February 22, 2014

MEMASAKLAH DENGAN HATI


Ini antara makanan yang dibeli dari warung dengan makanan di rumah yang entah dibuat oleh orang tua ataupun isteri dan siapapun keluarga di rumah yang membuatnya dengan kasih sayang.  Kenapa orang sering mengatakan bahwa masakan rumah selalu saja enak dan berkah meskipun hanya lauk tempe dibanding dengan makanan dari warung yang kelihatan lezat. perbedaan ini terletak di saat membuatnya. Orang rumah baik isteri ataupun ibu ketika membuat makanan tersebut pasti dengan kasih sayang dan mungkin juga mereka meniatkan dengan baik-baik makanan itu supaya menjadi berkah bagi anggota keluarga yang menyantapnya sedangkan makanan yang dibeli dari luar niatan saat membuatnya beda, para pedagang yang membuat makanan otomatis berniat demi keuntungan besar sehingga ketika membuat makanan tersebut hatinya dipenuhi dengan keuntungan yang besar dan bukan berdasar kasih sayang. Kemungkinan besar itu akan berimbas kepada pembeli yang mungkin saja kurang mendapat keberkahan dari makanan tersebut.
Aku ingat salah satu film jepang tentang  seorang bule yang belajar resep masakan seperti mie, berkali-kali dia mencoba namun berkali-kali itu puala dia gagal, setiap gagal, sang mentor selalu memarahi dan mengatakan bahwa rasanya tidak lezat karena engkau tidak pernah memasak dengan hati maka cobalah memasakan dengan hati agar rasanya lezat.
Aku sama sekali lupa tentang judul film tersebut, sudah kutanyakan kepada pesekku karena film tersebut kuambil dari hardisknya namun ternyata dia juga belum nonton dan sama sekali tidak tahu menahu film tersebut, hmmm dasar kolektor film tapi tidak ditonton..hagaha…
setelah memposting tulisan ini, aku sangat ingin mengetahui judul film tersebut akhirnya om google membantu dan akhirnya judul film tersebut "THE RAMEN GIRL", diproduksi tahun 2008. ini tentang wanita bule yang belajar masak ramen, campuran mie dengan daging babi. mungkin kalau di indonesia seperti mie pangsit namun pake daging babi. si wanita tersebut harus bersusah payah belajar karena rasanya tidak pernah sama dengan masakan mentornya, berkali-kali gagal dan berkali-kali pula diingatkan memasakan dengan hati sampai akhirnya si wanita tersebut menjadi ahli. mungkin begitulah gambaran tentang masakan yang dimasakan dengan penuh kesungguhan hati tanpa pertimbangan untung seperti yang diniatkan mayoritas pedagang makanan. Wallahu Alam

No comments: