June 22, 2015

Tarawih #3

Ramadhan selalu menghadirkan sensasi yang menggembirakan bagi saya karena ada beberapa serpihan kenangan yang selalu menghadirkan rasa tenang ketika momen Ramadhan tiba. beberapa Ramadhan terakhir, saya selalu suka berkeliling mencari tempat tarweh yang baru dan kebiasaan tersebut sampai sekarang.

Di Ramadhan ketiga, saya memilih mesjid Istiqlal sebagai pelabuhan melebur dalam orang dengan berbagai aktivitas di Mesjid ini. ada yang pulang kerja dan mampir buka puasa, ada yang datang dengan tujuan berdagang dan berbagai manusia lainnya selalu tumpah ruah di mesjid ini ketika Ramadhan. tidak mengherankan memang karena Mesjid tersebut terbesar di negeri ini.

Saya sudah tahu rutinitas tarweh disini karena tahun lalu, saya beberapa kali tarweh di mesjid ini. setelah shalat Isya, biasanya diisi pembacaan ayat-ayat Al-Qur'an kemudian setelah itu dilanjutkan dengan ceramah agama. tarweh dilaksanakan dengan 2 2 dan ada dua gelombang. ada yang tarweh delapan dan ada yang 20 rakaat. sistemnya yang tarweh delapan rakaat menyelesaikan witirnya dan yang 20 rakaat mundur sejenak ke belakang menunggu jamaah yang tarweh 8 selesai witir kemudian melanjutkan tarweh sampai 20 rakaat.
 
Kebiasaan saya adalah menulis ceramah agama. ceramah agama malam ini seperti biasanya. sang Penceramah menjelaskan tentang hakekat puasa adalah menahan diri. Kita diwajibkan memerangi nafsu syahwat. Ramadhan adalah membakar dan mengasah. puasa memiliki implikasi kemanusiaan. Puasa adalah ibadah rahasia yaitu antara manusia dan Tuhannya. hadist Qudsi mengatakan bahwa " semua amal anak adam untuk dirinya kecuali puasa" Ibadah selain puasa bisa dikoreksi langsung sedangkan puasa tetap rahasia, tidak boleh pamer saat sedang berpuasa. puasa menahan diri daripada maksiat, menempa jiwa melalui latihan fisik puasa harus memiliki dampak sosial.

Penceramah lebih mirip dengan pembacaan khutbah dengan terlalu berfokus pada konsep yang ada ditangannya. Jamaah yang mendengarkan pun tidak terlalu antusias karena penceramah kurang komunikatif ataupun menghidupkan suasana.
itu saja tentang ceramah malam ini.

Oh yah, Ramadhan tahun lalu di mesjid ini, saya kecopetan Hanphone BB jadi Para Jamaah yang berniat melaksanakan shalat tarweh di mesjid Istiqlal supaya tidak perlu membawa HP ataupun kalau terpaksa agar supaya berhati-hati dengan barang bawaan

Masjid Istiqlal
3 Ramadhan 1436 H

No comments: