February 20, 2014

BELAJAR DARI ORANG SEBELUM DAN ORANG SESUDAH



Salah satu hal yang sering luput dari kita adalah belajar dari pengalaman baik pengalaman pribadi maupun pengalaman orang lain karena irama kehidupan selalu sama hanya saja dinamikanya yang berbeda misalnya saja tentang umur, kita pernah melalui masa muda dan akan menemui masa tua bagi yang masih muda dan hokum sunnatullah itu berlaku bagi siapapun itu tanpa ada perbedaan. Irama kehidupan itulah yang harus dipelajari dan bersiap diri untuk menghadapinya.
Saat masih berusia 23 tahun kebawah, aku merasa masih sangat muda, tidak terpacu untuk bekerja keras dan hanya menghabiskan waktu dengan impian tanpa tindakan, itu berlangsung sekitar 3 tahun. Sesaat menginjak umur 24 tahun, aku mulai was-was memikirkan masa depan. Mulai merancang apa saja yang mesti kuperbaiki untuk mengejar ketertinggalanku tentang waktu yang kusia-siakan dulu, hingga akhirnya kini, aku menginjak umur 26 tahun, aku semakin was-was dan belajar dari setiap orang yang berumur diatasku, entah itu yang berhasil atau tidak. Dari orang yang berhasil, aku mempelajari dan mencontoh langkah-langkah mereka saat berusia seperti aku sekarang dan tetap focus kedepan sedangkan untuk orang yang belum berhasil di usia diatasku, akupun mempelajari kebiasaan mereka saat mereka seusiaku dan berusaha untuk tidak mengikuti kebiasaan mereka tersebut.
Langkah ini harus kulakukan secara sporadic untuk menstimulasi diriku menjadi lebih berguna di masa mendatang. Umurku sekarang tidak muda lagi sedangkan aku punya impian saat umur 30 tahun, jika diberi kesempatan, aku harus mandiri dan sudah berkeluarga, ini demi menjaga setiap langkahku dan tentunya setiap niatku tersebut kuarahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah karena sejatinya pelajaran yang paling berharga buatku sampai saat ini adalah tentang orang yang pernah kutemui dan sekarang sudah tiada. Itu akan selalu mengingatkanku tentang kefanaan dan akan mengontrol setiap tindakanku dalam mewujudkan impian duniawi.
Sebagai manusia biasa, kepalaku masih terbayangi begitu banyak impian tentang duniawi dan kurasa masih sangat wajar sepanjang aku tidak melakukan hal yang bertentangan dengan aturan keyakinan dan prinsip yang selama ini kepegang.

No comments: