Aku mengeja waktu menantimu di sudut bangku toko
Merapal mantra perisai dirimu yang sedang pasrah dalam genggaman semesta
Melayang-layang tanpa ada kuasa menaklukkan kecemasan
Bukankah perjalan seperti itu adalah penyerahan total nasib pada takdir
Aku sekali lagi mengirim beribu kata baik kepada sang alam
Semoga angin tetap dengan tenangnya menjagamu
Ah, aku ingin membunuh gundah
Aku mengubur cemas
Lebih baik kuceritkan saja hariku
Tak jua kakiku beranjak bersama alunan hari yang mulai senja
Sebentar lagi engkau tiba
Kita melunasi rindu di taman Menteng
Bersama sepi yang berpendar dalam riuh canda bocah-bocah.
130615
Merapal mantra perisai dirimu yang sedang pasrah dalam genggaman semesta
Melayang-layang tanpa ada kuasa menaklukkan kecemasan
Bukankah perjalan seperti itu adalah penyerahan total nasib pada takdir
Aku sekali lagi mengirim beribu kata baik kepada sang alam
Semoga angin tetap dengan tenangnya menjagamu
Ah, aku ingin membunuh gundah
Aku mengubur cemas
Lebih baik kuceritkan saja hariku
Tak jua kakiku beranjak bersama alunan hari yang mulai senja
Sebentar lagi engkau tiba
Kita melunasi rindu di taman Menteng
Bersama sepi yang berpendar dalam riuh canda bocah-bocah.
130615
No comments:
Post a Comment