December 31, 2015

Catatan Akhir Tahun


Kembali mengunjungimu setelah sekian lama lupa. Hanya sekedar membaca tulisan-tulisan sampah yang pernah kuukir. Tulisan disini mayoritas tidak pernah kubaca setelah kutulis karena terkesan norak namun entah kenapa, Aku selalu saja betah untuk nyampah di blog ini. Entah sekedar untuk eksis, ingin dianggap keren atau apalah.

Ingin menulis kajian ekopol namun referensi minim oleh karena malas membaca, ingin menuliskan fenomena sehari-hari namun selalu saja hasilnya tulisan yang nanggung dan terkesan dipaksakan yang berakhir menjadi tulisan amat sangat norak dan menggelikan bahkan untuk sedekar dibaca sendiri, ingin mengisi blog ini cerpen tetapi gagal juga karena sama sekali tidak berjiwa, ingin belajar berpuisi namun pemilihan diksi selalu saja tidak pas. entah genre tulisan apalagi yang pernah kucoba namun sama sekali tidak satupun yang berhasil mengesankan bahkan untuk diriku sendiri.

Okelah, ruang ini hanya akan menjadi semacam tempat belajar untuk mencoba meniru tulisan-tulisan yang kusuka meski berakhir menjadi tulisan yang tidak ada gunanya sama sekali. 

Harus kuakui bahwa untuk ukuran kuantitas, 2 tahun terakhir aku banyak mengisi ruang ini dengan berbagai macam coretan semau gue namun untuk ukuran kualitas, tidak perlu ditanyakan. Terlalu banyak tulisan yang hanya berupa draft bahkan tidak diakhiri dengan kesimpulan atau inti dari tulisan itu sendiri.

Oh iya, tadinya ingin menulis catatan akhir tahun dan resolusi seperti apa ruang ini untuk tahun-tahun berikutnya. Sederhana sih sebenarnya. Ingin menulis yang lebih berkualitas lagi apapun jenis tulisannya. jika tulisan kehidupan sehari-hari, semoga jelas inti tulisannya dan tidak serba nanggung, jikalaupun cerita namun tetap mengandung nilai kehidupan dan apapun nanti tulisannya. hanya berharap bisa membawa nilai kehidupan meski hanya sekedar sebagai pengingat diri sendiri bahwa ada banyak hal dalam hidup yang perlu dimaknai, direnungi kemudian dijadikan pelajaran untuk lebih baik lagi.

Semoga saja tidak ada perasaan ingin dianggap keren dan berharap menuai pujian dari orang lain, toh labelisasi kekerenan itu harusnya ditempatkan di anus yang bercampur dengan pup sehingga dengan mudah tiap saat kita membuangnya kedalam kloset kapanpun kita mau. Jika kekerenan diletakkan di muka maka hanya akan menjadi topeng yang menutupi diri sebenarnya. Berhentilah untuk menghamba pujian dan belajarlah untuk hal yang lebih substansial lagi.

Gemuruh terompet sudah sahut-sahutan di kota ini, kuakhiri saja catatan ini kemudian cuci muka dan kaki, menuju pembaringan dan menarik selimut, menyumbat telinga dari pekaknya duniawi dan terlepas dari euphoria manusia yang sedang menyambut tahun baru.

Ah, entah apa yang sedang mereka rayakan diluar sana sambil menghabiskan beribu lembar duit..? mereka sedang merayakan perjalanan menuju kepunahan, merayakan absurditas. Aku memilih tidur. Merayakan tahun baru dengan caraku sendiri

Selamat Tahun baru 2016 (katanya)
Mampang Prapatan VII
31 Desember 2015  22:36

December 16, 2015

Surat Kepada Dodol Penyuka Juventusss

Dear Kawanku Dodol,

Kau pasti tahu kenapa Aku memanggilmu si Dodol..? oleh sebab karena kau menyukai sebuah klub dengan kostum seperti marka jalan juga seperti warna kantong plastik hitam putih, klub yang menurutku sangat tidak keren dan layak bermain di liga Italia Serie B.
 
Sebelum Aku memuji-muji klub favoritmu, mari kita bernotalgia tentang pertemanan kita. Aku tahu kau penggila Sepakbola dan begitupun juga Aku adanya.

Aku masih tidak mengerti kenapa kau memilih klub dari Turin yang sangat tidak keren itu, aku berharap suatu waktu kau memilih klub lain dari Turin yang masih lebih baik, Torino. Kau tahu kan sejarah perjalanan Klub nyonya renta itu..? Ah, terlalu merendahkan sekali jika harus kujelaskan kepadamu banyak hal supya kau cepat insyaf mendukung klub itu yang lagi-lagi tidak keren itu tapi okelah, ini ada beberapa fakta dariku yang mungkin bisa kau jadikan pertimbangan untuk berpaling dari si nyonya renta, klub dengan jersey paling norak.

1. Si Nyonya renta itu tidak menghargai para pemainnya yang sudah berjasa atau bahkan mendedikasikan hidupnya bagi klub. Tengok saja si Del Piero yang begitu disanjung saat masih menjadi barisan punggawa klub yang tidak keren. Del Piero sudah begitu banyak memberikan pengorbanan kepada klub tetapi ternyata di akhir karirnya, Dia dicampakkan begitu saja. Ada juga Andrea pirlo. Meski hanya meski cuma 3 musim bersama Jupentuss namun setidaknya Pirlo berjasa dengan mempersembahkan banyak gelar termasuk lolos sampai di final Liga Champions 2014/2015. Setelah itu apa? Pirlo dibuang ke Liga USA. Ah mengerikan sekali sistem di klub ini, menjadikan pemainnya sebagai Buruh yang ketika sudah habis diperas begitu saja, dibuang entah kemana. Seharusnya klub nyonya renta belajar kepada Inter milan bagaimana caranya memuliakan para pemain. Ah, klub biru hitam memang keren

2. Fakta kedua mungkin sudah menjadi rahasia publik bahwa si Nyonya tua adalah klub yang bermain dengan 14 pemain di setiap pertandingan. Mereka punya tiga pemain tambahan yang memegang pluit di tengah lapangan dan dua lagi yang berlari di sisi lapangan sambil membawa bendera. Ah, aku yakin kau tahu maksudku kan.

3. Nyonya renta juga pembawa aib bagi klub Italia di Liga Champions. Mereka selalu menjadi pesakitan yang berlagak seperti klub yang baru belajar taktik Sepakbola.

December 15, 2015

Hati Tidak Tenang

Jika sedang penat
berhentilah sejenak kemudian menghela nafas
rasakan bahwa jantung masih berdenyut dengan teratur
yakinkan pada hati untuk tetap tenang

Jika sedang lelah
jangan memaksa untuk berjalan terus

Ah, tadi diri ini gagal
hati tidak tenang

December 3, 2015

Di Tahun Pertama

Benar-benar waktu adalah pelari Maraton paling cepat. tak terduga dan melenakan sampai pada saat ketika kita menghela nafas, seringkali kita tidak sadar sudah berada di ruang dan waktu yang berbeda. seperti baru kemarin saat Bapakmu masih sekolah kemudian menikah dan akhirnya Engkau lahir di tahun kemarin bertepatan saat Nenek mangkat. kata orang sih Engkau bergantian dengan Beliau. Kau hadir menggantikan kepergiaannya dalam damai namun begitulah kehidupan Nak, selalu saja ada yang datang dan pergi. siklus Sunnatullah yang tidak satupun orang bisa mengingkarinya.

Nak, Aku ingin bercerita sedikit tentang waktu. sejatinya ketika lalai, waktu itu seperti tidak pernah pergi kemana mana, hanya perputaran 24 jam yang berulang setiap harinya. itu bagi Manusia yang terlena Nak dan tidak pernah mau mamanfaatkan waktunya namun percayalah Nak bahwa waktu itu sebenarnya berlari sekencang-kencangnya. untuk tahu hakekatnya, kenali saja tanda-tanda yang ada di diri kita Nak, dulunya kita masih bayi, kemudian bertumbuh dewasa dan menjadi tua lalu hilanglah kekuatan di diri kita. jika tidak menyadari maka tamatlah riwayat kita, waktu yang ada hanya akan menjadi semacam perjalanan tak berarti.

Ah, apalah Aku ini yang malah menceramaimu dengan teori-teori yang mungkin Aku pun tidak memahaminya. Aku harusnya bercerita saja tentang dunia ini yang penuh sensasi. memang sih terkadang hidup itu Paradoks Nak tetapi tak apalah, toh hidup itu tidak menantang jika memang tidak menghadirkan misteri.

Nak, nikmati masa kecilmu dengan bahagia, masa kecil itu adalah masa untuk bermain Nak dan berimajinasi setinggi mungkin. lupakan semua ironi dalam hidup karena belum waktunya Engkau hidup dalam tragedi. makanya seringkali Aku sedih melihat bocah-bocah yang sudah harus memikul tanggung jawab seperti orang dewasa, bekerja siang malam untuk memenuhi kebutuhan mereka sedangkan disatu sisi, ada bagian dari hidup mereka yang tercerabut dari keadaan seperti itu, mereka telah melupakan periode bermain.
setelah tumbuh menjadi remaja, Engkau akan memasuki satu episode hidup yang baru. seringkali darah remaja akan dihabiskan untuk mencari jati diri, mengaktualisasikan dirinya sebagai seorang manusia apatahlagi Engkau adalah seorang Laki-laki maka ada saatnya ketika Engkau akan berjibaku dengan perasaan ingin menjadi seorang pemuda tangguh.

setelah itu, periode pertumbuhanmu akan menjadi dewasa ketika sudah melalui banyak pengalaman hidup. Nak, Aku sudah melalui beberapa periode kehidupan. pernah menjadi bocah yang tidak pernah mengerti apa-apa selain bermain. saat bocah, aku pikir bahwa dunia ini adalah ruangan untuk bermain. namun ternyata tidak seperti itu adanya Nak. hidup selalu berputar sampai membawaku menjadi remaja kemudian kuliah. saat kuliah, kepalaku kemudian dipenuhi oleh pikiran relasi antar manusia dan ketidaksetujuanku terhadap ketidakadilan sosial.

kok Aku malah curhat yah Nak, hehe. okelah tidak banyak yang ingin kusampaikan kepadamu di hari ulang tahunmu yang pertama. Aku pun tidak perlu untuk menasehatimu terlalu dini tentang hidup di tahun pertamamu sebagai Manusia. Aku hanya berharap semoga Engkau bahagia di masa kecilmu dan Aku menunggumu tumbuh menjadi dewasa, kelak Aku mengajakmu diskusi tentang hidup, tentang apa saja yang harusnya kita lakukan, diskusi loh ya bukan mengajarimu.

Oh ya, Anak pertama itu punya tanggung jawab sedikit lebih dalam keluarga. kadang diharapkan menjadi panutan bagi adik-adiknya namun percayalah Nak, seringkali anak sulung itu kuat dan tahan banting.

Sudah dulu yah Nak, tidak perlu untuk terlalu berpanjang lebar karena Engkau masih perlu menikmati hidup. jika mau tahu relasi hubungan seorang Anak dan Orang tuanya, puisi Kahlil Gibran yang berjudul "Anakmu" sangat keren. tetapi jangan lupakan pula kisah Luqman dengan nasehat-nasehatnya terhadap Anaknya yang bahkan diabadikan dalam Al-Qur'an.

Ah, Nak mungkin lebih baik kuucapkan selamat Ulang tahun. semoga diberi umur yang berkah dalam kualitas dan kuantitas. nikmati hidupmu dalam setiap kondisi. kapan-kapan kita bercerita dan berdongeng dengan sepupumu Fadel dan Meisya ketika Engkau sudah bisa mendengar dongengku. yakinlah Aku punya banyak stok dongeng untuk kalian.

Andra

03 Desember 2015 18:16
Maaaf Telat karena Aku lupa ulang tahunmu