Dan
akhirnya
Hujan
yang sedari kemarin menetes tanpa henti
Perlahan
reda dengan mentari yang menampakkan sinarnya
Ah,
memang harus seperti itu
Ketika
mentari terus ada
maka
tetap saja mendamba hujan
Bahkan
ketika basah setiap kali hadir
Mentari
bak dewa yang diimpikan
Dan
biarkan hidup seperti itu
Biarkan
dia berputar sesuai dengan sunnatullah
Tangismu
Yang
sedari kemarin menetes tanpa henti
Adalah bukti bahwa mentari butuh instirahat
Dan biarkan sekarang engkau menggenggam rembulan
Sebelum langkahmu kau pacu ke ibukota
Karena disana
Hujan seringkali dibenci
Mentari dicaci
Bahkan rembulan yang cantik pun tak diharapkan
Berjuanglah di sana gadisku
WPS.
No comments:
Post a Comment