aku seonggok tanah berlumpur
mengitari bumi ini dalam ketidakpastian
jemu, tawa, sedih menjadi bagianku
tak tahu titik tempat tujuan
mengitari bumi ini dalam ketidakpastian
jemu, tawa, sedih menjadi bagianku
tak tahu titik tempat tujuan
aku segumpal mani tak terpakai
numpang lahir tumbuh dalam rahim sang pertiwi
lupa akan asal datangnya
menjadi pongah dalam setiap tingkah
aku adalah mayat terbungkus kafan
bersiap diri menuju keabadian
diarak dalam keranda
teriring doadoa
menuju rumah dalam liang
masa itu benar datang
penyesalan menjadi debu tak berarti
menunggu pengadilan yang sesungguhnya
kertajaya
20'12'12
No comments:
Post a Comment