“Entah sebulan tidak
bertemu, ataupun hanya sehari, aku akan merindumu”, begitu bisikmu sayang saat
kutanyakan tentang rindu.
Ah, rindu selalu
menyebalkan
Selalu menghampiri setiap
waktu
Rindu ini
Seperti rindu malam akan
rembulan
Huhu, ingin kulawan
dengan egoku
Namun semakin kuingkari
Semakin itu pula rindu
ini mengalahkanku
Menyebalkan memang
berurusan dengan rindu
Di sana engkau membawa jiwaku
Bersamamu
Engkau sisakan rindu ini
Menyiksaku dan
membelenggu sukmaku
Aku selalu bertany pada angina
dari arah kotamu
Kapan engkau kan kembali
menjemput rinduku
Tak ada jawaban, angin hanya
membisu
Diantara tetes hujan
senja ini
Kucari rinduku
Di kerumunan bintang
disana
Kucoba menerka rinduku
Tapi semua itu nihil
sayang
Karena engkau adalah
rinduku itu
No comments:
Post a Comment