March 14, 2014

Coretan Untuk Mamak #9

Ma, seperti biasanya, tadi aku ke toga mas menghabiskan waktuku untuk membaca buku. Tetapi entahlah sampai di sana aku agak pening jadi tidak terlalu fokus untuk membaca. Bahkan waktu di sana, aku malah numpang wifi dan menelepon ulla di jepang lewat line. Ulla itu ma, temanku waktu di Makassar yang sekarang sudah di jepang. Dia itu ma, selalin pintar bahasa inggris, luas wawasannya dan pengetahuan agamanya juga baik ma. Setelah menelpon ulla, aku tetap naik ke lantai 2 toga mas melihat-lihat buku mungkin saja ada yang bisa dijadikan obat sakit kepala.

Selang beberapa lama mengelilingi rak buku, akhirnya kuraih salah satu buku dari Al-Ghazali tentang “metode menaklukkan jiwa”. Alih-alih mau mencari buku untuk mengobati sakit kepalaku, aku malah menemukan buku yang semakin membuatku pening, bagaimana tidak. Buku Al-ghazali tersebut mengupas tentang penyucian jiwa dan parahnya maoritas pantangan penyucian jiwa itu pernah kulakukan ma. Kepalaku bahkan semakin pening.

Secara singkat, ini beberapa inti dari buku tersebut yang berhasil kuingat ma. Kata Yahya Ibn Mu’adz Al-Razi “berjuanglah melawan nafsumu dengan pedang kedisiplinan diri. Ada empat cara pendisiplinan diri yaitu menyedikitkan makan, menahan tidur, membatasi ucapan dan bersabar terhadap perbuatan orang lain yang menyakitkan. Menyedikitkan makan dapat mengalahkan hawa nafsu. Menahan tidur dapat menjernihkan keinginan. Membatas ucapan dapat menyelamatkanmu dari malapetaka. Bersabar terhadap gangguan orang lain akan membawa keberhasilan mencapai cita-cita.

Abu Yahya berkata “barangsiapa memberikan kesenangan kepada anggota tubuhnya dengan memanjakan nafsu berarti dia telah menanam pohon penyesalan dalam hatinya. Wuhaib ibn Al-Ward berkata “barangsiapa cinta kepada nafsu duniawi maka hendaklah dia bsiap-siap menanggung kehinaan.

Seorang pria bertanya kepada Umar bin Abdul Aziz, kapan mestinya aku bicara? Dia menjawab “kapanpun ketika engkau ingin diam. Lalu bertanya lagi, kapan aku mesti diam? Dan umar menjawab “kapanpun ketika engkau ingin bicara”. Ali k.w berkata “barangsiapa merindukan surga, hendaklah dia melupakan kesenangan-kesenangan dunia.
Rasulullah SAW pernah bersabda “barang siapa merasakan adanya nafsu birahi namun tetap menahan diri dan menyembunyikannya, lalu orang itu meninggal dunia maka dia wafat sebagai seorang syahid.

Masih banyak lagi ma, yang amat sangat penting namun aku begitu tidak kuasa menulisnya karena sepertinya buku itu mengungkap keburukan-keburukanku yang tidak diketahui. Aku benar-benar hina ma. Selama ini berusaha untuk menjadi baik namun aku tidak lebih dari seorang pendosa yang tak dikenali karena dosanya meliputi dirinya. Namun begitu ma, aku akan tetap berusaha untuk memperbaiki diriku ma, sekuat mungkin.

Ma, bagaimana kabarmu malam ini..???
Tetaplah berbahagia ma karena hidup hanya sekali dan hidup harusnya bahagia dan membagi kebahagiaan kepada orang lain..


Jojoran 3/61
14’3’14
Jum’at malam yang kelabu

No comments: