Selalu engkau sediakan
makanan murah buatku
Dikala mentari sudah
menanjak dan perut minta diisi
Aku mendatangimu
“bu ning, aku mau makan”
Mungkin teriakan itu tidak
asing di telingamu
Dan selalu saja jawabanmu
“iya mas, ambil saja”.
Engkau percaya padaku tanpa
harus mengawasiku dan selalu saja ketika selesai
Aku berteriak lagi “ibu
n*ng, sampun. Aku mau bayar”
Jawabmu selalu dengan
lembut, iya mas”
Mulai kuhitung makananku
namun selalu saja kurasa harganya murah
Kadang 6 ribu tanpa es teh dan
8 ribu dengan es teh.
Ah, engkau benar baik hati
bu n*ng
Masih menyisakan makanan
murah untukku
Dikota ini yang serba
mencekik tak terbeli
Engkau penyelamatku
Saat warung di deretan
pinggir jalan menawarkan harga yang menurutku mahal
Aku harus berhitung untuk
makan
Dan engkau bu ning selalu
dengan makanan murah yang kau tawarkan
Kota ini menyisakan tragedi buatku dengan harga yang
menyayat dompetku
Kalidami yang bersahabat
12’3’14

No comments:
Post a Comment