December 31, 2019

2020

2019 selangkah lagi akan berlalu kemudian melangkah ke halaman berikutnya, 2020. sebuah perjalanan waktu yang secara positivistik sebenarnya sangat lama namun secara afeksi hanya berlalu dalam sekedip mata. begitulah perkembangan manusia sampai pada ujungnya nanti bahwa kalkulasi angka-angka selalu dinegasikan dengan perasaan yang ada dalam diri manusia, itulah sebabnya hidup ini tidak melulu tentang pengetahuan posivistik bahkan mungkin sesuatu yang tidak bisa dikalkulasi selalu lebih dominan. toh Tuhan juga tidak suka jika kita terlalu kalkulatif dalam hidup karena Dia punya rumus sendiri, kalau tidak percaya, coba pelajari lagi konsep sedekah - lain soal jika kalian tidak mempercayai konsep Ketuhanan berserta sistematika semesta yang berjalan sesuai instruksiNya- yang mana ketika seseorang bersedakah, uangnya berkurang secara matematis namun bertambah secara nilai. entah itu perasaan senang karena sudah membantu orang lain atau bahkan memang jika percaya bahwa sedekah akan membawa berkah misalnya ketika kita membutuhkan sesuatu, maka selalu ada jalan. Tuhan menyiapkan sesuatu yang kita butuhkan.

Saya kadung terbiasa menulis sesuatu di akhir tahun yang saya inginkan terjadi di tahun berikutnya meskipun semua tidak terealisasi. namun paling tidak, dalam beberapa tahun terakhir, selalu ada perubahan besar dalam setiap tahun minimal satu momen.

Tahun ini, momen yang menurutku lumayan signifikan adalah saya melanjutkan sekolah. sesuatu yang sebenarnya beberapa tahun sudah saya impikan namun baru terwujud tahun ini sedangkan di tahun sebelumnya, saya menempati rumah yang dicicil. selalu ada hal yang membahagiakan setiap tahunnya.

Tidak terlalu banyak harapan yang kuinginkan di tahun depan namun paling tidak beberapa resolusi tahun-tahun sebelumnya bisa terealisasi di tahun depan. kemudian volume bacaan bisa meningkat paling tidak 4 buku sebulan mengingat saya harus memaksa diri untuk membaca, selain memang sebuah kebutuhan, saya juga membutuhkan sebagai referensi di kampus. kemudian saya berharap ada gawean anyar yang bisa terjadi di tahun depan. semua hal-hal baik selalu saya harapkan termasuk kesehatan keluarga.

Tulisan juga harus diperbanyak untuk melatih kemampuan menulis sebelum menghadapi karya tulis akhir. semua harus dibiasakan untuk bisa mencapai hasil yang maksimal.

Amin Ya Allah

Kebagusan, 31-12-19, 21.39 Wib

December 22, 2019

Macea

Rumah,
sanubariku terenyuh setiap kali melintasi semua kenangan.
manusiawi,
mungkin iya.
kepada siapa aku mengharapkan waktu membawa semua serpihan memori yang terserak, tertinggal nun jauh waktu yang lampau dan ruang yang terbentang

Ibu, rinduku padamu. 
klise,
mungkin iya,
tetapi tak ada satupun yang berani menggerus semua rasaku pada dirimu, tak ada bahkan semesta mengamini.

setelah itu, 
aku hanya ingin memelukmu, dalam hening yang dicengkeram malam

Ibu, 
aku hampir kalah,
bertarung tak berujung di kota ini. pertarungan tanpa tujuan yang hanya berakhir pada sisasisa energi yang terkuras.

Ibu,
sanubariku ingin bertanya padamu, 
kemana semua arah ini akan berujung

setelah itu,
aku hanya ingin mengecup keningmu yang mulai mengeriput.

Hari Ibu
22 12 2019

December 19, 2019

Being a Role Model

Dua kali saya memutuskan resign dari sebuah Perusahaan dengan alasan yang hampir saja, ada unsur pekerjaan yang tidak mampu saya kompromikan dengan prinsipku sehingga membulatkan tekadku untuk menyatakan bahwa saya harus meninggalkan pekerjaan tersebut. bagiku, prinsip adalah sebuah hal yang tidak bisa ditawar dengan apapun dan apa saja yang bertentangan dengan prinsip maka yang harus dimenangkan adalah prinsip, jangan pernah menawar akan hal itu.

Now, I'm having that moment like before. my job have any situation that makes me compromise with an ideal things.
Saya tidak pernah membayangkan akan bekerjasama dengan seorang Supervisor yang sudah sangat senior namun dengan karakter seperti staf bahkan lebih dari hal tersebut, dia sepertinya menggunakan wilayahnya menjadi interest personal. sesuatu yang menurutku sangat norak dengan posisi yang seperti itu. 

here is some of what he done when I gone to do a job in  Paid acomodation by his akun online to get some cashback even just 2 hundred thousand.

December 18, 2019

Sadar Diri

Saya menyimpan sebuah file ceramah Cak Nun tentang mengukur makanan yang masuk ke dalam diri. intinya bahwa kita harus selalu memperhatikan apa saja yang masuk ke dalam tubuh karena akan menjadi anasir yang bercampur dengan darah dan menjadi tulang belulang. nasehata Cak Nun tersebut seringkali saya dengarkan di kantor ketika waktu luang.

Di lain hal, saya benar-benar menjadi anomali karena pada banyak waktu, saya sering menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, lebih parahnya dua bulan terakhir. bahan kuliah sering saya download di kantor bahkan waktu kerja seringkali saya gunakan untuk mengerjakan tugas kulah.

Meski bukan sari makanan yang saya masukkan ke dalam tubuh melalui hal yang tidak baik menurut Cak Nun namun menurut perenungan saya bahwa selama ini, saya tidak berhati-hati dalam memilih sesuatu yang sebenarnya tidak sesuai dengan apa yang seharusnya. menggunakan fasilitas kantor untuk mendownload bahan bacaan atau menggunakan jam kerja mengerjakan tugas kuliah merupakan sesuatu yang seharusnya tidak saya lakukan. memperoleh pengetahuan yang terdapat di dalamnya cara yang tidak baik, kemungkinan tidak berkah.

saya harus memulai untuk mengukur kembali diri. sadar akan posisi dan sadar akan ruang dan waktu untuk lebih bijak dalam banyak hal. saya memutuskan untuk menghapus data bahan bacaan yang saya download di kantor dan berusaha untuk tidak menggunakan jam kerja mengerjakan PR kuliah. paling tidak jika waktu istirahat, saya bisa menggunakannya untuk mengerjakan tugas.

Hidup memang tentang perenungan dan kontemplasi yang tak berujung. semua langkah harus diukur dengan kepantasan sesuai dengan nilai yang dianut. saya menganut nilai ajaran agama saya yang mengatur tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. kantor tempat saya bekerja telah mengatur bahwa saya digaji 8 jam mulai dari jam 8 sampai dengan jam 5 dipotong istirahat 1 jam dengan hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang sudah diatur dengan jelas. maka dari itu, jika saya ingin melakukan sesuatu yang sifatnya pribadi maka saya punya waktu 1 jam yang diperuntukkan untuk istirahat.

Sebenarnya tidak menjadi menjadi idealis namun fokusnya bahwa saya mempunyai anak isteri yang setiap hari saya doadakan untuk dihidarkan dari sesuatu yang sifatnya haram bahkan yang syubhat sekalipun, nah jika saya sendiri tidak mengukur diri maka bagaimana saya bisa menjadi anak isteri saya.

18 12 19