Saya tarawih di masjid samping pasar rawamangun yang kedua kali. Masjid tersebut ada 2 lantai dimana lantai atas dipergunakan oleh anak-anak dan lantai bawah oleh orang dewasa. shalat tarweh di mesjid tersebut serasa seperti di kampung karena setelah shalat isya kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama lalu kemudian shalat tarweh dengan model 4 4, hal yang berbeda saya dapatkan ketika tarweh di mesjid yang lain. ada 3 mesjid di dekat kosku dan dua mesjid lainnya tidak ada ceramah agama setelah shalat Isya namun langsung dilanjutkan dengan tarweh 20 Rakaat.
Ceramah tarweh malam ini dibawakan oleh seorang ustads yang masih muda. umurnya masih 30an tahun. dia membahas tentang bagaimana cara meningkatkan imam kita. hal yang diuraikan adalah meningkatkan imam dengan kembali kepada Al-Qur'an. mempelajarinya dan kemudian mengamalkannya. dari selingan ceramahnya, saya menduga bahwa si Ustads tidak sepakat dengan membaca Al-Qur'an dengan langgam jawa. pada potongan ceramahnya mengatakan bahwa salah satu cara tidak menghormati Al-Qur'an karena ada sebagian orang yang membaca tidak sesuai dengan tuntunan. perdebatan membaca Al-Qur'an dengan langgam jawa memang tidak ada habisnya.
Saya tidak pernah berani ikut-ikutan membahasnya karena ilmu yang sama sekali tidak ada namun setidaknya saya sudah pernah menelepon kak Sudirman, satu dari 2 orang referensi saya masalah agama selain kak Hamzah, kak sudirman mengatakan bahwa selama tajwid dan harakatnya tidak salah maka melagukan Al-Qur'an dengan langgam jawa bukanlah hal yang keliru kemudian Kak Sudirman juga menegaskan pada niat seseorang yang membaca, jika niat karena Allah maka sama sekali itu tidak dilarang.
Secara umum, ceramah tarweh malam ini menjelaskan berbagai hal yang mungkin bisa kita temui di buku bacaan keagamaan. sang ustads mengajak jamaah untuk mempelajari Al-Qur'an. Dia mencontohkan bahwa dia pernah mengajar seorang yang umurnya sudah 75 tahun yang sama sekali tidak bisa baca Al-Qur'an sampai pada akhirnya bisa menghapal 2 juz. Sang ustads juga menyentil para masyarakat urban yang rela membayar mahal untuk guru privat untuk anaknya seperti musik, matematika dan pelajaran lain namun untuk membayar guru ngaji mereka enggan
begitulah kira-kira ceramah tarweh malam ini
Mesjid Nur Jami' Rawamangun
9 Ramadhan 1436 H
No comments:
Post a Comment