June 15, 2018

Ironi Perantau Saat Musim Mudik

Merantau seperti menghitung hari dalam setahun untuk mudik, menandai hari libur dan hari berburu tiket. Bukan tak mungkin bahwa momen mudik inilah yang menjadi kekuatan bagi para perantau untuk tetap bertahan di tanah rantau. Bagaimana tidak, hidup di kampung halaman beribu kali lipat menyenangkan dibandingkan dengan harus hidup di rantau namun urusan perut seringkali memaksa seseorang untuk tetap bertahanan.  

Saya dan keluarga sudah berburu tiket 4 bulan sebelum momen mudik. ini harus dilakukan untuk mengantisipasi melonjaknya harga tiket menjelang mudik. dugaan kami benar. saat membeli tiket pesawat 4 bulan lalu, kami masih bisa mendapatkan tiket seharga 700 ribu an namun beberapa hari menjelang mudik, harga tiket pesawat yang sama sudah mencapai 2 juta. 

Mudik serupa oase bagi perantau. dia datang sekali dalam setahun membasuh dahaga perantau untuk memulihkan energi yang habis dimakan duniawi. 

Terlalu banyak cerita di luar nalar tentang mudik. bagaimana pemudik berdesak-desakan di kapal laut, di mobil maupun di pesawat dengan biaya yang tidak murah. namun apakah itu mengurungkan niat para pemudik? Tidak, sama sekali tidak malah bahkan sebaliknya, semua kisah tersebut menjadi lelucon di kemudian hari. 

Mudik memang secara indrawi hanya layaknya para perantau yang pulang kampung melepas kangen, melintasi kembali serpihan masa lalu, namun lebih dari itu, mudik punya sisi spritual. pulang memeluk orang tua, melepas energi negatif dan mengganti dengan energi positif untuk selanjutnya mengarungi kembali kehidupan rantau yang durjana.

June 14, 2018

Random tentang Ramadan

Ramadan menyisakan satu hari lagi namun belum ada satu pun renungan yang kusisakan di ruang ini. momen yang sebenarnya menyisakan banyak hikmah terlewatkan yang sudah seharusnya cukup menjadi sedikit dari banyak perenungan yang ada. 

Ramadan yang datang sekali dalam setahun dan dalam rentang waktu tersebut, akan banyak hal yang akan dilewati bahkan belum tentu Ramadan tahun depan akan menjumpai kita namun demikian, kita tetap disunnahkan untuk berdoa semoga  masih bisa dipertemukan dengan Ramadan tahun depan. 

Secara random, ada beberapa nasehat yang ingin kucatat tentang hal yang ingin kujadikan sedikit dari beberapa referensi untuk mengarungi jalan kedepan. 

Hidup adalah dosis. rumusan teori yang disampaikan oleh Cak Nun namun sejatinya saya sudah lama memikirkan hal seperti ini namun belum mampu menemukan kata yang pas dan penyampaian Cak Nun menegaskan apa yang selama ini kurenungkan. jadi seperti ini, hidup adalah takaran, apapun ini semuanya punya dosis yang kita sendiri mengetahui seberapa banyak yang seharusnya. kita mengetahui takaran makanan yang kita makanan dan harus mengukur makanan tersebut tanpa melebihi dosis. bahkan berdoa pun punya dosis. kita sadar diri terhadap apa yang akan kita minta kepada Tuhan dan bukan karena nafsu untuk meminta semuanya meski sebenarnya tidak salah. 

Sebagai suami isteri, kita tahu batasan maksimal berhubungan yang tidak berlebihan. kita tahu seberapa banyak dosis yang dibutuhkan dalam bekerja maupun istirahat bahkan semuanya punya dosis yang jika over dari dosis maka tidak baik untuk diri.

Tafsir Al Misbah dari Prof Quraish Shibab mengeksplorasi tentang perlunya bersikap sabar ketika kita teraniaya. tingkatannya seperti ini, jika kita diperlakukan buruk, tidak jadi soal jika membalas namun tidak melebihi keburukan yang diterima namun lebih baik lagi jika kita bersabar atas keburukan yang diterima. langkah ketiga dan yang paling terbaik adalah membalas keburukan yang diterima dengan perbuatan baik. itulah tingkatan yang sebaik-baiknya untuk mendapatkan ganjaran yang baik dari Allah. 

Menurut Buya Hamkah yang dikisahkan kembali Prof Quraish bahwa shalat ini laksana mencari gelombang pada radio. sedikit demi sedikit kita memutar tombol untuk mendapatkan salurna yang jernih. begitu pun dengan shalat, jangan pernah lelah menunaikan shalat untuk menemukan kenikmatan bersama Tuhan. 

Berdoa pasti akan dikabulkan namun ingat bahwa bagaimana mungkin Tuhan akan mengabulkan doa jika makanan kita masih haram, pakaian masih haram.

29 Ramadan 1439 H