February 24, 2014

AKU

aku seonggok tanah berlumpur
mengitari bumi ini dalam ketidakpastian
jemu, tawa, sedih menjadi bagianku
tak tahu titik tempat tujuan

aku segumpal mani tak terpakai
numpang lahir tumbuh dalam rahim sang pertiwi
lupa akan asal datangnya
menjadi pongah dalam setiap tingkah

aku adalah mayat terbungkus kafan
bersiap diri menuju keabadian
diarak dalam keranda 
teriring doadoa
menuju rumah dalam liang

masa itu benar datang
penyesalan menjadi debu tak berarti
menunggu pengadilan yang sesungguhnya



kertajaya 
20'12'12


No comments: