February 18, 2014

INI TENTANG MENJADI DIRI


Ini tentang film favorit, lagu ataupun juga tentang idola. Ini bermula sejak aku duduk di bangku kuliah. Ini pula menyangkut tentang jadi diri sendiri atau menjadi seperti selera orang lain. Aku harus mengakui bahwa karakterku untuk menjadi diri sendiri memang belum begitu kuat meski kusadari bahwa ada beberapa hal yang pantas ditiru dari orang lain namun ada pula yang sama sekali tidak perlu dan pada bagian ini aku beberapa kali melakukannya dengan alasan supaya ketika ngomong dengan kawan akan nyambung saat membahas masalah selera meski kadang tidak sesuai dengan hati.
Pertama-tama, saat aku mahasiswa baru, namanya berada di lingkungan baru, pastinya kita akan berusaha menemukan kawan dan salah satu cara mendapatkan kawan adalah punya selera yang sama begitupun  aku saat baru mulai kuliah, aku berusaha mencari kawan yang banyak, alhasil ada beberapa hal yang bukan gue banget,, hehe “kata anak-anak sekarang, misalnya saja saat membahas film-film favorit, sialnya beberapa film yang amat sangat kusenangi ternyata adalah film yang sama sekali tidak familiar di kawan-kawanku bahkan dianggap film yang tidak mendidik misalnya film Bollywood yang amat sangat kugandrungi sejak kecil ternyata sama sekali tidak mendapat tempat di hati mereka, bahkan film yang kuanggap sudah bukan zamanku malah menjadi kegemaran mereka sebut saja film naruto ataupun spongebob. Harry potter yang juga sedang booming sama sekali tidak menarik perhatianku meski sebagian temanku selalu berburu episode terbaru begitupun juga dengan film-film superhero yang menurutku terlalu kekanak-kanakan buat ditonton seusiaku karena terlalu imajinatif . Berkali-kali aku coba menyukai flm-film tersebut namun benar-benar hatiku tidak mau menerimanya alhasil aku tidak pernah nyambung saat ngobrol masalah film-film diatas, untungnya film Hollywood yang memang film mainstream juga aku sukai sehingga kalau masalah film ini aku tidak ada masalah.
Hal kedua adalah mengenai music, aku benar-benar tidak bisa bermain satu alat music pun bahkan suaraku masuk dalam kategori suara cepreng yang aku sendiri sama sekali tidak berani menyanyi di depan kawan-kawanku dan sialnya lagi sebagian besar dari mereka bisa bermain music paling tidak bisa menyanyi dengan nada yang pas dan lagi-lagi aku tidak bisa di bagian ini kemudian bagian kedua tentang selera music meski tidak tahu menyanyi namun setiap orang pasti penikmat music dan aku pun demikian namun sialnya selera musik kami berbeda lagi. Aku yang amat sangat gandrung lagu Malaysia benar-benar harus berusaha melenyapkan seleraku tersebut karena sebagian besar kawanku menganggap aliran music tersebut adalah music cengeng, bahkan dalam beberapa kesempatan saat menginap di base camp kampus, aku diam-diam menyetel lagu Malaysia menjelang tengah malam saat kawan-kawanku sudah lelap. Salah satu lagu yang menyelamatkanku adalah lagu bang iwan fals, lagu ini amat sangat digandrungi diantara kawan-kawanku yang aktivitis karena mengandung semangat perlawanan dan untungnya aku juga amat sangat menyukainya bahkan saat sejak aku masih SD, aku sama sekali belum tahu seluk beluk bang iwan menciptakan lagu-lagunya Cuma karena kakak pertamaku dan teman-temannya yang kala itu sering ngumpul adalah barikade penyuka lagu iwan, mungkin mereka juga termasuk OI, hehe, alhasil lagu-lagu tersebut menjadi familiar di telingaku dan sampai sekarang sangat kusenangi apalagi saat sudah tahu spirit dari lagu-lagu tersebut.
Satu hal yang membuatku selamat jika sedang ngumpul-ngumpul dengan kawan-kawanku saat masuk dalam wacana sepakbola. Wah ini bagian yang  menjadi makananku karena aku memang adalah penggemar berat olahraga yang satu ini dan untungnya sebagian besar juga temanku sangat suka olahraga ini bahkan sebagian dari mereka juga yang perempuan. Sebagian besar hal tentang sepakbola aku tahu, bukan berpura-pura suka namun memang aku amat sangat suka. Sebagian dari mereka juga sama dengan klub favoritku Inter Milan yang aku suka sejak SMP. Bahkan setiap hal mengenai sepakbola aku ikuti, bukan tanpa alasan aku menyukai olahraga ini, dikampungku nan jauh disana yang hampir di ujung utara sul-sel, mayoritas laki-laki suka sepakbola dan bisa memainkan olahraga ini bahkan secara berkala sering diadakan pertandingan antar kampong. Aku pun menjadi langganan kampungku sebagai salah satu pemain inti. Tidak ada satu sorepun yang terlewati tanpa bermain bola di lapangan dekat rumah bersama teman-teman bahkan ketika terlewat sore tanpa menendang bola rasanya ganjil. pernah aku bercita-cita menjadi pemain bola handal meski tidak kesampaian. Hehe.
Kemudian tentang bacaan, masih banyak ternyata teman-temanku yang gandrung terhadap segala macam komik yang aku sudah tidak pernah membacanya mulai SMA. Berkali-kali pula aku berusaha membaca komik yang sebenarnya amat sangat simple namun benar-benar hati tidak bisa dibohongi aku tidak pernah berhasil menyelesaikan satu buku komik.  aku sama sekali tidak suka membaca komik sampai saat ini, salah satu buku bacaan yang kugandrungi saat kuliah ada tentang ekonomi politik, tokoh-tokoh revolusioner dan buku semacamnya, bukannya sottak namun memang itu adanya, aku memang tidak terlalu paham awalnya namun seiring dengan pergaulanku dengan beberapa kawan yang lebih senior membuatku mulai membaca buku-buku tersebut yang pada akhirnya membuatku benar-benar penyuka bacaan seperti itu bahkan sampai sekarang
Mungkin untuk menjadi diri sendiri dan mengenal jati diri kita harus mulai dari hal-hal tersebut diatas untuk mengikuti apa kata hati. Jangan pernah berusaha membuat orang senang dan disaat yang sama hati kita berontak tidak setuju, kita harus menjadi diri sendiri, menjadi apa yang disenangi dan menemukan karakter kita. Saat berusaha menyamakan selera dengan orang lain malah akan menjauhkan kita dari diri sendiri dan ini amat sangat berbahaya.

No comments: