February 26, 2014

hujanmu tlah reda


Dan akhirnya
Hujan yang sedari kemarin menetes tanpa henti
Perlahan reda dengan mentari yang menampakkan sinarnya
Ah, memang harus seperti itu
Ketika mentari terus ada
maka tetap saja mendamba hujan
Bahkan ketika basah setiap kali hadir
Mentari bak dewa yang diimpikan
Dan biarkan hidup seperti itu
Biarkan dia berputar sesuai dengan sunnatullah
Tangismu
Yang sedari kemarin menetes tanpa henti
Adalah bukti bahwa mentari butuh instirahat
Dan biarkan sekarang engkau menggenggam rembulan
Sebelum langkahmu kau pacu ke ibukota
Karena disana
Hujan seringkali dibenci
Mentari dicaci
Bahkan rembulan yang cantik pun tak diharapkan
Berjuanglah di sana gadisku
WPS.

No comments: