Ma, tidak terasa sore menjelang. Aku seakan menjalani waktuku di sini dengan hanya makan dan tidur. Aku berputar pada kondisi yang belum beranjak dari keadaan sebulan yang lalu saat meinggalkan kota ngawi namun tak apalah ma aku akan tetap sabar karena kata orang pintar sabar itu harusnya tidak ada batas waktu dan jika seseorang mengatakan bahwa sabar itu ada batasnya berarti dia sedang tidak bersabar namun sejatinya dia sedang menahan emosi yang menunggu untuk diledakkan, dia sedang mengikuti nafsunya saat seperti itu ma.
Ma, tadi siang aku ke ibu ning makan. Dia itu baik sama aku ma. Aku kenal dia karena dulu windi nge kos di sana ma jadi aku sering sekali ke sana makan bahkan sekarang saat windi sudah di Jakarta, aku masih ke sana makan siang ma. Luamayan terjangkau harga makanannya ma. Lagian aku juga sudah akrab sama dia jadi sekalian silaturrahim menambah teman.
Setelah makan siang di ibu ning, aku ke toga mas baca buku ma. Kemarin-kemarin memang aku di gramedia manyar ma, tetapi sedikit sekali referensi bukunya yang sesuai minatku ma, terpaksa aku pindah tempat ke toga mas pucang. Di sana itu ma, lumayan enak karena banyak kursinya untuk membaca. Mungkin kalau aku punya waktu luang akan lebih sering ke sana ma. Referensi buku-bukunya juga banyak ma dan yang paling penting, sudah banyak buku yang terbuka plastiknya jadi bebas untuk kubaca, hehe. Emang kan niatku ke toko buku Cuma buat baca gratis ma.
Tadi di toko buku aku baca beberapa buku ma. Tetapi Cuma buku yang judulnya Quraish Shihab menjawab yang selesai kubaca selebihnya hanya baca scanning ma. Di bukunya Quraish shihab itu ma, dia menjawab seputar pertanyaan dari masyarakat jadi buku itu disusun seperti Tanya jawab ma, namun lumayan enak dibaca karena agak ringan dan pertanyaannya sangat umum di masyarakat. Ada seputar wanita, seputar pernikahan, ada juga seputar shalat namun yang paling banyak diulas tentang masalah pernikahan dan masalah hubungan laki-laki dan perempuan. Ada satu pertanyaan yang menurutku konyol ma, seorang bertanya bahwa dia sudah lama menikah namun tidak bisa melupakan mantannya, kemudian dia bertanya apakah itu petunjuk Tuhan bahwa sebenarnya mantannya lah jodohnya bukan suaminya yang sekarang? Inti jawaban dari Quraish Shihab ma, bahwa itu murni bisikan setan karena tidak mungkin sesuatu yang dari Tuhan itu buruk.
Aku juga tadi membaca buku seputar sunni dan syiah tetapi tidak terlalu tertarik ma soalnya pasti mereka akan selalu bertentangan karena perbedaan kepentingan dan hal yang paling aku tidak sukai karena mereka selalu serang antar sesama bahkan merasa Islam mereka yang paling benar. Memang dulu saat masih awal-awal kuliah ma, aku sangat senang membaca artikel tentang mereka tetapi sekarang aku sudah sedikit penat tentang perdebatan kusir antar mereka. Semua dalil dikeluarkan hanya untuk menyalahkan yang lain dan parahnya lagi mereka adalah Islam. Memang aku harus akui banyak ketidak sepakatanku terhadap paham syiah namun bukan berarti harus mendebat mereka habis-habisan karena kepercayaan itu tidak akan pernah berubah hanya dengan berdebat. Biarkan berjalan di koridornya masing-masing dengan saling menjaga dan menghormati.
Kemudian aku membaca buku berjudul “ Syekh Siti Jenar, waliyyul rakyat”. Buku ini dikarang oleh Riyanto T.W. Siti Jenar itu terkenal dengan keyakinannya “Manunggaling Kawula Gusti”, aku sama sekali tidak berani menjelaskan apapun tentang itu ma, karena sangat rumit dan itu ilmu kebathinan yang sebenarnya tidak selesai ketika di ceritakan. Keyakinan tentang itu dialami antar individu dengan Tuhan dan lagian tergantung pada level orang yang mengalaminya. Ma, aku sama sekali belum tahu tentang kebenaran sejarah Siti Jenar ma. Terlalu banyak misteri yang menyelimuti sejarah yang dihadirkan sekarang ma. Sejarah mainstream tentang Beliau mengatakan bahwa dia adalah Wali murtad yang sesat dan menyebarkan kesesatannya di tengah-tengah masyarakat akhirnya dia dihukum mati oleh para wali. Sejarah yang lain mengatakan bahwa bahwa para wali sebenarnya tidak menyalahkan apa yang dijalani oleh Siti Jenar Cuma karena wali yang lain khawatir akan kepercayaan itu disalahtafsirkan oleh masyarakat maka dia dihukum mati demi kebaikan masyarakat secara umum dalam artian bahwa kekeliruan siti Jenar karena menyebarkan paham itu di semua level masyarakat padahal tidak semua orang sudah bisa menyerap paham tersebut. Sebenarnya sejarah itu tergantung pada siapa yang menyajiknanya, jika pengagum Siti Jenar maka dia akan membenarkan dan begitu juga sebaliknya. Ada yang lucu dulu tentang siti jenar ma, saat belum tahu apa-apa dan baru dengar namanya, aku kira dia seorang perempuan. Hehe. Di buku yang kubaca tadi ma dia lebih cenderung membela Siti Jenar tetapi terlepas dari itu semua, aku tadi agak tertarik karena ada Gunung lawu yang disebut dan juga sarangan. Tempat yang sangat tidak asing bagiku ketika masih di ngawi ma.hehe
Buku yang terakhir kubaca adalah butir-butir kearifan Gusdur ma. Aku selalu saja suka dengan hikmah yang ditebar oleh gusdur ma. Sangat sesuai dengan apa yang kupahami meski memang harus tetap ada beberapa yang kukritisi. Ada cerita unik tentang Gusdur dulu ma. Ketika belum memahami Gusdur, aku tidak suka dulu waktu Beliau jadi presiden ma karena menurutku kan dia tunanetra, bagaimana memimpin negara. Namun setelah kuliah dan pemahamanku berubah, aku kemudian menikmati pelajaran-pelajaran yang ditabur oleh Beliau. Banyak kearifan-kearifannya yang kubaca tadi ma, aku coba me list yang masih kuingat ma. Ini beberapa diantaranya
1.   Yang paling ditakuti adalah ketakutan itu sendiri
2.  Kebanyakan orang yang sok membela Tuhan sesungguhnya mereka ingin membela kepentingannya  untuk dapat surga
3.  Islam itu enggak perlu dibela wong udah bener
4.  Wong agama itu nggak bisa dilihat mata, kok ya dibuat berantem. Agama itu kan urusan pribadi dengan Tuhan
5.  Siapapun yang telah menjinakkan hawa nafsunya dia akan tenang dan mampu menggunakan nafsunya untuk melakukan aktivitas mencapai tujuan-tujuan lahir sebaliknya ketika tidak bisa mengendalikan nafsu akan membahayakan diri dan orang lain
6.  Asal kita percaya bahwa kita menjalankan sesuatu yang berguna itu sudah cukup. Penilaian orang berbeda-beda, yang saya takuti adalah penilaian Tuhan.
7.  Kesabaran pada seorang muslim, ternyata ada pada kerendahatian untuk tidak brehasrat “ Membela Islam”. Karena kebesaran Tuhan telah ada (Qadim) jauh sebelum dan tanpa ada usaha ( yang ternyata terselipi nafsu) manusia untuk menjadi “ Tentara Allah” yang mengharamkan tata dunia bentukan kesepakatan hidup. Ternyata, dibutuhkan kesabaran untuk menjadi hamba Tuhan, tanpa klaim sebagai hamba yang paling bertuhan
8.  Kuburkan dirimu dalam bumi kekosongan. Melakukan sesuatu tanpa pamrih tanpa mengharap apapun, terserah Tuhan saja.
9.  Bila kita perhatikan, ditelapak tangan kiri kita ada guratan garis tangan membentuk angka arab λI (18)  sementara di telapak tangan kanan ada guratan garis yang membentuk angka arab Iλ (18). Apa artinya ini? Jka dijumlahkan akan mendapatkan angka 99. Bukan kebetulan. 99 adalah angka asmaul husna. Seorang yang membasuh tangan dalam wudhu seharusnya bisa berlaku adil, kreatif, toleran, selalu menjaga kebersamaan dan sifat-sifat baik lainnya. Semua itu merupakan dorongan fitrah dan kesadaran yang bersumber dari Allah SWT. “dengan nama yang mana saja kamu seru, Dialah pemilik nama-nama yang mulia ((Q.S. 17:110)”
Setelah selesai membaca buku itu, aku berniat pulang ma, tapi pas di parkiran, hujan deras sekali jadi aku putuskan untuk shalat di mushalah toga mas. Selesai shalat, hujan masih deras ma jadi aku nongkrong di sebuah kafe samping toga mas sambil memesan segelas kopi. Mama tahu berapa harga segelas kopi itu ma..?  pasti mama tidak percaya. Harganya Rp. 10.000. aku juga heran ma tapi biarlah setidaknya bisa online juga ma. Namun sialnya baterei hpku tinggal sedikit. Hanya sekitar 5 menit online, aku nekat pulang untungnya ada jas hujan di sadel motor. Hehe. Ini hidupku hari ini ma.

 
salah satu buku yg kubaca tadi
Tetaplah bahagia ma karena hidup memang harus bahagia

Jojoran dalam ceria
20;12
11’3’14

No comments: