Inilah
perjalanan seorang musafir kehidupan. Mengarungi samudera yang luas tanpa
tujuan yang jelas. Entah mengapa, setiap episode yang dilalui selalu penuh
dengan dinamika dan tak terterka. Kadang membenci angin, sering menolak hujan bahkan menghindar dari
kegelapan. itu dulu ketika dia tidak tahu tentang cinta. Semua menjadi musuh
bahkan tak tersisa hanya dirinya yang dianggap paling benar namun itu semua sudah
berlalu ketika dia memiliki cinta dalam hati.
Dulu sang musafir
tersebut bertanya tentang tentang, kenapa mesti dia ada di jalan ini atau
kenapa mesti semua menjadi serba sulit dan kenapa ada yang lebih beruntung dari
yang lainnya atau yang paling inti kenapa Tuhan menciptakan keburukan dan
menjadikan orang menjadi berbeda dalam keyakinan. Apakah dunia ini dan segala
isinya adalah permainan sehingga semuanya harus pasrah dan menjalani apa adanya?
Dan masih banyak pertanyaan yang menggumpal di kepala sang musafir hingga dia
mencari jawaban di setiap langkah yang diayun,
kadang menjadi hitam bahkan
kadang pula putih.
Itu dulu,
saat pikiran merajai dan saat keangkuhan memenuhi ruang hati yang harusnya
dengan cinta. Semesta mengajarkannya di titik klimaks. Saat kegelapan datang
menghempaskan tanpa ampun dan merobek sukma yang tak pernah bersujud. Menelanjanginya
di depan khalayak yang menertawakannya. Dalam kesunyian katakata dia hanya
berharap akan secercah kesempatan menghampirinya. Entah dari mana asalnya,
tibatiba saja keyakinan itu memenuhi rongga hati yang kosong.
Setitik kemerdekaan
hati terlihat di pelupuk mata. Perjalanannya dilanjutkan tanpa penyesalan dan
kecemasan, hanya hati yang dipergunakan. Seluruh panca indera dibutakan bahkan
pikiran pun sudah tidak berguna lagi. Semua tentang rasa yang dimiliki dan
tentang cinta kepada semua. Kalau dulu membenci malam sekarang berteman dengan
kegelapan. Dulu tidak mengharapkan hujan namun sekarang bercengkerama dengan
basah. Semua menyatu dalam kecintaannya yang mendalam tanpa memendam perasaan
yang tertinggal karena dia berada di bumi Tuhan
No comments:
Post a Comment