Perempuan penyuka warna pink
Kenapa aku harus melupakanmu
seperti permintaanmu
Tidak, tidak akan mungkin engkau
memaksaku
Tatapan matamu yang sayu akan abadi
menghiasi di memoriku layaknya bidadari yang mendirikan istana dan tak akan
pernah meninggalkannya
Matamu itu, semakin kutatap nanar
maka semakin lembut dan indah meski sering kudapati menangis namun tetap elok
bahkan aku yakin bahwa mata yang sering dibasahi airmata akan semakin bersinar
dan mungkin saja matamu adalah salah satunya.
Aku takluk
Gadis penyuka warna pink
Di pinggir jalan seberang masjid syuhada
kawasan dumai
Bagaimana kabarmu hari ini??
Sudah sebulan lamanya engkau lupa
menghubungiku, aku tak tahu apakah engkau menguji kesetiaanku ataupun
benarbenar telah melupakanku ataukah bahkan engkau ingin mencoba teori yang
pernah kukatakan kepadamu yang kubaca dari bukunya sudjiwo tedjo
“puncak
kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling menelpon, tak saling sms,
BBM-an dan lain-lain tak saling namun diam-diam keduanya saling mendoakan”.
Aku ingat,
pernah bercanda memintamu supaya kita mencoba teori tersebut. masih sangat kuat
terukir di ingatanku saat senja itu hari
minggu, aku masih di kota pahlawan. aku mengirimu sms supaya kita seperti teori
tersebut untuk merasakan dahsyatnya kerinduan, namun tidakkah engkau sadar
gadisku. Masa itu benarbenar aku hanya bercanda, hanya sekedar menggodamu
Ah aku
salah saat itu, kenapa harus bercanda seperti itu hingga akhirnya engkau
sepertinya melakukan hal yang kukatakan.
Beribu sms
telah kukirim sebanyak itu pula panggilan tak terjawab di hpmu dari nomorku
bahkan semua aplikasi sosial aku gunakan menghubungimu namun nihil, engkau
seakan bungkam menghujam ulu hatiku dengan diammu.
Harus kutanyakan
kemana keberadaanmu? Kepada rembulan, malam atapun senja bahkan semua diam
terpaku seakan bersekongkol denganmu.
Ingin sekali
aku seperti dulu saat masih di kotamu. Ketika siang menyengat dan kita akan
mendatangi warung penjual aneka es.
Wahai gadis,
Apakah penjual es degan gula
jawa di seberang jalan depan alfamart sudah tutup
Seperti dulu saat sering kita
masih sering ke sana.
Aku tidak akan pernah lupa
pada setiap permintaanmu, tentang apa yang engkau minta harus berwarna pink,
benarbenar membuatku kerepotan namun aku menikmatinya. Aku menikmati
mencarikanmu barangbarang berwana pink yang engkau mau. Jaket itu, yang kubeli
dari barang bekas warna pink, katamu engkau sangat suka. Ah gadis andai saja
engkau tahu itu bekas alangkah malunya diriku namun bagimu warnanya yang engkau
sukai. Apakah jaket itu masih engkau simpan??? Semoga saja.
Ah, semua kenangan itu
menggiringku ke masa saat engkau masih disisiku merajuk manja saat aku
menggodamu untuk pulang ke kotaku.
Ini usaha terakhirku mencoba
mengingatkanmu tentang aku dan semoga engkau ingat dan aku membicarakanmu
dengan Allah semoga engkau selalu dilindungi olehNYA.
simpang 5 kota ini
saat mengenang kebersamaan
aku dan engkau
No comments:
Post a Comment