February 18, 2014

MERANTAULAH


Aku baru saja dari rumah saudaraku menengok budhe yang ada disana. Tidak ada memang yang terlalu penting hanya saja karena aku di kota ini dan tidak etis kalau tidak menengok budheku. Tadi itu, aku malah tidak terlalu banyak bicara dengan budheku karena malah saudaraku yang ngomong-ngomong denganku. Dia bertanya seputar kegiatanku dan tentang aktivitasku di kota ini. Aku memang tidak terlalu terbuka dengannya. Hanya saja ada beberapa kata yang aku tidak sepakati keluar dari saran-sarannya, aku katakana padanya bahwa aku sebentar lagi keluar dari pekerjaanku di ngawi dan tetap akan berada di kota ini untuk berjuang, lalu kemudian di memberi saran yang memang tidak aku inginkan meski kedengarannya rasional. Dia bertutur panjang lebar bahwa jika tidak ada yang di jelas di kota ini maka lebih baik pulang ke Makassar saja karena dekat dengan kampung. Aku tidak menyalahkan sarannya namun aku sudah bertekad dan minta kekuatan dari Allah SWT semoga di tabahkan di tanah rantau sampai aku berhasil dan jangan  sampai aku menyerah dan pulang tanpa membawa apa-apa.
Merantau memang harus merasakan sakit dan dan perjuangan yang tidak mudah, saat gelombang datang di perantauan maka berpeganglah dimana saja namun jangan sampai ada pikiran untuk menepi kembali ke pantai karena sebentar lagi aku akan sampai di tujuan, dan yang dan perjuangan yang tidak mudah, saat gelombang datang di perantauan maka berpeganglah dimana saja namun jangan sampai ada pikiran untuk menepi kembali ke pantai karena sebentar lagi aku akan sampai di tujuan, dan yang paling utama tetap berdoa kepada Allah SWT supaya dimudahkan untuk menyeberangi lautan karena tidak ada satupun yang terwujud tanpa restu dariNYA.
Aku sedang menyusun beberapa rencana di pulau ini, rencana yang menurutku harus kuperjuangkan karenaenurutku harus kuperjuangkan karena tidak menyalahi aturan Allah. Rencana yang telah kususun tersebut kuserahkan sepenuhnya kepada Allah untuk dievaluasi dan diwujudkan. Aku benar-benar tak punya kuasa selain pertolongan Allah SWT, terbukti begitu mudahnya aku melakukan kesalahan-kesalahan fatal yang jelas sangat nista namun aku tetap saja namun aku tetap saja berusaha untuk tidak lagi mengulangi,
Ya ALLAH, kuatkanlah aku di perantauan untuk menggapai cita-citaku, ketika kesulitan datang, maka berikanlah aku berlipat-lipat kesabaraka berikanlah aku berlipat-lipat kesabaran untuk menghadapinya.
Ya Allah, mudahkanlah aku mendapatkan jodoh yang Engkau gariskan kepadaku untuk melindungi diriku dari kemaksiatan.
Aaaamiiin Ya Rabbal Alamin.

No comments: