May 29, 2015

Khutbah Jum'at Hari Ini

Kembali lagi merangkum sari pati dari khutbah jumat hari ini. lain dari hari jumat sebelumnya, tadi saya agak terlambat ke mesjid karena ada nasabah yang datang klaim motor alhasil sampai pukul 12:00, nasabah masih saja menanyakan seputar masalah klaimnya sedangkan adzan sudah dikumandangkan.

Setelah itu, saya dan nasabah tersebut berangkat shalat jumat di mesjid yang berada di belakang kantorku. tiba di mesjid, jamaah sudah meluber sampai halaman mesjid sehingga kami tidak punya tempat. saya bahkan harus mencari cela di setiap jamaah yang mungkin masih kosong namun sial, saya mendapat space yang kena matahari.

Khatib sudah masuk inti ceramah ketika saya baru saja selesai melaksanakan shalat sunnah. sebenarnya inti dari khutbah jumat tadi seputar Al-Qur'an yang dibaca dengan Langgam Jawa. ketidaksetujuannya tersebut diekspresikan dengan meledak-ledak diatas mimbar bahkan dengan sangat keras mengatakan bahwa orang yang sengaja membaca Al-Qur'an dengan Langgam Jawa adalah orang fasik dan tidak diampuni dosanya oleh Allah SWT.

Entah sikap apa yang saya harus ambil hal tersebut namun sampai sekarang, saya masih menganggap bahwa itu hal yang tidak terlalu prinsipil untuk diperdebatkan. bahkan pandangan membaca Al-Qur'an dengan Langgam selain Arab masih ada dua versi. ulama masih berbeda pendapat tentang hal tersebut sehingga kita sebagai orang awam seharusnya tidak ujug-ujug menjustifikasi orang yang berbeda pandangan dengan kita karena ulama saja masih berbeda.

Cara menyikapi perbedaan seperti Khatib tadi sangat tidak saya sepakati. sikapnya yang terlalu cepat mengambil pendapat dan menyalahkan orang yang berbeda pendapat dengannya sangat diluar batas kewajaran. kita seharusnya tidak mengambil wilayah Tuhan untuk menyalahkan manusia masalah perbedaan yang dimana perbedaan itu pun masih menjadi perdebatan diantara para ulama.

Syeikh Ali Bashar menganggap bahwa membaca Al-Quran dengan Langgam jawa itu dilarang sedangkan disisi lain, KH. Prof. Dr. Ahsin Sakho Muhammad, mantan rektor dan guru besar di Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta dan tim pentashih terjemahan Al-Quran di Departemen Agama RI. menganggap bahwa bacaan dengan langgam tradisional dianggap sebagai perpaduan yang baik antara seperti langit kallamullah yang menyatu dengan bumi, yakni budaya manusia. Itu sah diperbolehkan. Hanya saja, bacaan pada langgam budaya harus telap berpacu seperti yang diajarkan Rasul dan para sahabatnya, yakni sesuai dengan kaedah fonologi bahasa Arab al-Quran (tajwid). baca disini beritanya.

Seharusnya kita sebagai orang awam tidak ikut mengeluarkan pendapat serampangan atas perbedaan tersebut.

Rawamangun. 290515

May 28, 2015

Lelaki Dalam Pelukan Senja

Sebenarnya cerpen ini sudah saya 2,5 tahun yang lalu. tepatnya saat saya ke Malang dan menjumpai ironi kehidupan anak jalanan di sini. Cerpen ini pula pernah saya publikasikan disini dengan judul yang berbeda. saya posting kembali karena ada beberapa perubahan setelah saya ikutkan di sebuah lomba cerpen

LELAKI DALAM PELUKAN SEPI
Perkenalkan namaku adalah salafuddin. dari nama tersebut Orang bisa menebak diriku berasal dari timur. namun saat bersama teman-teman, saya lebih sering dipanggil dengan nama pendek " Udding." Hidupku penuh dengan lika-liku yang tak henti mengeja waktu yang keras. aku sering menyanyikan sunyi dan mendebat malam ketika nasib tak kunjung bertemu dengan hal yang baik.
Semua orang mencibirku, mereka bahkan menganggapku tak lebih berharga dari setumpuk sampah. bagaimana tidak, aktivitasku beraneka ragam dan sayangnya tidak ada yang dianggap terhormat bagi manusia-manusia itu. tetapi apa peduliku, yang aku pikirikan adalah bagaimana bisa mengganjal perut hari ini dengan sebungkus nasi atau bahkan sekerat roti basi. aku terkadang mengamen, seringpula jadi pemulung, kernet angkot, tukang angkut barang di terminal sampai saat kepepet, akupun duduk dengan wajah memelas di setiap lampu merah ataupun stasiun kereta untuk meminta belas kasihan manusia.
Setiap bertemu manusia-manusia bermobil dan pakaian yang mengkilap, sering pikiranku ngelantur, sering pula menelan ludah dengan lidah yang kelu. jika saja uang pembeli baju mereka kugunakan untuk membeli nasi bungkus, mungkin bisa sampai berbulan lamanya. 
aku tidak ingin membiarkan pikiranku terlalu larut dalam membayangkan ilusi tersebut karena kenyataannya aku harus banting tulang membeli sebungkus nasi di angkringan. beginilah nasib membawaku ke duni ini.
orang tuaku meninggalkanku sejak kecil entah kemana. jalananlah yang kemudian membentuk karakterku yang keras. tak peduli panas ataupun hujan, aku tetap harus mencari apa yang bisa kutukar dengan uang. pekerjaan yang berat membuat badanku semakin kekar meski umurku baru menginjak 14 tahun namun aku seperti layaknya binaraga.
namun aku seperti layaknya binaraga. Ketika melihat otot-ototku mungkin saja orang-orang akan mengira bahwa aku rutin fitness namun saja rambut kumal, kulit kecoklatan dan rambut pirang akibat terbakar matahari menjelaskan bahwa aku tidak pernah ftness di ruang ber-AC tetapi tidak lebih fitness alami yang membentuk badanku.
Cemohan-cemohan adalah santapan sehari-hariku yang sudah menjadi kata puitis buatku, saat aku menjadi gembel peminta-minta di samping perlintasan rel kereta api, berbagai tatapan sinis harus kuterima, ada yang sama sekali tidak menggubris keberadaanku, ada yang sok bijaksana mengguruiku untuk mencari pekerjaan lain namun yang lebih menyayat hati adalah orang yang memberikan recehan dan kemudian membuang muka seakan jijik melihatku. Mereka seakan menyatakan dalam diamnya bahwa aku tidak lebih dari seonggok sampah. 
Pemerintah yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap kami kaum marginal bahkan mempersulit kehidupan kami dengan menerbitkan Larangan untuk mengemis atau menggelandang diatur dalam Pasal 504 dan Pasal 505 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), Buku ke-3 tentang Tindak Pidana Pelanggaran.
Alhasil pekerjaan sebagai peminta kutinggalkan saat terbitnya peraturan tersebut dan seakan pemerintah sendiri lepas tangan akan penderitaan rakyatnya. Hal yang lebih konyol dan menyebalkan adalah pemuka agama pun ramai-ramai ikut berfatwa haram bagi orang-oranag yang dengan ikhlas memberikan kelebihan rezekinya kepada kami. Sejak saat itu, satpol PP semakin giat menggrebek kami hingga beberapa kali aku harus merasakan perihnya sepatu lars mereka yang tepat mengenai pelipisku. 
Aku kemudian beralih profesi menjadi sedikit terhormat yaitu pengamen, dengan berbekal gitar butut hasil pinjaman temanku, suara yang agak cempreng, aku berpindah dari satu warung ke warung yang lain menyanyikan lagu yang sama karena hanya lagu itulah yang aku hafal selain liriknya pas dengan kondisiku. Lagu iwan fals yang berjudul manusia setengah dewa dan lirik yang paling aku suka bahkan kuulang terus menerus adalah “berikan kami, pekerjaan”. Akupun sering mencipta lagu-lagu yang tak karuan nadanya. Malam menyanyi dalam sepinya, menunggu pagi yang tak sudi bertandang, waktu yang enggan berputar semakin menyiksa harapannya, rindu sesak seakan menaburinya racun namun tak kunjung musnah” sebagian lirik lagu tersebut kunyanyikan untuk menggambarkan perasaanku.
Aku memang penikmat musik dan penyuka musik underground. Band Nirvana menjadi salah satu idolaku dengan Curt Cobain yang sangat Idealisme. Dia yang kemudian memilih mengakhiri hidupnya tepat disaat puncak popularitasnya. Curt menganggap bahwa dia diperalat oleh Industri musik ditambah lagi dengan ketergantungannya pada kokain membuat hidupnya tanpa gairah. Sempalan kata-katanya yang paling kusuka adalah “It’s better to be hated for what you are than to be loved for what you’re not.” kalimat tersebut seakan menjadi sihir bagiku tetap menjalani hidup apa adanya diriku.
Pekerjaan sebagai Pengamen tak lama kugeluti. hasil dari ngamen tidak cukup banyak untuk makan sehari-hari bahkan yang lebih menyedihkan dari kami sebagai pengamen karena banyak warung maupun toko yang memasang tulisan di pintu masuk “tidak menerima sumbangan”, namun itu tidak seberapa dengan salah satu tulisan di sebuah toko yang membuat hati para pengamen merana “Masuk ngamen, gratis”, bahkan tulisan tersebut terpampang di salah satu restoran terbesar di kota ini yang dimiliki oleh anggota DPR. Begitulah nasibku menjadi seorang pengamen.
Aku uring-uringan, namun satu keyakinanku bahwa ketika manusia masih bernafas, maka rezekinya masih ada di bumi ini. Aku berganti profesi yang kesekian kalinya menjadi sopir angkot. Meskipun umurku masih sangat belia, namun aku menjadi sopir tembak yang digaji rendah namun lebih besar dari hasil mengamen. Aku melakukan pekerjaan sebagai sopir angkot dengan senang hati karena tidak terlalu berat bahkan saat malam menjelang, aku mendapat tempat tidur yang lebih layak dari biasanya, aku tidur di angkot. dibanding saat aku masih menjadi pengemis dan pengamen, aku kadang di mesjid, di stasiun, emperan toko, taman kota dan dimanapun tempat yang bisa kubaringkan badanku sambil terlelap dalam mimpi. Seringkali kuberharap sesaat sebelum tidur supaya aku bermimpi indah dan tak terbangun lagi atau bahkan bangun dengan membawa mimpi indah tersebut kedunia nyataku namun ternyata aku harus kembali merenggut kecewa karena kujumpai duniaku yang kelam dan kelabu bahkan yang lebih mengerikan dari yang kubayangkan, setiap kali aku tidur, aku sering mimpi buruk dan saat terbangun dari tidur, mimpi yang lebih buruk lagi telah menjadi kenyataan dalam hidupku.  
Hari-hari menjadi sopir angkot mulai kunikmati dan berfikir bahwa profesi inilah yang akan kutekuni namun sampai akhirnya kenyataan kembali tidak sesuai dengan asaku, aku bahkan harus kembali mengelus dada setelah beberapa bulan menjadi sopir angkot, pemerintah kota ini kembali menerbitkan sebuah kebijakan tentang pengadaan angkutan trans kota, tak pelak lagi, dengan adanya angkutan trans kota tersebut, pendapatan angkutan umum menurun drastis dan imbasnya aku harus ikhlas tidak dipakai lagi sebagai sopir angkot karena para juragan angkot mencoba untuk mengurangi biaya operasionalnya. 
aku semakin tak mengerti dengan pemerintah, dua kali mereka menerbitkan kebijakan yang selalu merenggut pekerjaanku, saat pertama mereka menerbitkan UU tentang pelarangan memberi uang kepada pengemis yang membuatku harus beralih profesi dan kali ini mereka kembali menerbitkan proyek pengadaan bus trans kota yang lagi-lagi mengharuskanku angkat kaki sebagai sopir angkot. Terkadang kuberpikir bahwa pemerintah selalu saja menguntit profesiku dan menciptakan profesi tandingan yang akan membuatku harus kembali menjadi gelandangan. benar-benar harapanku hancur karena aku tidak tahu lagi profesi apa yang harus kujalani bahkan saat menjadi sopir angkot, aku sudah bisa membeli beberapa potongan pakaian untuk mengganti pakaianku yang lusuh nan kumal.
Otakku kerap kali diracuni pikiran negatif untuk menjadi pencuri saja atupun perampok namun selalu gagal. Entahlah, yang pasti bahwa meskipun aku tidak pernah mendapat pelajaran agama sejak kecil namun seakan ada dorongan yang sangat kuat dari dalam hatiku untuk menolak hal-hal yang dilarang agama dan dorongan tersebut tidak pernah sekalipun mampu kulawan. Aku putuskan untuk mendaftar sebagai office boy di salah satu kantor perbankan. Saat mendaftar di perusahaan outsourcing penerima office boy, aku dimintai ijazah SMP. “aku tidak punya sama sekali ijazah pak..!!” Kataku saat itu. Akupun ditolak, dalam hatiku memaki mereka, apakah ijazah itu yang akan membuat kopi atau membersihkan lantai kantor, meskipun aku tidak punya ijazah, namun aku piawai melakukan kerja-kerja office boy. Jangankan SMP, TK saja bahkan aku tidak tamat. Aku hanya bisa membaca dengan terbata-bata karena ikut program belajar gratis yang diadakan oleh sekelompok mahasiswa di samping stasiun buat para gepeng. Saat itu aku masih umur 8 tahun, umur yang cukup tua buat anak yang baru belajar membaca.

Aku tak punya apa-apa sekarang. saat kelaparan, aku mencari sisa-sisa nasi di warteg. Aku tak ingin lagi menjadi pengemis, aku berprinsip bahwa aku tidak mau menjalani pekerjaan yang sebelumnya sudah prnah kujalani.
Aku akhirnya memilih menjadi tukang parkir di sebuah terminal. Meskipun pendapatannya tidak begitu banyak pekerjaannya pun tidak berat. Aku harus jaga malam karena masih baru, menjadi tukang parkir di kota ini bukan tanpa resiko, aksi-aksi curanmor sangat nekat dan tak segan-segan melukai setiap orang yang menghalangi aksi mereka, dan ternyata mereka pulalah yang menggiringku ke takdir berikutnya yaitu jurang kematian, mereka yang akhirnya mengakhiri cerita hidupku di dunia.

Malam itu, tepat malam minggu saat kendaraan ramai, aku ditugaskan untuk jaga malam. menjelang tengah malam, aku melihat sekelompok orang yang mencurigakan. Saat kutegur, mereka gugup dan salah satu dari mereka langsung menyerangku tiba-tiba, aku masih bisa melawan dan namun akhirnya terdengar tembakan dengan senjata rakitan. Dua butir peluru tepat bersarang di dadaku. Aku tersungkur ke tanah, bayang pekat terlintas di kepalaku, setiap potongan hidupku kembali hadir dalam ingatanku dan semua terlihat kabut. Samar-samar kudengar suara masyarakat yang mengejar para curanmor. aku tak sanggup lagi berbuat apa-apa. Kurasakan tubuhku digotong oleh orang-orang ke sebuah mobil pick up menuju rumah sakit. Tak ada orang yang bersedih layaknya ketika orang di bawah ke rumah sakit. Aku memang tak punya siapa-siapa dan takkan ada yang perduli terhadap kondisiku
Di sebuah rumah sakit, aku masih merasakan sakit yang luar biasa. Kudengar bosku yang juru parkir berdebat dengan petugas rumah sakit yang menolak untuk merawatku karena tak punya sepersen pun dana untuk biaya administrasi rumah sakit. Setelah lama berdebat, akhirnya kurasakan juga tubuhku masuk ruang operasi. Pisau operasi mulai membelah dadaku, betapa perih yang luar biasa menghinggapi seluruh tubuhku. dua butir peluru dikeluarkan dari dadaku namun darah seakan tak berhenti menetes. Tubuhku menggigil, pendengaranku kabur dan semakin gelap dan rasa perih tak terhingga ketika ada sesosok bayang putih yang mengajakkku terbang dengan sayapnya kemudian melayang-layang mengitari tubuhku lalu tertunduk sejenak dan bagai roket meluncur ke atas. Tiba-tiba semua menjadi gelap. Bos juru parkir menggoyangkan tubuhku, kusapa dia namun tak bergeming. Semua orang berkerumun dan tubuhku mulai ditutupi dengan bebrapa lembar sarung. Aku kemudian pergi dan menyeberang ke alam sana.

Begitulah potongan hidup yang kujalani. Tulisan ini kurangkai dengan terburu-buru sesaat sebelum menghadapi pengadilan di hadapan Tuhan, pengadilan dimana tak ada saksi selain diriku sendiri dan tulisan ini kutujukan Buat manusia-manusia yang masih berada di alam dunia. entah apa hasil timbangan hidupku nantinya namun aku pasrah menghadapinya karena berbagai ketidakadilan di dunia telah kualami bahkan saat ini mereka tidak adil terhadapku karena para pembunuhku tidak pernah diadili sebab aku tidak punya pengacara untuk menuntut mereka dan tidak punya uang untuk membayar hakim yang haus uang.

Alamat Domisili : Jln Bambu kuning 1, Rawamangun, Jakarta Timur

Mengejar Uang Tanpa Keringat

Saya sungguh tidak bisa lagi menakar pikiran manusia tentang ketergantungan terhadap materi. meski saya sadari bahwa kebutuhan akan materi khususnya uang memang begitu mendesak bahkan untuk diri saya sendiri namun saya masih tetap membatasi diri dalam beberapa hal untuk tidak terlalu menjadi gila dalam mengejar materi, bahkan untuk hal yang diluar nalar pun ditempuh dengan cara pintas demi yang namanya uang.

Begitu banyak orang yang menempuh jalan berbelok demi mendapatkan materi bahkan semua pertimbangan baik moral maupun pertimbangan sosial sudah dicampakkan kedalam got karena sudah tidak berlaku lagi dalam kamus mereka. orientasi hidup mereka adalah uang demi semua kesenangan duniawi.

Saya masih ingat dengan sangat jelas saat masih duduk di bangku SD. ada usaha simpan pinjam koperasi yang sedang booming di kabupaten sebelah kotaku, namanya Koperasi simpan pinjam atau yang lebih akrab disebut Kospin. letak usaha kospin tersebut dijalankan di Kabupaten Pinrang, berjarak 3 jam perjalanan mobil dari kampungku.

Seingat saya dulu bahwa Kospin tersebut menawarkan bunga uang yang sangat besar yaitu 100% dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Kospin tersebut booming seantero Sulawesi Selatan bahkan ke beberapa daerah di luar sulawesi. salah satu sepupu ayahku ikut menginvestasikan uangnya kalau tidak salah ingat 1 juta, sebulan kemudian dia menarik uangnya dengan total 2 juta. banyak dari mereka yang sudah menabung di awal dan menariknya sebulan kemudian, uang berlipat tersebut di kembalikan lagi ke kospin dengan harapan uang tersebut beranak pinak. alhasil beberapa bulan setelah Kospin berjalan, pemiliknya melarikan diri dan membawa uang miliaran Rupiah. saya tidak ingat persis apakah pemiliknya ditangkap atau tidak namun yang masih segar dalam ingatku adalah kantor Kospin dibakar oleh nasabah yang tidak mendapatkan lagi uangnya.

Praktek investasi seperti kospin memang menggiurkan apatahlagi jaman saya masih SD yang masih langka. sampai sekarang pun prakter investasi dengan tawaran uang berlipat bahkan menjamur sampai sekarang ini dan anehnya lagi bahwa sudah banyak yang tertipu namun masyarakat masih saja banyak yang percaya.

Investasi bodong seperti ini sudah menjadi keresahan masyarakat bahkan  Otoritas Jasa Keuangan sudah memperingatkan kepada Masyarakat untuk tidak percaya terhadap tawaran investasi yang tidak masuk akal

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, 
Kusumaningtuti S Soetiono‎ membeberkan beberapa ciri investasi bodong yang bisa Anda perhatikan 
sebelum memutuskan untuk membeli sebuah produk investasi :
  • Produk investasinya selalu Mengemukakan imbal hasil yang menggiurkan, dengan presentase yang mustahil dan tidak rasional sebagai contoh imbal hasil keuntungan 30% per bulan, sedangkan yield tertinggi di bidang investasi saham saja 27% per tahun. reksadana campuran menawarkan imbal hasil 22% per tahun dan produk deposito atau tabungan cuma 6-7% per tahun
  • produk investasi bodong mudah dipahami, sedangkan produk investasi yang sah perlu waktu untuk mencernanya. kalau mudah dipahami, bagaimana menjalankan usahanya itu yang perlu dicurigai.
  • setiap produk investasi bodong yang ditawarkan menggunakan tokoh masyarakat misalnya di sumatera utara, pelaku kejahatan investasi bodong akan menawarkan produknya lewat referensi tokoh masyarakat di wilayah tersebut agar masyarakat respek dan tergerak untuk menanamkan uangnya hingga mengabaikan resikonya
  • produk investasi bodong tanpa booklet atau penjelasan panjang lebar tulisan saat produknya kecil-kecil  sehingga tidak mudah terbaca, ini patut dicurgia terlebih jika tidak jelas siapa lembaga yang mengawasinya. sumber 
secar logika sederhana saja bahwa ketika ada yang menawarkan kepada kita investasi modal untuk diputar di sebuah usaha tertentu dengan keuntungan yang sudah ditentukan waktunya. pertanyaannya adalah orang tidak menggunakan akal saja yang tidak berpikir bahwa mana mungkin sebuah usaha itu sudah pasti berhasil dalam waktu yang ditentukan kemudian keuntungan pun sudah mereka tentukan, kan sebuah kebohongan yang sudah jelas jika seperti itu. namanya usaha pasti ada saatnya untung maupun rugi maka tidak mungkin setiap jangka waktu yang ditentukan akan terus untung dengan keuntungan yang sudah ditentukan.

begitulah uang membuat sebagian dari kita mengabaikan akal sehat kita. entah karena dorongan kebutuhan atau gelap mata memikirkan keuntungan yang fantastis sehingga tidak ada lagi pertimbangan rasional untuk menempuh jalan mendapatkan uang.

ini sebagian prinsip Asuransi yang sesuai syariah. saya kutip dari sini

Prinsip-prinsip Investasi Syariah
Beberapa prinsip yang harus perhatikan dalam investasi menurut Islam :
1. Halal
Suatu bentuk investasi harus terhindar dari bidang bisnis yang syubhat atau haram. Kehalalan juga menyangkut pada penggunaan barang atau jasa yang ditransaksikan. Contoh industri yang dikategorikan haram adalah: industri alkohol, industri pornografi, jasa keuangan ribawi, judi, dll.
Prosedur juga harus terhindar dari  hal-hal yang syubhat atau haram tersebut. Selain itu,  kehalalan juga meliputi niat seseorang saat bertransaksi dan selama prosedur pelaksanaan transaksi.
Kehalalan juga ternyata terkait dengan niat atau motivasi. Motivasi yang halal ialah transaksi yang berorientasi  kepada hasil yang dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
2. Maslahah
Maslahah  (manfaat) merupakan hal yang paling esensial dalam semua tindakan muamalah. Para pihak yang terlibat dalam investasi, masing-masing harus dapat memperoleh manfaat sesuai dengan porsinya. Misalnya, manfaat yang timbul harus dirasakan oleh pihak yang bertransaksi dn harus dapat dirasakan oleh masyarakat pada umumnya.
Manfaat-manfaat investasi itu antara lain :
a. Manfaat bagi yang menginvestasikan Mendapatkan bagi hasil sesuai dengan besar investasi yang ditanamkan dan sesuai dengan akad awal menurut prinsip syariah.
b. Manfaat bagi yang mendapat tambahan investasi
Mendapatkan tambahan modal sehingga memiliki kemampuan untuk meneruskan usahanya.
Untuk melindungi perusahaan dalam lilitan hutang karena tidak mampu mengembalikan modal yang diterima dan tidak mampu memberikan manfaat bagi investor, maka diatur secara syariah oleh DSN (Dewan Syariah Nasional) bahwa perusahaan yang memenuhi syarat untuk dijadikan lahan investasi adalah perusahaan yang:
- mendapatkan dana pembiayaan atau sumber dana dari hutang tidak lebih dari 30% dari rasio modalnya
- pendapatan bunga yang diperoleh perusahaan tidak lebih dari 15%
- memiliki aktiva kas atau piutang yang totalnya tidak lebih dari 50%
Sesuai dengan peringatan Allah dalam firmannya QS. Al-Baqarah:280 bahwa: ”Orang yang berhutang tidak pernah tenang dalam tidurnya”, maka dengan fatwa yang ditetapkan oleh DSN tersebut diharapkan perusahaan debitur dapat mengembalikan investasi sesuai dengan perjanjian yang dilakukan.  QS Al-Maidah:1 bahwa: ”Hai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu .....”
c. Manfaat bagi masyarakat secara luas
Besarnya investasi yang ditanamkan dalam berbagai bidang haruslah memberi manfaat bagi masyarakat.  Investasi bisa digunakan untuk penelitian dan pengembangan supaya bisa meningkatkan produk-produk baru atau meningkatkan kualitas produksi, selain itu investasi juga dapat bermanfaat dalam mengurangi harga barang sehingga pada akhirnya menguntungkan pelanggan.
Dengan investasi juga menggairahkan sektor industri sehingga mampu mengurangi jumlah pengangguran.
Maka sesuai dengan tafsir Al-Misbah, bahwa pada akhirnya harta yang dimiliki individu memiliki fungsi sosial.
Selain memperhatikan faktor kehalalan dan kemaslahatan, investasi harus terhindar dari  praktek sistem  riba, gharar, maysir (spekulasi)
  1. Transaksi dalam investasi yang dilakukan harus terbebas dari riba (bunga). Karena itu inevstasi kepada perusahaan yang menjalankan sistem riba seperti perbankan, asuransi, pegadaian, dsb, adalah dilarang. Membeli saham bank konvensional juga adalah terlarang karena mengandung riba yang diharamkan.
  2. Setiap transaksi harus bebas dari gharar, yaitu penipuan dan ketidak-jelasan. Dengah demikian  transaksi bisnis harus  transparan, tidak menimbulkan kerugian atau unsur penipuan disalah satu pihak baik secara sengaja maupun tidak sengaja.. Gharar dapat pula diartikan sebegai bentuk jual beli saham dimana penjual belum membeli (memiliki) sahamnya tetapi telah dijual kepada pihak lain.  Karena itu Islam melarang praktek margin trading, short selling, insider trading, Demikian pula najasy (rumor) untuk mengelabui investor.
  3. Setiap transaksi harus terbebas dari kegiatan maysir (spekulasi). Maysir dalam konteks ini bukanlah hanya perjudian biasa, tetapi  adalah segala bentuk spekulasi di pasar uang atau pasar modal. Islam melarang spekulasi uang, karena menurut Islam uang  bukan komoditas. Karena itu Islam melarang spekulasi valuta asing. Uang adalah alat pertukaran yang menggambarkan daya beli suatu barang atau harta. Sedangkan manfaat atau keuntungan yang ditimbulkannya berdasarkan atas aktivitas riil, seperti penjualan harta (bay’) atau pemakaian barang (ijarah).
  4. Risiko yang mungkin timbul harus dikelola sehingga tidak menimbulkan risiko yang besar atau melebihi kemampuan menanggung risiko (maysir).Untuk itu diperlukan ilmu manajemen resiko. Ini adalah aplikasi konsep fath zariah dalam ilmu ushul fiqh. Dalam Islam setiap transaksi yang mengharapkan hasil harus bersedia menanggung risiko sesuai kaedah Al-Kharaj bidh Dhaman dan Al-Ghurm bil ghurmi.
  5. Manajemen yang diterapkan manajemen Islami yang tidak mengandung unsur spekulatif dan menghormati hak asasi manusia serta menjaga lestarinya lingkungan hidup.
semoga saya selalu diingatkan bahwa hidup bukan sekedar kesenangan duniawi mengejar keberlimpahan materi namun lebih dari itu, hidup haruslah lebih bermanfaat dan jika bisa zuhud dunia dalam artian tidak tertipu oleh kemewahan dunia yang absurb.

tulisan ini atas kegelisahanku terhadap suatu masalah
saya saklek terhadap hal-hal yang berkaitan dengan aqidah
ingat itu
280515

May 27, 2015

Sepi yang Beranjak

Senja yang menua, semua memudar kecuali suara hingar bingar kendaraan yang liar di sepanjang jalan yang rela dengan sabarnya menjadi penuntut setiap pejalan tanpa sedikitpun mengeluh menahan beban dari setiap bebal yang tak berperasaan

Kemana harus kurebahkan raga yang semakin penat mengejar mimpi yang tak ada habisnya. ada mereka yang menghabiskan waktunya seperti diriku dan ada mereka yang membagi waktunya dengan jeda dan membuat raga mereka tidak terlalu lelah.

Aku mengeja waktu yang berlalu, aku berpelukan dengan sepi yang selalu saja hadir disaat ramai bahkan hiruk pikuk mereka yang menertawakan dunianya tidak membuatku melirik sedikitpun. Entah dimana ramai itu dan entah sepi kapan beranjak. peluh melumuri seluruh tubuh layaknya sungai yang mengalir dari gunung

Aku membeku. hasrat hidup ingin menepi dan bermimpi menggenggam asa namun tidaklah pantas untuk melepas semua dengan mengejar yang tak pasti.

Dua orang bercengkerama. bercerita tentang keluarga mereka yang menahan lapar. tidak ada beras untuk hari ini dan besok pun masih menjadi misteri. aku gemetar, membayangkan mereka yang meradang karena rakusnya para begal kehidupan. Menganggap mereka adalah hidup yang tak berguna.

Aku menunggu kekasihku di ujung senja ini. waktu bukan lagi soal jarum jam yang berputar karena semua musnah dengan harapan untuk memeluk dalam rindu yang memuncak. perasaan meredakan sakit yang ditanggung raga.

Seorang gadis menatap langit temaram. dari sudut mata meleleh butiran air dan tak henti mengusap dengan sapu tangan lusuh di genggamannya.

Sepi adalah keramaian dalam arti lain karena hanya berupa perasaan yang pada diri setiap orang dirasakan dengan cara yang berbeda. kata-kata hanyalah kamuflase dari ketidaksanggungan membumikan pikiran-pikiran yang sudah semakin berkecamuk.

Rawamangun.270515

Tentang Blog Ini

Blog ini sudah bertahan selama lima tahun. Saya tak ingat pasti sejarah awal saya membuat blog ini namun yang pastinya bahwa dua tahun pertama saat blog ini eksis di dunia maya, saya amat jarang mengisinya dengan tulisan-tulisan karena saat itu, saya masih masuk dalam kategori sok perfeksionis yang hanya ingin menulis tulisan yang  dalam standar baik dalam segala hal.

Akhir 2012 menjadi awal saya lebih intens mengisi blog ini dengan tulisan apa saja yang menurutku bisa untuk dijadikan pelajaran setidaknya untuk diriku sendiri. Saya tidak terlalu ingat nama yang kupilih di alamat blog ini namun seingat, manhaj menjadi yang terlama setelah itu saya ubah menjadi ingat diri kemudian jangan lupa diri. 

Mungkin setelah ini, alamat blogku akan kuubah lagi menjadi ingatdiri.blogspot.com dan display name nya Serenity. Entahlah kenapa saya lebih memilih itu namun setidaknya, untuk beberapa tahun belakang, saya selalu berusaha untuk sadar diri, ingat diri dan berusaha untuk tidak menjauh dari diriku meski kuakui bahwa semakin keras saya untuk tetap ingat diri dan tidak jauh diri namun sekeras itu pula nafsuku menjauhkanku dari diriku sendiri. akibatnya bisa saya rasakan pertengahan tahun 2013 sampai pertengahan tahun 2015. Saya jatuh dalam nista yang mungkin harus kusesali karena itu yang menjadi hijab untuk mengenal diri.

Blog ini telah mengalami berbagai pergeseran nilai saat pertama kali ada. Niat awalnya adalah sebagai wadah penyimpan tulisan materi kuliah dan tulisan ilmiah lainnya yang berhubungan dengan pelajaran kuliah namun kemudian seiring berjalanannya waktu, blog ini hanyalah menampung remeh temeh tentang perjalanan hidup yang kujalani. Entah itu tentang suka maupun duka atau bahkan keadaan sekitar yang menurut saya bisa dijadikan pelajaran.

Saya bukanlah orang yang terlalu pintar memilih diksi dan merangkai menjadi tulisan yang indah meski demikian saya bukan pula yang suka menulis serampangan meski terkadang saya harus memaksa diri menulis satu dua kata demi menjaga libido menulisku.

Saya sudah sering membaca teori menulis dari berbagai penulis besar namun setidaknya tidak ada yang lebih ampuh dari tips yang mereka tawarkan selain terus menulis dan mengasah kemampuan menulis. memang cara paling ampuh untuk menjadi penulis hanya tiga, menulis, kemudian menulis dan yang terakhir jangan pernah bosan menulis. sampai pada saatnya, kita menemukan gaya menulis yang kita sukai.

Satu variabel penting saat menulis yang tidak boleh dinafikan adalah banyak membaca. Instrumen paling penting untuk mengetahui dan mempelajari teknik menulis didapat saat kita banyak membaca buku dan cara penulisan yang baik.

Untuk hari-hari selanjutnya, blog ini akan menjadi wadah bagi banyak kecamuk pikiran di kepalaku yang tak tahu harus kemana saya curahkan. semua seakan sudah semakin abu-abu di dunia ini. Tak ada lagi hitam putih. musuh menjadi teman dan teman menjadi musuh sehingga yang tersisa dari semua itu adalah kata-kata dalam tulisan.

Blog ini semacam pelampiasan yang akan menanggung beban-benan kepalaku.
26 Mei 2015
Pulogadung

May 26, 2015

Doa di Pagi Hari

Tuhan,
sekalipun aku selalu ingin mendekat denganMu
berjalan menuju pangkuanMu
sesering itu aku harus terjungkal kemudian meninggalkan rencana untuk berlari kepadaMu

Tuhan,
dalam setiap perjalanan waktu yang kulalui bersama dengan menuanya umur tak terkendali, aku sudah berapa kali memimpikan kondisi dimana aku akan menjadi orang yang selalu memikirkanMu disetiap waktuku
namun Tuhan
begitulah hidupku

Tuhan,
kalaupun Engkau menghukumku dengan segala salah langkah yang sudah tak terhitung, aku bahkan tidak pernah sama sekali mempunyai kemampuan untuk berlari jauh dari hukumanMu.
kalaupun aku bukanlah orang yang mempunyai standar untuk melihatlMu namun ijinkan aku mencicipi kenikmatan mengenalMu.

Tuhan,
entah apa yang sedang Engkau skenariokan atas hidupku namun aku selalu percaya bahwa semua adalah yang terbaik untukku.

Tuhan,
bahkan jika aku tidak berdoa kepadaMu pun, Engkau tahu apa yang aku butuhkan. doa-doa yang keluar dari mulutku hanyalah kata-kata yang mungkin saja adalah keinginan nafsu dari diriku sendiri namun tahukah Engkau kenapa aku tetap berdoa..? karena doa adalah jalan mengingatMu, jalan menautkan hatiku kepadaMu dan salah satu jalan mengenalMu. doa yang yang Engkau kabulkan hanyalah bonus dariMu.

 Tuhan,
namun tak apalah aku kembali mencurahkan doa-doaku kali ini, aku hanyalah manusia biasa yang masih tetap saja memiliki kekhawatiran dalam hidupku karena dengan begitu, aku menjadikanMu satu-satunya sandaran hidupku.

Tuhan,
ini adalah sebagian kecemasanku untuk saat ini, saya sudah merencanakan untuk menikah di awal oktober tahun ini namun aku rasa persiapan untuk menghadapi hidup yang baru tersebut masih terlalu jauh, aku masih sering mengumbar emosiku tanpa ampun, masih selalu tidak mampu bersabar untuk semua hal yang tidak sesuai dengan keinginanku, itu masalah psikis. masalah fisikku pun terkadang masih mengalami gangguan. aku berdoa dengan penuh harap kepadaMu ya Rabb, sehatkanlah jasmani dan rohaniku untuk bekalku mengenalMu dan memahami semua ketentuanMu, semoga saja permohonanku ini bukan dari nafsuku.
Ridhai dan Mudahkan rencana pernikahanku 4 bulan kemudian. jadikan pernikahanku sebagai jalan untuk lebih dekat kepadaMu bukan malah jadi jalan menjauh dariMu.

Tuhan,
kecemasanku yang berikutnya adalah tentang pekerjaanku. bukan karena aku merasa kurang, sama sekali bukan karena itu ya Rabb. Engkau pastilah tahu tentang keresahanku ini. aku bekerja di sebuah perusahan finance yang menurutku mungkin masih memiliki unsur syubhat, entahlah aku belum terlalu paham namun jika memang pekerjaan ini masih mengandung unsur syubhat yang tidak Engkau ridhai, aku mohon dengan segenap jiwa ragaku, pertemukan aku dengan pekerjaan yang benar-benar lepas dari untuk syubhat dan pekerjaan yang Engkau Ridhai.
ini semata-mata hanya ingin mencari ridhaMu yang Rabb. bukan tentang tingginya gaji yang aku peroleh.

Tuhan,
semoga kali ini Engkau sedang didekatku sehingga Engkau melirik keresahaanku di tulisan ini kemudian Engkau meridhai dari apa yang pantas untukku
Allahumma Amin Ya Rabb

doa di pagi hari sebelum memulai kerja
270515

May 25, 2015

Reuni

Saya sudah pernah menulis tentang seperti apa yang saya rasakan tentang reuni tersebut. Tulisan reuni silaturrahim dan prestise..? mungkin tidak terlalu memaparkan lebih dalam apa yang saya rasakan namun setidaknya sedikit pengingat bahwa kerapkali ketika ada acara kumpul dengan kawan-kawan lama atau istilah kerennya "reuni," hanya akan disambut antusias oleh kawan-kawan yang secara ekonomi sudah masuk dalam kategori kelompok menengah keatas namun bagi mereka yang merasa masih dalam golongan ekonomi bawah, reuni akan menjadi momok menakutkan dan selalu dihindari sebagai topik pembicaraan ketika bertemu dengan teman lama.

Kenapa saya kembali menulis tentang reuni..? ada alasan yang mendasari tulisan ini. sejak saat bermukin di Jakarta, seringkali saya mendapat undangan reuni dengan teman-teman kuliah. entah itu di tempat yang high class maupun di tempat sederhana seperti di Blok M ataupun di Atrium Senen. saya bukanlah pribadi yang parno terhadap acara reuni namun saya juga pribadi yang terlalu suka dengan acara reuni yang terkesan ingin pamer keberhasilan.

Cerita ini mungkin begitu saja terlintas di kepalaku ketika kemarin, saya dan 2 orang teman waktu kuliah dulu menginap di bekasi, rumah salah satu teman. malam harinya, kami menghabiskan waktu untuk bercerita banyak, tentang kabar teman-teman yang sudah lama tidak dijumpai sampai pada pembicaraan mengenai acara kumpul-kumpul alumni yang akhir-akhir ini marak diadakan di Jakarta.

Teman yang kami tempati rumahnya menginap memang belum bekerja. dia menumpahkan keluh kesahnya tentang ajakan reuni selama ini. entah apa yang ada dipikirannya namun dari arah pembicaraannya, dia sedikit sungkan terhadap teman-teman yang lain mengingat dia belum bekerja.

Si kawan tadi mencurahkan semua uneg-unegnya ketika mendapat undangan reuni dan melihat tempat acara reuni. dia bahkan harus berhitung isi dompet setelah melihat menu di acara reuni tersebut meski seringkali acara reuni ditanggung oleh beberapa orang namun tetap saja bahwa isi dompet perlu. 

Terlepas dari masalah tersebut tentang mahalnya tempat reuni dan makanan yang disajikan disana, dia juga risih terhadap mereka yang dulunya mungkin saat masih kuliah hanya berpenampilan sederhana namun setelah mendapatkan dunia, penampilan dan karakter mereka diubah oleh pesona kemewahan dunia ditambah lagi saat acara reuni, pertanyaan tentang pekerjaan sering kali menjadi topik paling sering dibicarakan.

Sebenarnya untuk melihat perubahan teman-teman, tidak harus melihat penampilan mereka saat reuni ataupun arisan namun dari gay bertuturnya saat kita berbicara dengan mereka pun kita bisa mengetahui bagaimana perubahan diri mereka bahkan melihat media sosial mereka, kita bisa menganalisis bagaimana perubahan di diri mereka. saya punya teman-teman SMA ataupun SMP dan dari cara bertuturnya dan media sosialnya yang dipenuhi dengan berbagai foto-foto yang diupload, saya bisa berprasangka tentang perubahan yang mereka alami "setidaknya itu dari sudut pandang saya."

Teman SMA yang dulunya tidak terlalu menonjol dan begitu pendiam bisa saja berubah 180' ketika mereka mendapatkan duniawi. memang seringkali orang menjadikan harta sebagai sebuah senjata untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka. meski terkadang saya tidak akan pernah sepakat dengan semua hal yang berbau duniawi.

Beranjak dewasa adalah persoalan bagaimana mengenal diri. bukan bagaimana memamerkan "keberhasilan" yang diperoleh dalam bentuk harta. hidup pun tidak pernah mengenang orang yang kaya tapi tidak perduli namun seringkali dunia mengabadikan manusia yang berguna bagi sesamanya.

ah, saya terlalu idealis bahkan saya pun belum menemukan diriku.
260515

Tumpukan Buku di Atas Rak

Entah saya yang terlalu lapar mata melihat buku ataupun mungkin dengan maksud untuk membangkitkan kembali gairah membacaku yang sudah hilang beberapa tahun belakang. di tahun 2015 ini, saya begitu rajin memburu buku-buku murah di bilangan Blok M dan Pasar Senen bahkan sekali-kali membeli buku di Gramedia satu atau dua buah karena memang harganya yang jauh lebih mahal.

Saya harus mengakui bahwa minat membacaku masih tertinggal jauh karena dari tumpukan buku yang kubeli tersebut, masih banyak yang antri untuk dibaca apatahlagi genre buku yang saya beli tersebut tergolong buku sederhana yang mudah dimengerti, bukan buku-buku yang memerlukan otak bekerja lebih keras untuk memahaminya.

Tercatat hanya ada buku-buku novel meski diantara buku tersebut ada novel sejarah karya Pram, Putu Oka Sukanta. novel karya Jostein Gaarder. Sebenarnya tidak terlalu susah untuk mengerti isi dari buku yang kubaca tersebut namun mungkin tantangannya ada pada diriku yang terlalu memanjakan mata dengan layar HP sehingga terkadang tidak terasa waktu berjalan dan membaca buku hanya rencana semata.

untuk sementara waktu, saya mungkin tidak akan beranjak ke loakan buku untuk menambah koleksi karena masih banyak yang belum kubaca. saya tidak akan mempersepsikan diriku sebagai orang yang gemar mengoleksi buku namun sama sekali tidak dibaca. membeli buku semacam tanggung jawab untuk membaca buku tersebut dan mengerti apa isi dari buku setidaknya dari sudut pandang pembaca. tidak perlu menumpuk banyak buku sebelum semua yang ada selesai dibaca.

buku semacam kenangan masa laluku yang tertinggal jauh. saya masih bisa merasakan kenikmatan membaca saat masih duduk di bangku SD sampai SMA. berbagai buku bahkan majalah kulahap habis. membaca semacam penyejuk dan tidak pernah ada tuntutan saat membaca sehingga yang ada adalah kesenangan semata.

membaca mungkin akan selalu menjadi bagian diriku. dia terlanjur menjadi masa lalu yang tidak bisa kulepaskan begitu saja. secapek apapun aktivitas yang kulakukan namun hal tersebut tidak akan pernah menjadi  alasan untuk berhenti membaca.

250515

May 22, 2015

Khutbah Jumat

Saya terlambat datang ke mesjid di jumat kali ini. bukan karena kesibukan yang mendera namun semata-mata karena menunda waktu alhasil saat tiba di mesjid, khatib sudah memulai khutbahnya padahal saya sudah berhasrat untuk mendengarkan seluruh isi khutbah Jumat namun begitulah adanya, selalu saja hasrat saya rapuh oleh kemalasan yang tidak berujung

Meski agak sedikit terlambat, namun setidaknya inti dari khutbah jumat masih tersisa dan setidaknya saya masih mengambil hikmah dari khutbah Jumat tadi siang. Mungkin bukan hikmah namun lebih kepada nasehat yang saya sepakati.

"ketika Qalbu kita selalu terhubung dengan Allah SWT maka kita akan selalu ditolong olehNya"

Sebaris kalimat itu rasanya sudah cukup bagi saya tentang khutbah jumat tadi. Penjabaran tentang kalimat tersebut mungkin akan memakan banyak paragrap namun disini hanya saripati dan beberapa contoh dari perspektif saya yang mungkin akan saya tuliskan.

Hati yang terhubung dengan Tuhannya senantiasa akan terjaga dalam setiap hal. hati akan menjadi tenang dalam menjalani kehidupan tanpa ada rasa cemas dan khawatir. Di setiap langkah mereka akan mengukur apakah jejak yang ditinggalkan diridhai olehNya ataukah bahkan dimurkai sehingga senantiasa bersikap was-wasa dalam mengambil tindakan dengan dasar cintanya kepada Rabbnya.

Di manapun dan dalam kondisi apapun, ketika qalbu sudah bertaut dengan Ilahi maka semesta akan menyatu dengan semua tindakan tanpa ada yang terdzalim.

Namun jangan menyangka bahwa menautkan qalbu dengan Tuhan adalah perkara mudah karena butuh latihan dan kerja keras yang istiqomah. keadaan bertaut tersebut tidak terjadi dalam sehari dua hari namun bertahun-tahun dan Istoqamah melalui rintangan yang cukup keras.

Hati yang mencapai puncak pertautan dengan Ilahi adalah hati yang sudah melalui cobaan namun tetap dengan tekad yang kuat menjalaninya dengan sabar dan tabah sesuai dengan tuntutan Ilahi sehingga pada akhirnya mencicipi hasilnya.

bertaut dengan Rabb adalah hidup yang tenang.
jumat kali ini.  220515

Gelisahku

aku adalah bimbang yang tak berpudar
aku adalah gelisah tak berakhir
semua menjadi perhatian dan menjelma menjadi beban di kepala

aku tak dapat melanjutkan katakata ini
semua kabur
tak bersisa
musnah
lalu hilang

mei15

May 20, 2015

Tips Membeli Asuransi Property

Setelah sebelumnya saya sudah menulis tentang Tips Memilih Asuransi Kendaraan. Kali ini saya akan membahas tentang bagaimana cara membeli Asuransi Property. Sebenarnya perbedaan tips memilih Asuransi kendaraan dan property tidak terlalu banyak hanya saja ada beberapa spesifikasi yang mungkin membedakannya.

Seringkali memang pihak Asuransi menolak klaim dari nasabahnya namun terkadang kesalahan ada pada nasabah yang tidak memahami polis. Maka sebelum memutuskan untuk membeli asuransi khususnya asuransi property, harusnya mencermati beberapa hal karena ada dua jenis asuransi properti, yang pertama adalah Fire standar dimana asuransi ini hanya mengcover kerugian yang disebabkan oleh kebakaran saja sedangkan jenis yang kedua adalah Property All Risks, jenis asuransi ini mengcover semua dengan empat perluasan yaitu :
  • Tempest, Windstorm, Flood, and Water Damage (TSFWD 4.3B), Perluasan jaminan ini meliputi Banjir, kerusakan karena air dan angin topan
  • Riot, Strike, Malicious Damage (RSMD 4.1A). Perluasan jaminan ini meliputi  kerusakan yang disebabkan oleh kerusuhan, pemogokan.
  • Civil Commotion (CC). Perluasan ini menjamin kerusakan yang disebabkan oleh perang sipil
  • Others. perluasan jaminan ini mengcover klaim yang disebabkan oleh hal lain seperti pencurian.
Setelah memahami dua jenis Asuransi properti tersebut diatas maka dengan mudah, calon nasabah menentukan jenis Asuransi Properti yang akan dibeli, apakah kebakaran standar atau PAR. hal yang harus diperhatikan antara lain :
  1.  Melihat lokasi properti yang akan diasuransikan, jika resikonya hanya kebakaran saja maka lebih baik membeli asuransi fire standar.
  2. Jika dalam setahun sering terjadi resiko banjir maka lebih baik ditambah perluasan TSFWD
  3. melihat kondisi demografi Masyarakat indonesia yang aman-aman maka lebih baik tidak menambahkan perluasan RSMD dan CC namun jika lokasi properti dekat dengan area yang sering dijadikan demonstrasi maka lebih baik perluasan CC Ditambahkan.

Senja Idealisme

Senja Idealisme
Judul Buku          : Senja Idealisme
Pengarang            : Ethos AHM
Jumlah Hal          : 245


Negara ini negeri panjat pinang, bagaimana nikmatnya berada diatas sambil menginjak-injak yang lain dan yang di bawah dibiarkan saja menderita, puih!"....

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Diwak, salah satu tokoh sentral dalam novel tersebut ketika berdiskusi dengan teman-temannya. mungkin Diwak bisa merepresentasikan mahasiswa Makassar yang memang terkenal kritis dan tidak ada kompromi terhadap hal-hal yang mereka anggap tidak sejalan dengan prinsip yang diyakini.

Novel tersebut menceritakan tentang sekelompok aktivitis mahasiswa Makassar yang suka berdiskusi apa saja dan gandrung menyuarakan aspirasi mereka di jalanan bahkan dengan taruhan nyawa sekalipun, mereka tidak gentar sama sekali. mereka benar-benar mengimplementasikan bacaan yang mereka baca tentang kepedulian.

Diwak dijadikan tokoh utama yang selalu menjadi panutan teman-temannya bahkan dia selalu saja mampu mengagitasi teman-temannya dalam berjuang seperti para Filsuf. dia menggandrungi buku-buku filsafat dan buku "kiri" sehingga pemikirannya akan selalu mengkritik apa saja yang tidak sesuai dengan pengetahuannya.

Diwak adalah potret Mahasiswa Makassar yang lebih banyak belajar belajar di panggung jalanan daripada di ruang-ruang kuliah. mereka (Mahasiswa Makassar) menganggap bahwa pendidikan tersebut tidak hanya melulu dari buku bacaan namun tersebar di setiap elemen kehidupan bahkan terkadang pendidikan sejati adalah kehidupan itu sendiri.

Di lain sisi, novel tersebut tidak luput pula menceritakan tentang sisi kehidupan Mahasiswa Makassar yang selalu bisa survive di kos berukuran kecil bermodalkan mie rebus, rokok dan kopi. Seringkali pagi adalah waktu paling nyaman bagi mereka terbuai mimpi sementara malam dijadikan waktu berdiskusi sampai menjelang subuh.

Kekecewaanku terhadap novel tersebut adalah tidak ada klimaks dari apa yang diceritakan. Memang di awal cerita, libido keingintahuanku begitu besar bahkan tidak ingin berhenti membaca sebelum selesai namun setelah bab II, ada kejenuhan sendiri karena ceritanya terlalu banyak diselingi dengan kutipan meski pada dasarnya, sebuah novel itu akan menarik ketika banyak mengutip dan bercerita tentang tokoh-tokoh yang sudah mendunia namun di novel ini, kelihatan bahwa hal tersebut terlalu over.

Hal kedua yang membuatku kecewa adalah ending dari novel tersebut. Meski mungkin ini selera dari penulis sendiri untuk mengkreasi ending novelnya namun kembali lagi bahwa tidak ada klimaks dari perjuangan mereka. Ending cerita tiba-tiba saja menceritakan bahwa Diwak memilih DO dan pulang kampung menjadi petani kemudian salah satu temannya memilih aliran keras keagamaan yang menjadi buronan kemudian teman-temannya yang lain memilih menyelesaikan kuliahnya meski dalam waktu yang lama. di novel tersebut, tidak ada keberhasilan kecil yang diceritakan tentang hasil perjuangan mereka di jalanan.

Namun terlepas dari semua itu, apresiasi saya kepada penulis karena mengabadikan memoar kehidupan Mahasiswa Makassar yang seutuhnya.

LongLivePeopleStrungle
Rawamangun. 190515

May 19, 2015

Kemarin Kita Bercerita

kemarin kita bercerita
waktu seakan enggan berputar
menunggu seperti menghitung mundur detik yang berjalan
kita tertegun

kemarin kita berkisah
tentang waktu yang seakan berhenti
katamu sebentar lagi
namun tetap saja hati merontak

kemarin kisah kita
atau mungkin kita yang tidak sabar

waktu itu
190515

May 16, 2015

OJK atau KPK

Selain tentunya instansi kementerian  yang selalu kuimpikan sebagai tempat kerjaku, ada dua instansi yang menjadi pilihan lainku dan mungkin ini yang kuingini sampai sekarang.
OJK atau KPK.
Mulai saat ini, kutanamkan dalam hati paling dalam dengan keyakinan penuh kepada Sang Maha bahwa saya akan berusaha dan memperkuat doa untuk menjadi pegawai di salah satu dari OJK taupun KPK. Semua berawal dari mimpi dan mimpi itu saya abadikan di tulisan ini semoga Allah SWT Dzat yang berkuasa atas semua hal mengabulkan impianku.

May 15, 2015

Ceramah Jumat

Tidak ada tanggapan terhadap ceramah jumat kali ini. khatibnya terlalu tekstual sehingga dalam sesi khutbahnya pun yang keluar adalah bahasa buku yang serasa kita mendengar seorang yang sedang membacakan buku dan sekali-kali menghimbau supaya jamaah lebih meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

Menurut sang Khatib bahwa dunia ini adalah ujian bagi manusia untuk mengetahui kadar keimanan seseorang. hidup di dunia amatlah singkat karena perbandingan hidup di dunia seratus tahun dan di akhirat baru sehari.

إِغْتَنِمْ خَمْساًَ قًبْلَ خَمْسٍِ : حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ وَشَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ
”Manfaatkanlah lima (keadaan) sebelum (datangnya) lima (keadaan yang lain) : Hidupmu sebelum matimu, sehatmu sebelum sakitmu, waktu luangmu sebelum waktu sempitmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, dan kayamu sebelum miskinmu” [HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi].


Hadist diatas adalah inti dari khutbah tadi bahwa manusai seharusnya memanfaatkan 5 perkara sebelum datang 5 perkara. Saya pribadi dalam hal ini bahwa sepanjang hidup cukuplah berbuat baik kepada semesta tanpa harus terbebani dengan setiap kondisi yang nantinya menjadi sebuah keniscayaan akan menghampiri kita.

Hidup adalah tentang berkhidmat dan semua tentang ikhlas. Hidup yang pamrih adalah kehidupan yang tidak layak dijalani karena semua akan berdasarkan kalkulasi matematika yang absurd. Lebih baik menikmati hidup dan tetap menjadi baik.

Saya sering memimpikan sebuah Khutbah jumat yang sifatnya analisa dari para Khatib, bukan seperti yang sering saya dengarkan selama ini yang amat sangat kontekstual, Khatib hanya seperti sedang membacakan puisi di mimbar dan para jamaah Jumat duduk, diam sambil berharap Khutbah tersebut cepat kelar karena memang tidak ada yang menarik.

Ceramah Jumat adalah wadah yang tepat untuk mengedukasi para Masyarakat tentang segala hal namun yang terjadi malah tidak seperti harapan.

Hal yang terjadi selama ini adalah ketika Khatib sudah mulai merangkai doa penutup Khutbah jumat maka para Jamaah mulai tersadar dan ikut mengangkat tangan untuk mengaminkan doadoa. Tidak ada yang tersisa di dalam otak tentang isi khutbah jumat

selamat hari jumat
150515

May 12, 2015

Miwin

min dan win mungkin gambaran pasangan yang melengkapi satu sama lain. mereka punya karakter yang berbeda. disatu sisi min memiliki sifat yang kurang baik namun ada win sebagai perempuan yang perkasa dalam hal bersabar. Satu sering mengumbar katakata dan satunya tanpa kata namun direfleksikan dalam setiap langkahnya.

min adalah refleksi seorang pemuda yang dengan mudahnya mengumbar kata-kata bijaksana meski dalam interaksinya dengan win, dia dengan mudah sering marah tanpa sebab bahkan dalam beberapa hal, dia begitu tidak sabar misalnya disuruh menunggu oleh win. disatu sisi, win adalah wanita yang mungkin fisiknya tidak sekuat wanita lain namun dalam setiap interaksinya dengan orang lain terutama dengan min, dia mampu bersabar seribu kali lipat dan semua hal bahkan untuk berbagi pun, tidak ada kata tidak yang terucap dari mulutnya. win adalah perempuan yang susah mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya namun selalu saja langsung diaplikasikan.

dua kepribadiaan yang berbeda membuat min dan win sampai sekarang masih selalu berjalan beriringan.ini mungkin yang disebut dengan pasangan yang saling melengkapi meski terkadang min merasa bahwa dia sama sekali tidak menjadi pelengkap bagi win bahkan dia lebih banyak dilengkapi dengan seabrek kekurangan yang ada pada dirinya.

cerita kedua insan tersebut sudah tercecer selama 2 tahun. awal mula kisah mereka pun seperti cerita yang berjalan begitu saja tanpa terlalu peduli dengan apa yang terjadi disekitar mereka. mereka menyadari bahwa disetiap tikungan hidup yang dilalui, seringkali mereka terlibat dalam perselisihan yang pada ujung-ujungnya membuat win harus menangis sambil meminta maaf kemudian kembali berjalan bersama. satu hal yang mungkin mereka pegang dalam janji hidup bersama adalah perselingkuhan sesuatu yang haram. masalah yang lain mungkin masih bisa ditolerir namun perselingkuhan adalah dosa besar bagi janji suci mereka.

sampai pada tikungan hari ini, mereka membuktikan bahwa tak satupun diantara mereka yang selingkuh.

perjalanan min dan win baru akan memulai babak baru. jalinan kasih yang masih dideklarasikan sebagai proses pacaran belum bisa diperbandingkan ketika keduanya menjalani interaksi sebagai suami isteri. mereka yakin mampu menjalaninya dalam setiap kerikil-kerikil yang nantinya akan menjegal, mereka tidak akan saling melepaskan genggaman tangan disaat yang satu sedang tersandung bahkan mereka lebih baik tersandung berdua daripada harus saling  meninggalkan.

godaan sebelum menuju gerbang pernikahan memang sudah terasa diantara mereka namun mereka lebih memilih menutup telinga dari setiap ocehan yang datang dari orang sekitar. mereka sudah berikrar bahwa kebahagiaan ditentukan oleh mereka sendiri tanpa harus mendengarkan pandangan orang lain.

mereka mungkin sudah cukup untuk menikmati kelebihan pasangan masing-masing. min dan win sekarang sudah mulai untuk merubah mindset bagaimana untuk menerima dengan ikhlas kekurangan masing-masing. memang lebih mudah untuk menerima kelebihan pasangan daripada kekurangannya.

banyak cara yang mereka tempuh pra menikah. mencari model keluarga bahagia, membaca buku tentang nasehat pernikahan sampai pada doa-doa yang menjadi kekuatan mereka disaat kondisi apapun yang terjadi dalam hubungan mereka.

May 11, 2015

Bored

kebosanan meremukkan isi kepalaku
melululantahkan semua yang tersimpan rapi
entah ini yang disebut jenuh ataupun keadaan yang mengharuskanku lepas dari semua
ingin berteriak kemudian lari
menghilang lalu lenyap

menguap dan berhenti bergerak
bosan

Mei 15

Pindah Pekerjaan, Antara Loyalitas dan Prinsip

Kita tentu sudah sering mendengar cerita karyawan yang selalu berpindah kerja dari perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain atau bahkan seorang yang tidak pernah sekalipun berpindah pekerjaan dan dia selalu setia pada satu perusahaan. fenomena seperti itu sudah sangat umum dijumpai di dunia kerja. Alasan mereka yang sering berpindah tempat kerja pun bermacam-macam meski pada dasarnya, ada kesamaan saat karyawan memilih resign dan mencari pekerjaan baru.

Saya sebenarnya adalah salah satu karyawan yang sudah 3 kali berpindah tempat perusahaan. Alasan untuk mundur dari perusahaan tersebut pun berbeda-beda. pertama bekerja di sebuah LSM internasional Greenpeace. Perkenalanku dengan LSM ini memang sudah lama sejak awal kuliah. Aku tahu dari bahan bacaanku yang memang tidak jauh dari masalah lingkungan sampai akhirnya saya ikut job fair di Unair dan mendaftar di GP yang kebetulan membuka stand mencari karyawan baru. Posisinya direct dialogue Campaigner. posisi yang lumayan prestise menurutku hingga saya memutuskan untuk mendaftar dan dari 5 orang yang diterima, saya adalah salah satunya.

Kekerja di LSM ini ternyata tidak sesuai dengan ekspektasiku. Saya dan 4 teman lainnya harus disuruh menjadi marketing yang mencari nasabah di Mall-Mall ataupun di jalanan. Pada intinya bahwa kami mengajak para calon nasabah untuk menyumbangkan sebagian uangnya demi kerja-kerja LSM. Saya merasa tidak ada bedanya dengan marketing lainnya yang harus mengejar target penjualan, dan parahnya lagi karena saya harus benar-benar mencari orang yang sadar akan lingkungan karena mereka menyumbang setiap bulan dengan sukarela, itu berarti kerja di LSM ini jauh lebih sulit dari marketing barang yang ada timbal baliknya.

Setelah 2 bulan bekerja, saya mulai mengevaluasi cara kerja di LSM ini dan memutuskan bahwa saya harus mencari pekerjaan lain. Saya masih sepakat dengan cara pandang Greenpeace ataupun visi misinya menyelamatkan bumi namun proses pencarian dana seperti itu sebenarnya amat sangat tidak mengenakkan di hati kecilku. 

Para penyumbang rela menyumbangkan sebagian uangnya dengan niat untuk digunakan dalam hal penyelamatan Lingkungan namun disisi lain, uang tersebut diputar untuk dibayarkan kepada karyawannya. Memilih untuk mundur dari pekerjaan tersebut adalah keharusan yang kutempuh pada saat itu.

Berlanjut ke Perusahaan kedua yang mempekerjakanku sebagai Staff Marketing. Tidak ada yang salah dari mulai proses produksi karena memang perusahaan tersebut adalah penerbit yang menjual buku, hanya saja ada beberapa langkah dalam mencapai target penjualan yang mengganggu idealisme saya. Harus saya akui bahwa ada prinsip yang mendasari saya untuk mengambil setiap tindakan yang melebihi dari hanya sebuah pertimbangan gaji.

Saya masih harus mengurut dada ketika bekerja sebagai marketing. Bagaimana tidak, perusahaan melegalkan setiap cara demi sebuah pencapaian target bahkan proses hanya sebuah jalan entah itu hitam atau putih karena yang penting bagi perusahaan, target penjualan bisa tercapai. Saya bahkan pernah memberikan uang puluhan juta kepada seorang pihak guru supaya sekolah tersebut memesan buku dari perusahaan kami. Berkutat dengan perasaan yang selalu berkecamuk membuatku memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut.

Perusahaan sekarang memang tidak ada yang salah dalam hal pekerjaanku namun masih ada hal yang membuatku sedikit ragu karena perusahaan sekarang tempat saya bekerja bergerak di bidang finance yang sebagian orang masih menganggap bahwa banyak terdapat riba didalamnya. akupun masih dalam proses pembelajaran dan mungkin sampai suatu waktu ketika keyakinanku mengatakan bahwa memang jenis pekerjaan ini mengandung riba yang harus ditinggalkan, mungkin dengan sukarela saya harus kembali mencari pekerjaan yang lain. Saya hanya berharap bahwa Tuhan akan selalu menunjukkan saya jalan menuju keridhaanNya dalam setiap aspek kehidupan yang saya jalani apatahlagi dalam hal pekerjaan.

Membali ke masalah alasan resign dari pekerjaan. semua orang punya alasan masing-masing dan mungkin alasan paling mayoritas adalah masalah gaji, suasana kantor, prestise sebuah perusahaan dan alasan prinsip mungkin salah satu alasan yang paling sedikit jadi dasar bagi karyawan keluar dari sebuah perusahaan

Mei 15

May 8, 2015

Aku Emosi

apa yang terucap dari mulut ketika dalam keadaan spontan terkadang murni berasal dari hati yang paling dalam. seringkali kita tersandung dan selalu saja ada yang mengumpat dan sebagian ada yang mengucapkan istighfar. dalam keadaan seperti itulah kita bisa bisa menilai bahwa orang yang selalu mengasah dirinya dengan mengingat Allah akan mengucapkan kalimat baik ketika tersandung namun bagi orang yang kurang diasah kemungkinan akan mengumpat.

aku mungkin saja adalah orang pada bagian kedua karena semalam saat melintas di depan kokas, ada sedikit insiden yang sebenarnya tidak perlu kusikapi dengan emosi. ceritanya jalanan begitu padat namun tiba-tiba saja motor supra menyenggol stir motorku meski tidak sampai jatuh. pengemudi motor tersebut memelototi aku namun aku pun membalas melotot kepadanya. hatiku emosi entah karena mungkin aku sering tergesah-gesah. untung saja si pengemudi tersebut tidak berhenti karena padatnya jalanan dan akupun melanjutkan perjalanan meski kusadari bahwa hatiku saat itu pun panas dan emosi.

kejadian berulang tadi saat aku akan membeli pulsa di Indomaret depan kantorku. saat menyebarang dan sudah memberi kode supaya mobil yang sedang melaju berhenti namun sebuah mobil yang dikendarai bapak paruh baya melaju kencang ke arahku. aku lantas melotot kepadanya dengan hati panas sambil menggerutu.

aku emosi, yah memang aku masih terkadang emosi terhadap hal yang tidak sesuai dengan keinginanku meskipun aku sudah menyadari bahwa berlalu lintas di ibukota membutuhkan 1001 kali lipat dengan kehidupan lalu lintas di kota lain. betapa tidak mudahnya untuk sekedar menahan diri ketika ada yang tidak menyenangkan di hati. disini, orang terbiasa dengan cara tergesa-gesa dan sok sibuk tanpa sekedar memberi ruang kepada orang lain untuk bergerak.

dulu sejak masih di sulawesi. aku tidak ingat persis apakah saat masih SMA atau sudah kuliah, kami selalu dicekoki bahwa orang di pulau ini khususnya yang ada di ibukota adalah orang produktif karena selalu menghargai waktu dan tidak pernah bersantai ria, mereka kerap bekerja keras. aku pun dulu sempat mengamini doktrin dari para Guruku namun semenjak tinggal dan bekerja di Ibukota, semua stereotipe tersebut buyar bahkan aku masih lebih percaya bahwa kehidupan dan relasi sosial di sulawesi masih lebih baik karena mereka masih punya banyak waktu luang hanya sekedar bercanda dengan keluarga atau bahkan bergurau bersama kawan-kawannya.

disini hal seperti itu layaknya sesuatu yang sia-sia. waktu dihargai sebagai kalkulasi matematika untuk menghasilkan uang lebih banyak. tidak mengherankan ketika orang kemudian merasa akan sangat terganggu ketika ada hal-hal yang membuat waktunya terbuang begitu saja.

ah, aku emosi
akhir pekan 080515

Ilusif

demi sebuah hal yang masih samar-samar
atau cita yang terlalu ilusif
aku adalah pencari kebahagiaan
yang tak kunjung menampakkan bayangannya di depan mataku

lunglai seperti tak bertenaga
tulangtulang tak lagi menopang jasad
ingin semua hancur
karena hampa hanyalah yang terisa.

mei 2015

Khutbah Jumat

Minggu lalu saya tidak sempat menulis kembali khutbah jumat karena berhubung saya shalat jumat di Madiun dan tidak punya kesempatan untuk membuka blog. kali ini saya kembali pada aktivitas menuliskan intisari dari khutbah Jumat tadi di Mesjid Sakinah.

Saya tiba di Mesjid tepat saat Muadzin selesai mengumandangkan Adzan, memang kebiasaan saya akhir-akhir ini selalu terlambat datang ke Mesjid namun untunglah tadi semua sesi Khutbah masih bisa kudengarkan.

Khatib membuka Khutbahnya dengan mengulas tentang Isra Mi"raj. Menurutnya polemik tentang bulan apa tepatnya Nabi Muhammad menjalani Isra Mi'raj masih menjadi pertentangan di kalangan para sejarahwan Islam. namun begitu khatib menutup pembuka Khutbahnya dengan bijaksana bahwa kita tidak perlu larut dalam perbedaan pendapat kapan Isra Mi'raj terjadi yang penting bagi kita adalah mengambil hikmah dari peristiwa Isra Mi'raj tersebut.

Khatib melanjutkan Khutbahnya bahwa salah satu tujuan Isra Mi'raj adalah meyakinkan Rasulullah akan Ayat-Ayat Allah.  dia kemudian melanjutkan bercerita tentang kehidupan Nabi Muhammad saat dilanda kesedihan ketika berturut-turut, keluarga yang sangat dicintainya meninggal dunia. Khatib melanjutkan bahwa ketika para pendakwa mengalami kejenuhan dalam berdakwa maka disarankan untuk melakukan refreshing dan melihat penciptaan Tuhan sehingga kita merasa kebesaran Tuhan dan menyadari bahwa kitalah yang memerlukan Tuhan, bukan sebaliknya.

Entah kenapa tiba-tiba Khatib membahas tentang shalat atau mungkin saya yang ketiduran. hehe. Khatib menjelaskan bahwa hanya ada dua alasan yang dibolehkan dalam meninggalkan shalat, lupa dan ketiduran. orang yang berani meninggalkan shalat harus bertobat dan ketika masih tidak mau bertobat maka dia dikategorikan sebagai kafir dan wajib dipancung. lumayan keras pandangan dari Khatib tadi tanpa mempertimbangkan psikologi jamaah dan juga keadaan demografi Indonesia.

satu hal yang mungkin tidak terlalu saya sepakati dengan Khatib tadi meski mungkin ketidaksepakatanku subjektif namun begitulah adanya bahwa si Khatib tersebut terlalu meninggikan suaranya dalam menyampaikan Khutbahnya sehingga sedikit menggangu pendengaran.
sebenarnya banyak hal yang ingin kukritisi namun tidak baik untuk terlalu banyak mengeluarkan pendapat tapi ilmunya masih samar-samar.

Rawamangun.08.0515

May Day

Apa pula aku ini. May Day berlalu tanpa ada apa-apa yang bisa kurayakan bahkan aku malah mengasingkan diriku menyingkir ke madiun ketika perayaan tersebut berlangsung. mungkin benar anggapanku bahwa aku memang sudah moderat terhadap semua yang pernah menjadi idealisku semasa kuliah dulu. bagaimana tidak, saat masih duduk di bangku kuliah, 1 Mei seakan menjadi Lebaran bagi Mahasiswa yang memilih untuk melebur bersama kaum proletar apatahlagi para buruh yang terhampar di seluruh tanah air yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. May Day selalu menjadi momentum untuk menentukan langkah dan menyampaikan semua aspirasi dari lapis bawah ke kaum kapital birokrat.

setelah 4 tahun meninggalkan bangku kuliah, hari Buruh seakan menjadi seperti hari biasa bagiku dan tidak ada yang istimewa. aku selalu menghardik diriku yang benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa ketika di berbagai daerah negeri ini, ribuan buruh turun ke jalan menuntut hak hidup mereka. aku tidak ingin mengklasifikasikan kelompok buruh yang turun karena suruhan ataupun benar-benar karena idealismenya namun yang pasti bahwa mereka memang layak menuntut hak-hak mereka yang selama ini dikebiri. harus diakui bahwa fondasi dasar dari kehidupan ekonomi dunia adalah para buruh dan petani.

aku tidak bisa menceritakan setiap detail dari perayaan May yang kulewatkan saat masih kuliah namun yang pastinya bahwa gairahku selalu saja meningkat diatas rata-rata ketika bulan mei tiba. momentum banyak terjadi di bulan mei dan itu menjadi sebuah titik balik bagi kami untuk menyusun rencana menyampaikan semua keluhan kami para Mahasiswa, Buruh dan Tani kepada para Kabir yang masih saja selalu menutup telinga dari suara-suara sumbang kaum proletar.

1 Mei kemarin, aku duduk manis di depan TV sambil menonton di layar kaca ribuan buruh yang memadati ibu kota sambil membawa pamflet yang bertuliskan tuntutan mereka. perayaan puncak mayday kemudian ditutup dengan pentas musik di GBK. ada kejadian yang mungkin sedikit mengalihkan perhatian pada puncak perayaan May Day yang berlangsung di GBK. seorang Buruh PT Tirta Alam Segar bernama Sebastian (32) memilih mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri kemudian melompat dari atap stadion.

setelah kematian Sebastian, banyak yang kemudian menduga apa sebenarnya alasan Sebastian nekat mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri. mayoritas media menarik kesimpulan bahwa Sebastian bunuh diri karena Idealismenya. dia kecewa karena kehidupan buruh masih sangat memprihatinkan. adapula yang menyimpulkan bahwa dia bunuh diri supaya pemerintah memperhatikan kehidupan para buruh.

terlepas dari sebuah idealisme Sebastian yang amat mulia ingin mengangkat mengangkat derajat hidup para buruh, namun pilihan bunuh diri mungkin sesuatu hal yang tidak terlalu tepat. mungkin saja sebastian merasa bahwa kematiannya yang tragis akan dijadikan momentum oleh Pemerintah untuk lebih memperhatikan kehidupan para buruh namun lihat kenyataan setelah seminggu berlalu, kematiannya seakan berlalu begitu saja seakan ditiup oleh waktu yang beranjak dan tidak ada lagi media yang kemudian memberitakan kematiaannya tersebut apatahlagi pemerintah yang dia harapkan untuk memperhatikan para buruh bahkan pemerintah sama sekali tidak bergeming. sebagian orang berempati terhadap kematiannya sekedar menulis status di media sosial dan tidak sedikit orang yang nyinyir karena menganggap bunuh diri yang dipilih adalah hal yang konyol.

Pilihan berjuang memang adalah sebuah keniscayaan bagi mereka yang tertindas ataupun bagi mereka yang memilih hidup untuk membagi kebahagiaan dengan orang lain namun varian perjuangan tersebut harus cerdas dan tidak mengikuti trend ataupun emosi karena semua akan menajdi tidak ada artinya ketika pilihan yang ditempuh ternyata salah, mungkin bunuh diri adalah salah satu pilihan yang salah dalam berjuang karena otomatis setelah mati, semua perjuangan telah berakhir dan ide-ide di kepala pun akan menguap bersamaan dengan dikuburnya jasad.

May Day memang selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagiku.
PuloGadung.080515