berguguranlah semua rasa di percintaan kita, serupa puisi dari sapardi yang melepaskan busur tepat di sasarannya.
aku selalu gagal menjadi pujangga amatir untuk mencintaimu
karena yang kupunya hanyalah sisasisa mawar yang ingin kupasangkan di kuping kirimu
"itu cukup untukku." bisikmu meyakinkanku tentang perkara hati yang terkadang tersembunyi di dasar sukma yang terdalam.
aku selalu gagal menjadi pujangga amatir untuk mencintaimu
karena yang kupunya hanyalah sisasisa mawar yang ingin kupasangkan di kuping kirimu
"itu cukup untukku." bisikmu meyakinkanku tentang perkara hati yang terkadang tersembunyi di dasar sukma yang terdalam.
No comments:
Post a Comment