Ini tentang film favorit, lagu ataupun juga tentang idola. Ini bermula
sejak aku duduk di bangku kuliah. Ini pula menyangkut tentang jadi diri sendiri
atau menjadi seperti selera orang lain. Aku harus mengakui bahwa karakterku
untuk menjadi diri sendiri memang belum begitu kuat meski kusadari bahwa ada
beberapa hal yang pantas ditiru dari orang lain namun ada pula yang sama sekali
tidak perlu dan pada bagian ini aku beberapa kali melakukannya dengan alasan
supaya ketika ngomong dengan kawan akan nyambung saat membahas masalah selera
meski kadang tidak sesuai dengan hati.
Pertama-tama, saat aku mahasiswa baru, namanya berada di lingkungan baru,
pastinya kita akan berusaha menemukan kawan dan salah satu cara mendapatkan
kawan adalah punya selera yang sama begitupun
aku saat baru mulai kuliah, aku berusaha mencari kawan yang banyak,
alhasil ada beberapa hal yang bukan gue banget,, hehe “kata anak-anak sekarang,
misalnya saja saat membahas film-film favorit, sialnya beberapa film yang amat
sangat kusenangi ternyata adalah film yang sama sekali tidak familiar di kawan-kawanku
bahkan dianggap film yang tidak mendidik misalnya film Bollywood yang amat
sangat kugandrungi sejak kecil ternyata sama sekali tidak mendapat tempat di
hati mereka, bahkan film yang kuanggap sudah bukan zamanku malah menjadi
kegemaran mereka sebut saja film naruto ataupun spongebob. Harry potter yang
juga sedang booming sama sekali tidak menarik perhatianku meski sebagian
temanku selalu berburu episode terbaru begitupun juga dengan film-film
superhero yang menurutku terlalu kekanak-kanakan buat ditonton seusiaku karena
terlalu imajinatif . Berkali-kali aku coba menyukai flm-film tersebut namun
benar-benar hatiku tidak mau menerimanya alhasil aku tidak pernah nyambung saat
ngobrol masalah film-film diatas, untungnya film Hollywood yang memang film
mainstream juga aku sukai sehingga kalau masalah film ini aku tidak ada
masalah.
Hal kedua adalah mengenai music, aku benar-benar tidak bisa bermain satu
alat music pun bahkan suaraku masuk dalam kategori suara cepreng yang aku
sendiri sama sekali tidak berani menyanyi di depan kawan-kawanku dan sialnya
lagi sebagian besar dari mereka bisa bermain music paling tidak bisa menyanyi
dengan nada yang pas dan lagi-lagi aku tidak bisa di bagian ini kemudian bagian
kedua tentang selera music meski tidak tahu menyanyi namun setiap orang pasti
penikmat music dan aku pun demikian namun sialnya selera musik kami berbeda
lagi. Aku yang amat sangat gandrung lagu Malaysia benar-benar harus berusaha
melenyapkan seleraku tersebut karena sebagian besar kawanku menganggap aliran
music tersebut adalah music cengeng, bahkan dalam beberapa kesempatan saat
menginap di base camp kampus, aku diam-diam menyetel lagu Malaysia menjelang
tengah malam saat kawan-kawanku sudah lelap. Salah satu lagu yang
menyelamatkanku adalah lagu bang iwan fals, lagu ini amat sangat digandrungi
diantara kawan-kawanku yang aktivitis karena mengandung semangat perlawanan dan
untungnya aku juga amat sangat menyukainya bahkan saat sejak aku masih SD, aku
sama sekali belum tahu seluk beluk bang iwan menciptakan lagu-lagunya Cuma
karena kakak pertamaku dan teman-temannya yang kala itu sering ngumpul adalah
barikade penyuka lagu iwan, mungkin mereka juga termasuk OI, hehe, alhasil
lagu-lagu tersebut menjadi familiar di telingaku dan sampai sekarang sangat
kusenangi apalagi saat sudah tahu spirit dari lagu-lagu tersebut.
Satu hal yang membuatku selamat jika sedang ngumpul-ngumpul dengan
kawan-kawanku saat masuk dalam wacana sepakbola. Wah ini bagian yang menjadi makananku karena aku memang adalah
penggemar berat olahraga yang satu ini dan untungnya sebagian besar juga
temanku sangat suka olahraga ini bahkan sebagian dari mereka juga yang
perempuan. Sebagian besar hal tentang sepakbola aku tahu, bukan berpura-pura
suka namun memang aku amat sangat suka. Sebagian dari mereka juga sama dengan
klub favoritku Inter Milan yang aku suka sejak SMP. Bahkan setiap hal mengenai
sepakbola aku ikuti, bukan tanpa alasan aku menyukai olahraga ini, dikampungku
nan jauh disana yang hampir di ujung utara sul-sel, mayoritas laki-laki suka
sepakbola dan bisa memainkan olahraga ini bahkan secara berkala sering diadakan
pertandingan antar kampong. Aku pun menjadi langganan kampungku sebagai salah
satu pemain inti. Tidak ada satu sorepun yang terlewati tanpa bermain bola di
lapangan dekat rumah bersama teman-teman bahkan ketika terlewat sore tanpa menendang
bola rasanya ganjil. pernah aku bercita-cita menjadi pemain bola handal meski
tidak kesampaian. Hehe.
Kemudian tentang bacaan, masih banyak ternyata teman-temanku yang
gandrung terhadap segala macam komik yang aku sudah tidak pernah membacanya
mulai SMA. Berkali-kali pula aku berusaha membaca komik yang sebenarnya amat
sangat simple namun benar-benar hati tidak bisa dibohongi aku tidak pernah
berhasil menyelesaikan satu buku komik. aku sama sekali tidak suka membaca komik
sampai saat ini, salah satu buku bacaan yang kugandrungi saat kuliah ada
tentang ekonomi politik, tokoh-tokoh revolusioner dan buku semacamnya, bukannya
sottak namun memang itu adanya, aku memang tidak terlalu paham awalnya namun
seiring dengan pergaulanku dengan beberapa kawan yang lebih senior membuatku
mulai membaca buku-buku tersebut yang pada akhirnya membuatku benar-benar
penyuka bacaan seperti itu bahkan sampai sekarang
Mungkin untuk menjadi diri sendiri dan mengenal jati diri kita harus
mulai dari hal-hal tersebut diatas untuk mengikuti apa kata hati. Jangan pernah
berusaha membuat orang senang dan disaat yang sama hati kita berontak tidak
setuju, kita harus menjadi diri sendiri, menjadi apa yang disenangi dan
menemukan karakter kita. Saat berusaha menyamakan selera dengan orang lain
malah akan menjauhkan kita dari diri sendiri dan ini amat sangat berbahaya.
No comments:
Post a Comment