February 18, 2014

HIDUP AKAN SELALU NORMAL



Pernahkah kita merasa khawatir ketika kita akan memasuki episode kehidupan yang baru? Seperti misalnya pada kebanyakan anak muda dari kampung yang akan beranjak ke kota melanjutkan kuliah. Berbagai macam pikiran berkecamuk saat mereka akan meninggalkan kampungnya sebagai zona nyaman, bagaimana nantinya di tempat baru dan begitu banyak ketakutan dan kekhawatiran namun pada akhirnya sirna setelah dijalani dan semua berjalan normal. Seperti itulah hidup selalu bercerita kepada kita, tentang kita yang akan keluar dari zona nyaman akan dihinggapi begitu banyak kekhawatiran yang sesungguhnya tidak ada wujudnya. Ini yang akan saya ceritakan tentang pengalaman pribadiku salama menjalani hidup, bagaimana saat akan melangkah ke episode hidup yang  baru, aku selalu khawatir dan merasa cemas akan episode yang akan kujalani namun selalu saja berakhir dengan normal ketika sudah menjalaninya.
Saat pertama aku akan keluar dari comfort zone ketika masuk sekolah lanjutan,aku harus bertemu dengan teman-teman baru yang sama sekali tidak kukenal karena berasal dari kampung yang berbeda, berbagai spekulasi mulai menggelayut di pikiranku, tentang nantinya bagaimana bersosialisasi bahkan kekhawatiranku juga mengenai diriku apakah bisa sama dengan teman-teman baru dalam hal prestasi permasalahannya karena saat duduk di bangku SD, aku sering juara kelas karena jumlah siswa hanya sekitar 7 orang ditambah lagi komentar dar pamanku bahwa belum apa-apa kalau juara kelas di SD dan itu teruji kalau tetap bisa mempertahankan di SMP yang siswanya lumayan banyak dan berasal dari berbagai kampung. Aku semakin keder saat itu dan amat sangat terbebani namun seiring waktu berjalan, semua menjadi normal bahkan mereka yang berasal dari kampung berbeda pun tidak terlalu mencolok, begitupun adanya saat akan melanjutkan ke jenjang SMA namun tetap saja berjalan normal pada akhirnya ketika dijalani.
Selepas menuntut ilmu di bangku SMA, episode yang baru kemudian akan kuhadapi, ya mendaftar di bangku kuliah dan akhirnya harus meninggalkan kampung halaman dengan berbagai macam kenangan yang mungkin amat sangat sulit dilupakan ditambah lagi kekhawatiran apakah aku bisa survive di tempat baru dengan berbagai macam kondisi yang ada.   

No comments: