June 30, 2023

Memaksimalkan Waktu (30)

Libur semester ini seharusnya bisa saya maksimalkan untuk lebih produktif lagi karena tidak terbagi dengan energi untuk mengajar dan mempersiapkan bahan ajar. Saya punya beberapa target untuk saya capai di libur semester kali ini antara lain menulis lebih banyak dan membaca lebih giat lagi.

Kalau tidak sekarang maka waktu saya akan semakin terkuras untuk hal-hal yang tidak berguna. 

#30 2023

June 29, 2023

Nuansa Lebaran (29)

Sedari kemarin, saya berusaha untuk merecall semua rasa yang pernah menyeruak dari sanubari setiap kali lebaran tiba. Ada semacam rasa tenang yang menyelimuti jiwa ketika mendengar lantunan takbir saat maghrib menjelang ketika esok hari lebaran tiba. Namun usaha saya untuk menemukan rasa itu sia-sia belaka. Saya tidak menemukan apa-apa meskipun semua masjid saling sahut-sahutan mengumandangkan takbir.

Saya mengingat semua momen masa kecil ketika lebaran datang dan tiba-tiba saja kedamaian menghampiri. Hampir di setiap momen lebaran saat masih di kampung selalu menghadirkan suka cita dan rasa tenang tiada tara. Berkumpul bersama keluarga dan melepaskan semua penat kehidupan yang tak kunjung usai.

Merantau benar-benar menghilangkan semua rasa tenang yang saya rasakan di masa lampau.

#29 2023

June 28, 2023

Idul Adha (28)

Hari ini saya melaksanakan idul Adha karena mengikuti keputusan Muhammadiyah. Tahun ini memang menjadi tahun yang kembali memaksa umat Muslim berbeda perayaan hari raya lebaran baik idul fitri maupun idul Adha. Setelah beberapa tahun penetapan hari raya lebaran antara Muhammadiyah dan NU bersamaan namun tahun ini kembali harus berbeda.

Saya tidak ingin masuk dalam ranah metodologi penentuan hari raya antara kedua kelompok terbesar di Indonesia tersebut, di samping karena saya sama sekali tidak memiliki ilmu tentang penentuan hari raya, saya juga merasa bahwa para ulama memiliki otoritas dan keilmuan yang memadai dalam hal penentuan hari raya sehingga sebagai umat yang kekurangan ilmu, saya merasa hanya perlu untuk mengikuti salah satu dari kedua kelompok tersebut.

Saya sejak lahir berada dalam kultur Muhammadiyah yang tulen bahkan hampir seluruh keluarga besar saya merupakan pengikut Muhammadiyah dan sebagian dari mereka menjadi orang penting dalam struktur organisasi Muhammadiyah sehingga praktis sejak kecil, saya mengikuti semua ketentuan yang disepakati oleh organisasi.

Sejak merantau ke Jawa, saya tidak terlalu saklek memegang kultur dalam Muhammadiyah sehingga dalam beberapa kesempatan, saya masih sering ikut tahlilal meskipun masih ada batasan yang saya tidak lakukan seperti makan daging yang disediakan ketika acara tahlilal. 

Di kampung saya, tahlilal orang meninggal hanya dilakukan maksimal tiga hari setelah hari meninggalnya bahkan ada yang hanya sehari. Selain itu, tidak ada hidangan daging ketika acara tahlilal. Acaranya hanya ceramah dan pembacaan al-Quran.

***

Hari ini, saya dan keluarga harus menempuh jarak sekitar sekian kilometer untuk salat idul Adha karena tidak ada masjid dekat rumah yang melaksanakan hari ini. Mayoritas mengikuti ketentuan pemerintah dan NU yang akan melaksanakan idul Adha esok hari. 

Kami memutuskan untuk salat di area parkiran kantor PP Muhammadiyah di daerah Menteng dekat Tugu Tani. Sekitar 45 menit dari rumah kami dengan mengendarai motor. Jarak yang lumayan jauh memaksa kami untuk berangkat lebih awal. Sekitar jam 5.15, kami sudah berangkat dari rumah.

Jalanan tidak terlalu padat karena masih pagi buta sehingga cukup lancar untuk sampai di area parkiran PP Muhammadiyah. Setiba di sana, jamaah belum terlalu ramai sehingga kami masih mendapat space di dekat mimbar. 

Jamaah baru berdatangan ketika pelaksanaan salat hendak dimulai sehingga jalanan depan kantor ditutup untuk digunakan para jamaah yang tidak mendapat tempat di area parkir. Saya lihat beberapa wartawan sedang menyiapkan peralatannya untuk meliput pelaksanaan salat idul Adha.

#28 2023

June 26, 2023

Bincang Tengah Malam (26)

Tulisan ini merupakan gabungan dari olah pikir teman-teman ketika diskusi tengah malam dan saya tidak mengklaim sebagai refleksi pribadi saya.

Jika ingin melepaskan semua bias dan merunut ke belakang, maka yang disebut sumber Islam itu hanya satu yaitu Nabi Muhammad SAW. Menguji rantai riwayat atau referensi untuk memastikan bahwa ini dari Nabi.

Jika potensi kecerdasan Ulama sudah dimaksimalkan di situ tetapi kita masih meragukan maka kemungkinan yang bermasalah di kita karena Ulama sudah benar-benar mengeluarkan semua energinya untuk meriwayatkan dengan murni yang disodorkan kepada umat.

Proses periwayatan hadits tidak dilakukan secara serampangan tetapi melalui berbagai dengan sangat ketat oleh para Perawi jadi kita sebagai umat yang lahir belakang dan tidak punya akses yang cukup maka kita harus percaya pada apa yang ditawarkan oleh para Ulama.

#26 2023

June 25, 2023

Intel (25)

Malam sebelumnya, saya dan salah seorang teman diskusi tentang sepak terjang CIA dalam berbagai peristiwa politik di suatu negara termasuk keterlibatan CIA dalam peristiwa pembantaian PKI tahun 1965.

Sehari setelahnya, saya menonton film berjudul "Kandahar" yang dibintangi oleh Gerard Butler yang berperan sebagai agen CIA di Timur Tengah. Film tersebut berkisah seorang agen CIA yang punya peran sangat signifikan untuk melakukan riset pada posisi strategis musuh yang kemudian akan dihancurkan dari jarak jauh.

Dalam perjalanannya, keberadaan agen CIA disadari oleh pihak Iran dan kemudian melakukan pengejaran.

Film tersebut juga menggambarkan bahwa Muslim di Timur Tengah bukan kelompok yang tunggal artinya mereka tergabung dalam fraksi yang berbeda dan seringkali saling perang satu dengan yang lain.

#25 2023

June 24, 2023

Memeriksa Ujian (24)

Malam ini saya bedagang memeriksa ujian akhir mahasiswa. Ini pertama kalinya saya harus menilai mahasiswa sementara saya masih merasa belum begitu maksimal dalam proses pengajaran bahkan saya masih mencari strategi pedagogi yang cocok untuk saya terapkan dan sesuai dengan karakter mahasiswa yang saya hadapi setiap hari. 

Memeriksa hasil ujian tidak terlalu rumit karena sudah ada kunci jawaban namun yang lebih sulit ketika proses penilaian akhir. Variabel nilai akhir tidak hanya ditentukan oleh ujian mahasiswa namun harus dilihat secara komprehensif baik dari segi sikap, keaktifan, penguasaan materi di kelas dan semua aspek yang mendukung perkembangan mahasiswa.


#24 2023

June 23, 2023

Perpisahan (23)

Hari ini ada seorang rekan dosen yang memutuskan untuk pindah ke kampus lain di Pamulang. Kami melakukan perpisahan sederhana dengan merayakan sambil menikmati kopi di kafe Cozy dekat dari kawasan Surapati. 

Perpisahan seperti ini biasanya meninggalkan perasaan sentimental namun saya pribadi sudah kebal dengan momen seperti perayaan perpisahan karena selama sebelas tahun berkarir di perusahaan, sudah sering kali saya berpisah dengan rekan kerja atau bahkan saya yang kemudian harus mutasi maupun harus resign.

Itulah kenapa saya merasa biasa saja saat perpisahan kembali terjadi meskipun tentu ada perasaan sedikit menyayangkan karena rekan saya yang akan pindah kampus merupakan duet di ruang dosen dan teman diskusi, meskipun sebenarnya saya baru mengenalnya enam bulan terakhir tetapi karena dia yang paling sering di ruangan jadi setiap hari, saya selalu berinteraksi dengannya.

Selain itu, saya juga masih memikirkan alasan utamanya pindah kampus ke Pamulang sementara keluarganya di sini tetapi dia selalu menjelaskan kepada saya bahwa dia ingin bekerja sesuai dengan kompetensi yang dimiliki sementara di kampus kami, belum dibuka jurusan yang sesuai dengan kompetensinya.

Apatahlagi dia juga terbilang baru bergabung di kampus ini karena praktis baru sekitar 1,5 tahun. waktu yang masih sangat singkat meskipun secara de facto, dia sudah lama mengajar di kampus ini bahkan ketika kampus ini masih berstatus sekolah tinggi.

***

Saya sudah berjanji bahwa perpisahan tidak akan melarutkan perasaan saya karena sudah seringkali saya lewati bahkan menurut saya bahwa perpisahan paling berat tentu ketika meninggalkan kampung halaman jadi ketika hanya perpisahan di lingkungan pekerjaan, maka saya anggap hanya sebagai dinamika dalam pekerjaan dan tidak terlalu berdampak signifikan terhadap hidup saya.

#23 2023

June 22, 2023

Mengenali Diri (22)

Tadi siang ada perpisahan salah seorang rekan yang pindah homebase. Lazimnya di sebuah acara formal perpisahan, orang yang akan pergi memberikan kesan dan pesan selama bekerja dalam berbagai hal termasuk dengan rekan sejawat. Demikian juga tadi teman yang sedang perpisahan, dia menceritakan awal bergabung dan kesan awal yang didapatkan di tempat ini.

Selain itu, dia juga menceritakan kesan semua rekan-rekan yang hadir tadi. Saya sebagai orang yang paling baru bergabung dan baru mengenalnya enam bulan terakhir, tentu tidak sebanyak kesan yang dia dapatkan dari rekan yang lain. Namun demikian, dia menceritakan awal kedatangan saya dan duduk di ruangan pertama kali. Dia awalnya menganggap bahwa saya pribadi yang jaga imej dan mungkin sedikit agak segan mendekati saya.

Entah kenapa, ketika mendengar kesan awal dia mengenal saya. Memori saya kemudian merecall semua ingat terhadap kesan orang lain ketika pertama kali bertemu dengan saya dan sebagian besar hampir sama bahwa saya dianggap jaga imej dan agak sangar, mungkin karena bawaan muka layaknya orang timur. Tetapi dari situlah, saya kemudian mencoba untuk mengenali diri saya sendiri dari kaca mata orang lain. 

#22 2023

June 21, 2023

Serenity (21)

Dalam fase kehidupan yang dijalani, biasa kondisi paling tidak mendukung seringkali membawa hikmah yang besar terhadap diri sendiri karena di momen seperti itu, kita merefleksikan banyak hal dan mengevaluasi diri sendiri. Sementara ketika kita berada di dalam zona nyaman yang semua terlihat baik-baik saja dan menyenangkan, maka seringkali manusia lalai untuk merefleksikan diri dan perjalanan hidupnya.

Kondisi ini yang sedang saya alami sekarang di tempat yang baru. Saya selalu merefleksikan apa hikmah dari fase perjalanan hidup yang sedang saya jalani di saat semua terlihat tidak berpihak dan tidak menyenangkan. Saya meyakini bahwa pasti ada sisi dari hidup saya yang sedang dikuatkan oleh semesta dengan iklim pekerjaan yang tidak kondusif.

Sejauh ini, saya merasa bahwa saya sedang dibimbing oleh semesta untuk memperkuat karakter saya di tengah kondisi kerja yang saling mengklaim kebenaran dan saya nampaknya selalu ditarik ke dalam setiap sisi yang berlawanan. Di satu sisi, saya merasa bahwa tidak ada kepentingan apa-apa yang saya harapkan termasuk juga saya tidak punya masalah terhadap mereka yang saling berkonfrontasi sehingga tidak seharusnya saya berada di dalam satu titik koordinat.

Di titik inilah, saya harus menguatkan karakter untuk tetap berada di jalan yang saya yakini yaitu bersikap netral dan menjalankan apa yang sudah menjadi tugas dan tanggung jawab saya tanpa harus terganggu dengan opini dan pandangan dari siapa pun. 

Bukan pekerjaan mudah tentunya karena setiap hari harus berinteraksi dengan dua kubu yang berhadap-hadapan namun di situlah tantangan utamanya, bagaimana saya mampu menenangkan diri saya di tengah kondisi seperti ini. 

"Serenity"

Seperti judul pada blog ini, mungkin ini momen paling pas untuk menemukan kondisi serenity dalam hidup saya dengan menikmati hiruk pikuk di sekitar saya. Hiruk pikuk yang saling mengklaim sisi kebenaran dan merusak kohesi di antara mereka. Memang biasanya ketika kita mempunyai masalah dengan seseorang atau pihak lain, maka gibah terasa sangat menyenangkan karena kita berusaha mengklaim diri benar dibandingkan dengan oposisi kita.

Nah saya tidak ingin masuk dalam pertarungan kondisi yang terjadi. Saya ingin menghabiskan waktu dengan baik dan dengan dunia saya sendiri. Sesekali menyendiri di kopi shop sambil menikmati secangkir kopi panas dan merefleksikan kehidupan ini.

Apa yang bukan merupakan urusan saya tidak harus saya campuri karena hanya akan menambah beban berat di pikiran. Biasanya dalam kondisi seperti ini, kita akan selalu berada pada dua lingkaran yang akan selalu tarik menarik. Netral bukan pilihan yang mudah karena akan selalu dianggap tidak memiliki kelompok namun itu yang akan saya lakukan karena saya memahami bahwa hidup itu punya banyak pilihan dan bukan hanya hitam putih.

#21 2023

June 20, 2023

Memahami Keamanan (20)

Konon di Jerman, sangat mudah ditemui tempat yang terpampang tulisan "Gewalt ist die Waffe der Wache" yang mungkin secara sederhana dapat diartikan bahwa kekerasan merupakan senjata bagi si lemah. Selain kekerasan, orang lemah biasanya membangun aliansi untuk memvalidasi diri mereka menjadi kuat meskipun pada dasarnya sangat rapuh.

Zaman sekarang, sangat mudah menjumpai orang yang melakukan kekerasan terhadap orang lain karena merasa punya power dan dominasi sehingga dengan mudahnya mampu melakukan tindakan kekerasan fisik. Kemudian setelah apa yang diandalkan sudah hilang, maka dia hanya bisa tertunduk sambil menyesali tindakannya.

Beberapa bulan yang lalu, media nasional dihiasi dengan berita tentang salah seorang anak pejabat Bea Cukai yang dengan arogannya melakukan kekerasan fisik terhadap orang lain dan merasa bahwa dia tidak akan bisa dihukum karena menyadarkan kekuatannya kepada bapaknya. Alhasil, bukan hanya dia harus harus mendekam di jeruji penjara namun ayahnya juga harus menginap di balik jeruji karena terbukti mengumpulkan kekayaannya melalui tindakan korupsi.

Jika di perusahaan kita bertemu dengan pimpinan yang kerjanya suka memarahi bawahan maka dapat dipastikan bahwa pimpinan tersebut tidak percaya terhadap kemampuan dirinya sehingga menutupi kelemahannya dengan cara marah. Hal yang sama ketika berada di dunia pendidikan, jika seorang pendidik tidak memberikan ruang diskusi kepada anak didik dan selalu mengedepankan sikap memerintah, dapat dipastikan bahwa si pendidik tidak percaya akan kemampuannya.

Lihatlah masyarakat US yang dibebaskan untuk memiliki senjata dan seringkali terjadi tindakan kekerasan menggunakan senjata. Mereka sebenarnya lemah sehingga menyandarkan kekuatan pada senjata yang dimiliki.

Orang yang merasa mempunyai power untuk melakukan tindakan apa saja terhadap orang lain, sebenarnya orang yang lemah. Orang yang paling kuat adalah mereka yang memiliki kekuataan namun memilih untuk diam dan tidak terlihat.

Wibawa tidak dibangun dengan cara mengancam dapat merupakan cerminan dari kemampuan kita untuk memperlakukan orang lain sesuai porsinya.

Dalam studi ilmu HI, Nicollo Machievelli dan Thomas Hobbes menjadi dua tokoh penting yang tidak berpendapat bahwa perang adalah hal yang wajar bagi negara untuk mencapai kepentingan nasionalnya. 

#18 2023

June 19, 2023

Stop Belanja (19)

Setelah tadi siang sepatu yang saya beli datang dengan harga yang lumayan mahal, saya merasa bahwa sepatu saya sudah lebih dari cukup bahkan sepatu yang saya punya lumayan bagus dengan harga yang mahal untuk ukuran saya. Saya kemudian membayangkan bahwa lima sepatu yang saya punya tidak akan digunakan sesering mungkin dan mungkin hanya dua yang akan sering saya fungsikan. 

Sepatu saya tadi datang ketika saya sedang asik membaca buku E.F Schumacher tentang "Small is Beautiful." Dia seorang ahli statistik dan ekonomi keturunan Inggris-Jerman. Tulisannya secara umum menjelaskan tentang kritik terhadap sistem ekonomi modern yang dipopulerkan oleh bangsa barat. Menurutnya bahwa sistem tersebut akan menghabiskan sumber daya alam dan merusakan nilai-nilai kehidupan. Sistem ekonomi tersebut juga melegalisasi ketamakan dan nilai uang di atas segalanya. 

Buku ini pula menjelaskan beberapa hal tentang kenapa kemakmuran universal tidak mengarahkan kepada perdamaian, bagaimana pertumbuhan malah merusak alih-alih membangun dan energi nuklir akan sangat merusak alih-alih membangun. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa small is beautiful mengajak kita untuk mengerem diri dari keinginan-keinginan yang tidak terkontrol.

***

Setelah kemarin memutuskan untuk mengurangi ketergantungan terhadap media sosial dan gaddet, hari ini saya kemudian berpikir bahwa mungkin ini waktunya untuk berhenti belanja baju dan sepatu. Saya memiliki beberapa potong baju dan celana yang jarang sekali saya pakai dan hanya tersusun rapi di lemari jadi mungkin untuk beberapa waktu yang tidak bisa saya tentukan, saya memutuskan untuk stop belanja baju dan sepatu kecuali memang mendesak dan diperlukan untuk hal-hal diluar perkiraan.

Saya tidak sedang ingin hidup minimalis sesuai dengan salah satu buku populer yang terpajang di pintu masuk gramedia namun saya hanya ingin menerapkan pola hidup saya sendiri tentang bagaimana mengurangi keinginan yang tidak perlu. Hidup yang tidak terkontrol adalah hidup yang akan merusak diri sendiri.

Kenikmatan membeli hanya berada pada euforia menunggu barang datang kemudian membukanya namun setelah semua sudah dimiliki maka jarang sekali rasa itu tetap, seringkali menguap begitu saja dan kembali ke hal normal, kemudian parahnya akan membuka market place dan mencari barang-barang lain yang belum dimiliki.

#19 2023

June 18, 2023

Detoks Media Sosial (18)

Hari ini tepat pada hari minggu (18/6/23), saya memutuskan untuk menghapus aplikasi instagram dari hp saya dan menguninstall aplikasi youtube. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan saya pada hp yang selalu menghabiskan sebagian waktu saya setiap hari. Media sosial menjadi distraksi paling masif dalam beberapa target dan pekerjaan yang akhir-akhir ini harus saya selesaikan. Selalu ada pemakluman ketika akan membuka media sosial atau menonton youtube. 

Saya tidak tahu apakah saya benar-benar bisa bertahan lama untuk tidak lagi membuka kembali media sosial namun setidaknya saya menjalankan usaha untuk mengurangi kebiasaan dan kecanduan gadget. Youtube sendiri sudah tidak aktif di hp saya dan mungkin saya masih akan menonton youtube namun melalui laptop dan saya akan memilih video yang mendukung perkembangan diri saya.

Saya sadar bahwa seminggu ini akan menjadi pertarungan paling berat dalam mengurangi ketergantungan terhadap gadget, jika saya kalah di minggu ini maka usaha saya akan sia-sia namun jika bisa menahan diri dan mengalahkan nafsu membuka akun media sosial, mungkin saya akan berhasil ke depan. Saya akan berusaha mengganti kebiasaan memegang gadget dengan membaca dan menulis.

Saya sudah merasakan dampak negatif berkepanjangan akibat kecanduan gadget seperti tidak bisa fokus, pekerjaan tertunda, produktifitas menurun, dan berbagai target lain yang jauh dari sasaran. Saya juga seringkali merasa cemas dan ada perasaan FOMO sehingga selalu kembali ke media sosial. Selain itu, ada rasa iri terhadap apa yang ditampilkan orang lain di media sosial seperti kekayaan yang menipu. Otak seperti distimulasi sehingga ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain.

Usaha saya ini semacam detoksifikasi gadget untuk mengkonstruksi ulang kesenangan saya yang semula terhadap gadget dan akan saya usahakan mengganti dengan hal-hal yang lebih produktif seperti menulis dan membaca.

Detoks ini akan saya lakukan secara bertahap yaitu seminggu awal, saya akan bergelut dengan keinginan untuk membuka media sosial, kemudian akan saya lanjutkan tiga minggu berikutnya dan tiga bulan sampai akhirnya otak saya tidak berpikiran lagi terhadap media sosial.

Saya akan menulis kembali minggu depan atas progress saya melakukan detoks media sosial.

#18 2023

June 17, 2023

Mental Seorang Pendidik (17)

Mental merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh semua orang dalam kehidupan ini. Mental merujuk pada hal-hal yang berkaitan dengan batik dan watak manusia. Kondisi mental yang baik ketika seseorang mampu menguasai diri dan menjaga batin tetap tenang, normal, dan tenteram. Kondisi seperti ini yang akan menjadi pendukung bagi seseorang dalam menjalani profesinya dengan baik. Kondisi mental yang baik khususnya sangat dibutuhkan pada profesi yang berhubungan dengan orang lain karena feedback yang diterima secara langsung.

Pengajar sebagai salah satu profesi yang menuntut untuk berinteraksi dengan baik sehingga membutuhkan mental yang baik. Jika seseorang pengajar tidak memiliki mental yang baik maka ketika akan masuk ruangan dan berdiri di depan forum, maka mereka tidak bisa menyampaikan materi pelajaran. Tentu berdiri di depan forum dan menyampaikan materi membutuhkan mental yang kuat dan kondisi batin yang tenang dan normal sehingga apa yang sudah dipersiapkan bisa tersampaikan dengan baik.

Jika seorang pendidik baru melangkah masuk ruangan dan sudah menunduk dengan rasa tidak percaya diri, maka yakinlah bahwa kelas tidak akan berlangsung dengan baik. Selain itu, ketika dalam proses belajar dan tidak mampu menguasai kelas dengan baik maka kelas akan berakhir dengan gagal. Dalam proses pengajaran, seringkali terjadi dinamika kelas yang tidak diperhitungkan sebelumnya sehingga pengajar yang memiliki mental yang kuat selalu punya trik untuk mengendalikan kelas.

Adanya banyak sekali faktor yang menentukan mental yang kuat bagi seorang pengajar. Faktor pertama tentu saja persoalan waktu. Pengajar pemula dan yang sudah berpengalaman pasti memiliki mental yang berbeda karena pengajar pemula belum mempunyai gambaran kelas yang harus dihadapi dan belum memiliki pengalaman yang akan diterapkan sementara pengajar yang berpengalaman sudah memiliki berbagai tips untuk mengatasi kelas. 

Selain waktu, persiapan yang matang juga menjadi faktor penentu seorang pengajar untuk memiliki mental dalam mengajar. Jika tidak mempersiapkan materi dengan baik maka pengajar tidak akan mampu mengatasi kelas dengan baik.

Saya sebagai pengajar pemula sudah merasakan berbagai hal mengenai kondisi yang saya sebutkan di atas. Suatu waktu saya menyiapkan dengan baik kelas maka mental saya akan kuat untuk menghandle kelas namun ketika saya menyadari bahwa persiapan saya minim dan tidak yakin atas materi yang akan saya sampaikan maka biasanya kelas tidak berjalan sebagaimana harapan saya.

#17 2023

June 16, 2023

Mengawas (16)

Seminggu ini saya full mengawas ujian akhir. Kegiatan ini tidak terlalu menguras energi namun tetap saja harus dijalani dengan baik karena merupakan bagian dari proses pekerjaan yang sedang saya jalani. Sekecil apapun bentuk proses yang menjadi bagian dari kita harus dituntaskan dengan baik agar tidak menjadi beban.

Mayoritas soal UAS menggunakan model esai sehingga para mahasiswa memiliki porsi untuk mengelaborasi lebih jauh lagi terkait jawaban mereka. Pilihan ganda memang sangat tidak ideal bagi rumpun ilmu yang memerlukan analisis lebih mendalam.

Saya beberapa kali memandang mereka yang sedang serius melihat soal ujian yang ada di depannya. Memori saya berputar ke beberapa tahun silam ketika saya berada di posisi seperti mereka. Bagaimana saya menyangka bahwa menjadi pendidik, membuat soal kemudian mengawasi adalah hal yang mudah sementara mahasiswa yang harus pusing mengerjakan soal ujian. 

Pikiran semacam itu membuat saya merasa bahwa mungkin saya yang paling tersiksa karena harus diuji dengan soal-soal yang membuat otak harus bekerja lebih ekstra lagi. Sebuah proses panjang yang menjemukan sekaligus tidak menyenangkan.

Saat ini ketika waktu berputar dan peran saya berada di posisi yang berbeda, saya berpikir kembali bahwa menjadi mahasiswa dan hanya sekadar mengerjakan soal ujian adalah perkara mudah, jika tidak lulus maka mengulang di tahun depan tanpa harus memikirkan hal lain seperti evaluasi dan segala macam pekerjaan tambahan.

Bukan persoalan mudah untuk menyusun soal karena harus disesuaikan dengan banyak hal dan tidak bisa dikreasi seenak jidat. Kemudian mengawas pun juga membutuhkan mental karena harus benar-benar mengetahui peserta ujian yang melakukan kecurangan. Step terakhir yaitu evaluasi juga membutuhkan energi yang besar, tidak hanya sekadar memeriksa dan mencocokkan dengan jawaban yang benar. Setelah itu, menilai menjadi pekerjaan yang melibatkan perasaan.

Begitulah, semua manusia dengan profesinya memiliki porsi tanggung jawab masing-masing.

#16 2023

June 15, 2023

Perang (15)

Sangat sulit untuk membayangkan dunia tanpa peperangan karena sejarah manusia adalah sejarah tentang peperangan. Sejarah tersebut memberikan kita pesan bahwa peperangan akan selalu menjadi ancaman nyata bagi eksistensi manusia. Ancaman yang sebenarnya diciptakan sendiri oleh para elit untuk melanggengkan kekuasaannya. 

Terlalu jauh menarik ke masa perang dunia, cukup pada dua tahun terakhir maka kita tidak lagi kaget mendengar bahwa peperangan masih terus berlangsung antar sesama makhluk yang bernama manusia. Mereka saling membunuh untuk menancapkan eksistensi mereka di bumi ini sementara jalan lain sangat terbuka lebar. Tetapi begitulah adanya bahwa perang memang sesuatu yang nampaknya niscaya terhadap keberadaan manusia.

Dalam diskursus ilmu hubungan internasional, dikenal dua paradigma klasik dalam menganalisis politik internasional yaitu liberalisme dan realisme. paradigma terakhir menempatkan perang sebagai hal yang lumrah dan bisa ditempuh untuk mempertahankan eksistensi negara termasuk mencapai kepentingan nasional suatu negara. Dari hal tersebut, bisa tergambar bahwa memang perang menjadi salah satu metode manusia untuk mencapai kepentingannya apapun bentuknya.

Berita tentang perang selalu saja menghiasi pemberitaan kompas tentang kondisi global. Hari ini saya membaca dua berita yang sangat erat kaitannya dengan perang. Berita pertama dari perang Ukraina-Rusia yang tak kunjung diselesaikan oleh masing-masing pihak. Di berita tersebut disebutkan bahwa duta besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, mengklaim kekuatan Rusia mulai memudar. Klaim Vasyl berangkat dari pernyataan Vladimir Putin yang mengkhawatirkan serangan balik dari Ukraina.

Apakah klaim dari Vasyl dapat divalidasi bahwa kekuatan Rusia memang sudah memudar? Tentu masih sangat prematur karena begitulah tugas dari para elit negara yang sedang berkonflik. Mereka akan melakukan serangan wacana untuk mendeligitimasi lawannya meskipun kondisi di lapangan tidak demikian adanya.

Berita kedua tentang seperempat ekspor senjata Israel mengalir ke Arab khususnya Maroko, UEA, Sudan, dan Bahrain. Saya tidak kaget ketika membaca berita ini karena sebelumnya, saya mengangkat topik ini pada penelitian tesis saya. Normalisasi Israel dengan keempat negara Arab tersebut sudah saya paparkan secara detail di tesis saya bahwa hakekatnya, implikasi dari normalisasi tersebut salah satunya terkait perjanjian dagang dan bantuan.

Peningkatan ekspor senjata Israel ke Arab dikhawatirkan akan mempengaruhi geopolitik Timur Tengah karena kawasan ini merupakan kawasan paling rawan perang. Selain itu, secara logika sederhana bahwa Israel mengekspor senjata ke negara Arab tentunya memiliki kalkulasi bidang keamanan bahwa tidak mungkin keempat negara Arab tersebut akan menyerang balik Israel dengan senjata yang dibeli dari mereka, kemungkinan besar dalam konstelasi yang melibatkan Israel, negara-negara yang menerima senjata dari Israel akan membantu Israel.

Perang yang terus berlangsung karena hasrat dari para elit politik namun mayoritas korban berasal dari masyarakat sipil.

#15 2023

June 14, 2023

Hidup Ini Seimbang (14)

Kemarin siang, saya dan dua orang rekan berdiskusi tentang hidup di ruang dosen. Kami mendiskusikan apa saja sampai pada salah seorang dari rekan saya berkomentar bahwa hidup itu tidak seperti yang dipikirkan bahwa ketika kita baik kepada seorang, maka tidak secara otomatis orang tersebut akan berbuat baik yang sama kepada kita. Dia menganalogikan ketika kita baik kepada seekor Singa, bisa saja Singa tersebut malah akan menerkam kita.

Saya mengamini pernyataannya namun kemudian saya bantah bahwa hidup ini seimbang. pernyataannya benar bahwa tidak semua kebaikan yang dilakukan kepada seseorang akan berbalik kepada kita melalui orang tersebut namun percayalah bahwa  hidup ini seimbang. Kebaikan tersebut akan berbalik kepada kota dalam bentuk yang lain atau dari orang lain.

Saya khawatir bahwa pernyataannya tersebut akan mendorong kita untuk melihat hidup positivistik padahal hidup manusia tidak seperti itu adanya. Ketika kita bertukar kebaikan dengan orang lain maka kebaikan kita tidak berkurang tidak sama sama bertambah. Beda halnya ketika kita bertukar barang makan kuantitasnya akan tentang sama.

Seringkali kita mendengar petuah tentang gaji bahwa ketika kita mendapatkan gaji yang terlalu besar dari yang seharusnya kita dapatkan, maka sebagian gaji itu akan keluar dengan berbagai cara, entah kita sakit, keluarga sakit, ada kebutuhan lain dan kondisi apapun yang kemudian menyeimbangkan apa yang sudah kita dapatkan.

Demikian halnya ketika kita memperoleh gaji yang jauh lebih sedikit daripada yang seharusnya kita dapatkan maka seringkali kita mendapatkan penyeimbang dari hal lain misalnya dimudahkan dalam berbagai urusan atau dimudahkan memperoleh pendapatan dari tempat lain.

Hidup seimbang bisa diartikan sebagai hidup yang sesuai porsinya seperti yang seharusnya kita jalani. Ketika lapar maka makanlah secukupnya, istirahat ketika capek, bertanggung jawab ketika diberi amanah dan berbagai hal lain yang harus dilakukan sebagaimana adanya.

Yusuf Qardhawi menjelaskan tentang kesimbangan yang diartikan Sebagai tawazun bahwa keseimbangan merujuk pada dua jalan atau dua arah yang saling berhadapan atau bertentangan di mana salah satu dari dua arah tadi tidak bisa berpengaruh dengan dirinya dan mengabaikan yang lain. 

Beberapa arti mengenai tawazun antara lain adil, istiqomah, kebaikan dan mencerminkan keamanan. Pada dasarnya, keseimbangan berarti menempatkan sesuatu sesuai porsinya tanpa melebihkan atau mengurangi karena ketika terjadi ketidakseimbangan, maka hidup ini akan mengalami gejolak.

Ada begitu banyak teori tentang tips agar hidup seimbang termasuk manajemen waktu yang baik dan dan menyesuaikan waktu yang sibuk dengan waktu istirahat namun dalam konteks ini, yang saya ingin katakan tentang hidup yang seimbang bukan tentang hidup yang diatur sedemikian rupa tetapi hidup seimbang yang terjadi secara alamiah. Jika ada yang hidup maka ada yang mati, jika ada yang sakit maka ada yang sembuh, jika ada kerusakan maka ada yang akan memperbaiki, dan semua keadaan yang berjalan beriringan.

Setelah memahami apa itu hidup seimbang, maka tugas kita sebagai manusia yang sadar tentu mengambil posisi pada posisi yang positif. Kita menjadi kelompok yang memperbaiki alih-alih merusak, kita menjadi pihak yang memberi dari pada terus menerus menerima dan berbagai posisi positif lainnya yang seringkali dihindari oleh orang banyak.

Apa yang kita dapatkan dari posisi yang kita ambil tentu akan menjadikan kita manusia seutuhnya yang tidak melihat hidup secara kalkulatif. Kita menyadari bahwa kehadiran kita di dunia ini bermanfaat kepada semua makhluk. Jika semua orang akan mengambil posisi positif maka hidup akan berjalan dengan baik-baik saja.

#14 2023

June 13, 2023

Bahagia (13)

Salah satu kata yang sering menjadi perdebatan panjang adalah "bahagia." Namun apakah kita sudah memahami apa itu bahagia? 

Konsep yang terlalu abstrak untuk didiskusikan karena sangat subjektif dan berdasarkan pengalaman pribadi setiap orang. Mungkin ada yang berpandangan bahwa definisi bahagia harus sesuai dengan ajaran agama namun apakah ada definisi yang jelas dalam pelajaran agama seperti apa bahagia itu.

Suatu waktu, saya dan beberapa teman diskusi tentang topik ini. Salah seorang teman memberikan pandangannya bahwa ketika dicermati dengan baik, padanan kata dalam Al-Quran terkait bahagia sulit ditemukan. Mungkin karena memang bahagia tersebut adalah konsep yang subjektif sehingga aturannya jelas namun perasaan bahagia sendiri itu harus dirasakan oleh masing-masing pribadi.

Menurut wikipedia bahwa kebahagiaan itu a positive and pleasant emotion, ranging from contentment to intense joy. Namun demikian apa bedanya dengan ketenangan atau mungkin konsepnya sama saja? Pertanyaan selanjutnya bahwa kondisi emosi manusia tidak konstan dan ada kalanya mereka dalam keadaan tidak tenang, kemudian apakah kondisi itu disebut tidak bahagia?

Konsep bahagia memang sangat rumit karena menyangkut konsep yang sangat abstrak dan menimbulkan perdebatan panjang antar setiap orang.

Saya sendiri meyakini bahwa hidup ini memang tempatnya berproses terus menerus karena ketika kita mencapai sebuah tujuan atau cita-cita, bukan berarti kita berhenti pada kondisi tersebut namun harus terus berproses lagi. Misalnya seorang anak yang bermimpi menjadi seorang dokter, ketika cita-citanya tercapai, bukan berarti dia berhenti dan menikmati apa yang sudah didapatkan tetapi lebih dari itu, harus bekerja lebih ekstra untuk menjalani cita-cita yang sudah diperoleh.

Hubungannya dengan bahagia apa

Nan, saya beranggapan bahwa seseroang yang mampu menjalani proses dengan baik dan maksimal maka orang itu sedang berbahagia dengan jalan hidupnya. Bahagia bukan berarti diam dan tidak melakukan apa-apa karena menemukan apa yang diimpikan namun bahagia itu menjalani semua proses dengan maksimal dan dengan sungguh-sungguh serta menikmati semua apa yang dijalani.

Bahagia juga mungkin bisa diasosiasikan dengan hati yang tenang. Seberat apapun masalah dan dinamika hidup yang sedang dijalani namun ketika hati tenang dan tidak dalam keadaan gelisah maka kita sudah menemukan kebahagiaan. Saya yakin bahwa semua orang pernah mengalami kondisi ketika hati mereka tenang dan yakin bahwa semua masalah bisa diselesaikan meskipun tetap harus berusaha untuk menyelesaikannya. Kondisi semacam itu menimbulkan kebahagiaan yang mendalam.

Keyword bahagia yaitu pengetahuan dan kesadaran, penerimaan, dan kondisi jiwa. Pengetahuan ditemukan di zaman Yunani kuno. (pak Faiz)

#13 2023

June 12, 2023

Teknik Mencatat (12)

Jangan sesekali mencatat untuk mengarsip ilmu karena pada dasarnya hanya akan membuat bingung sehingga sebaiknya catatan itu seperti percakapan dengan kita. Mencatat adalah cara untuk repositori ilmu untuk membantu kita memahami apa yang kita catat.

Saya sendiri mencoba untuk mencatat apa yang saya pahami setelah membaca buku namun beberapa dari catatan saya tersebut masih dalam bentuk arsip sehingga tidak membantu untuk meningkatkan kemampuan saya memahami apa yang saya baca.

Membaca memang bukan persoalan mudah, tidak hanya sekadar mengeja kata demi kata yang tertulis di buku atau di media apapun yang kita baca. Membaca melibatkan analisis dan pemetaan masalah yang diolah oleh otak. Ketika membaca, kita harus membayangkan dan memikirkan apa pesan yang akan disampaikan oleh penulis.

Selain itu, membaca bukan sesuatu yang tunggal artinya ketika kita membaca, maka kita tidak bisa menyamakan semua jenis bacaan. Membaca novel tidak sama ketika membaca artikel ilmiah atau buku filsafat. Membaca Puisi tidak sama ketika kita membaca buku pelajaran dan berbagai jenis tulisan lain yang harus dibedakan ketika membaca.

Itulah kenapa ketika kita membaca novel, dapat diselesaikan dengan sekali waktu dan pesan yang disampaikan dapat diingat dan tersimpan di memori sementara membaca buku-buku pelajaran harus dilakukan dengan strategi khusus dan tidak bisa dibaca tanpa memikirkan apa inti dari yang akan disampaikan penulisnya.

Seringkali ketika membaca buku pelajaran tanpa memahami pokok pembahasan, maka ketika selesai membaca, tidak ada sama sekali yang tertinggal di memori, hanya seperti angin lalu yang kemudian menguap begitu saja.

Mencatat menjadi salah satu strategi untuk memahami buku pelajaran apalagi buku karya pemikiran seorang tokoh. Ketika kita sedang mencatat poin-poin yang disampaikan maka kita seakan berdiskusi dengan diri tentang bacaan yang sedang dibaca maka tentu akan tersimpan di memori kita.

#12 2023

June 11, 2023

Lima Tahun Ke Depan (11)

Saya sedang mendengarkan ceramah Sabrang di depan para mahasiswa saat menulis ide ini. Ada satu pesan yang disampaikan Sabrang kepada para mahasiswa tentang cita-cita. Polanya bahwa dari sekarang, pikirkan dirimu akan menjadi siapa lima tahun ke depan kemudian tulis. Hal ini yang akan mengarahkan kamu lima tahun kemudian karena semua kerja yang dilakukan akan fokus untuk membentuk dirimu yang kamu bayangkan di masa depan.

Semua fokus akan diarahkan menuju apa yang sudah dibayangkan. Jika melakukan ini, apakah mendukung dirimu di lima tahun mendatang, jika melakukan sesuatu, apakah akan menghambat kamu menemui dirimu yang sudah dibayangkan sebelumnya. Ini perlu karena hanya dengan membayangkan diri di masa depan maka fokus kita akan menuju pada tujuan yang sudah digambarkan.

Saya di usia yang sudah tidak muda lagi dan sedang memulai bidang yang baru, terlalu banyak menghabiskan waktu untuk hal yang sama sekali tidak bermanfaat. saya sangat jarang menginvestasikan waktu saya untuk hal-hal yang bermanfaat sehingga diri saya sekarang merupakan manifestasi dari beberapa tahun sebelumnya.

Saya mencoba untuk memulai hal yang baru. Saat ini saya membayangkan diri saya seorang dosen di sebuah universitas ternama dengan gelar doktor dan jabatan lektor kepala. Saya juga membayangkan diri saya di lima tahun ke depan sudah mampu menerbitkan puluhan buku dengan berbagai jenisnya serta puluhan publikasi penelitian di berbagai jurnal ilmiah serta diundang sebagai narasumber di berbagai acara. Saya juga membayangkan diri saya sudah menyelesaikan kuliah S3 di luar negeri.

Saya juga membayangkan diri saya mengganti kebiasaan memegang hp dengan kebiasaan membaca buku sehingga saya merasa sangat bersalah jika tidak membaca buku setiap hari. Akhirnya di lima tahun kemudian, saya sudah membaca ratusan buku dan memahami dengan baik pesan yang ada dalam buku yang sudah saya baca.

Lima tahun bukan waktu yang lama namun bukan pula waktu yang singkat, tergantung bagaimana saya harus memanfaatkan lima tahun ini untuk benar-benar fokus pada apa yang sudah saya bayangkan saat ini. Kehilangan sedikit saja fokus akan membawa saya melenceng jauh dari apa yang sudah saya bayangkan pada diri saya di lima tahun kemudian.

Saya akan mencoba untuk mengarahkan diri saya mengerjakan semua hal yang mendukung apa yang sudah saya bayangkan saat ini.

#11 2023

June 10, 2023

Favorit Anak (10)

Saya tidak tahu sebabnya kenapa anak saya selalu mengidolakan atau memfavoritkan sesuatu yang berlawanan dengan apa yang saya suka, apapun itu. Dia mendemonstrasikan bahwa apa yang saya suka maka dia ga suka.

Misalnya klub bola. sejak 20 tahun terakhir, saya memang menyukai klub Inter Milan dan itu berlanjut sampai sekarang. Setahun terakhir, anak saya sudah paham tentang bola bahkan pengetahuan tentang bolanya jauh di atas saya ketika saya seumuran dengannya. Tentu menyenangkan ketika dia menyukai olahraga ini karena saya pun demikian, bahkan dulu waktu sma, saya bermimpi menjadi pemain sepakbola namun sama sekali tidak didukung oleh orang tua.

Kesenangannya tentang sepakbola tidak terlepas dari game dan tik-tok yang sering menampilkan apa saja tentang sepakbola. Anehnya, ketika dia mengetahui saya menyukai klub Inter Milan, dia bahkan memiliki AC Milan sebagai klub favoritnya, alasannya aneh, hanya karena saya fans Inter Milan.

Jika anak-anak yang lain selalu meniru bapaknya dalam hal apapun bahkan ada salah seorang pesohor yang anaknya sudah menjadi fans fanatik klub sepakbola yang sama dengan klub favorit bapaknya. Hal tersebut memang lumrah karena biasanya seorang anak akan mencontoh bapaknya, namun tidak demikian dengan anak saya.

Dia pengagum Lionel Messi karena pemberitaan tentang Messi yang sedang di puncak kepopulerannya. Namun sesuka apapun dia terhadap Messi, katanya jika saja Messi pindah ke Inter Milan, dia akan mengganti pemain idola. Dia sepertinya melakukan segala cara agar apa yang saya sukai tidak sama dengan apa yang dia sukai.

Beberapa hari yang lalu, saya membelikannya buku tentang Moh. Salah. Dalam buku tersebut, tertulis beberapa kali Inter Milan dan apa yang terjadi? dia tidak mau membaca bagian yang tertulis Inter Milan. Benar-benar lucu melihat anak saya yang berusaha untuk selalu berbeda dengan saya tetapi sebuah berkah karena sejatinya, anak mempunyai hidupnya sendiri.


Aneh memang. Di saat seorang anak selalu mengikuti idola bapaknya, anak saya malah memilih jalur berbeda. Entah apa sebenarnya yang menjadi alasan dibalik setiap hal yang diambil yang harus berlawanan dengan saya. 

Semoga cuma klub favorit.

#10 2023

June 9, 2023

Kurang Maksimal (9)

Setelah melewati 16 kali pertemuan di kelas, akhirnya hari ini merupakan pertemuan terakhir karena minggu depan sudah masuk jadwal ujian. Pengalaman baru yang saya yakin akan memberikan dampak terhadap perkembangan diri saya dalam berbagai hal termasuk bagaimana bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan meskipun tidak diawasi secara ketat.

Tidak terasa, beberapa bulan yang lalu sebelum masuk semester, saya harus berkutat dengan RPS untuk membuat jadwal pertemuan kelas. Sebuah langkah awal untuk benar-benar menjadi seorang akademisi karena tidak hanya dituntut untuk bisa mengajar namun juga harus bisa menyelesaikan kerja-kerja administratif sebagai penunjang pengajaran.

Saya sadari bahwa masih terlalu banyak kekurangan yang saya lakukan karena berangkat dari pemahaman yang belum mumpuni dalam hal bidang akademisi. Kekurangan tersebut harusnya menjadi motivasi bagi saya untuk lebih bekerja keras mencapai level yang diinginkan oleh dunia pendidikan, selain tentunya sebagai ajang eksistensi diri saya di bidang yang baru saya jalani.

Kekurangan yang saya maksud tentu berawal dari penyusunan schedule yang belum matang dan beberapa kali saya ubah saat proses perkuliahan sudah berlangsung. Filosofi dasarnya masih belum matang sehingga saya hanya meraba-raba apa yang harus saya ajarkan.

Selanjutnya terkait mata kuliah yang sama sekali bukan bidang kajian saya. Mata kuliah tersebut terpaksa saya handle karena kurangnya tim pengajar di prodi ini meskipun saya sadari bahwa tidak ada dasar pengetahuan saya di mata kuliah tersebut. Saya harus mengeluarkan energi yang besar untuk mempelajari bahan mata kuliah sebelum masuk kelas.

Saya juga masih merasa sangat kurang dalam menyampaikan materi perkuliahan. Mungkin karena pengalaman yang masih sangat kurang sehingga saya masih merasa belum menemukan pola untuk menjadi figur pendidik yang benar-benar ideal bagi para mahasiswa. Kekurangan ini yang paling urgen untuk saya perbaiki karena tupoksi saya adalah menyampaikan materi di kelas.

Masih banyak kekurangan lain yang harus saya perbaiki dalam berbagai hal namun saya yakin bahwa ini tidak akan menyurutkan tekad saya untuk tetap bertahan di dunia yang sudah saya pilih. Dunia yang memang sangat berbeda dengan bidang yang saya jalani selama 11 tahun terakhir.

#9 2023

June 8, 2023

Muntah (8)

Sehari setelah berangkat ke Bandung, istri saya mengabari bahwa putra saya muntah beberapa kali bahkan dalam 3 jam sekali. Kemungkinan dia makan sesuatu yang tidak bersih sehingga semua isi perutnya keluar tak tertahankan. Saya yang jauh dari jangkauannya hanya merapalkan doa agar segera pulih.

Ini merupakan kesekian kalinya putra saya sakit ketika saya jauh, bahkan dulu saat masih bekerja sebagai seorang auditor di perusahaan swasta, putra saya seringkali sakit bertepatan ketika saya sedang tugas keluar daerah. Sepertinya dia sakit ketika saya tidak ada di rumah, mungkin merasakan bahkan ketika saya ada, toh yang mengurus segalanya ibunya.

Oh iya, kemarin saat sakit bertepatan juga dengan jadwal istri saya harus keluar kota dalam rangka tugas kantor, alhasil istri saya membatalkan tugasnya dan meminta dispensasi untuk tidak berangkat karena tidak ada yang mengurus putra saya.

Dua hari berlalu, mualnya belum jua berlalu bahkan untuk makan pun hanya sedikit sementara saat kondisi sehat, anak saya doyan makan apa saja. Saya menduga bahwa mungkin masih efek dari kondisi badannya minggu sebelumnya ketika dia diajak liburan ke Bandung dan berenang sepuasnya di kolam renang hotel.

Saat renang, dia beberapa kali dengan tidak sengaja menelan air kolam karena baru belajar renang. Saya kira air tersebut yang baru bereaksi sehingga pada akhirnya dia muntah ketika sudah tiba di rumah.

Mendengar anak sakit ketika jauh merupakan sesuatu yang yang menyiksa karena tidak bisa merawatnya atau sekadar menemaninya untuk memulihkan kondisinya. Jarak memang seringkali menyiksa ketika mengingat keluarga yang ada di rumah.

#8 2023

June 7, 2023

Hanya 1 Mahasiswi (7)

Hari ini saya hanya sekitar lima menit di kelas. Bukan karena malas namun karena hanya ada satu mahasiswa yang hadir di kelas dan itu mahasiswi. Ada rasa bersalah hanya mengajar di kelas 10 menit namun karena dengan pertimbangan yang lain, maka saya putuskan untuk mengakhiri kuliah lebih cepat. Seandainya yang datang seorang mahasiswa meskipun satu, mungkin saya akan tetap melanjutkan perkuliahan sampai selesai.

Memang seharusnya jadwal perkuliahan jam 1 siang namun inisiatif para mahasiswa untuk memajukan jadwal kuliah menjadi jam 10 pagi karena jadwal kuliah pagi hanya diberikan penugasan oleh dosennya. Saya menyepakati usulan mereka agar lebih efektif dan mereka tidak terlalu sore pulang kampus.

Saya tipe orang yang selalu berusaha untuk tepat waktu sehingga sebelum jam 10, saya sudah menunggu di kelas. Selang 10 menit berlalu, ada satu mahasiswi yang datang namun tidak ada tanda-tanda kedatangan mahasiswa lain. Saya menanyakan kepada si mahasiswi tetapi dia juga tidak dikabari oleh teman-temannya.

Saya memberikan kompensasi menunggu 10 menit lagi, jika tidak ada lagi yang datang maka saya hanya akan memberikan kisi-kisi UAS. Sesungguhnya saya ingin tetap mengajar namun pertimbangan hal yang kurang etis ketika hanya berdua dengan seorang mahasiswi di kelas maka saya memutuskan untuk tidak melanjutkan kelas.

Saya juga berpatokan pada pedoman akademik yang sudah ditetapkan dan sudah disosialisasikan kepada seluruh mahasiswa bahwa toleransi keterlambatan hanya 15 menit dari jadwal yang sudah disepakati sementara saya sudah menunggu hampir 30 menit.

#7 2023

June 6, 2023

Jodoh dan Harta (6)

Alkisah seorang ibu paruh baya berasal dari desa kecil di Jawa Timur, memiliki lima saudara kandung yang mayoritas dari mereka sukses dalam ukuran finansial. Kesuksesan tersebut membuatnya seperti kehilangan identitas ke-jawa-annya yang dikenal sederhana bahkan dalam memandang seseorang, patokannya adalah kesuksesan dalam hal materi.

Salah seorang keponakannya, putri bungsu dalam kakak sulungnya, menikah dengan seorang pria yang secara finansial berada di bawah level mereka. Pernikahan mereka sudah berlangsung sejak dua tahun lalu dan sudah dikaruniai seorang anak. Mereka hidup bahagia di kampung dengan seorang putri mereka. Meskipun pekerjaan mereka dianggap tidak selevel dengan saudara-saudaranya yang lain.

Ibu paruh baya yang tinggal di kota besar dengan harta yang melimpah, ternyata masih belum menerima kenyataan kenapa kakak sulungnya sudi menerima pinangan seorang pria yang tidak sederajat dengan mereka dalam hal materi. Dia memendam rasa tersebut dan diceritakan kepada kakak perempuannya yang lain tentang ketidaksetujuannya.

Si ibu paruh baya memang memiliki harta yang lumayan dapat memenuhi kebutuhan maupun keinginannya apalagi tanggungannya hanya satu anak sehingga tentu level ekonominya di atas rata-rata. Dia bisa membeli apa yang disukai tanpa harus mengkalkulasi kebutuhan lain. Mungkin apa yang dia rasakan menjadi standar bagi orang lain sehingga dia memandang orang lain berdasarkan kalkulasi materi sesuai dengan yang dia rasakan.

Sebenarnya tidak ada yang salah ketika si ibu menggunakan standar materi untuk memandang orang lain namun sudah menjadi persoalan ketika standarnya tersebut mulai dipaksakan kepada orang lain termasuk juga keponakannya. Semua orang memiliki standar hidup masing-masing sehingga kita tidak boleh memaksakan standar hidup kita pada kehidupan orang lain.

Semua orang menjalani hidupnya dengan kesunyian masing-masing serta menetapkan standar hidup yang dijalani. Alangkah piciknya kita jika memaksakan standar kita kepada orang lain.

#6 2023

June 5, 2023

Baca Buku (5)

Juni sudah memasuki minggu pertama dan bulan ini juga menandakan separuh tahun ini sudah terlewati dengan berbagai dinamikanya. Berbagai kekhawatiran yang muncul di pikiran pada awal tahun ternyata tidak terjadi. Hidup berjalan dengan baik-baik saja. Kita terlalu banyak memikirkan sesuatu yang belum terjadi sehingga semua nampak seperti tragedi.

Namun demikian, jika tidak menetapkan sebuah target pada bulan yang akan dilalui maka nantinya waktu yang dijalani akan banyak tersita untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Demikianlah di Juni ini, saya sangat ini memaksa diri saya untuk lebih giat lagi membaca buku karena minggu lalu, saya sudah membeli stok buku bacaan di pameran buku BBW.

Baca buku tentu hanya satu dari sebagian hal bermanfaat yang ingin saya capai di bulan ini, termasuk juga produktivitas dalam menulis. Saya masih punya janji pada diri sendiri untuk menyelesaikan buku mandiri yang merupakan kumpulan tulisan reflektif. Selain itu, penelitian saya juga masih dalam tahap awal dan belum ada progres sama sekali.

Saya pernah membaca sebuah cerita tentang seseorang yang mampu membaca sekitar 60 buku dalam setahun. Jumlah yang menurut saya sangat fantasis dan ingin saya tiru. Bukan untuk gaya-gayaan namun saya meyakini bahwa membaca buku pasti akan memberikan dampak positif terhadap seseorang meskipun mungkin hanya sendikit.

Tentu sumber pengetahuan tidak hanya dari buku namun setidaknya bagi saya yang tidak punya kelebihan apa-apa, harus lebih banyak berusaha untuk memperoleh pengetahuan salah satunya dengan membaca buku dan menulis. 

Di minggu pertama, saya sudah menyelesaikan buku berjudul "Dilarang Mengutuk Hujan." Tulisan ringan yang ditulis oleh mentor saya di sebuah kelas kepenulisan. Meskipun hanya sekitar 166 halaman namun setidaknya bisa jadi awal yang baik untuk menuntaskan beberapa buku yang sudah saya beli. Ada beberapa buku prioritas yang harus saya selesaikan seperti bukunya Jared Diamond.

Buku "Dilarang Mengutuk Hujan" merupakan kumpulan tulisan reflektif tentang kehidupan sehari-hari. Sebagian dari tulisan itu sudah saya baca sebelumnya namun ada beberapa tulisan yang belum saya baca. Saya akui kemampuan story telling si penulis mengagumkan. Dulu saat ikut di kelasnya, dia selalu menyarankan untuk membuka sebuah tulisan dengan bercerita karena mayoritas pembaca lebih suka membaca cerita kehidupan sehari-hari.

Selain kemampuan bercerita, sudut pandang yang disodorkan juga selalu tidak terduga. Saya rasa ini yang menjadi keunggulan tulisan-tulisannya sehingga laris manis karena pembaca suka dengan tulisan yang memuat sudut pandang berbeda dengan yang lain. Mungkin saya topik yang diangkat sama namun perbedaan sudut pandang dalam melihat masalah yang membedakannya.

Sudut pandang ini pula yang kemudian saya pelajari dan saya asah di setiap tulisan saya meskipun terkadang masih terjerat di sudut pandang common sense. Memang bukan pekerjaan mudah untuk menemukan novelty dalam menulis sudut pandang.

#5 2023

June 4, 2023

Keringat Bercucuran (4)

Sejak pagi, saya merasa sangat gerah sementara sudah di depan kipas angin. Rasanya angin yang dihembuskan dari kipas juga terasa panas. Ternyata memang Jakarta sedang panas hari ini. Ketika iseng mengecek suhu, ternyata mencapai 33°C di malam hari.

Saya membayangkan betapa tersiksanya masyarakat India beberapa bulan lalu ketika dilanda cuaca ekstrim yang mencapai suhu 47°C. Tidak mengherankan jika suhu bumi yang tidak bersahabat menyebabkan beberapa orang meninggal di India karena tidak kuat menahan panas matahari. Bahkan menurut berita detik.com yang dipublikasikan tanggal 26 April 2023 bahwa setidaknya korban gelombang panas mencapai sekitar 24 ribu jiwa. Sebuah angka kematian yang cukup tinggi.

Gelombang panas semacam itu juga sangat rawan menyebabkan kebakaran di mana saja termasuk di hutan yang ditumbuhi pepohonan. Suhu bumi yang panas tidak serta merta datang begitu saja dari tempat entah berantah namun ada hukum kausalitas yang terjadi antara aktivitas manusia dengan suhu bumi yang sekarang memasuki fase kritis.

Global Warming

Diskursus tentang pemanasan global sudah sangat familiar bagi saya sejak saya kuliah di tingkat sarjana. Global warming memang menjadi kajian paling populer bagi para aktivis lingkungan karena dampaknya yang cukup membahayakan bagi keberlanjutan hidup manusia. Namun tidak dengan kelompok antroposentris yang menganggap bahwa inti kehidupan itu ada pada manusia dan semua yang ada di bumi ini ditujukan untuk kebutuhan manusia.

#4 2023

June 3, 2023

Buku (3)

Entah sejak kapan saya benar-benar terobsesi atas buku-buku meskipun pada dasarnya saya bukan seorang yang kutu buku dan bisa duduk berjam-jam untuk menyelesaikan bacaan. Namun demikian buku selalu mendapat tempat paling utama di setiap prioritas saya sehingga jika ada pameran buku maka saya suka mengunjungi dengan melihat tumpukan buku yang selalu menyisakan pengalaman menyenangkan.

Jika sebagian orang lain menyenangi pakaian branded, handphone terbaru atau barang lain yang mendatangkan kebahagiaan ketika memilikinya, maka saya menaruh perasaan yang sama pada buku. Saya bisa menghabiskan uang untuk membeli buku meskipun nantinya buku tersebut akan berakhir di rak saya dan hanya sesekali disentuh.

Sejak minggu lalu sampai tanggal lima lusa, Book Bad Wolf kembali hadir di BSD Tangerang. Tentu pameran buku ini selalu menjadi tujuan wajib saya setiap tahun meskipun jarak tempuh dari rumah mencapai 30 km. Berbagai jenis buku baik impor maupun lokal berserakan di sana dengan harga yang jauh sangat murah dibandingkan ketika membeli di gramedia.

Pameran BBW merupakan pameran buku terbesar di Asia Tenggara yang diinisiasi oleh pasangan suami istri Andrew Yap dan Jacqueline Ng. Pameran ini pertama kali diadakan pada tahun 2009 di Malaysia. Pameran buku yang membantu pencinta buku untuk menambah koleksi buku mereka.

Entah sejak tahun berapa saya selalu setia mendatangi pameran buku ini setiap tahun dan tentu saya selalu membawa banyak buku sepulang dari sana. Buku-buku incaran saya tentu genre sosial politik yang cukup banyak menyediakan stok. Selain itu, saya selalu membeli buku impor sebagai koleksi dan sesekali untuk mengasah kemampuan literasi bahasa asing.

Tahun ini, BBW hadir lebih cepat karena seingat saya, tahun lalu diadakan pada bulan November artinya belum genap setahun. Tahun lalu, saya lupa membeli berapa buku namun seingat saya bahwa saya berhasil membeli dua buku sejarah Arab pra Islam dan buku impor yang cukup tebal, "Shadow War."

Kali ini, saya kembali ke sana dengan naik motor dengan perjalanan hampir sejam. Saat memasuki aula pameran, saya merasa bahwa suasananya tidak seramai tahun lalu. Saya mengitari setiap tumpukan buku selama hampir 3 jam sebelum membeli beberapa buah buku yang menurut saya menarik. Saya menghabiskan sekitar 475 ribu dengan berhasil membawa buku-buku pilihan. Tentu jauh lebih sedikit dari sebagian orang yang memborong buku dengan jumlah yang banyak.

Sejak pindah kerja dengan gaji yang jauh lebih rendah dari gaji di pekerjaan sebelumnya, saya selalu berusaha untuk berhemat karena tidak ada pemasukan tambahan namun ketika berkunjung ke pameran buku, hasrat membeli buku tidak bisa saya bendung. Saya selalu menghabiskan banyak uang untuk membayar buku-buku yang menarik perhatian saya.

Demikianlah persinggungan saya dengan buku-buku. Semoga tetap ada rezeki untuk melanjutkan membeli buku dan memenuhi rumah dengan tumpukan buku.

#3 2023

June 2, 2023

Goes to Bandung (2)

Libur panjang kali ini saya tidak pulang karena istri dan anak saya yang datang ke Bandung. Kami memang sudah merencanakan jauh hari untuk liburan bersama meskipun memang cuma sehari namun minimal menuntaskan janji kepada anak yang sudah diucapkan. Biasanya bukan pada durasi lama waktunya namun pada momen yang nantinya akan diingat olehnya. 

Kemarin pagi, istri dan anak berangkat dari Jakarta menggunakan travel langganan saya. Pertimbangannya karena pool travel tersebut sangat dekat dari rumah sehingga tidak terlalu tergesa-gesa ketika akan berangkat apalagi tidak ada saya yang menemani mereka. Selain itu, pengalaman saya selama menggunakan travel tersebut selalu berangkat on time karena unitnya banyak dan sudah terjadwal sehingga meskipun penumpang sedikit, tetap berangkat sesuai jadwal.

Perkiraan saya, perjalanan mereka di sepanjang jalan tol akan berjalan lancar karena berhubung hari libur yang tentunya orang-orang sudah berangkat malam sebelumnya. Namun ternyata tidak demikian adanya, mereka menghabiskan empat jam lebih di travel sementara normalnya tiga jam saja. 

Saya berangkat lebih awal ke tempat pemberhentian travel agar mereka tidak menunggu lama. Saat akan menutup pagar, jari saya kejepit pagar yang lumayan membuat jari manis saya menghitam dan nyeri. Saya bahkan harus mengatur nafas sebelum mengunci pagar karena sakitnya terasa di sekujur tubuh bahkan ngilunya seperti menular ke dada.

Setiba di pool travel, ternyata mereka masih di tol dan saat dicek di map, masih sekitar sejam lagi. Saya memutuskan untuk pergi ke Togamas terdekat untuk menunggu sambil melihat-lihat buku. Saya tertarik dengan bukunya Neil Postman yang berjudul "Matinya Pendidikan" sehingga saya memutuskan untuk membelinya dengan harga 65 ribu.

Sekitar sejam menunggu di Togamas, saya kemudian kembali ke pool travel dan menunggu sebentar kemudian travel yang mereka tumpangi tiba. Travel cukup penuh karena ada rombongan mahasiswa dari Jakarta ke Bandung.

Saya sengaja mengikuti jalur yang setiap minggu saya lewati agar istri dan anak saya tahu jalur yang selalu saya lewati. Sebelum ke hotel, kami melewati kos saya kemudian lewat di depan kampus lalu mampir di masjid tempat saya sering salat. Saya sengaja mengelilingi tempat-tempat itu agar istri dan anak tahu rutinitas saya setiap minggu.

Setelah salat zuhur, kami mengitari sepanjang jalan Palasari untuk mencari makan namun ternyata tidak ada yang pas. Kami memutuskan untuk menuju rumah makan ibu Imas yang menjadi favorit wisatawan lokal. Saya menduga bahwa kemungkinan besar akan ada antrian panjang karena biasanya, warung tersebut ramai di waktu makan siang.

Benar saja dugaan saya, jalan menuju warung padat merayap bahkan kendaraan tidak bisa bergerak. Saya memutuskan mengambil jalur trotoar untuk sampai di depan warung. Namun sialnya, ternyata warung penuh dan terlihat antrian pengunjung yang mengular. Kami memutuskan untuk makan di warung depan yang tidak terlalu ramai.

Setelah menuntaskan urusan perut, kami segera menuju hotel golden flower di kawasan jalan Asia Afrika. Dari luar terlihat hotel sudah tua dan kami sudah pesimis padahal harganya di atas standar. Ketika memasuki lobi hotel, kami baru sadar bahwa bangunan yang terlihat tua hanya bangunan samping dan hotelnya cukup baik.

Rutinitas anak saya jika di hotel apalagi kalau bukan renang. Dia sudah menagih janji untuk renang namun kami memutuskan untuk renang setelah salat asar. Selain agar tidak terpotong salat juga agar matahari tidak terlalu panas.

Di kolam renang, dia menemui dunianya dan semua beban hilang. Dia bisa berjam-jam di kolam renang jika dibiarkan apalagi ada kolam buat anak-anak yang tidak mengharuskan saya untuk terus memantaunya. Dia bisa bermain air sendiri sepuasnya.

Malam hari, kami keluar mencari makan dan ujung-ujungnya berakhir di mall tepatnya di TSM. Mereka makan ayam goreng sementara saya hanya makan kentang karena memang di malam hari, saya sudah lama tidak makan nasi. Setelah semua makan malam tandas, kami menyempatkan mampir di rumah salah seorang rekan saya yang dari minggu lalu tidak masuk karena sakit. Ternyata dia sudah mendingan dan sudah bisa duduk. Kami kembali ke hotel sekitar jam sembilan malam.

Rutinitas pagi tentu kembali ke kolam renang. cukup dingin namun karena ini hari terakhir di hotel maka anak saya tetap saja menikmati air yang dingin. Dia bahkan tidak mau berhenti padahal sudah berjam-jam berendam di air.

Setelah renang, kami menikmati sarapan pagi di hotel dengan makanan yang lumayan enak meskipun tidak terlalu variatif. Ada aneka roti dan buah-buahan. Namun lauknya hanya tersisa gorengan, capcay dan ayam kuah. Biasanya dengan harga hotel seperti itu, sarapannya lebih banyak dengan aneka makanan yang tersedia.

Setelah makan, kami kemudian cek out dan bersiap ke toko oleh-oleh untuk membeli beberapa makanan ringan. Jadwal travel pulang masih lama sehingga kami masih memiliki waktu luang untuk mengitari kota Bandung karena banyak spot tempat yang belum kami kunjungi. Tiga tahun lalu, kami pernah ke Bandung namun seingat saya hanya beberapa tempat yang kami datangi.

Setelah membeli oleh-oleh dan sandal untuk anak saya karena sebelumnya sandalnya hilang di hotel, istri saya memberikan ide untuk mereschedule jadwal kepulangan karena waktu masih lama sementara kami sudah tidak punya agenda lagi. Saya setuju dengan usulannya sehingga kami bergegas ke kantor travel untuk menanyakan kursi yang masih tersedia di keberangkatan jam 4 sore. Oh iya, sebelumnya jadwal keberangkatan kami jam setengah tujuh malam.

Ternyata masih ada kursi kosong sehingga kami memutuskan untuk pulang lebih awal. Perjalanan pulang relatif lancar dan kami tiba di rumah tepat jam setengah delapan malam.

#2 2023

June 1, 2023

1 Juni (1)

Pancasila disepakati sebagai dasar negara bangsa ini yang memuat lima poin penting sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk menjalankan negara. Maknanya sangat filosofis sehingga jika tidak diseriusi untuk dikaji maka hanya sekadar lima tulisan biasa yang tertera di dengan burung Garuda yang biasanya dipasang di ruang kelas. 

Bicara tentang pancasila maka tidak bisa dilepaskan dari sosok Soekarno yang memang menjadi figur penting dalam meletakkan pancasila sebagai dasar negara dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Dalam beberapa literatur, disebutkan bahwa pidato Soekarno tentang pancasila terjadi spontan meskipun tentu tidak bisa divalidasi karena sosok pemimpin besar seperti Soekarno pasti sudah melakukan refleksi mendalam sebelumnya.

"Saudara-saudara, dasar-dasar negara telah saya usulkan. Lima bilangannya, inikah panca dharma? bukan! nama panca dharma tidak tepat di sini. Dharma berarti kewajiban, sedang kita membicarakan dasar. Saya senang kepada simbolik. Simbolik angka pula. Rukun Islam lima jumlahnya. Jari kita lima setangan."

Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila tersebut maka dibentuk suatu panitia yang dikenal dengan panitia sembilan beranggotakan golongan nasionalis antara lain Ir Soekarno, Muhammad Hatta, AA Maramis, Achmad Soebardjo, dan Mohammad Yamin. Sementara golongan Islam diwakili Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim dan  Abdul Kahar Muzakir.

Perdebatan tentang butir-butir pancasila menemui puncaknya ketika redaksi pada poin pertama yang menimbulkan perdebatan panjang, meskipun pada akhirnya kemudian disepakati untuk menghilangkan sebagian redaksi yang dianggap eksklusif terhadap salah satu agama mayoritas di negeri ini.

Sampai saat ini, dihapusnya sebagian redaksi di sila pertama masih menimbulkan perdebatan panjang antara kelompok Islam dan Nasionalis. Sebagian kelompok Islam yang skriptualis menganggap bahwa dihilangkannya redaksi tersebut merupakan upaya dari beberapa kelompok untuk mendelegitimasi peran umat Islam dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan merugikan umat Islam karena tidak bisa menerapkan syariat Islam.

Sementara kelompok nasionalis sepakat dihapuskannya tujuh kata di sila pertama karena terkesan merupakan eksklusivitas bagi umat Islam dan dikhawatirkan akan menjadi alat untuk mendiskriminasi umat agama lain.

Terlepas dari itu, Pancasila sudah disepakati menjadi dasar negara yang kemudian akan selalu dijadikan rujukan meskipun mungkin masih ada kritikan dari kelompok yang tidak sepakat dengan beberapa poin yang ada di Pancasila.

Ada yang menarik tentang Pancasila bahwa kata tersebut muncul dari refleksi Soekarno di bawah pohon ketika diasingkan di Ende dalam kurun waktu 1934-1939, sementara burung Garuda yang dijadikan simbol Pancasila pada dasarnya merupakan hewan fiktif yang sebenarnya tidak pernah ada. Simbolis burung Garuda hanya sebagai sebuah bentuk keperkasaan negara melalui simbolis yang gagah.

Yudi Latif yang merupakan salah seorang pakar aliansi kebangsaan serta merupakan dosen saya di Paramadina, menjelaskan bahwa Pancasila merupakan titik temu antara semua identitas yang ada di Indonesia termasuk titik temu agama dan ideologi. Konsep titik temu sangat akrab di telinga saya sebagai salah seorang alumnus universitas Paramadina karena konsep tersebut sering digaungkan oleh almarhum Cak Nur.

Begitulah sebuah negara berjalan sesuai cerita masing-masing. Generasi muda harus paham bahwa niatan dari para pendiri bangsa adalah bagaimana melihat negeri ini maju sehingga ketika melontarkan kritikan bukan ditujukan kepada sosok namun lebih pada kebijakan publik yang mungkin dianggap tidak sesuai dengan apa yang sudah disepakati.

#1 2023