Kemarin siang sesaat setelah tiba di kantor, saya menjumpai beberapa karyawan dengan mimik muka yang sedih. Rasa penasaran saya terjawab ketika salah satu dari mereka mengajak untuk berangkat melayat. Dalam hati saya bahwa ada karyawan yang meninggal, entah itu siapa. Dalam hati saya berpikir bahwa mungkin karyawan yang sudah pensiun.
Setelah itu, saya kaget ketika mendengar bahwa yang meninggal adalah salah satu anak mantan kabag SDM yang sekarang sudah bekerja di perusahaan lain. anaknya masih kelas 2 SMP artinya baru sekitar umur 13 atau 14 tahun.
Persoalannya tidak sampai di situ, mendengar penyebab kematiannya membuat saya agak gemeter, dia sakit dan saat diperiksa, gula darahnya mencapai 300 mg/dl. Saya tidak tahu pasti masalah perguladarahan namun dengan angka segitu, sudah termasuk cukup tinggi dengan batas maksimal di angka 240 mg/dl.
Sekilas saya mendengar bahwa si anak sangat doyan dengan segala macam makanan maupun minuman yang mengandung gula buatan.
Penyebab itulah yang membuat hati saya terselip rasa bersalah ketika mengingat anak saya yang sangat doyan makan dan minum jajanan yang mengandung gula. Dia bisa menghabiskan begitu banyak cokelat, makanan ringan, minuman dengan gula tinggi dan apapun itu, alhasil beratnya sudah mencapai lebih 40 kg di usia yang baru menginjak 6 tahun lebih.
Malam hari saat pulang kantor, saya memberitahu beberapa hal terkait makanan termasuk harus mengurangi minuman yang mengandung gula ketika di sekolah. Kontrol saya hanya sebatas itu karena setiap harinya, dia bersama neneknya yang tentunya akan selalu memenuhi permintaannya.
Semoga setelah ini, dia sudah bisa mengetahui maksud nasehat saya untuk lebih mengontrol makanannya.