June 3, 2015

Rindu yang Hilang

mengalirlah rasa yang memudar di pertemuan kita kali ini. semenjak kumencintaimu dengan setiap helaan nafasku, waktu seakan berputar melambat di kala engkau jauh dari sisiku berpijak bahkan rasa seakan mati dalam penantian untukmu. begitupan adanya waktu mempermainkanku dengan dirinya karena dia akan berlari begitu cepatnya ketika aku menggenggammu di sudut kota yang sunyi.

aku terkadang berpikir bahwa percintaanku hanyalah pemainan waktu dan perasaan yang terpendam bersama hening ataukah bahkan karena kutak mampu mencintai sepiku sehingga aku menjerumuskan diriku berbagi kasih denganmu. aku tak tahu karena mungkin hanya waktu dan sepi yang tidak beranjak meninggalkanku sedetik pun.

senja terus memburu percintaanku dengan gelap karena kutahu bahwa kali ini engkau akan menepati janjimu bertemu denganku disini. takkan tersisa lagi rindu yang menghantam jauh ke dalam sukma. aku tahu bahwa percintaan itu adalah seputar waktu dan rindu bahkan terkadang berakhir dengan dendam, namun untukmu aku tak mau mengusik mereka karena cinta menjadi menggairahkan dengan hadirnya rindu

sebelum puisi ini kutulis, aku menunggumu. rindu yang berbatas dengan jarak yang engkau genggam untukku. semoga saja sakit hatinya hanyalah bayangbayang tak berwujud. aku hanya ingin ada rindu dan waktu yang merajai.

untukmu dalam pertemuanku. meleburlah semua rasa yang pedih. entah kenapa semua energi dalam diriku hanyalah ingin menuntunmu untuk selalu ada disetiap detik hidup yang kujalani. cinta, kata orang seperti itu namun tidakkah itu menyiksa.

yah, cinta menyiksa setiap yang merindu. dia memusnahkan rasa yang ada. entahlah ini apa artinya karena setiap kata yang keluar dari mulutku adalah menyebut diksi tentang namamu. engkaulah melebur dengan apa yang ada diingatku sampai pada titik dimana air mata mengalir deras di sudut mataku.

engkau mungkin tidak pernah menatap lelaki yang menangis.? akulah dalam penantian rindu yang perih

3-6-15

No comments: