Perjalanan yang cukup melelahkan dari Mei ke Juni. entah apa yang membuat asaku selalu mengepul setiap kali pergantian waktu entah itu bulan ataupun tahun. kali ini tepat pergantian bulan yang memasuki pertengahan tahun 2015 tepatnya bulan juni. aku kembali merapikan kerah bajuku yang acak-acakan di bulan mei. penuh noda dan lumpur. memulai bulan Juni dengan perasaan yang ceria.
Aku bukan pribadi yang terlalu perfeksionis di dalam semua hal meski akupun menyadari bahwa dalam hal tertentu, menjadi pribadi yang perfeksionis sekali-kali dibutuhkan misalnya dalam hal yang prinsipil entah itu pekerjaan ataupun dalam kehidupan sehari-hari. lain halnya ketika hal yang bukan prinsipil seperti penampilan, terkadang aku tidak terlalu ingin menjadi sempurna karena penampilan luar hanyalah berhenti di pandangan mata orang lain, cukuplah saja penampilan yang sopan dan bersih dan tidak perlu terlalu mewah dan mencolok apatahlagi ingin menjadi pusat perhatian.
Juni sedang memasuki langkah awal. aku menyadari bahwa perjalanan bulan ini mungkin sedikit lebih diperlambat dan diisi dengan hal yang baik karena di pertengahan bulan ini pun, Ramadhan akan tiba. tentu saja bahwa momen itu akan merubah beberapa rutinitas di bulan lainnya. aku harus menyusun ulang beberapa schedule yang sudah aku terapkan sebelum Ramadhan menghampiri.
Aku butuh nutrisi lebih untuk mengarungi bulan ini. fisikku yang belum kunjung segar bugar pun terkadang ikut mempengaruhi aktivitas rohaniku meski bukan alasan untuk melemahkan energi rohani karena aku yakin bahwa terkadang keadaan seperti ini pula yang membuat manusia kuat dan mengolah mata batin yang terdalam.
Pekerjaan di kantor pun berjalan seperti apa adanya. tidak ada perubahan signifikan meski terkadang ada pekerjaan yang menumpuk namun hal yang lumrah karena terkadang ada pula momen dimana tidak terlalu padat perkerjaan. Teman kantor pun tidak ada masalah karena seringkali aku berpikir bahwa ketika ada perbedaan maka bukan sebuah masalah.
Aku sedikit harus lebih menebalkan perasaan terhadap hal-hal yang sifatnya sentimental. Membuang perasaan rendah diri kemudian bersabar untuk hal-hal yang orang lain tidak mengerti akan diriku karena disitulah letak memulai menjadi pribadi yang rendah hati. Banyak hal yang mungkin menjadi jalan untuk melawan diri sendiri, disaat orang lain merendahkan kita dan di saat orang lain meremehkan apa yang kita miliki. ingatlah bahwa hidup bukan untuk menyenangkan orang lain dan bukan untuk menjadi terlihat jago di mata orang lain namun hiduplah untuk menjadi diri sendiri.
Masalah utama ketika kita merasa terganggu dengan omongan orang lain adalah karena kemungkinan besar kita masih ada perasaan ingin terlalu sempurna di mata orang lain. Hal yang mungkin harusnya kuperbaiki lagi adalah menjaga mulut menceritakan kejelekan orang lain bahkan meski dalam hal yang sederhana. Aku yakin bahwa menjelekkan orang lain di belakang mereka akan mematikan energi positif dari dalam diri.
Ah, aku ngomong opo toh
tapi lumayanlah untuk memulai juni yang hangat
Pulogadung, 010615 08:18
Aku bukan pribadi yang terlalu perfeksionis di dalam semua hal meski akupun menyadari bahwa dalam hal tertentu, menjadi pribadi yang perfeksionis sekali-kali dibutuhkan misalnya dalam hal yang prinsipil entah itu pekerjaan ataupun dalam kehidupan sehari-hari. lain halnya ketika hal yang bukan prinsipil seperti penampilan, terkadang aku tidak terlalu ingin menjadi sempurna karena penampilan luar hanyalah berhenti di pandangan mata orang lain, cukuplah saja penampilan yang sopan dan bersih dan tidak perlu terlalu mewah dan mencolok apatahlagi ingin menjadi pusat perhatian.
Juni sedang memasuki langkah awal. aku menyadari bahwa perjalanan bulan ini mungkin sedikit lebih diperlambat dan diisi dengan hal yang baik karena di pertengahan bulan ini pun, Ramadhan akan tiba. tentu saja bahwa momen itu akan merubah beberapa rutinitas di bulan lainnya. aku harus menyusun ulang beberapa schedule yang sudah aku terapkan sebelum Ramadhan menghampiri.
Aku butuh nutrisi lebih untuk mengarungi bulan ini. fisikku yang belum kunjung segar bugar pun terkadang ikut mempengaruhi aktivitas rohaniku meski bukan alasan untuk melemahkan energi rohani karena aku yakin bahwa terkadang keadaan seperti ini pula yang membuat manusia kuat dan mengolah mata batin yang terdalam.
Pekerjaan di kantor pun berjalan seperti apa adanya. tidak ada perubahan signifikan meski terkadang ada pekerjaan yang menumpuk namun hal yang lumrah karena terkadang ada pula momen dimana tidak terlalu padat perkerjaan. Teman kantor pun tidak ada masalah karena seringkali aku berpikir bahwa ketika ada perbedaan maka bukan sebuah masalah.
Aku sedikit harus lebih menebalkan perasaan terhadap hal-hal yang sifatnya sentimental. Membuang perasaan rendah diri kemudian bersabar untuk hal-hal yang orang lain tidak mengerti akan diriku karena disitulah letak memulai menjadi pribadi yang rendah hati. Banyak hal yang mungkin menjadi jalan untuk melawan diri sendiri, disaat orang lain merendahkan kita dan di saat orang lain meremehkan apa yang kita miliki. ingatlah bahwa hidup bukan untuk menyenangkan orang lain dan bukan untuk menjadi terlihat jago di mata orang lain namun hiduplah untuk menjadi diri sendiri.
Masalah utama ketika kita merasa terganggu dengan omongan orang lain adalah karena kemungkinan besar kita masih ada perasaan ingin terlalu sempurna di mata orang lain. Hal yang mungkin harusnya kuperbaiki lagi adalah menjaga mulut menceritakan kejelekan orang lain bahkan meski dalam hal yang sederhana. Aku yakin bahwa menjelekkan orang lain di belakang mereka akan mematikan energi positif dari dalam diri.
Ah, aku ngomong opo toh
tapi lumayanlah untuk memulai juni yang hangat
Pulogadung, 010615 08:18
No comments:
Post a Comment