February 20, 2014

PUISI GADIS


Puisi ini akan kubuat panjang sekali. Akan kubuat sampai benar-benar aku kehabisan kata-kata puitis untuk menggambarkan windi sebagai sesosok gadis yang kukenal bahkan untuk sampai saat ini. Kalau ada yang bertanya , kau kan sudah sering menulis tentangnya? Tentu saja namun setiap tulisan yang pernah kubuat rasanya tak sanggup melukiskan perasaanku kepadanya dan juga belum menggambarkan dia apa adanya hingga akhirnya mala mini aku putuskan untuk merangkai puisi yang panjang sekali untuk menghabiskan kata-kataku terhadapnya.
Apa kabarmu malam ini rembulan
Masihkah engkau sudi menampakkan seberkas cahayamu
Sekedar untuk menerangiku
Melihat tampilanmu,
Meski lucu
Karena baru kemarin hari
Engkau meninggalkanku
Kembali ke kotamu
Namun tetap saja rindu ini bercokol
Entahlah
Seperti katamu senja kemarin
Tak peduli sehari ataupun sebulan
Aku akan tetap merindumu
Yah merindu semua tentangmu
Akupun juga begitu adanya
Hehehe
Ternyata semua hal akan sehati
Tadi aku punya usul
Usul gila sih sebenarnya
Kita tak usah komunikasi untuk waktu sebulan
Dan apa yang terjadi
Sudah kuduga reaksimu, pesekku
Kau menolak mentahmentah
Bahkan katamu lagi
Engkau bisa saraf
Hahaha, 
mungkin berlebihan
Namun aku begitu adanya
Ingin selalu di dekatmu
Mencubit pipimu dengan gemas
Membelai rambutmu
Mendekapku dalam pelukanku
Merasakan aroma tubuhmu yang khas
Hingga sekali-kali aku iseng dan nakal
Mengecup bibir dan lehermu
Sampai akhirnya
Matamu terpejam

Jika puisi tersebut diatas masih kurang panjang menurut kalian maka akan ku rangkai katakata indah buatnya. Tentang semua tingkah lucunya bahkan tentang manjanya terhadapku. Tak sekalipun dia ingin melepas pandangannya dariku ketika kami bersama. Kami terkadang kelihatan konyol saat berdua namun bukankalh begitu adanya orang yang sedang bercinta, sering dalam kekonyolan yang anehnya lagi mereka tidak sadar tentang itu dan mungkin aku dan pesek sering seperti itu.

Katamu lagi
Perasaan kita sangat dalam
Katamu lagi
Cintamu sangat besar
Aku harus mengakui itu
Mengakui akan ketulusanmu
Tanpa harus engkau ucapkan
Matamu bahkan menceritakanku segalanya
Tentang isi hatimu
Yang mata itu
Mata yang sering berair karenaku
Namun entah
Tak sekalipun engkau meninggalkanku
Bahkan mencoba membenciku pun tidak
Hmmm
Engkau setia
Dalam setiap apa yang kuhadapi
Engkau selalu hadir
Tapi aku
Yang menurutmu egois dan sensitif
Wkwkwkw
Aku selalu terbahak sendiri
Ketika engkau merasa aku sensitif
Meski tak kupungkiri
Seringnya aku purapura marah
Membuatmu berpikir seperti itu
Tapi tak apalah pesekku,
Toh kita tetap baikbaik saja
Tidak ada yang perlu dikhawatirkan kok

Itu masih belum romantic, aku hanya merangkai katakata pesekku menjadi barisan puisi. Aku sudah terlalu banyak beromantis ria terhadapnya dan nampaknya selalu saja berhasil membuatnya tersenyum meski dia sendiri tidak tahu dan bahkan aku pun tak tahu tentang makna puisipuisi sampah yang sering kubuat. Pesekku amat sangat bangga ketika aku menulis apapun dan kutulis pula namanya, dia akan sangat bahagia dan beribu kali mengucap terima kasih meski dia tahu hanya sekali kusebut namanya di puisi yang nampaknya seperti pemeran piguran, hehehe. Baiklah jika memang dia amat sangat suka tentang puisi yang ada namanya maka akan kubuat puisi dan namanya beserta doadoa untuk aku dan dia.

Gadis
Jalan telah kita lalui bersama
Tidak sehari bahkan seminggu
Namun hampir setahun

Gadis
Kita bukan lagi anak bau kencur
Kita tidak sedang mainmain
Dari dulu saat menaksirmu
Akupun tak pernah sedang bercanda
Bahkan untuk sampai sekarang
Semua ingin kuakhiri dengan bahagia

Gadis
Tahukah kamu selama ini
Ibuku dan engkau sering kutanyakan kepada Tuhan
Tentang kabar kalian setiap waktu
Diakhir kebersamaan kita di kota ini
Aku bahkan merelakan mataku basah
Itu demi melepasmu
Jika saja engkau tahu
Hanya ibuku yang sanggup membuatku sedih saat berpisah
Namun engkau
Entah kenapa
Ikut membuatku terenyuh

Gadis
Jalan yang kita retas sudah jauh
Meski kadang tergelincir
Namun jangan berhenti
Dan jangan menyerah
Sebab aku disampingku
Menyusuri jalan bersama

Gadis
Di depan itu ada persimpangan
Dan dipersimpangan itu ada pilihan jalan
Kumohon
Engkau akan berbelok ke kanan
Karena itu adalah jalurku

Gadis
Sekarang waktunya berbenah
Mental dan fisik harus memadai
Kemudian kita berikrar
Untuk selalu bersama di jalan yang sama.

Nampaknya puisi diatas masih kurang romantic, aku tak tahu lagi bagaimana merangkai katakata sehingga kedengarannya seperti karya kahlil Gibran. Aku tak tahu lagi karena semua katakata romantisku ada di dalam dirimu.

Sudah dulu untuk malam ini, seperti pesannya pesekku untuk tidak tidak terlalu larut. Katanya lagi bahwa aku akan terlambat menyembah kalau telat tidur. Besok akan kuceritakan lebih panjang lagi tentang gadis yang sering kupanggil pesekku, sebenarnya sih dia tidak pesek-pesek amat hanya saja dia mancung ke dalam. Wkwkwkw. Semoga saja besok pagi saat dia terjaga, dia tidak memakiku karena menuduh hidungnya mancung kedalam padahal hidung itu sering kucubit dan kukecup saat rindu terhadapnya melandaku.

No comments: