Aku baru saja dari rumah
saudaraku menengok budhe yang ada disana. Tidak ada memang yang terlalu penting
hanya saja karena aku di kota ini dan tidak etis kalau tidak menengok budheku.
Tadi itu, aku malah tidak terlalu banyak bicara dengan budheku karena malah
saudaraku yang ngomong-ngomong denganku. Dia bertanya seputar kegiatanku dan
tentang aktivitasku di kota ini. Aku memang tidak terlalu terbuka dengannya. Hanya
saja ada beberapa kata yang aku tidak sepakati keluar dari saran-sarannya, aku
katakana padanya bahwa aku sebentar lagi keluar dari pekerjaanku di ngawi dan
tetap akan berada di kota ini untuk berjuang, lalu kemudian di memberi saran
yang memang tidak aku inginkan meski kedengarannya rasional. Dia bertutur
panjang lebar bahwa jika tidak ada yang di jelas di kota ini maka lebih baik
pulang ke Makassar saja karena dekat dengan kampung. Aku tidak menyalahkan
sarannya namun aku sudah bertekad dan minta kekuatan dari Allah SWT semoga di
tabahkan di tanah rantau sampai aku berhasil dan jangan sampai aku menyerah dan pulang tanpa membawa
apa-apa.
Merantau memang harus merasakan
sakit dan dan perjuangan yang tidak mudah, saat gelombang datang di perantauan
maka berpeganglah dimana saja namun jangan sampai ada pikiran untuk menepi
kembali ke pantai karena sebentar lagi aku akan sampai di tujuan, dan yang dan
perjuangan yang tidak mudah, saat gelombang datang di perantauan maka
berpeganglah dimana saja namun jangan sampai ada pikiran untuk menepi kembali
ke pantai karena sebentar lagi aku akan sampai di tujuan, dan yang paling utama
tetap berdoa kepada Allah SWT supaya dimudahkan untuk menyeberangi lautan
karena tidak ada satupun yang terwujud tanpa restu dariNYA.
Aku sedang menyusun beberapa
rencana di pulau ini, rencana yang menurutku harus kuperjuangkan karenaenurutku
harus kuperjuangkan karena tidak menyalahi aturan Allah. Rencana yang telah
kususun tersebut kuserahkan sepenuhnya kepada Allah untuk dievaluasi dan
diwujudkan. Aku benar-benar tak punya kuasa selain pertolongan Allah SWT,
terbukti begitu mudahnya aku melakukan kesalahan-kesalahan fatal yang jelas
sangat nista namun aku tetap saja namun aku tetap saja berusaha untuk tidak
lagi mengulangi,
Ya ALLAH, kuatkanlah aku di
perantauan untuk menggapai cita-citaku, ketika kesulitan datang, maka berikanlah
aku berlipat-lipat kesabaraka berikanlah aku berlipat-lipat kesabaran untuk
menghadapinya.
Ya Allah, mudahkanlah aku
mendapatkan jodoh yang Engkau gariskan kepadaku untuk melindungi diriku dari
kemaksiatan.
Aaaamiiin Ya Rabbal Alamin.
No comments:
Post a Comment