February 23, 2014

Gadis dan Warna Pink

Perempuan penyuka warna pink
Kenapa aku harus melupakanmu seperti permintaanmu
Tidak, tidak akan mungkin engkau memaksaku
Tatapan matamu yang sayu akan abadi menghiasi di memoriku layaknya bidadari yang mendirikan istana dan tak akan pernah meninggalkannya
Matamu itu, semakin kutatap nanar maka semakin lembut dan indah meski sering kudapati menangis namun tetap elok bahkan aku yakin bahwa mata yang sering dibasahi airmata akan semakin bersinar dan mungkin saja matamu adalah salah satunya. 
Aku takluk
Gadis penyuka warna pink
Di pinggir jalan seberang masjid syuhada kawasan dumai
Bagaimana kabarmu hari ini??
Sudah sebulan lamanya engkau lupa menghubungiku, aku tak tahu apakah engkau menguji kesetiaanku ataupun benarbenar telah melupakanku ataukah bahkan engkau ingin mencoba teori yang pernah kukatakan kepadamu yang kubaca dari bukunya sudjiwo tedjo
“puncak kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling menelpon, tak saling sms, BBM-an dan lain-lain tak saling namun diam-diam keduanya saling mendoakan”.
Aku ingat, pernah bercanda memintamu supaya kita mencoba teori tersebut. masih sangat kuat terukir di ingatanku saat  senja itu hari minggu, aku masih di kota pahlawan. aku mengirimu sms supaya kita seperti teori tersebut untuk merasakan dahsyatnya kerinduan, namun tidakkah engkau sadar gadisku. Masa itu benarbenar aku hanya bercanda, hanya sekedar menggodamu
Ah aku salah saat itu, kenapa harus bercanda seperti itu hingga akhirnya engkau sepertinya melakukan hal yang kukatakan.
Beribu sms telah kukirim sebanyak itu pula panggilan tak terjawab di hpmu dari nomorku bahkan semua aplikasi sosial aku gunakan menghubungimu namun nihil, engkau seakan bungkam menghujam ulu hatiku dengan diammu.
Harus kutanyakan kemana keberadaanmu? Kepada rembulan, malam atapun senja bahkan semua diam terpaku seakan bersekongkol denganmu.
Ingin sekali aku seperti dulu saat masih di kotamu. Ketika siang menyengat dan kita akan mendatangi warung penjual aneka es.
Wahai gadis,
Apakah penjual es degan gula jawa di seberang jalan depan alfamart sudah tutup
Seperti dulu saat sering kita masih sering ke sana.
Aku tidak akan pernah lupa pada setiap permintaanmu, tentang apa yang engkau minta harus berwarna pink, benarbenar membuatku kerepotan namun aku menikmatinya. Aku menikmati mencarikanmu barangbarang berwana pink yang engkau mau. Jaket itu, yang kubeli dari barang bekas warna pink, katamu engkau sangat suka. Ah gadis andai saja engkau tahu itu bekas alangkah malunya diriku namun bagimu warnanya yang engkau sukai. Apakah jaket itu masih engkau simpan??? Semoga saja.
Ah, semua kenangan itu menggiringku ke masa saat engkau masih disisiku merajuk manja saat aku menggodamu untuk pulang ke kotaku.
Ini usaha terakhirku mencoba mengingatkanmu tentang aku dan semoga engkau ingat dan aku membicarakanmu dengan Allah semoga engkau selalu dilindungi olehNYA.


simpang 5 kota ini
saat mengenang kebersamaan
aku dan engkau

No comments: