February 26, 2014

istanaku dan kecoak

kecoak
selalu muncul tibatiba di istanaku
sesekali kuinjak, seringkali kutindis
hingga mungkin beribu meradang nyawa di tanganku

ah, kecoak
masih menampakkan tubuhnya yang mungil
hingga di titik klimaks
aku menjadikannya sahabat
memberi makan
lalu menyapa ketika aku tiba
hitunghitung punya keluarga di istanaku yang hening
toh engkau juga utusan Tuhanku
hadirmu melengkapi semesta ini

hanya satu
semoga engkau tidak menjadi sumber keburukan buatku
namun berkah untuk membunuh sepiku

No comments: