March 13, 2014

gagal serius


Beberapa hari yang lalu aku berniat untuk menulis lebih serius dalam artian bahwa tentang tema-tema ilmiah tidak sekedar acak kadul ataupun masalah perasaan seperti yang selama ini kutulis. Aku berniat untuk menulis lebih banyak lagi tulisan ilmiah popular paling tidak seperti diskursus tentang mata kuliah HI yang pernah kutekuni. Beberapa kali aku memaksakan diriku untuk mencari bahan namun tetap saja minatku kadang naik turun.

Namun benar saja bahwa minat menulisku lebih kepada hikmah-hikmah yang terserak di sekitar kehidupan kita. Aku sudah mencoba untuk kembali membaca wacan-wacana ekonomi politik namun dalam hal menulis passionku tetap tercurah ke hal-hal kecil yang menjadi pelajaran penting dalam kehidupan.

Bahkan sudah hampir seminggu ini aku selalu saja bolak-balik ke gramedia ataupun toga mas namun ternyata yang menyerap porsi membacaku paling banyak adalah buku-buku ringan yang sarat makna tentang kehidupan.

Aku sudah tidak berambisi lagi untuk lebih banyak menulis tentang diskursus yang lebih berat karena menurutku hanya meruwetkan isi kepala. Aku lebih suka untuk kemudian berbahagia dengan keadaan sekitar sambil mencoba menebar kebahagiaan kepada orang-orang terdekat. Berbuatlah sesuai dengan kata hati yang paling dalam dan tidak terlalu risau dengan ocehan-ocehan orang disekitar.

Menurut hemat saya, seseorang tidak perlu mati-matian untuk mencari dalil atapun pembenaran tentang tindakan yang dilalukan ketika dia diremehkan ataupun dipandang salah oleh orang lain selama tindakannya tersebut adalah baik dan tidak merugikan orang lain

Karena hidup adalah sekali dan hidup harusnya bahagia maka berbahagialah dengan hidup yang sekali ini. Berbahagia bersama orang-orang di sekitarmu.

Jojoran 3/61
13’3’14

No comments: