December 31, 2021

31 Desember 2021

Tidak ada pengharapan apa-apa, hanya sedikit refleksi untuk diri yang terlalu lama dalam ruang yang sama. hanya ingin bertahan dan menjalani hidup dengan baik-baik saja. seperti yang dinyanyikan Fstvlst "Sementara terasa baik-baik saja, Walau yang sebenar-benarnya Bukan ini rencananya"

Setelah ini, semua akan berjalan seperti biasa. saya kembali akan menghabiskan waktu dalam kesepian, sesekali dengan hal-hal yang absurd.

Minimal, saya menemukan diriku seperti beberapa tahun lalu ketika saya mencintai pengetahuan, larut dalam pembelajaran diri dan memaksa diri untuk tidak terjebak dalam zona nyaman.

Mengurangi rasa iri yang negatif dengan pencapaian orang lain. lebih banyak membaca buku. bercengkerama dengan yang Maha. menjadi teman bagi anak dan isteri. sesering mungkin menjenguk orang tua di kampung. lebih meningkatkan kualitas diri dalam segala hal. berada di lingkungan yang sehat secara fisik dan mental. tidak cemas dan tidak khawatir terhadap hal yang sudah dan belum dijalani.

Saya akan meninggalkan pertemanan yang tidak membawa saya ke perubahan yang lebih positif, saya juga akan berhenti untuk bercanda yang berlebihan dan kemungkinan menyakiti perasaan orang lain namun saya juga akan berhenti untuk berusaha menyenangkan semua orang.

Saya berharap dan berusaha sekuat tenaga untuk menghilangkan kebiasaan menceritakan keburukan orang lain. saya pernah membaca tulisan bahwa puncak tertinggi kemampuan orang yang lemah adalah membicarakan kejelekan orang lain. saya mempersiapkan diri untuk tidak menceritakan keburukan orang lain yang saya ketahui karena tetap saja itu gibah apatahlagi keburukan yang tidak ada pada diri orang lain karena menjadi fitnah.

bersiap untuk menjadi pribadi yang lebih sehat baik fisik maupun mental di tahun 2022.

31 Desember 2022

December 4, 2021

Wasting Time

saya sebulan tidak menulis apa-apa. sebulan saya habiskan untuk bermimpi yang tak pernah saya jalani, bermimpi menyelesaikan tesis, bermimpi untuk melakukan hal-hal baik dan semua mimpi lain yang hanya berakhir di batok kepala

sekarang sudah masuk awal Desember namun sama sekali tidak ada progres. baca buku tidak pernah, hanya menghabiskan waktu entah untuk apa. saya menyesali namun tidak ada  yang salah. saya tidak mampu melawan diri saya sendiri.
Setelah ini, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. tidak ada visi ke depan, sama sekali. semua blank dan menjelma menjadi manusia yang hanya berjalan tanpa arah. 

hanya sedikit harapan yang saya selipkan di tahun ini, semoga bisa menyelesaikan tesis akhir tahun ini


October 16, 2021

16 Oktober

Saya terpuruk dan satu hal yang paling menyebalkan adalah bagaimana menceritakan ini kepada ibu saya. dalam setiap kondisi terjatuh yang saya alami, bukan kondisinya yang membuatku sedih namun hal yang paling berat adalah mengabarkan kepada ibu saya. 

Ibu saya selalu dapat merasakan hal tersebut tanpa saya ceritakan. 

October 3, 2021

3 Oktober

Saya selalu melupakan momen pada hari ini sedangkan tepat di 3/10 merupakan momen saya mengambil tanggung jawab lebih sebagai seorang lelaki. setiap kali melewati tanggal 3/10, saya selalu tidak menyadari bahwa ini sebuah momen yang patut diingat.

Seperti kemarin siang, pasangan saya mengingatkan bahwa esok adalah hari spesial kami. saya baru menyadarinya pada saat itu. untuk momen-momen tertentu, saya memang tidak pernah menjadikan sebuah momen apapun dalam hidupku sebagai sesuatu yang harus dirayakan.

Tadi siang, kami memilih untuk makan di mall sebagai upaya untuk merayakan kemampuan bertahan hidup bersama. makan siang yang tidak terlalu mewah karena hanya memesan burger dan kentang goreng yang dilengkapi dengan dua gelas milo. cukup sederhana bukan? namun itulah pilihan-pilihan hidup yang kami jalani.

Saya juga membelikan sebuah tas berwarna pink sebagai upaya bahwa ada kado di momen spesial, meskipun harganya tidak seberapa namun paling tidak tas tersebut bisa digunakan oleh pasangan saya.

Sekali lagi bahwa hanya harapan-harapan baik yang seringkali kami rapalkan untuk mampu menghadapi kenyataan hidup di masa mendatang. Setidaknya mampu bertahan untuk membuktikan kepada semesta tentang komitmen yang sudah dibangun. Selebihnya menyandarkan semua kenyataan kepada Sang Maha yang menentukan semuanya.

Hal yang perlu dilakukan kemudian hanyalah mengikuti hukum semesta. Jika jatuh, berdiri kembali. jika lelah, berhenti sementara untuk rehat. Jika ada lebih, sedikit berbagai kepada keluarga dan yang membutuhkan. Jika bahagia, ingat bahwa itu tidak abadi dan esok hari mungkin saja akan sedih, demikian pula jika sedih, ingat bahwa bahagia akan menghampiri. 

Tidak ada yang absolut dalam hidup. semua berganti sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Hidup adalah jalan yang dijejak setapak demi setapak sampai akhirnya giliran kita yang akan meninggalkan kehidupan. Sama halnya dengan pernihakan yang serupa perjalanan untuk tetap bertahan.

Wedding anniversary. 3 Okt 2022

October 1, 2021

1 Oktober

Sepertinya saya benar-benar penat beberapa bulan terakhir. gelombang kesibukan menerpa dan tidak memberikan ruang untuk sekedar menghela nafas, diperburuk dengan sikap menghabiskan waktu yang sia-sia ketika di rumah,

Tidak hanya fisik, psikis juga terkuras dengan pikiran yang bercabang. berbagai hal harus disolusikan dengan olah pikir yang tidak mudah bahkan seringkali membuat saya berada pada titik nadir keputusasaan. sebuah sikap yang tentunya tidak sehat untuk perkembangan diri karena putus asa adalah toxic bagi manusia yang ingin menembus batas kemampuan dirinya.

Entah kebetulan atau memang semesta sedang memberikan berbagai challange untuk melihat diriku apakah sudah sanggup untuk melangkah ke tahap berikutnya, namun yang jelas bahwa pekerjaan kantor benar-benar menumpuk, tugas akhir kuliah yang tidak ada titik terang dan sebuah impian yang harus saya hadapi di dua minggu ke depan. impian yang tentunya merupakan chance terakhir bagiku dan jika gagal maka mungkin sudah tertutup pintu untuk cita-cita tersebut, sialnya saya tidak pernah bisa memaksa diriku untuk mempersiapkan segalanya dengan baik karena pada dasarnya, keberhasilan adalah sebuah luck yang merupakan perwujudan dari persiapan yang maksimal dan doa yang khusyuk kemudian diamini semesta


September 26, 2021

26 September

Cerita hari ini hanya tentang pertemuan dengan seorang teman lama dari bagian timur pulau ini. teman yang pernah kerja bareng di salah satu perusahaan dan kami tergabung dalam bagian pemasaran. sebuah pekerjaan yang masih sangat asing bagiku saat itu. pekerjaan yang menuntut pencapaian target hari demi hari, bulan demi bulan dan puncaknya target tahunan

sebenarnya lumayan berat mengingat saya orangnya tidak terlalu menyenangi pekerjaan yang ditekan lagian bukan pekerjaan yang saya inginkan namun apa daya, kemampuan yang ala kadarnya dan takdir menyatu membawaku ke situasi pada saat itu apatahlagi saya sedang merantau dan jika tidak bekerja maka bisa dipastikan, saya harus pulang kampung.

Setahun kami tinggal bersama di kantor yang juga difungsikan sebagai tempat tinggal. dia tipe teman yang mudah akrab dengan orang lain dan dengan kelebihannya itu, sebenarnya dia punya potensi yang cukup besar untuk menjadi tenaga marketing yang sukses.

Setelah tinggal dan berkerja bersama selama beberapa bulan, saya menyadari bahwa meskipun dia punya kelebihan cepat akrab dengan orang asing, namun dia tipe orang yang tidak suka dalam tekanan dan sering bercerita bahwa dia lebih menyukai usaha sendiri. saya sudah menyadari itu hingga akhirnya, dia benar-benar resign setahun setelah kami kerja bareng.

setelah resign, praktis saya jarang bertemu dengannya hanya saja, saya selalu berkabar melalui pesan singkat dan dari ceritanya, saya mengetahui bahwa dia benar-benar mengikuti kata hatinya untuk membuka usaha mulai dari usaha jual nasi, sampai akhirnya, beberapa bulan lalu saya bertemu di ujung timur pulau ini. saya takjub pencapaiannya. dalam hal materi, dia sudah mampu membeli mobil sedangkan dari segi psikis, hatinya lebih merdeka karena tidak berada di bawah telunjuk orang.

Siang kemarin kami bertemu di sebuah mall di daerah selatan. tidak ada yang berubah dari dirinya dengan guyonannya yang khas. cara ngomong yang masih sama dan tawanya yang renyah. dia bertutur bahwa melihat kondisi jakarta, dia tidak bisa tahan hidup di kota ini. sesekali saya menimpali bahwa saya juga sebenarnya sudah jenuh dengan hiruk pikuk Ibu Kota namun saya sadari, saya bukan dia yang berani mengambil risiko. pertimbanganku terlalu banyak dan kekhawatiran yang tiada berujung.

Jika sudah seperti itu, hanya beberapa kalimat doa yang selalu terselip pada sisi terdalam hatiku bahwa suatu saat saya hidup di sebuah tempat yang tenang dengan lingkungan yang baik terhadap fisik dan psikisku dan tidak terlalu terjerat dalam kekhawatiran duniawi.

oh iya, teman saya sempat bertutur bahwa dia selalu ingat kata-kataku dulu bahwa "mungkin kita saat ini susah dalam pekerjaan namun akan lebih susah jika resign" saya lupa kalau pernah mengatakan itu kepadanya delapan tahun silam namun yang jelas, saya memang sudah sejak lama mengamini kalimat tersebut

September 22, 2021

22 September

Tragedi hotel Sapadia membayangiku di kota ini. 

Sejak hari pertama datang di kota ini, saya menyadari bahwa baju kemeja yang akan saya kenakan tiga hari pertama. menyadari akan hal itu, saya berinisiatif untuk meminjam setrika di  hotel. biasanya hotel akan memberikan pinjaman setrika untuk digunakan sementara waktu kemudian langsung dikembalikan.

Tragedi sore itu dimulai

Singkat cerita, tiga baju kemeja sudah selesai saya sertika. tanpa pikir panjang, setrika yang masih panas saya letakkan pada kursi sofa dan tidak terpikir bahwa setrika tersebut akan merusak sofa. sepersekian menit ketika saya hendak mengembalikan setrika, saya kaget melihat bekas setrika dengan jelas di sofa. 

Tanpa merasa bersalah, saya mengembalikan setrika ke bagian recepsionist, namun selama tiga hari, tragedi bekas setrika selalu terbayang di kepalaku.

Anehnya, petugas kebersihan hotel tidak menegur atau melakukan konfirmasi kepada saya sedangkan bekas tersebut tidak pernah saya tutupi.

hari rabu pagi, kami chek out dari hotel karena beberapa alasan termasuk pelayanan hotel yang tidak terlalu memadai. kebersihan hotel juga jauh dari standar yang baik. di kamar toilet tempat saya menginap, atapnya bocor dan showernya penuh dengan karat. air yang keluar dari shower berbau besi.

Setelah pindah hotel, saya masih tetapa kepikiran dengan bekas setrika. semoga saja memang tidak ada apa-apa.

September 19, 2021

19 September

Hampir tiga bulan tidak menjalani rutinitas keluar kota karena pandemi yang semakin parah. 

Pagi ini, rutinitas ke luar kota kembali dimulai setelah pandemi mereda. setengah 8 pagi, saya sudah sampai di terminal 2E. lumayan cepat karena tol lengang, mungkin karena belum terlalu banyak orang yang bepergian dengan Pesawat.

Saat memasuki bandara, saya melihat kondisi yang tidak seperti biasa. terminal satu terlihat kosong dan kemungkinan semua penerbangan dipindahkan. biasanya terminal satu cukup padat penumpang yang pergi dan datang.

Terminal dua juga terliha tidak terlalu padat meskipun di ruang tunggu, terlihat rombongan orang yang akan berangkat. saya mencari tempat duduk untuk menikmati suasana karena penerbangan saya jam sepuluh pagi artinya masih dua setengah jam lagi.

oh iya, semalam saya tidur jam setengah tiga dinihari kemudian bangun jam lima. pola tidur yang tidak biasanya karena tiap malam, saya tidur maksimal jam 12 malam, namun semalam saya ngebut kerja tugas akhir. saya sudah janji ke dosen untuk menyicil tugas dan seharusnya sudah dari minggu lalu. 

Terlalu banyak distraksi yang tidak bisa saya hindari dan parahnya selalu saja ada pembenaran atas distraksi tersebut yang ujung-ujungnya menjadi kebiasaan prokraktinasi. saya sudah berusaha keras menghindarinya namun selalu gagal.

oh iya, sebelum menyelesaikan tulisan ini, terminal dua sudah dipadati penumpang. saya menduga semua penerbangan dialihkan ke terminal dua.

setelah ini saya akan mencari sarapan sambil menunggu jadwal keberangkatan ke kualanamu.

September 18, 2021

18 September

Pagi ini saya terbangun dengan mimpi yang sangat jelas di kepala saya. entah karena semalam habis nongkrong dengan teman-teman kampus atau mimpi itu akumulasi dari keinginan di kepala saya yang tidak tertuangkan dalam bentuk cerita kepada orang lain

Mimpi yang menurut saya sangat aneh karena berhubungan dengan sebuah prinsip yang sudah beberapa tahun ini tertanam dalam pikiranku. mungkin juga karena sudah saya pendam lama sehingga tercurahkan dalam bentuk yang tidak bisa saya kontrol.

Saya terbangun dengan mimpi yang hampir nyata. sebuah percakapan yang hampir nyata dengan salah seorang senior di kampusku dulu.percakapan tentang pilihan kerja yang memang bukan pilihan idealku, entah karena faktor eksternal atau pun juga murni prinsipku.

Dalam mimpi itu, senior saya menyarankan untuk mencari pekerjaan lain yang sejalan dengan prinsipku. 

September 17, 2021

17 September

Malam ini saya tiba di rumah agak larut dari biasanya. saya menengok jam dinding yang tergantung di atas televisi ternyata jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. lumayan larut karena biasanya paling lambat saya tiba di rumah jam setengah 7 malam.

memang sepulang kantor, saya diajak nongkrong sama beberapa kawan kampus yang sering komunikasi. tidak ada hal yang penting sebenarnya namun kebiasaan kami adalah menyempatkan bertemu sekali dalam sebulan. pandemi memang membuat intentitas pertemuan kami tidak sesering dulu meskipun demikian kami sering berkomunikasi lewat hp.

awalnya kami nongkrong seperti biasa. bercerita apa saja dalam saling bertanya kabar. salah satu teman saya membawa vodka yang tentunya diminum bersama. saya yang notabene memang bukan penikmat alkohol, menolak minum meskipun tidak mempermasalahkan jika mereka minum sepanjang saya tidak ikut minum.

tidak ada yang aneh sebenarnya karena saya juga sudah biasa melihat teman-teman kampung dulu minum alkohol lokal, namun ketika beberapa gelas sudah tandas. salah satu teman saya sudah mulai bertingkah aneh. setiap ada percakapan, nadanya meninggi sambil teriak dan jika ditegur untuk menurunkan nada suara, dia bersikeras bahwa daerah itu tempat tinggalnya. saya mulai risih. 

sebenarnya sepanjang dia tidak bertingkah maka tidak ada masalah namun persoalannya, dia tidak bisa mengontrol dirinya ketika sudah terlalu banyak minum. beberapa kali saya menegurnya namun dibalas dengan ucapan yang lumayan keras yang dalam keadaan sadar, dia tidak pernah bereaksi sekeras itu. 

Saya mulai berpikir untuk pamit pulang karena sudah terlalu risih. akhirnya saya izin pamit dengan alasan besok pagi harus keluar kota meskipun sebenarnya, saya baru berangkat dua hari kemudian.

Sepanjang perjalanan pulang di atas motor. saya bersyukur tidak menjadi penikmat alkohol melihat orang-orang yang mabok selalu tidak berada dalam kontrol dirinya. dulu waktu di kampung, saya liat teman-teman kampung saya yang dalam keadaan mabok, juga bertindak hal yang sama bahkan ada yang berkelahi antara mereka padahal pada saat pesta alkohol, mereka duduk bersama.

saya tidak menjustifikasi orang penikmat alkohol sepanjang bisa mengontrol dirinya pada saat mabok. saya hanya risih melihat orang yang sudah out of control ketika jumlah kadar alkohol yang masuk dalam aliran daranya sudah berlebihan. 

Mungkin jika saya juga peminum alkohol, reaksi diri saya jauh lebih tidak terkontrol karena banyak hal-hal atau juga masalah yang saya mitigasi sendiri dalam diriku dan tentunya ketika tidak sadar, bisa saja terlampiaskan dalam bentuk yang merusak diriku sendiri.

sekali lagi saya tidak menjustifikasi para penikmat alkohol dan tidak menganggap mereka pendosa sebaliknya saya yang tidak minum alkohol juga tidak menganggap diriku suci namun sejauh ini, saya bersyukur tidak pernah menjadi penikmat alkohol. saya punya potensi menjadi peminum karena dulu di kampung saya, banyak teman-temanku yang menjadi pecandu alkohol.

September 10, 2021

10 September

Saat memulai tulisan ini, saya sedang menimbang hal apa yang menarik untuk diceritakan. aktivitas yang kujalani hari ini hanya pengulangan dari hari-hari sebelumnya atau lebih spesifiknya hanya pengulangan dari jumat kemarin. tidak ada yang terlalu menarik untuk diceritakan.

Mungkin yang beda hanya tentang sebuah acara perpisahan. namun tidakkah dalam sebuah lingkungan kerja, yang namanya perpindahan adalah hal yang biasa. oh tidak, bukan hanya di dalam dunia kerja namun di setiap potongan hidup yang dijalani. kita selama bertemu dan berpisah dengan apa saja dan di mana saja. itu sebuah keniscayaan dalam hukum semesta.

Jika terjadi perpisahan, kita seringkali sentimental kemudian bersedih dan mengingat apa yang telah dilalui. saya selalu berusaha untuk memahami, sebenarnya apa yang membuat seseorang sedih atas sebuah perpisahan?

apakah tentang kenangan-kenangan yang dilalui?

atau memang benar-benar perpisahan itu sendiri yang menyedihkan?

kemungkinan yang kedua bukan jawabannya karena seringkali, dalam hitungan hari kesedihan hilang yang kemudian menjadi normal kembali. 

lalu apa yang membuat kita sedih atas perpisahan?

Tidak lain hanya karena manusia terlalu cinta terhadap masa lalu, tentang apa saja. ketika berpisah, manusia memikirkan kenangan namun seandainya perpisahan sudah terjadi, sebuah akan biasa-biasa saja.

begitu pula dengan perpisahan yang hakiki, ya kematian. manusia berduka teramat dalam ketika terjadi kematian namun duka cita tersebut akan disapu oleh waktu demi waktu dan manusia akan kembali menjalani harinya seperti sediakala.

Setelah memaknai perpisahan, saya selalu menimbang-nimbang, apa yang seharusnya saya lakukan dalam hidup untuk tidak sekedar menjalani hidup secara mekanis. jikalaupun ternyata hidup seperti itu yang sedang kujalani, setidaknya saya tidak berbuat sesuatu yang meninggalkan kenangan buruk pada orang lain, bukankah yang diingat oleh manusia hanyalah kenangan.

Saya merenungi hari yang kujalani sejak pagi tadi sampai malam. mungkin satu hal yang harus dikurangi adalah bercanda yang berlebihan. 

Saya menakar diri bahwa saya terlalu banyak bercanda hari ini. meskipun bukan sesuatu yang dilarang namun saya orang yang meyakini bahwa terlalu banyak bercanda tidak baik untuk ketenangan jiwa apatahlagi jika ada orang lain yang merasa tersinggung. 

esok, lusa dan seterusnya, saya ingin lebih mengontrol diri dalam hal bercanda.

September 9, 2021

9 September

Saya tidak pernah membayangkan hidup yang seperti saya jalani. hidup di tengah rimba kota yang menyesakkan dan tidak memiliki teman yang menyenangkan. memang benar hidup yang paling mengerikan adalah hidup dalam kesepian.

sebenarnya saya tidak sepenuhnya kesepian karena memiliki isteri dan seorang anak. tetapi tidak memiliki sahabat menjadi masalah tersendiri. entah saya yang tidak mampu menemukan sahabat atau mungkin memang saya sendiri yang tidak membuka diri untuk mengakrabkan diri dengan orang lain.

Faktor lain mungkin karena saya merasa sangat sulit untuk menemukan seorang teman akrab di lingkungan pekerjaan karena seringkali relasinya adalah tentang kalkulasi untung rugi. sangat jauh berbeda saat dulu masih kuliah, cukup mudah memiliki kawan yang mau diajak berpikir tentang hidup tanpa harus memikirkan sesuatu yang sifatnya materi.

Seiring berjalannya waktu, saya merasa bahwa hidupku sudah sangat mengecil dalam sebuah lingkaran pertemanan yang tidak terlalu intim. tidak ada teman diskusi yang bisa diajak untuk memimpikan dunia yang menyenangkan. jika ada, maka percakapan hanya seputar bagaimana memulai bisnis, bagaimana promosi di kantor dan percakapan lain yang hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan materi. sesuatu yang menurutku sangat absurd karena jiwa manusia butuh siraman.

Bayangkan saja, saya hidup di ibu kota dengan lalu lintas yang menyeramkan, bekerja secara mekanis jam delapan pagi sampai jam lima sore. sampai di rumah setelah maghrib kemudian bercengkerama dengan anak, tidur lima sampai enam jam kemudian bangun pagi dan memulai rutinitas yang sama. 

Weekend dihabiskan untuk istirahat dan membalas lima hari yang sudah dihabiskan di kantor dan di jalanan. setelah senin datang, kembali memulai gerak yang sama. begitu terus sampai waktu tidak memberikan kesempatan untuk memikirkan hidup yang layak.

Bisa dibayangkan, betapa mengerikannya hidup yang sedang kujalani. tidak memiliki teman untuk sekedar menegakkan eksistensi sebagai manusia sosial.

Bisa dibayangkan saya sedang berada dalam jebakan hidup yang menyiksa jiwa. tidak ada gerak yang membuat pengembangan diri selain menunaikan tanggung jawab dan menunggu bayaran di akhir bulan. bayaran yang tidak berwujud karena habis digunakan untuk membayar cicilan. 

Ketika menyadari hal tersebut, saya seringkali merasa bahwa hidupku begitu absurd. bekerja untuk sesuatu yang tidak terlihat dan mengejar tujuan yang tak tercapai. sampai akhirnya raga sudah mulai menua, hidup yang menyenangkan tak jua nampak.

September 8, 2021

8 September

Iba nian melihat seorang ibu muda dengan tiga anak yang masih balita. harus menanggung persoalan yang cukup rumit. persoalan yang tentunya tidak semua orang bisa melalui dengan tegar. pasangannya terbelit tindakan yang cukup besar dampaknya secara finansial.

Saya bisa merasakan betapa beratnya menjadi seorang ibu rumah tangga dengan tiga anak kecil yang fokus pada perkembangan anak namun ternyata pasangannya melakukan kesalahan fatal. 

Terlihat di wajahnya guratan kekecewaan atas apa yang menimpa pasangannya. sambil menggendong bayinya yang berusia 6 bulan, dia menjawab pertanyaan saat pemeriksaan sambil sesekali menahan butiran-butiran air yang hendak berhamburan dari sudut matanya. saya memandangi kacamatanya yang berembun karena tetesan air mata.

Ada kalimat yang menyisakan sebuah kepiluan dalam diri seorang isteri yang ingin hidup tenang tanpa permasalahan

"lebih baik tidak punya apa-apa daripada seperti ini"

Sebuah kalimat yang cukup klise namun diucapkan dengan hati yang pilu dari seorang isteri yang harus menanggung kesalahan suaminya.

Saya tidak tahu seperti apa suasana saat mereka di rumah namun saya bisa merasakan sebuah kekacauan yang menyiksa karena harus berhari-hari memikirkan masalah yang tidak terbayangkan. rumah akan menjadi sebuah kuburan jika tidak ada diantara mereka yang mampu mencairkan suasana atau sekedar berusaha berpikir jernih untuk tetap menyelesaikan masalah.

Ada berbagai kepiluan yang saya rasakan hari ini dari seorang isteri yang ingin merawat keutuhan keluarnya.

Si isteri memutuskan untuk resign dari sebuah bank dan fokus untuk mengurus tiga anak. setiap bulan tidak pernah menerima jatah uang bulanan. jika ingin membeli kebutuhan, hanya sekedarnya. 

dia memilih untuk tidak menuntut karena pesan dari orang tuanya, jangan pernah menekan suami terkait masalah keuangan. dia memilih diam dalam sebuah tanda tanya yang tak berujung. sampai akhirnya dia menemukan jawabannya. keraguan-keraguan yang menghantui benar-benar menjadi kenyataan. 

Saat menulis kisah ini, saya sedang duduk di depan anak saya yang asik main game dan isteri saya yang sedang melepaskan penat sehabis kerja. Saya tidak bisa membayangkan bagaiamana kacaunya hati anak isteri saya jika harus membawa mereka dalam masalah yang tidak bisa dipikul.

Hujan yang terus mengguyur kawasan tempat tinggal kami membuat atap rumah dekat pintu bocor. air hujan menetes ke lantai dan membasahi sebagai lantai depan pintu. sepersekian detik, saya tetap bersyukur daripada harus berteduh di sebuah rumah yang nyaman namun dari hasil yang bukan merupakan hak. setidaknya sampai detik ini, saya tidak pernah mencoba untuk mengambil yang bukan hakku karena saya yakin bahwa semesta bekerja dengan sistemnya. jika sesuatu yang bukan hak dipaksakan untuk dinikmati, maka semesta akan membalasnya dengan sesuatu yang tidak disangka-sangka.

Ya begitulah hidup. terlalu rumit untuk diurai dalam sebuah kalimat yang terbatas. begitu banyak realita yang tidak bisa dinalar oleh manusia itu sendiri. saya yang pasti bahwa semesta itu seimbang. ada aksi maka niscaya ada reaksi

September 7, 2021

7 September

 Hari yang tidak pernah saya anggap sebagai sebuah momen spesial kecuali hanya sekedar pengingat bahwa saya akan mentraktir makan siang teman-teman kantor. hari yang menurutku sama saja dengan hari biasanya, bukan karena saya menganggap tidak ada dalam ajaran agama namun lebih karena sejak kecil, momen ini tidak pernah menjadi spesial dalam budaya keluarga saya, sekali lagi bukan karena agamais namun karena keluarga saya masih mempunyai kebutuhan lain yang lebih mendesak.

Apa yang akan kutuliskan setiap tahun di tanggal ini sebenarnya sama saja, bahwa momen ini biasa saja, tidak lebih dari hari-hari yang kujalani.

Mungkin jika ada hal yang sedikit berharga, tidak lain hanya sebagai pengingat bahwa langkah saya sudah terlalu banyak dan sebagian besar langkah itu berada pada jalur yang khilaf. jika demikian, saya harus sering-sering merenungi jejak langkah mana saja yang harus saya anulir dan langkah mana yang harus tetap saya lanjutkan.

Di perjalanan hidup dengan hitungan tahun yang sudah cukup banyak, saya masih tetap bisa menemukan diriku yang entah tersesat di mana. sepanjang saya belum menemukannya, maka hidup saya masih akan berjalan dalam kegelapan yang absurd. 

Saya sangat khawatir jika hidupku berjalan secara mekanis. sebuah hidup yang tentunya tidak lebih dari sebuah perjalanan menghabiskan waktu.

September 5, 2021

5 September

Saya selalu merencanakan hal-hal produktif di akhir pekan. pekerjaan-pekerjaan selain tugas kantor yang harus segera saya selesaikan termasuk tugas akhir kuliah. Seringkali akhir pekan saya hanya berakhir pada sekedar rencana. sikap prokraktinasi terlalu dalam meresap dalam nadi saya yang diafirmasi oleh kecanduan saya terhadap gadget.

Akhir pekan ini, saya kembali merencanakan untuk menyelesaikan tugas akhir kuliah yang sudah tertunda berbulan-bulan. 

Seperti biasa tepat jam delapan pagi, saya menyedu kopi dan dua potong roti. duduk di depan laptop dan mulai membuka file tugas yang sudah jamuran. berhubungan hari sebelumnya saya sudah bimbingan dan diberikan beberapa poin-poin pembahasan yang harus saya lengkapi, maka saya awali tugas saya dengan mencari referensi baru. 

Situs andalan saya apa lagi kalau bukan google scholar. setelah mengetik keywords yang berhubungan dengan judul tugas saya dan berharap ada beberapa referensi yang muncul, hal yang membuatku gembira ketika membaca penelitian yang persis saya dengan judul namun sepersekian detik, reaksi saya berubah menjadi perasaan yang tidak karuan. bagaimana tidak, saya menemukan skripsi dari anak UH yang persis dengan judul tugasku.

Saya mencoba untuk tenang dan membayangkan kemungkinan terburuk yaitu harus mengulang dari awal. menurutku terlalu berat jika harus mulai dari awal karena harus membangun kerangka pemikiran dalam kepalaku.

Sejurus kemudian, saya mengirimkan pesan ke dosen pembimbing dan menanyakan apa masukannya untuk tugas akhir saya. beliau mengatakan bahwa penelitian tersebut memang sangat mirip dan tulisanku berpotensi plagiasi tujuh puluh persen jika tetap dilanjutkan dengan redaksi judul yang sama.

Saya mulai pasrah dan tetap berpikir jernih untuk mencari solusi terbaik, paling tidak saya hanya mengubah redaksi judul tanpa harus mengubah tema penelitian.


September 4, 2021

4 September

Tadi sehabis maghrib, sebagaimana rutinitas saya sebelum-sebelumnya, terkadang saya menelon ibu saya meskipun sekedar menanyakan kabarnya dan kabar bapak serta kabar keluarga yang lain. tidak ada pembicaraan intim, hanya sesekali diselingi pertanyaan seputar makanan, keadaan kampung dan tema pembicaraan template lainnya yang selalu berulang

Ibu saya juga menanyakan kuliah saya yang tak kunjung kelar yang sudah berjalan lebih dari dua tahun. sedikit beban juga karena sampai sekarang, tugas akhir saya sama sekali belum menunjukkan progres yang menggembirakan, bahkan di bimbingan kemarin dengan dosen penguji, tugas akhirku sama sekali belum memenuhi standar yang layak bahkan teknis penulisan pun masih jauh dari kata ideal

Dalam beberapa kali keadaan, saya sering merenungi apakah saya bisa menyelesaikan ini dan pertanyaan yang lebih filosofi, sebenarnya saya sedang menjalani ini untuk apa dan akan saya kemanakan setelah selesai? namun satu prinsip yang selalu saya tanamkan dalam pikiran bahwa tidak ada ilmu yang sia-sia.

Setelah pertanyaan kuliah, ibu menanyakan sesuatu yang tidak saya jawab karena selalu berulang setiap tahun. saya benar-benar tidak sanggup memberikan ibuku jawaban mengingat trauma tahun-tahun sebelumnya yang selalu berakhir dengan kecewa, meskipun demikian saya berharap tahun ini bisa memberikan kabar gembira untuknya. saya berharap semoga ibu selalu mendoakan yang terbaik untukku.

Entah mengapa, ketika membayangkan ibu dan semua suasana kampung, saya selalu menyadari bahwa betapa waktu sudah terlalu jauh membawaku pergi. nenek saya meninggal beberapa minggu lalu membuatku merasa bahwa ketika pulang kampung, ada potongan masa lalu yang hilang karena kebiasaan saya ketika mudik, saya pasti akan mengunjungi rumahnya yang berada di lereng bukit. menjumpainya di bale rumah sambil istirahat siang atau sekedar memberi makan ayam-ayamnya namun situasi seperti itu tidak akan lagi kujumpai. saya sudah semakin jauh berjalan dan waktu berlalu terlalu jauh.

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa semua sedang berjalan ke penghujung waktu termasuk saya. apa yang tersisa hanyalah kenangan-kenangan.

Untuk ibu yang saya tidak menjawab tadi pertanyaannya, saya hanya ingin memberikanmu jawaban menggembirakan tahun ini, entah itu apa. amin

September 3, 2021

3 September

Apa kata yang sering disucikan dalam dunia kerja? kata yang selalu muncul di setiap wawancara kerja yang menjadi tolak ukur seorang calon karyawan layak diterima atau ditolak. 

Kata yang selalu dicantumkan dalam setiap CV para pencari kerja yang dengan kata itu, para pencari kerja berharap memikat hati tim HRD.

"INTEGRITAS"

berikut pengertian integritas yang saya sadur secara utuh dari KBBI

Integritas dalam KBBI adalah suatu mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan satu kesatuan yang utuh, sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan serta kejujuran

integritas merangkum semua sikap baik dalam diri seorang karyawan baik itu tentang komitmen, patuh dan yang paling inti adalah kejujuran. 

Saya sendiri masih sedang meraba-raba batasan integritas itu sampai pada titik mana? apakah ketika kita menggunakan komputer kantor untuk browsing yang tidak berhubungan dengan pekerjaan pada saat jam istirahat, termasuk melanggara integritas? 

atau seperti apa dan batasan sampai dimana? saya juga masih belum memahami secara pasti ruang lingkup integritas secara jelas.

kenapa saya tiba-tiba menulis tentang Integritas?

tiga minggu terakhir, saya begitu sibuk mengurus kasus mega fraud di kantorku. sebuah pelanggaran terhadap norma integritas yang menohok seluruh pemangku kebijakan, bukan hanya karena nilaim kerugian yang fantastis namun trik melakukan pelanggaran yang sistematik dan terstruktur bahkan di design secara rapi. sebuah proses yang memang terlihat seperti sebuah sindikat yang menggerogoti Perusahaan dari dalam.

Nilai kerugian lebih dari dua miliar sedangkan cara yang dilakukan pun diluar nalar seorang penjahat yang menduduki jabatan sebagai staf. si pelaku membuat rekanan Perusahaan yang fiktif, memalsukan stempel, tandatangan, nomor rekening dalam semua dokumen yang dibutuhkan dalam memuluskan modus kejahatannya.

Jika berbicara integritas, maka setitik pun tidak tersisa, lalu apa dan siapa yang gagal dalam setiap kejahatan yang dilakukan oleh karyawan dalam sebuah perusahaan?

bisa jadi tim HRD yang gagal dalam menjalankan proses rekrutmen karyawan, atau sistem Perusahaan yang tidak berjalan dengan baik sehingga ada celah yang digunakan untuk berbuat jahat, atau kemungkinan-kemungkinan lain yang berada di luar nalar.

pertanyaan yang muncul kemudian adalah integritas itu lahir dari mana? apakah murni lahir dari moral setiap individu, ataukah integritas itu bisa ditumbuhkan dari sebuah sistem yang baik?

integritas sesuatu yang luhung. sangat sulit untuk mengkuantifikasi integritas karena hanya bisa terlihat dari sebagian kecil sedangkan mayoritas nilai integritas bersemayam di dalam nurani setiap individu.

Integritas juga bukan jargon semata, namun lebih pada manifestasi kesungguhan manusia menjadi manusia yang seutuhnya.

September 2, 2021

2 September

Saya sudah enam tahun menjalani profesi sebagai tim pemeriksa. sebuah potongan cerita hidup yang menyisakan berbagai kisah dengan hikmah masing-masing, terkadang menyenangkan namun seringkali merusak suasana hati

pekerjaan audit jelas akan berhadapan dengan hal-hal mengenai penyalahgunaan baik materiil maupun non materiil yang ujungnya akan menguntungkan diri dan kelompok si pelaku. motifnya berbeda-beda namun mayoritas karena kepentingan sendiri

Hidup di ibukota memang ibarat sebuah ruang yang menjebak manusia dalam pemandangan kemewahan. siapa yang tahan melihat mobil mewah, rumah yang besar dan berbagai benda-benda duniawi yang memancing nafsu manusia untuk memilikinya sekedar memenuhi hasrat duniawi. bisa sebagai eksistensi untuk dipamerkan atau untuk kesenangan sendiri.

Jika tidak menguatkan diri untuk menahan nafsu keinginan maka besar kemungkinan akan terperosok dalam kejahatan demi kejahatan apalagi jika pendapatan tidak mampu memenuhi keinginan yang diangankan.

Kejahatan berwujud dalam banyak hal, mulai dari kejahatan yang berbentuk kekerasan seperti merampok maupun kejahatan struktur yang dilakukan oleh pejabat negara seperti korupsi atau fraud yang dilakukan oleh karyawan swasta. semua ujungnya demi mendapatkan keuntungan pribadi.

Saya akrab dengan tindakan fraud yang dilakukan oleh karyawan, mulai dari nilai jutaan sampai miliaran. 

saya tidak sedang ingin membahas kronologis kejahatan yang sering saya hadapi namun saya hanya ingin mengatakan bahwa alasan para pelaku seringkali berbeda dan alibi paling menyebalkan ketika mereka mengatasnamakan kepentingan keluarga. damn it.

4 bulan yang lalu tepatnya April 2021, saya menjumpai kasus dengan kerugian perusahaan lebih dari setengah miliar dan ketika diinterogasi, alasan klasiknya adalah untuk kebutuhan lahiran isterinya. mempunyai mobil yang merupakan barang tersier mengafirmasi kecurigaan saya bahwa alasan melakukan tindakan fraud bukan untuk kepentingan yang mendesak. 

4 bulan setelahnya di bulan agustus, saya menjumpai kasus yang lebih besar lagi, nilai kerugian tidak kurang dari 2 M dan alibi yang sama adalah untuk pengobatan anaknya. hal yang mungkin tidak masuk akal karena ternyata dia punya aset yang lumayan banyak dan tidak sebanding dengan gajinya sebagai staf, tindakannya pun dilakukan jauh sebelum anaknya lahir.

Sebenarnya tidak hanya mereka yang menjadikan keluarga sebagai alasan pamungkas, seorang koruptor sadis di negeri ini yang menggarong dana bansos saat pandemi dengan nilai triliunan, juga meminta untuk dibebaskan dengan alasan kasihan kepada keluarganya. 

Luar biasa mereka, keluarga selalu menjadi alasan klasik untuk mendapatkan empati.

Terkadang muak mendengar kejahatan yang dilakukan mengatasnamakan keluarga namun begitulah adanya. semoga saya masih tetap kuat dengan godaan-godaan duniawi yang absurd.

Saya harus akui bahwa ibukota adalah kemewahan tak berujung yang akan menjadi racun bagi manusia-manusia yang tidak sanggup menahan dirinya untuk menunjukkan eksistensinya. orang yang ingin mendaku dirinya akan ditelan oleh absuditas di kota ini, 

Jadi bersiaplah untuk segala kemungkinan dan bentengi dirimu dengan meruntuhkan nafsu yang silau dengan kemewahan. 

Di setiap sudut kota ini, ditawarkan kemewahan yang menyiksa batin manusia. mereka menyangka bahwa dengan memiliki kemewahan tersebut, hidup mereka akan menyenangkan dan mampu mengatakan kepada dunia bahwa mereka bisa atau sekedar mengabarkan kepada orang-orang di kampung halamannya bahwa ibu kota sudah ditaklukkan dengan menjadi perantau yang sukses secara materi

Saya kira, hanya sebagian dari pelaku kejahatan yang benar-benar melakukan tindakannnya sekedar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

September 1, 2021

1 September

Apa yang paling mengerikan dalam perjalanan hidup?

apa yang membuat seseorang terpuruk dalam jurang yang paling dalam? kehilangan teman, kehilangan tujuan, kehilangan harapan atau kehilangan apa pun itu yang berharga dalam hidupnya.

kemudian bagaimana untuk bangkit dari keterpurukan itu? menemukan itu semua. namun bukan sesuatu yang mudah. butuh usaha dan energi yang besar untuk memulihkan semangat hidup yang sirna terbawa oleh absurditas kehidupan.

atau mungkin

benar apa yang disampaikan oleh para alim, seorang yang tidak mengenal dirinya, akan berjalan dalam kegelapan yang tidak mempunyai arah dan bahkan akan mengantarnya ke jurang kepunahan. 

lalu apa dan bagaimana menerangi hidup kita?

bukankah mengenal diri adalah sesuatu pergulatan hidup yang tak berujung, jika pengenalan terhadap diri tidak jua menemukan titik temu, siapa yang salah? toh kita sudah berniat untuk mengenal diri sendiri namun semesta tidak merestui

kata orang, membangkitkan semangat hidup adalah menemukan sesuatu yang menyenangkan hati. persoalan yang muncul kemudian, bagaimana memastikan bahwa kesenangan itu sesuatu yang muncul dari dalam diri bukan dari hawa nafsu?

Terlalu banyak pertanyaan-pertanyaan yang menggelayut di kepalaku yang sudah sangat penat dengan duniawi.

aku tidak menemukan apaapa, aku tidak menjalani apaapa. semua berjalan mekanis yang sangat tidak layak dinikmati. aku terpasung dalam rutinitas yang membuatku kaku dan meleyapkan prinsip-prinsip dasar dalam hidupku. 

pernah di suatu masa. entah 10 atau berapa tahun yang lalu. saya membayangkan hidup ketika sudah menikah akan menjadi hidup yang memiliki tujuan. hidup dalam kedamaian dan ketenangan batin, kemudian semesta menggiringku kepada waktu sekarang, ketika aku sudah memiliki anak. 

lalu pertanyaannya, 

apakah aku dengan serta merta hidup dalam ketenangan batin?

apakah hidupku kemudian memiliki tujuan yang pasti?

secara jujur saya harus mengatakan "tidak"

hidupku kemudian dipenuhi dengan dinamika yang cukup melelahkan. membantingku dari satu arah ke arah lain. menggiringku dari masalah yang satu ke masalah berikutnya. sesuatu yang sama sekali berada di luar perkiraanku.

dan sekarang,

aku dalam kebingungan yang berkepanjangan.

August 11, 2021

Dosa tak Terlihat

Seminggu yang lalu, di tengah pandemi yang masih mewabah di kota ini, pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat secara luas untuk menekan angka penyebaran. namun demikian, kantor saya memberlakukan kebijakan masuk kantor secara shift-shiftan. 

Saya mendapat jadwal masuk kantor pada selasa yang lalu dan harus berangkat agak pagi karena di hari yang bersamaan, isteri saya juga masuk kantor. 

Seperti biasa, saya harus mengantar isteri saya ke kantornya yang terletak di bilangan rasuna said, melewati jalan lurus sepanjang mampang yang merupakan jalur jahanam karena kemacetan parah. namun sejak pandemi, jalan protokol ini sedikit lengang meskipun masih ada titik yang lumayan padat. 

Tiba di perempatan lampu merah tendean-mampang, saya melihat salah satu tukang ojek online yang sedang mengantar penumpang namun terlihat motornya mengeluarkan bunyi yang menandakan ada masalah pada motornya. secara spontan, dalam hati saya terbersit kalimat, "kenapa sih tukang ojek itu tidak memperbaiki motornya padahal itu digunakan untuk mencari rezeki, seharusnya dia merawat motornya dengan baik".

Saya kemudian berlalu dan melupakan motor ojek online yang mogok dan terus melaju ke arah kantor isteri. setelah menurunkan isteri tepat di depan gerbang kantornya, saya kemudian balik arah melewati lampu merah tendean karena kantor saya berada di bilang jalan wolter. 

tidak sampai 20 meter setelah belok kiri dari lampu merah tendean ke arah wolter monginsidi, saya merasa motor saya bermasalah pada ban belakang. laju motor saya seperti tersendat dan ban belakang tidak berputar secara normal. 

Saya memberhentikan motor di pinggir jalan kemudian memeriksa ban belakang, tepat dugaan saya, ban belakang bocor dan tidak mungkin dipaksakan untuk melaju sampai kantor yang masih berjarak sekitar 3-4 km. 

Sebenarnya ada tukang tambal ban tidak jauh dari tempat motor saya mogok namun sialnya, tidak ada sepersen pun uang di dompet saya sehingga harus mencari atm sebelum tambal ban, mustahil tukang tambal ban bisa dibayar via atm.

Setelah berjalan lumayan jauh, saya mengira-ngira, apa yang sebelumnya saya lakukan sehingga mendapat musibah seperti ini. tidak lama berpikir, jawabannya adalah saya membatin motor tukang ojek online yang mogok di lampu merah. oh Tuhan, maafkan.

Saya memang sering sekali mendapat pengalaman nyata seperti ini, mungkin tidak terlepas dari doa saya yang selalu kupanjatkan " Ya Tuhan, jika ada khilaf saya baik yang disengaja maupun tidak, balasnya di dunia jangan sampai menumpuk dan baru dibalas di akhirat". 

Mungkin, saya tidak bilang itu pasti, bahwa peristiwa yang sering saya alami ketika berbuat khilaf merupakan manifestasi doa saya. 

Setelah berjalan cukup jauh, saya akhirnya mengambil uang di atm yang terdapat di SPBU kemudian mencari tambal ban yang ada di sekitar pasar santa.

Cukup melelahkan namun intinya saya mendapat teguran bahwa kesalahan bukan hanya yang indrawi namun hati juga sangat sering melakukan khilaf bahkan sekedar hanya membatin orang lain.


Agustus 2021

July 26, 2021

Ibu, Rindu dan Rantau

Satu hal yang selalu saya tidak sukai di tanah rantau adalah bayangan tentang keadaan ibu. selalu ada perasaan was-was tentang bagaimana kesehatannya dan bagaimana keadaannya di kampung halaman. perasaan itu semakin mencekam ketika di malam yang menua atau di pagi buta, ada telepon dari kampung. satu hal yang pertama terbersit di kepala adalah ketakutan jika ada pesan tidak menyenangkan.

Tadi habis maghrib, kakak saya mengabari bahwa Ibu sedang sakit. badannya ngilu dan seharian tidak mau makan. 2 hari sebelumnya, saya menelepon dan beliau sudah mengatakan bahwa badannya kurang fit, kemungkinan capek setelah idul adha. kabar dari kakak saya lumayan mengganggu pikiran saya karena menurutnya, Ibu tidak nafsu makan. 

Pandemi ini juga turut memperburuk pikiran-pikiran saya. berita duka yang berseliweran menambah kecemasan dalam diri saya meskipun selalu saya kuatkan hati bahwa kecemasan itu hanya pikiran yang tidak terkontrol.

Semoga Ibu segera pulih. 
Saya merindukannya

July 23, 2021

Tugas Akhir Kuliah

Saya sedang dalam proses penyelesaian tugas akhir kampus. tugas pamungkas yang akan menentukan apakah saya bisa lulus dari kampus untuk segera melepaskan predikat sebagai Mahasiswa kemudian menjemput dunia dengan ruang yang lebih besar. tugas yang sejatinya sudah saya mulai kira-kira tiga bulan yang lalu namun progresnya sangat menyedihkan, ya saya baru menyelesaikan bab 2 bahkan masih dalam proses revisi. sebuah kenyataan yang kadang-kadang membuat saya pesimis apakah saya masih memiliki energi untuk berjuang demi gelar yang entah suatu saat akan saya abdikan untuk apa.

kekhawatiran lain adalah minat membaca saya yang berada pada titik terendah, alih-alih membaca diktat kuliah untuk materi tugas akhir, membaca buku-buku ringan pun rasanya begitu berat, padahal sejatinya saya punya banyak waktu yang saya habiskan hanya untuk hal yang sia-sia. saya pun sadar bahwa ketika kemampuan membaca saya tidak terasah dan konsumsi pengetahuan untuk menunjang tesis saya sangat kurang, maka saya sendiri ragu kapan tugas akhir saya ini bisa kelar.

Hal selanjutnya adalah kemampuan saya menulis. sebelum menulis di sini, saya niatkan untuk mencoba merangkai kata demi kata dalam kalimat yang lebih panjang untuk menguji kemampuan menulis saya dalam durasi yang lama dan kuantitas yang panjang namun nampaknya, setelah berhasil menulis tiga paragrap, saya sudah mulai kehilangan ide dan kemampuan untuk mengembangkan tulisan seakan tidak segera menghinggapi otak saya.

kembali ke tugas akhir, saya ingat pesan teman saya yang beberapa tahun lalu menyelesaikan tugas akhirnya. dia berpesan bahwa tugas akhir itu dikerjakan saja dan jangan terlalu perfeksionis karena hal tersebut yang akan menghambat penyelesaian tugasmu.  jika sebelum menulis, otak sudah mengkalkulasi hasilnya dengan sangat baik bahkan sudah membayangkan akan menerbitkan tugas akhirmu sebagai sebuah buku maka dapat dipastikan bahwa dalam proses pengerjaan tugas akhir tersebut, akan mengalami kesulitan karena kita akan meragukan kalimat demi kalimat yang ditulis dengan pertimbangan yang ideal.

Tugas akhir saya mengambil tema tentang kawasan Timur Tengah yang tentunya punya referensi yang melimpah. jika seandainya saya telat dalam menyelesaikan tugas tersebut maka persoalannya bukan pada kurangnya referensi namun persoalan bisa saja karena kemampuan saya yang memang di bawah rata-rata termasuk kemampuan membaca dan menulis.

Seringkali dalam proses membaca diktat kuliah, saya jarang sekali berhasil menyelesaikan dengan tuntas bahkan jika ada yang saya selesaikan maka terkadang saya tidak mampu menyampaikan isi diktat tersebut dengan bahasa saya sendiri artinya bahwa hasil dari saya membaca tidak tersimpan di otak.

Setiap malam sesaat sebelum membuka materi kuliah, saya selalu gagal melepaskan godaan untuk menonton film atau sekedar membaca berita yang tidak ada hubungannya dengan tugas saya. setelah itu niat saya hanya berakhir di kepala dan tidak ada satu kalimat pun yang menambah halaman pada tugas saya. ironi sekaligus menyedihkan karena saya begitu boros membuang waktu yang seharusnya bisa saya manfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat.

Dosen pembimbing saya tidak henti-hentinya mengingatkan untuk segera menyelesaikan tugas akhir namun selalu ada alasan untuk menghindar. seringkali juga, pembenaran muncul dari dalam diriku untuk melakukan prokraktinasi, pembenaran yang sangat menyesatkan karena saya sadari bahwa selama ini, saya terlalu memanjakan diriku dengan hal yang absurd, sebuah tindakan yang selalu saya sesali namun tidak pernah mampu saya tinggalkan sampai saat ini.

Sebelum menyelesaikan tulisan ini, saya berjanji akan menyelesaikan tugas akhir saya paling lambat akhir September 2021 namun setelah selesai menulis, saya kembali mengulang hal yang sia-sia dan tidak pernah ada tambahan kata pada lembaran tugas saya.

yassalam.

salam menunda

July 18, 2021

Prokraktinasi

Setelah menunaikan kewajiban dua rakaat, seperti biasa saya duduk di sofa kemudian meraih buku agama yang sudah begitu lama saya beli namun belum saya tunaikan secara tuntas. sejurus kemudian, ada bisikan kecil dalam hati bahwa sebelum membaca, alangkah baiknya mengecek notifikasi di hp atau sekedar melihat media sosial. saya tidak mampu melawan godaan untuk kemudian meraih hp ku dan mulai menyusuri dunia maya. 

Tidak terasa, sudah hampir sejam saya memegang hp sedangkan buku yang sedari tadi saya raih, masih tergeletak di sampingku. setelah itu, energiku untuk membaca sudah terkuras habis melihat hp sehingga niat untuk membaca kembali terbengkalai dikalahkan oleh media sosial yang sebenarnya saya tidak mengerti apa manfaatnya.

Kejadian seperti itu tidak berlangsung sekali atau dua kali bahkan sudah berlangsung beberapa tahun. libido membacaku terkalahkan oleh ruang maya yang melenakan bahkan bukan hanya itu, banyak impian-impianku yang hanya berakhir pada draft yang tidak pernah terlaksana.

Kebiasaan menunda yang diakibatkan oleh godaan sosial media benar-benar sudah sangat parah dan akut dalam kebiasaanku, bahkan saya merasa bahwa sebagian otakku sudah tidak mampu lepas dari kebiasaan menunda yang menghancurkan banyak sekali impianku yang pada akhirnya mempengaruhi kapasitas diriku. 

Setelah menulis ini, saya tidak tahu apakah bisa lepas dari kebiasaan prokraktinasi karena sosial media

entahlah

18 7 2021

July 13, 2021

Mortality

Recently, dunia benar-benar berada dalam kondisi yang tidak pernah terpikirkan. tragedi hidup nyata adanya dan menghantui seluruh manusia. bagaimana tidak, kematian sebagai musuh utama kehidupan, seperti datang semakin dekat dan menjemput manusia tanpa permisi secara random, tidak mengenal sehat, tua, remaja dan kategorisasi lainnya. jika sebelumnya frase itu digunakan oleh para pendakwah saat berada di atas mimbar memberikan siraman rohani kepada jamaahnya, namun hal tersebut sudah tidak menjadi nasehat yang klise karena benar adanya. manusia menjadi semakin dekat dengan jurang kematian.

Subuh dini hari saat membuka mata dan mulai meraba HP, satu hal yang langsung terlintas di benar setiap orang adalah siapa lagi hari ini yang mengabarkan duka di WaG, atau siapa lagi kerabat yang update status tentang kepergian seseorang. di sepanjang hari, telinga kita diakrabkan dengan kumandang pengumuman di masjid tentang berita duka. jika terdengar suara speaker masjid yang dibunyikan di luar waktu azan maka kemungkinan besar pengumuman itu adalah tentang kematian.

Hidup di masa sekarang selayaknya hidup dalam sebuah jurang kematian. semua orang dihantui dengan keburukan-keburukan yang kemungkinan akan menimpanya atau hal yang paling mengerikan adalah membayangkan seseorang yang dicintai terkena virus ini dan tidak akan pernah lagi bersua. sebuah ketakutan yang nyata bagaikan binatang buas yang selalu membuntuti dan akan menerkam kapan pun jika kita lengah.

Di masa ini, sudah tidak terhitung berapa orang yang saya kenal, sudah mengucap selamat tinggal. mereka berlalu di masa saat dunia dalam kekalutan dan manusia dilanda rasa takut yang begitu dalam. kondisi yang sebenarnya menyadarkan kembali bahwa nasehat tentang setiap orang akan mati itu benar adanya. nasehat yang sudah terlalu sering dilontarkan dan dianggap tidak bermakna namun ketika ditimpakan dengan kondisi seperti ini, manusia kembali memaknai nasehat tersebut.

Kematian memang misteri dan menakutkan. banyak hal yang membuat mayoritas manusia cemas akan kematian, salah satunya adalah kegelapan akan kematian itu sendiri. ketidakpastian apa yang akan terjadi setelah kematian dan tidak ada satu manusia pun yang mengalami secara empirik kemudian membagikan pengalamannya kepada manusia lain. itulah yang membuat kematian menjadi misteri terbesar. 

Saya sendiri terkadang membayangkan, bagaimana cara saya meninggal, setelah itu, keadaan saya bagaimana dan kegelapan seperti apa yang akan saya hadapi, bahkan untuk sekedar membayangkan, sudah sangat gelap gulita. tidak ada setitik cahaya yang terlihat di kegelapan itu.

meski demikian, kematian yang misteri belum juga menyadarkan manusia banyak hal termasuk saya. banyak hal yang saya sadari harus diperbaiki namun tidak mampu saya realisasikan. selalu ada godaan dari dalam untuk menghabiskan waktu secara sia-sia, apa pun itu.

13-07-2021

July 2, 2021

Find My Self

A decade before, I started to find my self in every single things. it because of I quite believe that recognize myself is the only way to reach a pure life, like Socrates said, "An unexamined life is not worth living". that's lesson is in all religions.  that the reason mostly human living in a undirect life because they haven't already find theirselves. goods or visible things aren't the point. human has a genuine things in their bottom heart.

I always think it more and more instead of starting so that I still got it until now.

June 25, 2021

Bandara Sultan Syarif Kasim II

Pesawat yang seharusnya membawa saya kembali ke Jakarta pada pukul 16.25 wib ternyata delay dan harus berangkat sejam kemudian. Saya akhirnya sedikit lebih lama menunggu di bandara ini yang sudah pernah saya kunjungi selama tiga kali.

Saya sudah tidak terlalu asing dengan hawa bandara ini. 4 tahun lalu tepatnya awal 2017, saya pertama kali mengunjungi bandara ini kemudian dua bulan lalu, saya kembali melewati bandara ini untuk selanjutnya ke Dumai.

Kali ini saya terdampar lagi di bandara ini dengan pekerjaan yang sama dengan kunjungan saya sebelumnya. Hawa kota ini masih tetap sama, panas terik dari hawa minyak dan kebun sawit yang membentang luas. angin sangat enggan menyapa sehingga menambah hawa panas di kota ini, meskipun demikian, saya tetap menikmati kota ini sebagai kota di Sumatera yang pertama kali saya jejak.

Sebentar lagi saya akan balik ke Jakarta. Saya tidak bisa memastikan apakah suatu saat saya akan mengunjungi kota ini lagi namun setidaknya, saya cukup puas sudah pernah tiga kali ke kota ini. Kota yang terkenal dengan kebun sawit yang luas dan minyak bumi yang melimpah.

Bandara Pekanbaru, 25 6 2021, 17.03 Wib

May 24, 2021

Micro Teaching

Persiapan Micro Teaching
  1. Persiapkan materi yang benar-benar dipahami dan dikuasai
  2. persiapkan rencana bahan ajar. (RPPS)
  3. Pastikan bisa berkomunikasi dua arah, setelah menjelaskan kemudian bertanya. anggap semua orang adalah pelajar yang memiliki karakteristik
  4. Buat slide presentasi yang baik dan maksimal
  5. kuasai forum, ruangan, kelas, audiens, untuk membangkitkan kepercayaan diri
  6. Persiapan alat tambahan jika ada
  7. membaca teknik mengajar (pembukuaan, materi kita apa saja, jika ada pertanyaan silahkan diajukan, sesi diskusi dan penutup)

May 15, 2021

Idul Fitri 1442 H

Idul Fitri 1442 H sudah berlalu dua hari yang lalu. idul fitri kedua yang sedikit kehilangan sensasinya karena masih dalam masa pandemi sehingga larangan mudik masih diberlakukan. tanpa mengurangi kesakralan Idul Fitri dalam hal nilai yang terkandung di dalamnya, namun dengan kondisi seperti saat ini, ada hal yang hilang dari tradisi Idul Fitri yang seringkali menjadi bagian penting yang ditunggu oleh para perantau, ya tradisi Mudik.

Jangan sepelekan mudik hanya sebagai bagian dari uforia perantau pulang ke kampung sebagai ajang memamerkan eksistensinya di tempat rantau bahwa mereka sukses, tidak sekedar itu. core dari mudik itu adalah bagaimana melepaskan serpihan rindu yang membuncah selama setahun, rindu pada keluarga, rindu rumah, rindu semerbak tanah kampung halaman saat hujan sore hari, rindu sungai di kampung dan segala kenangan masa kecil yang menyatu dalam jiwa seorang perantau.

absennya mudik di lebaran kali ini membuat saya merenung, apa yang harus saya perbaiki dalam momentum Idul Fitri kali ini?

jangan sampai momentun Idul Fitri 1442 H berlalu begitu saja tanpa ada perbaikan dari diri saya, minimal ada satu atau dua hal yang bisa saya ubah dari karakter saya selama ini.

setelah sekian lama merenungi diri ini, saya berada pada kesimpulan bahwa sebagian waktu saya habis di rumah dan kantor sehingga di kedua tempat itulah, harus diratapi kebiasaan buruk yang harus diperbaiki.

pertama mungkin kehidupan di kantor. ada dua hal yang akan saya ubah yaitu kebiasaan gibah yang membuat saya tidak nyaman dan terlalu over dalam bercanda. saya akan senantiasa mengingat ikrar saya ini di kantor jika keinginan bergibah menghampiri saya dan jika bercanda saya sudah melewati batas yang saya tolerir.

kedua di rumah. saya akan lebih hangat kepada keluarga saya di rumah, sedikit lebih sabar dan tidak menampakkan muka masam meskipun saya sedang ada masalah.

semoga ikrar saya di atas bisa saya jalankan minimal hari demi hari.

2 Syawal 1442 H

May 8, 2021

Prokraktinasi

After buying laptop, no more excuse to finish my thesis. almost a month since my lecturer revised my paper but still nothing progress. the main factor is procractination an distraction by unuseful thing. I have to throw away every these things. I bought four books last month but I haven't yet accomplished for reading all, whereas all these are related with my subject, thats  why I should be.

Times flies and I try to finish my paper in two month.

April 15, 2021

Perbaiki Diri #3

Hari ketiga Ramadan bertepatan dengan hari rabu 15 April 2021, saya mencoba untuk mengukur diri saya yang dua hari sebelumnya masih terlalu banyak mengeluarkan kata yang tidak perlu. memang yang menjadi tantangan adalah interaksi di kantor seringkali membuat khilaf dan canda tawa dengan rekan kadang tak terbatasi sehingga hal tersebut yang menjadi tantangan hari demi hari dalam melewati perjalanan sebulan Ramadan kali ini.

Saya tiba di kantor agak telat dari biasanya karena berangkat agak siang. meskipun tidak telat namun ruangan sudah penuh dengan rekan kerja yang sudah tiba lebih awal. di saat menginjakkan kaki di ruangan, saya sudah bertekad dalam hati akan berusaha sekuat energi saya untuk mengendalikan lisan maupun tindakan. khususnya godaan untuk bergibah yang seringkali lepas kontrol.

Saya rasa sampai setengah hari, lisan saya masih terjaga namun di sore hari, ada beberapa kata yang menurut saya seharusnya tidak perlu untuk saya keluarkan. selain lisan, hati pun seharusnya lepas dari perasaan negatif terhadap siapa pun. 

Tiga hari puasa sudah berlalu. masih tersisa perjalanan sekitar 27 hari lagi untuk mengontrol diri dan lebih banyak melihat ke dalam diri sendiri tanpa harus mencampuri orang lain apatahlagi timbul perasaan negatif.

3 Ramadan 1442 H

April 11, 2021

Hotel Quest Surabaya

Sesaat setelah tiba di kantor, saya mencari info tentang hotel yang layak untuk menginap selama lima hari. orang di kantor menyarankan untuk menginap di Quest selain karena suasananya nyaman, jarak dari kantor pun hanya beberapa meter. siang setelah istirahat, saya mencoba mengecek hotel tersebut. setelah melihat kamar type deluxe, saya memutuskan untuk menginap di hotel ini karena suasananya yang nyaman dan rate untuk type deluxe termasuk sangat murah dengan kasur model twin.

Saya hanya booking dua hari dengan estimasi bahwa kerjaan saya akan selesai di hari Jum'at, jika belum kelar, saya bisa extend sampai hari senin. suasana hotel ini termasuk nyaman karena terletak tidak jauh dari jalan protokol dan akses yang mudah ditemukan.

Ada dua fasilitas yang saya gunakan, yaitu kolam renang dan gym. akhir-akhir ini jika menginap di luar kota, saya selalu memilih hotel yang mempunyai fasilitas gym, tentunya untuk mengeluarkan keringat karena saya sadar, ketika dinas di luar kota, saya tidak mampu mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh saya. ada banyak faktor ketika saya tidak bisa mengontrol makanan saya, namun dua alasan utama adalah pertama, saya selalu menyukai untuk mencicipi makanan khas sebuah daerah, kedua bahwa saya harus menghormati hidangan yang selalu disiapkan di kantor cabang.

Di hari Jum'at, ternyata pekerjaan saya belum kelar sehingga saya melakukan konfirmasi ke pihak hotel untuk extend tiga hari, ternyata semua kamar full. memang hari itu bertepatan dengan long weekend karena Jum'at adalah hari raya.

Akhirnya saya harus mencari hotel lain yang tidak terlalu jauh. akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke hotel Santika.

31/3/2021


April 4, 2021

Hotel Santika

 Seharian mendekam di kamar 503. sesekali membuka laptop untuk mengerjakan laporan yang harus diselesaikan esok hari. ini hari keempat saya di Surabaya dan hari kedua menginap di hotel Santika setelah sebelumnya menginap di hotel Quest Darmo.  meskipun tidak asing dengan kota ini karena 9 tahun yang lalu saya sudah mengakrabi kota ini, namun saya tidak punya semangat untuk menyusuri setiap sudut yang pernah saya lalui di kota ini, entahlah mungkin karena saya sedang ada pekerjaan sehingga tidak terlalu menikmati perjalanan kali ini.

Hotel Santika terletak di jalan Pandegiling di depan kantor BCA. dalam pikiran saya, hotel ini lumayan mewah karena sebelumnya, saya pernah menginap di hotel Santika Purwokerto dan hotelnya lumayan mewah untuk setiap service nya termasuk makanan, namun ternyata hotel ini jauh dari perkiraan saya. sesaat setelah melakukan booking kamar, saya mengecek kamar yang terletak di lantai 503. di dalam lift, saya merasakan aroma bangunan yang sudah tua dengan suasana yang agak gelap. 

Saya mengecek tempat Gym di lantai 10 dan lagi-lagi saya menemui suasana yang sangat sepi sehingga selama 3 hari menginap di sini, saya belum melakukan olahraga di Gym padahal di hotel-hotel sebelumnya, saya selalu antusias jika ada tempat Gym.

Malam hari saat hendak memesan makan di hotel, ternyata selama pandemi, hotel ini tidak menyiapkan makanan selain sarapan. esok hari saat sarapan, saya menemui pemandangan yang jauh dari perkiraan saya mengenai hotel Santika yang saya tempati di kota lain. sarapan di hotel ini sangat terbatas. di deretan sebelah kiri saat kita masuk ke restoran, hanya ada Soto, Nasi Goreng, Bihun, Ayam dan kopi. di sisi sebelah kanan, ada telur, roti dan buah. selebihnya tidak ada pilihan lain. hari kedua saat sarapan, restoran penuh sesak dan terlihat pelayanan di restoran sangat kewalahan. mereka nampaknya tidak prepare dengan baik.

Hotel Santika Surabaya, Kamar 503. 4 April 2021. 

March 18, 2021

The Zuri Hotel

 setiba di Pekanbaru minggu siang, saya sudah mengecek hotel apa yang kemungkinan akan saya tempati menginap di Dumai. saya mengecek di aplikasi online dan pilihan jatuh pada dua hotel, grand Zuri dan the Zuri. 

Perjalanan dari Pekanbaru ke Dumai sangat melelahkan meskipun sudah ada jalan tol. kami berangkat dari Pekanbaru jam 2 siang menggunakan jasa travel Permata dengan ongkos per orang 150 ribu. 

Perjalanan dari Pekanbaru menuju pintu tol sekitar setengah jam. kami tiba di Dumai jam 5 sore dan langsung menuju hotel the Zuri. hotel ini masih baru, terlihat pada penampakannya dan di pintu masuk, tertulis diresmikan walikota Dumai pada Oktober 2019.

Kami memutuskan menyewa dua kamar connecting yaitu kamar 611 dan kamar 615 karena kami bertiga. pertimbangannya jika menyewa kamar extra bed bakalan ruangannya terlalu sempit sedangkan perbedaan harganya tidak terlalu banyak.

sudah 4 hari kami di sini. besok rencana akan pulang. hanya sekilas menikmati Dumai. kota Industri yang terkenal karena tambang minyak. namun yakinlah, di kota ini terlalu terik untuk ditinggali.

hotel the Zuri, 18 3 2021. 20.08 Wib

March 14, 2021

Soetta 14-3-2021

 Kali pertama melakukan perjalanan udara pasca tragedi sriwijaya awal tahun ini. ada sedikiti rasa khawatir namun bagaimana pun, perjalanan harus tetap dilewati untuk tetap seimbang, bukankah seseorang yg naik sepeda akan tetap stabil ketika terus berjalan? begitu pula hidup ini. kita tidak boleh berdiam diri dalam hidup untuk tetap seimbang.

Saya tiba di bandara soetta pukul 08.15 wib. saya punya cukup waktu untuk menarik nafas sebelum chek in jam 9 dan boarding jam 10. saya juga masih menunggu rekan yang akan berangkat bersama. 10 menit yang lalu saya mengabari bahwa saya sudah tiba di bandara namun belum ada konfirmasi, mungkin dia masih di perjalanan.

setelah menganari isteri dan ibu saya bahwa saya sudah tiba di bandara, saya kemudian memilih duduk di ruang tunggu terminal 2E di depan atm center sembari menyapu pandangan saya di semua sudut. terlihat lalu lalang calon penumpang yang juga sedang menunggu keberangkatan. terminal 2E tidak terlalu ramai dan cenderung sepi dari biasanya.

perjalanan saya kali ini ke dumai dalam rangka pekerjaan. ada sedikit masalah yang harus saya selesaikan sebagai seorang IA. perjalanan akan sedikit melelahkan karena tidak ada pesawat direct ke Dumai jadi saya harus transit di Pekanbaru kemudian lewat darat ke Dumai. menurut info, Pekanbaru ke Dumai memakan waktu 2 jam.

baru saja rekan saya mengabari lewat wa bahwa dia sudah di bandara tol. saya harus bersiap diri karena belum melakukan verifikasi antigen. 

semoga semua berjalan baik baik saja


Soetta, 14/3/2021

February 2, 2021

Hal-Hal yang kusyukuri (2-2-2021)

Hampir dua bulan lupa menuliskan hal-hal yang kusyukuri pada hari-hari yang kulalui. Ungkapan yang tentunya tidak mampu menggambarkan semua tentang apa yang sesungguhnya kuperoleh namun setidaknya, saya menuliskan hal yang terkadang terlupakan karena sudah terlalu lazim dilakukan

  1. Saya bersyukur selamat pergi dan pulang ke kantor. Rutinitas ini yang biasanya sangat jarang saya syukuri karena sudah terlalu sering, namun jika saya merenungi Kembali, betapa besarnya karunia atas keselamatan dalam perjalanan pergi dan pulang ke kantor di tengah hiruk pikuk padatnya jalanan Jakarta. Bayangkan jika saja ketika berangkat atau pulang, saya tergelincir di jalanan di tengah kendaraan yang lalu Lalang
  2. Saya bersyukur pekerjaan saya di kantor berjalanan dengan baik
  3. Saya bersyukur masih bisa makan hari ini
  4. Saya bersyukur anak isteri dan keluarga saya dalam keadaan sehat
  5. Saya besyukur ada beberapa pcs dagangan isteri yang lalu
  6. Saya bersyukur hasil swab saya negative
  7. Saya bersyukur bisa membeli baju krem

Selasa, 2-2-2021

January 14, 2021

Hal-hal yang Kusyukuri hari ini (5)

Lebih dua minggu sejak saya mudik ke kampung, saya tidak sempat menulis hal-hal yang kusyukuri setiap harinya. seharusnya rutin kulakukan sebagai latihan diri untuk tidak terlalu sering mengutuk hidup

Hal-hal yang kusyukuri hari ini:

1) saya bersyukur, kemarin hasil swab isteri saya sudah keluar dan hasilnya negative

2) saya bersyukur hari ini kondisi isteri saya berangsur pulih sejak beberapa hari lalu mengalami demam

3) saya bersyukur anak dan mertua saya dalam keadaan sehat

4) Saya bersyukur bisa menyelesaikan semua tuga UAS

5) satu hal yang saya syukuri awal tahun ini adalah saya dan anak saya sempat mudik dan bertemu orang tua. sudah beberapa bulan ini, orang tua saya ingin bertemu anak saya. mereka terakhir bertemu pertengahan 2018

14-01-2021