March 12, 2014

Sajak Ibu N*ng


Selalu engkau sediakan makanan murah buatku
Dikala mentari sudah menanjak dan perut minta diisi
Aku mendatangimu
“bu ning, aku mau makan”
Mungkin teriakan itu tidak asing di telingamu
Dan selalu saja jawabanmu
“iya mas, ambil saja”.
Engkau percaya padaku tanpa harus mengawasiku dan selalu saja ketika selesai
Aku berteriak lagi “ibu n*ng, sampun. Aku mau bayar”
Jawabmu selalu dengan lembut, iya mas”
Mulai kuhitung makananku namun selalu saja kurasa harganya murah
Kadang 6 ribu tanpa es teh dan 8 ribu dengan es teh.
Ah, engkau benar baik hati bu n*ng
Masih menyisakan makanan murah untukku
Dikota ini yang serba mencekik tak terbeli
Engkau penyelamatku
Saat warung di deretan pinggir jalan menawarkan harga yang menurutku mahal
Aku harus berhitung untuk makan
Dan engkau bu ning selalu dengan makanan murah yang kau tawarkan
Kota ini menyisakan tragedi buatku dengan harga yang menyayat dompetku


Kalidami yang bersahabat
12’3’14

No comments: