Beberapa
hari yang lalu aku berniat untuk menulis lebih serius dalam artian bahwa
tentang tema-tema ilmiah tidak sekedar acak kadul ataupun masalah perasaan
seperti yang selama ini kutulis. Aku berniat untuk menulis lebih banyak lagi
tulisan ilmiah popular paling tidak seperti diskursus tentang mata kuliah HI
yang pernah kutekuni. Beberapa kali aku memaksakan diriku untuk mencari bahan
namun tetap saja minatku kadang naik turun.
Namun
benar saja bahwa minat menulisku lebih kepada hikmah-hikmah yang terserak di
sekitar kehidupan kita. Aku sudah mencoba untuk kembali membaca wacan-wacana
ekonomi politik namun dalam hal menulis passionku tetap tercurah ke hal-hal
kecil yang menjadi pelajaran penting dalam kehidupan.
Bahkan
sudah hampir seminggu ini aku selalu saja bolak-balik ke gramedia ataupun toga
mas namun ternyata yang menyerap porsi membacaku paling banyak adalah buku-buku
ringan yang sarat makna tentang kehidupan.
Aku
sudah tidak berambisi lagi untuk lebih banyak menulis tentang diskursus yang lebih
berat karena menurutku hanya meruwetkan isi kepala. Aku lebih suka untuk
kemudian berbahagia dengan keadaan sekitar sambil mencoba menebar kebahagiaan
kepada orang-orang terdekat. Berbuatlah sesuai dengan kata hati yang paling
dalam dan tidak terlalu risau dengan ocehan-ocehan orang disekitar.
Menurut
hemat saya, seseorang tidak perlu mati-matian untuk mencari dalil atapun
pembenaran tentang tindakan yang dilalukan ketika dia diremehkan ataupun
dipandang salah oleh orang lain selama tindakannya tersebut adalah baik dan
tidak merugikan orang lain
Karena
hidup adalah sekali dan hidup harusnya bahagia maka berbahagialah dengan hidup
yang sekali ini. Berbahagia bersama orang-orang di sekitarmu.
Jojoran 3/61
13’3’14
No comments:
Post a Comment